Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Bimbingan Teknis dan Pengawasan Pembangunan Gedung Madrasah Hidayatul Atfal Desa Langon Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar Achendry M Kurniawan; Udi Subagyo; Sugeng Riyanto; Rif'atul Khusniah; Johanes Asdhi Purwanto
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v4i2.8619

Abstract

Madrasah Diniyah Hidayatul Atfal building construction began in 2021  until today. However, the construction project has been delayed several times due to some technical issues taking place on the construction site. The first technical issue is that the project was started without any blueprint. As a consequence, the construction workers did not have any reference on how to execute the project. Secondly, it did not have any budget plan either. As a result, there were some building materials left unused. The last is the local community working as construction workers have very limited knowledge on building construction.A civil engineer, particularly an experienced one, is the most suitable solution to overcome those technical issues. Well-experienced civil engineer is able to draw a blueprint, plan budget correctly, identify building materials needed and how much time it takes to complete a construction project. In addition, he can provide assistance for those construction workers during the project. With the help of civil engineer, it is expected that Madrasah Diniyah Hidayatul Atfal construction project can be executed well and is completed in a timely manner.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PROMOSI BERBAHASA INGGRIS DI RUMAH KINASIH (REHABILITASI PEMBERDAYAAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA ATAU ODGJ) KABUPATEN BLITAR Zubaidi Zubaidi; Fitrotul Maulidiyah; Ririn Pratiwi Suharto; Achmad Suyono; Bambang Suryanto; Sugeng Hariyanto
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.733

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Rumah Kinasih, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Pemilihan lokasi tersebut dikarenakan terdapat permasalahan yang dihadapi oleh Rumah Kinasih mempromosikan karya teman-teman disabilitas dan ODGJ Rumah Kinasih. Rumah Kinasih yang berperan sebagai mitra kegiatan pengabdian ini menghadapi permasalahan yaitu belum memiliki media promosi berbahasa Inggris. Hal tersebut menjadi hambatan bagi mitra untuk memasarkan produk dan karya Rumah Kinasih ke pasar internasional yang lebih luas lagi. Tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mempersiapkan mitra mampu membuat media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih, baik di situs web yang telah mereka miliki maupun di akun media sosial Rumah Kinasih. Metode yang akan dipakai untuk mewujudkan tujuan khusus tersebut adalah memberikan pelatihan pembuatan media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih dengan memanfaatkan teknologi informasi. Langkah-langkah kegiatan dilakukan terdiri dari 5 tahapan, meliputi: (1) analisis kebutuhan tentang pembuatan media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih, (2) pelatihan pembuatan media promosi berbahasa Inggris, (3) pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung pembuatan media promosi berbahasa Inggris, (4) bimbingan teknis pembuatan media promosi berbahasa Inggris, dan (5) evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menciptakan media promosi berbahasa Inggris dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PROMOSI BERBAHASA INGGRIS DI RUMAH KINASIH (REHABILITASI PEMBERDAYAAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA ATAU ODGJ) KABUPATEN BLITAR Zubaidi Zubaidi; Fitrotul Maulidiyah; Ririn Pratiwi Suharto; Achmad Suyono; Bambang Suryanto; Sugeng Hariyanto
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.733

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Rumah Kinasih, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Pemilihan lokasi tersebut dikarenakan terdapat permasalahan yang dihadapi oleh Rumah Kinasih mempromosikan karya teman-teman disabilitas dan ODGJ Rumah Kinasih. Rumah Kinasih yang berperan sebagai mitra kegiatan pengabdian ini menghadapi permasalahan yaitu belum memiliki media promosi berbahasa Inggris. Hal tersebut menjadi hambatan bagi mitra untuk memasarkan produk dan karya Rumah Kinasih ke pasar internasional yang lebih luas lagi. Tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mempersiapkan mitra mampu membuat media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih, baik di situs web yang telah mereka miliki maupun di akun media sosial Rumah Kinasih. Metode yang akan dipakai untuk mewujudkan tujuan khusus tersebut adalah memberikan pelatihan pembuatan media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih dengan memanfaatkan teknologi informasi. Langkah-langkah kegiatan dilakukan terdiri dari 5 tahapan, meliputi: (1) analisis kebutuhan tentang pembuatan media promosi berbahasa Inggris di Rumah Kinasih, (2) pelatihan pembuatan media promosi berbahasa Inggris, (3) pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung pembuatan media promosi berbahasa Inggris, (4) bimbingan teknis pembuatan media promosi berbahasa Inggris, dan (5) evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menciptakan media promosi berbahasa Inggris dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK.
