Hernawati, Yeti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Foot Massage terhadap Derajat Edema pada Ibu Hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Cijagang Kabupaten Cianjur Hernawati, Yeti; Syanti Pebriyantina, Dewi; S Sarbib, Amida
Sehat MasadaJurnal Vol 18 No 1 (2024): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v18i1.455

Abstract

Oedema occurs in nearly 80% of all pregnancies and can cause discomfort during pregnancy, including pain, heaviness, night cramps, paresthesia, dyspnea, skin thickening, and pigmentation. One of the non-pharmacological interventions to reduce Oedema is foot massage which is an intervention to eliminate or to minimize lower extremity Oedema during pregnancy. The purpose of this study was to analyze the relationship between foot massage and the degree of Oedema in third trimester pregnant women. This research was conducted from February 2023 to March 2023 in the Working Area of the Cijagang Community Health Center, Cianjur Regency. The results of the study obtained data that of the 30 respondents, most of the respondents experienced degree of Oedema 2 in 20 people (66.7%), Degree of Oedema 3 in 10 people (33.3%). The average degree of Oedema before foot massage was given was 4.67 with SD 0.795 and SE 0.145. The average degree of Oedema after being given foot massage was 2.40 with SD 0,279 and SE 0.050. The average difference in the degree of Oedema before (pre-test) and after (post-test) given foot massage was 2.27. The statistical test results obtained a p value = 0.0001 (p <0.05) so it can be concluded that there is a significant relationship between foot massage and the degree of Oedema. It is suggested to health workers, especially midwives, to provide health education and foot massage care as an effort to reduce physiological Oedema in pregnancy.
Hubungan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan di Desa Margaluyu Kecamatan Campaka Yuliandari, Melati; Wikawati, Fauzya; Hernawati, Yeti
Sehat MasadaJurnal Vol 18 No 1 (2024): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v18i1.456

Abstract

Health services for pregnant women including antenatal class health counseling are one of the activities that can be used to reduce anxiety in facing childbirth and provide motivation and education to pregnant women so that mothers have knowledge and insight about pregnancy and childbirth. The purpose of this study was to determine the relationship between class participation of pregnant women and the level of anxiety of pregnant women facing childbirth in the village of Margaluyu, Campaka District. The type of research was analytic observational with a cross-sectional design involving 55 respondents by accident, where the sample was determined by taking respondents who happened to be there and available, the type of primary data was carried out in Margaluyu Village, Campaka District using the Chi-Square Test. The results of the study showed it was found that 40 people (72.7%) attended classes for pregnant women and 15 people (27.3%) did not take classes for pregnant women, and 10 pregnant women with mild anxiety (18.2%), pregnant women with moderate anxiety were 4 people (7.3%) and pregnant women who did not feel anxious were 41 people (74.5%) and the results of the Chi-Square analysis were obtained, namely p = 0.001 ( p = <0.05). The conclusion in this study is that there is a relationship between class participation for pregnant women and the level of anxiety of pregnant women facing childbirth in Margaluyu Village, Campaka District.
Pengaruh Kompres Daun Sirih Hijau (Piper Betle L) terhadap Pembengkakan Payudara pada Ibu Postpartum di Praktik Bidan Mandiri Desa Cikopo Cicalengka Kulon Kabupaten Bandung Ida Jamilah; Yanti Herawati; Yeti Hernawati; Ira Kartika; Lina Herlina
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.36363

Abstract

Penyebab hambatan dalam pemberian ASI eksklusif  adalah pembengkakkan payudara ibu pasca salin. pembengkakan payudara juga menyebabkan ibu menghentikan proses menyusui karena payudara terasa sakit, tidak nyaman saat menyusui, dan menganggap jika payudara bermasalah maka proses menyusui dihentikan agar tidak menularkan penyakit kepada anaknya. bukti menunjukkan kandungan pada daun sirih hijau (piper betle l) mempunyai senyawa minyak atsiri dan flavonoid yang berfungsi sebagai antiinflamasi sehingga diharapkan dapat mengurangi pembengkakkan payudara lebih cepat.  pengaruh kompres daun sirih hijau terhadap penurunan pembengkakan payudara pada ibu postpartum. penelitian yang digunakan quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design dengan jumlah sampel 40 ibu nifas. pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling sehingga diperoleh 20 responden kelompok intervensi (kompres daun sirih hijau) dan 20 responden kelompok kontrol (perawatan payudara). pengukuran pembengkakkan payudara dengan menggunakan skala durometer shore c. analisis statistik dilakukan uji normalitas dengan shapiro-wilk, selanjutnya karena data tidak berdistribusi normal menggunakan uji mann whitney -test. terdapat pengaruh kompres daun sirih hijau terhadap pembengkakkan payudara, penurunan pembengkakkan payudara lebih cepat pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p<0.05) kesimpulan: terdapat pengaruh pengompresan daun sirih hijau terhadap penurunan pembengkakkan payudara pada ibu nifas, sehingga diharapkan pengompresan daun sirih hijau bisa dijadikan sebagai pengobatan tradisional dalam mengurangi pembengkakkan payudara. peneliti selanjutnya perlu dikembangkan penelitian dengan sampel yang lebih banyak serta menambah jumlah variabel untuk dapat melihat seberapa besar pengaruh kompres daun sirih hijau dalam mengurangi pembengkakan.
Pengaruh Kompres Hangat terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Arum Komariah, Neng; Napisah, Pipih; Hernawati, Yeti
Sehat MasadaJurnal Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v18i2.468

