Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TARI RASPATI DI SANGGAR GALURA KENCANA Fikri Rifandi; Dewi Karyati; Ria Sabaria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i3.37734

Abstract

Pada saat ini banyak lembaga pendidikan nonformal yaitu sanggar tari menciptakan sebuah tarian kreasi baru yang dimana sumber geraknya berasal dari Tari Wayang. Tari Rspati merupakan sebuah tarian yang menggambarkan kepemimpinan tokoh wanita di Kabupaten Gartu. Tarian tersebut dijadikan suatu stimulus pada pembelajaran tari di Sanggar Galura Kencana, dimana pada saat ini sanggar tari banyak diminati oleh masyarakat sebagai lembaga pelengkap dari pendidikan formal yang diikutinya. Pembelajaran Tari Raspati diberikan pada peserta didik dengan kategori mahir, hal ini disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mendeskripsikan bagaimana perencanaan, proses serta evaluasi yang terjadi pada saat pembelajaran Tari Raspati tersebut berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis pendekatan kualitatif. Untuk pengumpulan data yang dilakukan didalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan wawancara, sokumentasi dan observasi. Penelitian ini menggunakan analisis data yaitu dengan mengumpulkan data, mengelompokan, menganalisis, menarik kesimpulan serta tahap terakhir yaitu mendeskripsikan laporan hasil penelitian. Hasil yang didapatkan dalam penelitian yaitu dapat mendeskripsikan bagaimana perencanaan yang dilakukan oleh Sanggar Galura Kencana sebelum pembelajaran Tari Raspati dilakukan, mencangkup pada tujuan, materi, metode serta media yang digunakannya dan proses serta evaluasi yang dilakukan pada peserta belajar di Sanggar Galura Kencana. Hasil akhir dari pembelajaran tersebut yaitu peserta dapat menarikan Tari Raspati dengan menguasai aspek Wiraga, Wirama dan Wirasa.    Kata Kunci : Pembelajaran Tari, Sanggar, Tari Raspati    
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA Morina Wahyuning Retno Sari; Dewi Karyati; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 1, No 2 (2021): Agustus, 2021
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v1i2.35863

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Bandung. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang terjadi di sekolah, yakni rendahnya kecerdasan interpersonal siswa khususnya dalam pembelajaran tari. Rumusan masalah yang ingin ditemukan jawabannya, meliputi 1) bagaimana kecerdasan interpersonal siswa sebelum diterapkannya model kolaboratif tipe STAD, 2) bagaimana proses penerapan model kolaboratif tipe STAD, dan 3) bagaimana pengaruh model kolaboratif tipe STAD untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa pada pembelajaran tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pre-experimental design dengan pola one-group pretest-posttest, peneliti menggunakan 16 siswa dalam satu kelas sebagai sampel dalam penelitiannya dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan teknik studi literatur. Hasil penelitian ini dapat dibuktikan dengan menggunakan uji paired sample t-test dengan alat bantu program SPSS versi 22.0, dimana thitung ttabel, yaitu dengan nilai thitung = 32, 384 dan ttabel = 2,131. Kesimpulan penelitian ini, penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD pada pembelajaran seni tari dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 4 Bandung.
REOG AMBIT: PERJALANAN SENI TRADISI DAN NILAI BUDAYA YANG HAMPIR PUNAH Dewi Karyati
RITME Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki beragam seni pertunjukan yang hidup di masyarakat, salah satunya adalah reog. Reog yang dimaskud dalam penelitian ini adalah reog Sunda, khususnya dari Kabupaten Sumedang. Reog ini berbentuk pertunjukan  musik, lawak, dan tari. Daerah yang memiliki sejarah reog paling terkenal di Kabupaten Sumedang berasal dari Desa Ambit, Kecamatan Situraja. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana sejarah perjalanan seni pertunjukan reog di Desa Ambit, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang?;  2) apa saja nilai budaya yang terkandung dalam seni pertunjukan reog?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk mendeksripsikan data-data yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian, reog Ambit mengalami masa kejayaan sekitar tahun 1960 - 1970 an. Pada masa itu, reog menjadi salah satu hiburan favorit masyakarat. Setiap pertunjukan reog digelar, penonton selalu memenuhi area pertunjukan. Namun sayangnya, kini kesenian reog tidak terlalu banyak diminati dan dikenal masyarakat. Keberadaannya seperti mati suri. Pertunjukan  reog hanya dapat dinikmati pada saat-saat tertentu saja, misalnya pergelaran khusus kesenian rakyat yang diadakan instansi-instansi tertentu. Hal tersebut sangat disayangkan, karena reog merupakan salah satu seni tradisi yang sarat akan nilai budaya. Meskipun hampir punah, namun seni pertunjukan reog masih dapat bertahan dengan bertransformasi. Reog yang terancam punah, memerlukan perhatian dari semua lapisan masyarakat. Reog harus dilestarikan, karena sarat dengan nilai-nilai budaya. Reog dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai nilai-nilai budaya Indonesia, seperti solidaritas, kekeluargaan, dan cinta nusantara.
Model Home Industri Seni : Studi Hasil Pelatihan Pembuatan Busana Tari Dalam Membantu Kemandirian Ekonomi Keluarga Dewi Karyati; Agus Budiman; Heny Rohayani; Ayo - Sunaryo
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 2 (2020): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) December
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.613 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v3i2.395