Penerjemahan prosa fiksi dan puisi: tantangan dan penyelesaian Sugeng Hariyanto
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 9 No 1, 2019
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bersifat konseptual, mengenai jenis-jenis riset dalam studi Penerjemahan pada dasarnya adalah pengalihan makna dan pesan dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Jenis teks yang berbeda memerlukan langkah yang berbeda. Langkah-langkah penerjemahan karya prosa fiksi dan puisi tidak sama dengan langkah-langkah penerjemahan karya ilmiah. Artikel ini menyajikan prinsip-prinsip penerjemahan karya prosa fiksi oleh beberapa ahli terutama oleh Beloc (dalam Basnett-McGuire, 1980) dan saran penerjemahan puisi oleh Robert Bly (dalam Frawley, 1953). Saran penerjemahan puisi tersebut mencakup delapan langkah, dari menerjemahkah secara literal hingga memberi sentuhan terakhir. Penerjemah dan mahasiswa penerjemahan bisa belajar dari beberapa saran oleh para ahli yang telah dikaji ulang tersebut untuk membantunya mencapai terjemahan karya sastra yang baik.
Pembelajaran berbasis proyek dan blogging dalam mata kuliah ESP Sugeng Hariyanto
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 8 No 2, 2018
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajar akan mudah belajar apabila bahan pelajarannya disusun secara tematis dan rapi. Pembelajaran akan efisien apabila informasi yang disajikan bermakna dan gayut dengan kehidupan pembelajar. Hal-hal di atas semakin penting untuk pengajaran Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (English for Specific Purposes) karena di dalam pengajaran ini pembelajar tidak mempelajari ilmu utama bidang minatnya. Tematik dan tertata rapi adalah ciri khas dari pembelajaran berbasis konten yang dibangun berdasarkan silabus yang berbasis konten pula. Salah sat metode pengajaran yang paling sesuai untuk silabus berbasis konten adalah pengajaran berbasis proyek. Di dalam era internet saat ini, penggunaan media internet menjadi sesuai yang hampir wajib untuk menarik minat pembelajar. Artikel ini melaporkan penelitian terkait silabus berbasis konten yang disajikan dengan metode pengajaran berbasis proyek dengan menggunakan blogging di dalam mata kuliah ESP for Marketing. Di akhir semester, mahasiswa melakukan swa-refleksi dan mereka melaporkan hasil refleksi tersebut. Dari laporan mereka ditemukan bahwa pengajaran ESP berbasis proyek dengan blogging ternyata meningkatkan di empat bidang, yaitu: (a) kemampuan bahasa, (b) penguasaan bidang keahlian (konten), (c) kerja sama, serta (d) pelajaran hidup bagi mahasiswa.
Tren kajian terjemahan dan industri terjemahan Sugeng Hariyanto
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 7 No 1, 2017
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di bidang kajian penerjemahan telah diteliti bagaimana terjemahan yang bagus itu seharusnya dilakukan, bagaimana penerjemahan mempengaruhi sistem sastra dan budaya lain, bagaimana penerjemahan dilakukan untuk menghasilkan respons yang diinginkan, siapa saja yang mempengaruhi penerjemahan, bagaimana penerjemahan bisa dikatakan sebagai alat untuk menguasai golongan terpinggirkan, dan akhirnya bagaimana mengamati fitur-fitur terjemahan dari berdasar pangkalan data teks terjemahan. Alur perkembangan ini membawa pada suatu kesimpulan bahwa penelitian di awal-awal masa berangkat dari intisari perihal penerjemahan dan bergeser serta bercabang hingga hal-hal yang tidak lekat terkait dengan intisari penerjemahan, mis. kajian poskolonial di bidang penerjemahan. Namun, ada juga yang berusaha kembali dengan membawa alat yang baru (studi korpus).Dari sudut pandang industri bahasa, ada tren yang tidak mungkin ditolak. Tren pertama adalah industri sekarang memandang terjemahan sebagai sarana untuk mencapai tujuan komunikasi (bisnis, politik, budaya, dll.). Tren