Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Gambaran Pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Relaksasi Nafas Dalam Pengurangan Nyeri Persalinan Di Puskesmas Padasuka Dyah Triwidiyantari; Pramesti Ramadhini S
Sehat MasadaJurnal Vol 12 No 1 (2018): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v12i1.55

Abstract

Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Persalinan sebagai proses yang fisiologis yang dihubungkan dengan penderitaan akibat rasa nyeri yang ditimbulkan. Nyeri pada persalinan dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya perasaan cemas, ketakutan dan stress pada ibu bersalin. Stres dapat merangsang hormon seperti katekolamin dan hormon adrenalin keluar berlebihan yang mengakibatkan uterus akan menjadi semakin tegang sehingga aliran darah dan oksigen kedalam otot uterus berkurang karena arteri mengecil dan menyempit akibatnya adalah rasa nyeri yang terelakkan dan mengurangi pasokan oksigen ke janin. Relaksasi dapat digunakan sebagai salah satu cara non farmakologi dalam menurunkan tingkat nyeri saat persalinan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di puskesmas padasuka melalui wawancara, didapatkan bahwa dari 10 ibu bersalin, hampir semua pasien inpartu kala I terlihat mengalami nyeri berat, dan 8 ibu bersalin tidak mengetahui pentingnya teknik relaksasi karena kurangnya paparan atau informasi tentang teknik relaksasi pada persalinan Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu bersalin di puskesmas pada tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Deskriptif dengan menggunakan sample sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas padasuka Kota Bandung. Instrumen penelitian menggunakan Kuisioner dengan 19 item pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu bersalin mengenai relaksasi secara umum sebanyak 10 orang (33,3%) memiliki pengetahuan yang baik, 11 orang (36,7%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 9 orang (30,0%) memiliki pengetahuan yang kurang. Dapat disimpulkan bahwa sebagian kecil ibu bersalin memiliki pengetahuan yang cukup memiliki pengetahuan yang kurang. Saran agar tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan dan mengaplikasikan teknik relaksasi dalam program yang ada di puskesmas seperti di dalam kelas senam hamil.
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Post Sectio Caesarea di RSUD Cianjur Maya Indriati; Dyah Triwidiyantari; Krisnasari Nur Apriyanti
Sehat MasadaJurnal Vol 12 No 2 (2018): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v12i2.68

Abstract

Nyeri merupakan gejala yang tidak menyenangkan yang dialam oleh pasien post operasi section caesarea. Salah satu terapi yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensits nyeri post sectio caesarea di RSUD Cianjur. Penelitan ini adalah penelitian kuantitatif dengan Quasy-Exsperimental with pretest and posttest without control group. Teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu post sectio caesarea pengumpulan data menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxson. Hasil penelitian menunjukan perbedaan rata-rata rasa nyeri sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam yaitu 3,31 dan rata-rata rasa nyeri sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam yaitu 2,22. Hasil analisis didapatkan bahwa terdapat pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri post section caesarea di RSUD Cianjur (p=0.000).
Peran IMD Terhadap Kala III Persalinan (Studi Literatur) Dyah Triwidiyantari
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.176

Abstract

Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Pengeluaran plasenta merupakan bagian dari manajemen aktif kala III dalam persalinan. Kontraksi uterus yang efektif mempercepat pengeluaran plasenta, mencegah perdarahan, dan mengurangi kehilangan darah. Faktor yang mempengaruhi lama pengeluaran plasenta salah satunya adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Studi literatur ini menunjukkan bahwa ada pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap lama kala III persalinan. Saat dilakukan inisiasi menyusu dini terdapat pelepasan hormon oksitosin secara ilmiah, hal tersebut dapat mempercepat lamanya persalinan kala III. Lama kala III persalinan terdapat selisih waktu 5 menit lebih cepat ibu dengan inisiasi menyusu dini dibandingkan dengan ibu yang tidak inisiasi menyusu dini.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kebutuhan Gizi dengan Pola Konsumsi Protein Selama Masa Kehamilan di PMB Bidan M Kabupaten Cianjur Oktarina Sri Iriani; Dyah Triwidiyantari; Anisa Fitriasari
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.219