Abstract

The development of the creative home industry in the art sector in Indonesia shows promising growth for those who do it. In its development, many art home industries have grown and developed in the community that have been able to show their independence in supporting the nation's economy. Home Art industries that are currently developing in society include: traditional crafts, traditional musical instrument craftsmen, fashion and dance accessories craftsmen, and so on. The purpose of this study was to determine the model of the art home industry through training programs for making clothes and traditional dance accessories in an effort to empower the potential of housewives as the main actors to help support the family's economic independence. The concept of the art home industry is one of the approaches to the creative industry program in the arts developed by the government. The creative industry is an economic concept in the new era that intensifies information and creativity by relying on ideas and stock of knowledge from human resources (HR) as the main production factors. This training program is carried out in three stages of activity, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. Training activity data were obtained from unstructured interviews, observation and activity evaluation questionnaires to measure the accuracy of the training program. The data were analyzed based on a qualitative approach. The results showed that there is a strategic role of dance clothing training activities in an effort to develop the art home industry to empower the potential of housewives in strengthening the resilience of family economic independence.
Pembelajaran Seni Tari dengan Quantum Teaching melalui Kerangka Belajar Tandur di Sekolah Dasar Dewi Karyati; Yani Oktavia
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2016): DIDAKTIS 1: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2016
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.928 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa pada pembelajaran Seni Tari di sekolah dasar. Kurang inovatifya model pembelajaran yang digunakan menyebabkan siswa menjadi tidak aktif, tidak paham, dan tidak menguasai materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan pembelajaran Tandur yang diimpelentasikan, proses pembelajaran Tandur yang diimpelentasikan, hasil belajar setelah mengimplementasikan kerangka belajar Tandur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 28 siswa, dengan lokasi di SD RA Kartini Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif analisis dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan kerangka belajar Tandur dengan hasil belajar yang maksimal. Sebnayak 70% siswa meraih nilai baik, baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM SISWA DI SMP NEGERI 3 LEMBANG Wiwi Ayu Andina; Dewi Karyati; Agus Budiman
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50198

Abstract

Self esteem menjadi bagian dari aspek afektif yang dapat menunjang dalam keberhasilan pembelajaran. Namun kerap terjadi guru menemukan masalah self esteem siswa yang rendah terutama pada siswa yang memasuki remaja awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui self esteem siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning di SMP Negeri 3 Lembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen desain Pre-Eksperimental dengan menggunakan one group preteset posttest dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari Sampel sebanyak 35 siswa dengan teknik pemilihan sampel menggunakan Teknik Probability Sampling dengan klasifikasi Cluster Sampling. Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS dan Microsoft Excel. Alat instrument yang dianalisis dan digunakan untuk mengukur self esteemsiswa yaitu dengan menyebarkan angket kepada siswa. Hasil penelitian dengan pengumpulan data pretest posttest dapat dibuktikan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan self esteem siswa, hasil analisis statistik deskriptif skor rata-rata sebelum penerapan berada pada kategori rendah, lalu dilakukan posttest setelah penerapan model Problem Based Learning self esteem meningkat dengan rata-rata skor berada pada kategori tinggi. Begitu pun hasil uji t dan regresi dengan nilai signifikansi 0.00 0.05. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan self esteem secara signifikan, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Adanya penelitian ini direkomendasikan agar guru dan orang tua lebihmemperhatikan kondisi self esteem siswa agar dapat meningkatkan hasil belajar dan menonjolkan prestasi akademik. 
EFEKTIVITAS MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA PEMBELAJARAN TARI DI SANGGAR PANCAWIJAYA ART PRODUCTION Selvi Septiani; dewi karyati; Agus Supriatna
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 01 (2023): Februari, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i01.55645