Abstract

Abstract Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen that spreads to the waist and thighs. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, primary dysmenorrhea is 54.89%, and secondary dysmenorrhea is 9.36%. Dysmenorrhea can be overcome with non-pharmacological interventions, namely warm compresses. The purpose of this study was to determine the effect of warm compresses in reducing dysmenorrhea pain in adolescent girls. The research method used quasi-experimental with a nonequivalent control group design. The sampling technique used purposive sampling. The population was all adolescent girls who experienced primary dysmenorrhea on the second and third days. A total of 30 adolescent girls were divided into intervention and control groups consisting of 15 people per group. Univariate analysis describes the frequency and percentage distribution. Bivariate analysis used the Wilcoxon test. The results showed that most respondents before being given warm compresses in the intervention group were in the moderate pain scale category (73.3%) and after the mild category (100%). The results of the bivariate test for the intervention group showed a significance value of p value 0.000. Meanwhile, the control group before being given the pain scale intervention was in the moderate category (40%) and after the mild category (66.7%). The results of the bivariate test of the control group showed a significant p value of 0.083. The effectiveness of the treatment reduced the pain scale in the intervention group by 62% and the control group by 27%. Thus, the provision of warm compresses is more effective in reducing dysmenorrhea pain.
PENGARUH PEMBERIAN JAHE MERAH TERHADAP PENCEGAHAN HIPER EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL Yeti Hernawati; Lina Herlina; Eli Sumiati
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.5809

Abstract

Latar belakang: Emesis gravidarum adalah suatu keadaan yang biasa timbul di trimester pertama kehamilan, di mana ada 60-80% wanita hamil pada kehamilan pertama (primigravida) dan 40-60% pada kehamilan berikutnya (multigravida) mengalaminya.  Keadaan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup ibu hamil dan berpotensi menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan “untuk mengkaji pengaruh pemberian permen jahe (Zingiber officinale) terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi, Cianjur.” Metode: Studi ini menggunakan desain Quasi Eksperimental melalui pendekatan Post-test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 62 ibu hamil yang dipisah ke dalam dua kelompok, yakni intervensi (n=31) dan kontrol (n=31). Kelompok intervensi diberikan permen jahe untuk dikonsumsi dua kali sehari dalam kurun waktu 7 hari, dan kelompok kontrol diberikan permen gula. Pengukuran hasil dilakukan dengan menggunakan kuesioner PUQE-24 untuk menilai frekuensi dan tingkat keparahan gejala emesis gravidarum pada ibu hamil. Hasil: Di kelompok intervensi, 54,8% responden tidak menjumpai mual muntah sesudah mengonsumsi permen jahe, sedangkan pada kelompok kontrol 74,2% masih mengalami emesis ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p value=0,000). Kesimpulan: Temuan studi menjabarkan bahwa pemberian permen jahe terbukti efektif untuk meminimalisir frekuensi emesis gravidarum. Temuan ini dapat diimplementasikan sebagai terapi komplementer yang aman dan mudah diakses dalam asuhan antenatal.
PENGARUH PEMBERIAN JAHE MERAH TERHADAP PENCEGAHAN HIPER EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL Hernawati, Yeti; sumiati, eli
Sehat MasadaJurnal Vol 19 No 1 (2025): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia terdapat 50-75% kasus mual dan muntah yang dialami oleh ibu hamil trimester pertama atau awal-awal kehamilan. Emesis bila tidak segera ditangani akan bertambah menjadi hiperemesis dan dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu, janin mati dalam kandungan dan janin dapat mengalami kelainan kongenital. Mengatasi mual muntah selama masa kehamilan dapat dilakukan melalu tindakan farmakologi maupun nonfarmakologi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permen jahe (Zingiber Officinale) terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaresmi Kabupaten Cianjur Tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Quasi Eksperimental Design dengan pendekatan Post-test Only Control Group Design yang terdiri dari kelas eksperimen yaitu ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum diberikan permen jahe, sedangkan pada kelas kontrol ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum diberikan permen yang tidak mengandung jahe atau placebo. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Sampel yang di ambil yaitu 62 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 31 kelompok intervensi dan 31 kelompok kontrol. Permen jahe diberikan pada kelompok intrevensi sedangkan kelompok kontrol diberikan permen gula. Hasil uji statistik didapatkan p value=0,000 (p value ≤ 0,05), terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian permen jahe (Zingiber officinale) terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kabupaten Cianjur Tahun 2023. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian permen jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaresmi Kabupaten Cianjur Jawa Barat tahun 2023.
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN PERSIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTAKALER SUMEDANG Hernawati, Yeti; Zakiah, Meylina Nurul
Sehat MasadaJurnal Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of prenatal classes and the Childbirth Planning and Complication Prevention Program (P4K) aims to reduce maternal and child mortality. The implementation of prenatal classes at the Kotakaler Health Center has not yet reached the target. The achievement of the implementation of prenatal classes in 2022 was 68%. This figure has increased compared to 2021 which was only 62% although it is still below the target of 95%. The purpose of this study was to determine the relationship between participation in prenatal classes and preparation for childbirth at health facilities in the work area of ​​the Kotakaler Health Center, Sumedang Regency. The research design was cross-sectional. The population in this study were 48 pregnant women in the third trimester. The sampling technique for this study was total sampling. Univariate and bivariate data analysis used chi-square. Pregnant women actively participated in prenatal classes as many as 27 respondents (56.3%), pregnant women were ready to face childbirth as many as 22 respondents (62.9%). The results of the bivariate analysis showed a relationship between participation in prenatal classes and preparation for childbirth at health facilities in the work area of ​​the Kotakaler Sumedang Health Center. The researcher suggests that health centers and midwives vary the implementation of prenatal classes by adding interesting activities such as games or video performances so that participants are interested and can easily understand the material and can be open to discussion and increase the number of class times in the prenatal class program so that all pregnant women can attend prenatal classes in each RW in the Kotakaler Village.