kedua adalah semakin bagusnya teknologi komputer dan semakin maraknya penggunaan komputasi awan. Alhasil, perkembangan ini, didukung globalisasi ekonomi, telah banyak memaksakan perubahan dalam profesi terkait industri bahasa.Akhirnya, saya berpendapat bahwa kajian teori penerjemahan hendaknya kembali ke urusan dasar, yakni masalah pemindahan pesan dari suatu bahasa ke bahasa lainnya. Kajian terhadap tren perkembangan industri terjemahan memberi tahu kita di bidang pengajaran penerjemahan bahwa para peserta pengajaran perlu dibekali ilmu untuk menyintas tuntutan zaman. Jika yang diajarkan hanya ilmu-ilmu linguistik saja, ibaratnya kita mengajari mereka untuk menembak bayangan dari sosok yang sedang berlari
Perkembangan teknologi informasi dan profesi penerjemah Achmad Suyono; Sugeng Hariyanto
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 4 No 2, 2014
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa megatren yang mempengaruhi profesi penerjemah. Yang terpenting adalah globalisasi ekonomi, perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi. Globalisasi ekonomi menyebabkan sebuah perusahaan berusaha berbisnis di seluruh dunia dan karenanya merasa perlu menerbitkan situs web dalam bahasa di mana perusahaannya akan beroperasi, menerbitkan dokumen produk dalam bahasa pasar sasaran, dll. Untuk itu penerjemahan menjadi salah satu alternatif untuk membgantu menembus pasar baru. Perkembangan teknologi informasi telah membuat jenis teks elektronik. Terakhir. dengan adanya digitalisasi membuat dokumen referensi yang dulu tercetak di atas kertas sekarang dengan mudah dibuka dan dirujuk menggunakan komputer. Hal ini juga terkait dengan perangkat lunak atau kemajuan teknologi informasi. Dengan digitalisasi, seorang penerjemah dapat membuka banyak kamus dan ensikopledia dalam beberapa detik saja. Artikel ini juga membahas secara ringkas apaapa yang perlu dipersiapkan oleh penerjemah dalam rangka menjawab tantangan tiga butir megatren ini. Terakhir, pembahasan ini juga dapat ditarik lebar ke arah kurikulum pengajaran penerjemahan. Singkatnya, kurikulum harus juga memuat butir-butir keterampilan yang diperlukan untuk menjawab tantangan ini.
Pengkhianatan demi kesetiaan: upaya masuk akal untuk mencapai terjemahan puisi ideal Sugeng Hariyanto
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 2 No 1, 2012
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam penerjemahan puisi sering dikatakan bahwa hasil terjemahan tidak sebaik puisi aslinya. Lebih jauh, ada tiga mitos tentang hasil penerjemahan puisi, yaitu: a) Puisi terjemahan lebih buruk daripada puisi aslinya, (b) penerjemahan puisi adalah pengkhianatan, dan (c) terjemahan yang cantik biasanya tidak setia, dan yang setia biasanya tidak cantik. Di dalam artikel singkat ini penulis berusaha menelusuri asalmuasal mitos di atas dan mencoba menyajikan pandangannya tentang kebenaran mitos tersebut. Penulis juga menyinggung bagaimana penerjemahan puisi sumber yang sama bisa menghasilkan puisi-puisi yang berbeda jika penerjemahannya dilakukan oleh penerjemah yang berbeda. Keruwetan ini menjadi bertambah, menurut penulis, jika kritikus ikut mengomentari hasil terjemahan karena penerjemah dan kritikus mungkin sekali memiliki pengalaman dan latar budaya yang berbeda. Akhirnya, penulis mengemukakan pendapatnya bahwa dalam penerjemahan puisi “kesetiaan” hendaknya dimaknai sebagai kesetiaan pada keindahan dan makna. Jadi, dari sudut pandang mitos lama dapat dikatakan bahwa penerjemahan puisi cenderung sebuah ‘pengkhianatan’ dari ekuivalensi bentuk linguistik, tetapi tetap bisa diupayakan untuk ‘setia’ pada keindahan dan makna dalam bahasa sasaran. Menurut penulis, inilah yang seharusnya diupayakan oleh penerjemah kalau ingin membuat karya terjemahan yang memenuhi kriteria terjemahan yang baik di dalam ilmu terjemahan.