Abstract

Tingkat keberhasilan peserta didik dapat diukur melalui kegiatan pembelajaran, karena kegiatan pembelajaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang terdapat pada berjalannya proses pendidikan. Kurangnya keberanian dan fokus siswa pada proses pembelajaran tari disanggar dapat menyebabkan kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran tari. Pancawijaya Art Production merupakan salah satu pendidikan nonformal yang pada proses pembelajarannya menggunakan salah satu model pembelajaran yaitu model student facilitator and explaining. Penulisan ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi mengenai perencanaan, proses dan efektifitas pembelajaran tari di sanggar menggunakan model student facilitator and explaining. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini, yaitu pelatih tari dan siswa sanggar kategori pemula dan madya yang terlibat pada proses pembelajaran tari menggunakan model student facilitator and explaining di sanggar Pancawijaya art production kota Bandung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran tari menggunakan model student facilitator and explaining dapat dinyatakan efektif, karena telah sesuai dengan karakteristik pendidkan nonformal yaitu, tujuan, waktu, isi program, proses pembelajaran, dan pengendalian. Serta pembelajaran tari di sanggar Pancawijaya Art Production telah sesuai dengan tahapan-tahapan pada model student facilitator and explaining, dan telah membuat siswa sanggar fokus dan lebih berani untuk mengajarkan kepada teman sabayanya walaupun dibawah bimbingan pelatih
Improving Dance Skills Through Online Learning Intan Ayu Febrianti; Ayo Sunaryo; Heny Rohayani; Dewi Karyati
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 3, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v3i1.57060

Abstract

Dance has a role as a medium of expression, creative thinking, developing talents, and also a medium of communication. During the pandemic, the dance studio was also affected, namely not being able to carry out face-to-face learning. One of the efforts that could be made was by conducting online learning. For dance learning through online learning, utilizing internet applications as a medium for mutual interaction and learning, one of which was the Google Meet application, the advantages of the Google Meet application for online dance training include this application which can be downloaded and used free of charge so that anyone with a gadget can access this application. Research conducted using experimental methods with a quantitative approach, Pre-Experimental design research design with the category of one group pretest-posttest design. The samples used in this study were 20 people with different age levels, from the age range of 7 to 17 years. Based on the results of the study, the average values for each meeting were 75.5, 81 and 92.5. At the third meeting, the student assessment criteria were rated (A) very well, with the resulting average score increasing rapidly and being in very good criteria, this was because students were able to perform dances well and their dancing skills increased at each meeting.
PERAN INTERAKSI SOSIAL DAN PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KOTA METRO LAMPUNG Karyati, Dewi; Dharmawan
SIMPLEX: Journal of Economic Management Vol 5 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/simplex.v5i2.8120

Abstract

Implementasi dan upaya dalam meningkatkan kepuasan kerja melalui interaksi sosial pegawai dan lingkungan kerja fisik pada kantor Dinas Kesehatan Kota Metro, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui baik secara parsial maupun secara simultan antara interaksi sosial pegawai dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian penyebaran angket kuesioner goolge form yang dibagikan kepada pegawai yang dijadikan sampel sebanyak 57 responden setelah perhitungan. Teknik analisis data memakai uji regresiiiberganda dengan pengambilan keputusan uji parsial, uji simultan f, dan koefisien determinan. Hasil analisa yang didapatkan menyatakan bahwa Interaksi sosial pegawai dengan indikator kerjasama dan keterbukaan terhadap pegawai masih perlu mendapat perhatian dan belum menunjukkan hasil kuesioner yang optimal guna meningkatkan kepuasan kerja ektrinsik setiap pegawai. Lingkungan kerja dengan indikator penggunaan ruang serta ruang gerak kantor masih dirasa kurang maksimal. Kepuasan kerja ekstrinsik pada indikator rekan kerja terlihat masih kurang baik dan tidak optimal jika ditinjau dari hasil kuesioner yang telah dibagikan.Secara simultan, baik interkasi sosial pegawai dan lingkungan kerja sudah menunjukkan hasil yang baik pada kantor Dinas Kesehatan Kota Metro. Kata Kunci: Interaksi Sosial Pegawai, Lingkungan Kerja, dan Kepuasan kerja.
IMPROVING GOURAMI LARVAE GROWTH WITH TUBIFEX WORMS AND VITAMIN D COMBINATION Karyati, Dewi; Nainggolan, Armen
Jurnal Ilmiah Universitas Satya Negara Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jisni.v2i1.20

Abstract

Research activities will be carried out for two months and a half in May until July 2017. The research was conducted in analysis at Cianjur Fishing Seed Center (PPISHP). The purpose of this research is to know the effect of vitamin D addition on silk worm to growth of carp larvae and to know dose Vitamin D in the appropriate silk worm to increase growth of carp larvae. The method used for this research is the method of observation while the design used is Completely Randomized Design (CRD). And a test consisting of 5 treatments with each of 3 replications. Treatment was the addition of vitamin D with different doses of 0 mg / l, 25 mg / l, 50 mg / l, 75 mg / l, and 100 mg / l. The best result is the best dose to increase the growth of carp larvae weight is dose 25 mg / l weight of 3 gram, the length increase 3,1 cm, and the survival rate 88%. Water quality parameters during the study temperature of 27-28 º C, pH 6,5-7.5, dissolved oxygen 3-5 mg / l, and NH3 ammonia 0,1-0.2 ppm.