Abstract

Latar Belakang : Kekurangan pengetahuan ibu hamil terhadap gizi terutama jenis makronutrient seperti protein merupakan salah satu permasalahan yang akan mempengaruhi kondisi ibu selama kehamilan, banyak ibu hamil yang masih mengkonsumsi makanan dibawah Angka Kecukupan Gizi (AKG) selain itu kurangnya pengetahuan juga mengindikasi kan bahwa pola makan ibu rata – rata tidak sehat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan gizi dengan pola konsumsi protein selama masa kehamilan. Metode : Metode yang digunakan adalah survey analitik, dengan analisis data menggunakan Univariat dan Bivariat menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara dua variabel dengan nilai p < 0,05. Hasil penelitian : Hasil penelitian ini menunjukan dari 40 responden hampir setengahnya responden berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 19 orang (47,5%), lebih dari setengahnya responden mempunyai pola konsumsi baik yaitu sebanyak 23 orang (57,5%). Dari hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p sebesar 0,020 (p value < 0,05). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan gizi dengan pola konsumsi protein selama masa kehamilan.
EFEKTIVITAS RELAKSASI BIRTHING BALL DALAM MENURUNKAN NYERI PERSALINANKALA I FASE AKTIF Dyah Triwidiyantari
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa nyeri pada persalinan kala I terjadi karena aktivitas besar di dalam tubuh guna mengeluarkan janin. Ketidaknyamanan, rasa takut dan rasa nyeri merupakan masalah bagi ibu bersalin. Nyeri pada kala I persalinan merupakan nyeri yang berat dengan waktu yang lebih lama, untuk itu perlu diperhatikan penanganan untuk mengatasi nyeri pada kala I persalinan. TujuanPenelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektivitas relaksasi birthing ball dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode yang digunakan adalah literatur review yaitu penulis mencari dan mengumpulkan referensi yang relevan sesuai dengan judul yang dibahas di dapatkan melalui google scholar dan elsevier. Sumber data yang yang digunakan adalah data sekunder dari jurnal, laporan, textbook, dan lain-lain. Jurnal yang digunakan terdiri dari 5 jurnal jurnal yang terdiri dari 3 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Kemudian dilakukan analisis data yaitu dengan cara membuat analisis matriks, pembahasan jurnal dan sintesis kerangka teori. Hasil Birthing ball efektif dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Menurut analisis efektivitas birthing ball dalam menurunkan nyeri persalinan sebagai terapi non-farmakologi dilihat dari 4 aspek yaitu : (1) ukuran bola yang digunakan disesuaikan dengan tinggi badan ibu bersalin. Tinggi badan <150 menggunakan bola dengan diameter 55 cm, tinggi badan 150-160 cm menggunakan bola dengan diameter 65 cm, tinggi badan diatas 160 cm dengan diameter 75 cm. (2) Pelaksanaan birthing ball dilakukan pada pembukaan 4-10 cm dan lebih efektif digunakan pada pembukaan 8. (3) lamanya penggunaan birthing ball dilakukan lebih dari 60 menit. (4) Posisi birthing ball yang paling efektif dan efisien serta aman dan mudah dilakukan oleh ibu bersalin yaitu duduk di atas bola dengan menggoyangkan pinggul. Birthing ball berpengaruh dalam menurunkan nyeri persalinan kalaI fase aktif. Penggunaan birthing ball ini dapat diaplikasikan pada praktik kebidanan dalam menurunkan nyeri pesalinan kala I fase aktif.
PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM MENANGANI TERSEDAK PADA ANAK USIA DINI DI PAUD DESA JAYAMEKAR Ranti Fatmawanti; Dyah Triwidiyantari; Oktarina Sri Iriani
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kejadian yang sering terjadi pada anak usia dini adalah tersedak. Tersedak merupakan suatu keadaan masuknya benda asing seperti makanan, mainan, logam, kelereng, dan lain-lain yang masuk kedalam jalan nafas atas sehingga menimbulkan kegawatan pada sistem pernafasan. Pengetahuan orang tua terhadap tersedak masih rendah, dan mayoritas orang tua menganggap tersedak kejadian yang sepele dan bukan kejadian gawatdarurat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua khususnya dalam pengertian dan mekanisme, teknik penanganan back blows, chest trust dan Heimlich maneuver di Desa Jayamekar, Kabupaten Bandung Barat. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan ;populasi sebanyak 90 orang, dan sampel yang didapat 73 sampel dengan menggunakan rumus solvin. Instrumen menggunakan kuesioner sebanyak 27 pernyataan dengan menggunakan data primer. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dari 73 responden orang tua yang berpengetahuan baik sebanyak 20 (27,4%) responden, kemudian yang berpengetahuan cukup sebanyak 21 (28,8%) responden dan yang pengetahuan kurang 28 (38,4%) responden.
Hubungan Konsumsi Asam Folat dengan Preeklamsia di RSUD Subang Tahun 2022 Silvia Sandra Gunawan; Dyah Triwidiyantari; Haidir Syafrullah
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.408

Abstract

Preeklamsia adalah penyakit kehamilan yang disebabkan yang spesifik pada manusia. Kondisi yang terjadi dan akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan proteinuria pada ibu hamil pada kehamilan 20 minggu. Plasentasi yang baik memerlukan invasi trofoblas ekstravilus sempurna ke dalam arteri spiralis uterus ibu Perubahan arteri spiralis dari pembuluh darah yang berkapasitas rendah dengan resistensi tinggi menjadi berkapasitas tinggi dengan resistensi rendah memungkinkan transportasi sejumlah besar darah ke ruangan intervilus. Pada usia kehamilan 8 – 12 minggu, sumbatan trofoblas yang berakumulasi pada arteri spiralis dilepaskan sehingga merusak sel endotel selanjutnya terjadi apoptosis, invasi dan modifikasi lapisan tunika muskularis media. Perfusi tiba-tiba vilus plasenta saat awal sirkulasi maternal-plasental berhubungan dengan timbulnya stres oksidatif. Asam folat mempunyai aktivitas antioksidan lokal pada sel endotel dan secara langsung mampu menangkap radikal bebas dan meningkatkan bioavailabilitas nitrat oksida. Masalah yang kerap terjadi di RSUD subang yaitu preeklamsia pada ibu hamil. Sekitar 30% ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di poli kandungan RSUD Subang mengalami preeklamsia. 0-2 % kematian terjadi pada ibu hamil yang disebabkan oleh preeklamisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi asam folat dengan ibu hami di RSUD Subang. Jenis penelitian yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 40 orang, dan sampel yang didapat 35 sampel dengan menggunakan uji korelasi chi square. Instrumen yang digunakan 35 rekam medis ibu hamil dengan preeklamsia dan menggunakan teks wawancara. Preeklamsia berat cenderung terjadi pada ibu hamil yang kurang mengonsumsi asam folat, hal ini terlihat pada hasil penelitian di peroleh hasil 20 responden (57,1%) Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melakukan pemberian sumber informasi atau pendidikan pada ibu hamil tentang bahayanya kejadian preeklamsia pada ibu hami dan pentingnya mengonsumsi asam folat.
Peran IMD Terhadap Kala III Persalinan (Studi Literatur) Triwidiyantari, Dyah
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.176

Abstract

Persalinan adalah rangkaian proses fisiologis yang berakhir dengan pengeluaran hasil konsepsi oleh ibu. Pengeluaran plasenta merupakan bagian dari manajemen aktif kala III dalam persalinan. Kontraksi uterus yang efektif mempercepat pengeluaran plasenta, mencegah perdarahan, dan mengurangi kehilangan darah. Faktor yang mempengaruhi lama pengeluaran plasenta salah satunya adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Studi literatur ini menunjukkan bahwa ada pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap lama kala III persalinan. Saat dilakukan inisiasi menyusu dini terdapat pelepasan hormon oksitosin secara ilmiah, hal tersebut dapat mempercepat lamanya persalinan kala III. Lama kala III persalinan terdapat selisih waktu 5 menit lebih cepat ibu dengan inisiasi menyusu dini dibandingkan dengan ibu yang tidak inisiasi menyusu dini.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kebutuhan Gizi dengan Pola Konsumsi Protein Selama Masa Kehamilan di PMB Bidan M Kabupaten Cianjur Sri Iriani, Oktarina; Triwidiyantari, Dyah; Fitriasari, Anisa
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 2 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i2.219

Abstract

EFEKTIVITAS RELAKSASI BIRTHING BALL DALAM MENURUNKAN NYERI PERSALINANKALA I FASE AKTIF Triwidiyantari, Dyah
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa nyeri pada persalinan kala I terjadi karena aktivitas besar di dalam tubuh guna mengeluarkan janin. Ketidaknyamanan, rasa takut dan rasa nyeri merupakan masalah bagi ibu bersalin. Nyeri pada kala I persalinan merupakan nyeri yang berat dengan waktu yang lebih lama, untuk itu perlu diperhatikan penanganan untuk mengatasi nyeri pada kala I persalinan. TujuanPenelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektivitas relaksasi birthing ball dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode yang digunakan adalah literatur review yaitu penulis mencari dan mengumpulkan referensi yang relevan sesuai dengan judul yang dibahas di dapatkan melalui google scholar dan elsevier. Sumber data yang yang digunakan adalah data sekunder dari jurnal, laporan, textbook, dan lain-lain. Jurnal yang digunakan terdiri dari 5 jurnal jurnal yang terdiri dari 3 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Kemudian dilakukan analisis data yaitu dengan cara membuat analisis matriks, pembahasan jurnal dan sintesis kerangka teori. Hasil Birthing ball efektif dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Menurut analisis efektivitas birthing ball dalam menurunkan nyeri persalinan sebagai terapi non-farmakologi dilihat dari 4 aspek yaitu : (1) ukuran bola yang digunakan disesuaikan dengan tinggi badan ibu bersalin. Tinggi badan <150 menggunakan bola dengan diameter 55 cm, tinggi badan 150-160 cm menggunakan bola dengan diameter 65 cm, tinggi badan diatas 160 cm dengan diameter 75 cm. (2) Pelaksanaan birthing ball dilakukan pada pembukaan 4-10 cm dan lebih efektif digunakan pada pembukaan 8. (3) lamanya penggunaan birthing ball dilakukan lebih dari 60 menit. (4) Posisi birthing ball yang paling efektif dan efisien serta aman dan mudah dilakukan oleh ibu bersalin yaitu duduk di atas bola dengan menggoyangkan pinggul. Birthing ball berpengaruh dalam menurunkan nyeri persalinan kalaI fase aktif. Penggunaan birthing ball ini dapat diaplikasikan pada praktik kebidanan dalam menurunkan nyeri pesalinan kala I fase aktif.