Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Identifikasi Kandungan Bahan Kimia Obat Deksametason dalam Obat Tradisional Penggemuk Badan yang Dijual di Banyumas Erni Lovianasari; Adita Silvia Fitriana; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.094 KB)

Abstract

Jamu merupakan salah satu contoh obat tradisional dan warisan budaya yang berupa bahan atau ramuan berbahan dasar tumbuhan herbal dan telah digunakan secara turun-temurun di bidang kesehatan. Namun, beberapa pelaku industri menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti Deksametason ke dalam jamu penggemuk badan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya campuran bahan kimia obat Deksametason pada jamu penggemuk badan dan mengetahui kadarnya. Metode Penelitian ini dilakukan secara kuliatatif menggunakan pereaksi warna asam sulfat dan asam asetat anhidrat serta menggunakan Kramoatografi Lapis Tipis dengan fase gerak etanol 96% : kloroform (1:9). Analisis kadar dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil dengan pereaksi warna dan kromatografi lapis tipis dari 12 sampel jamu penggemuk badan yang dianalisis terdapat 2 buah sampel jamu yang mengandung Deksametason. Jamu penggemuk badan yang dijual di Banyumas diduga mengadung Deksametason dan diketahui dengan kadar Deksametason didalam 0,1 gram sampel jamu penggemuk badan SJ-A sebesar 1,163 mg dan sampel SJ-L sebesar 0,986 mg.
Perbandingan Kadar Protein pada Kacang Hijau dan Sari Kacang Hijau yang Diperjualbelikan dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Riska Norma Sarita; Adita Silvia Fitriana; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.251 KB)

Abstract

Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) adalah sumber protein nabati dengan kandungan protein yang cukup tinggi. Kandungan protein dapat mengalami penurunan setelah mengalami proses pengolahan makanan, namun ternyata kadar air pada suatu bahan juga berpengaruh terhadap kadar proteinnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan melihat perbedaan kadar protein sari kacang hijau dengan kacang hijau asli. Penelitian ini dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Lowry. Hasil penelitian menunjukan kadar protein pada biji kacang hijau lebih tinggi dibandingkan dengan sari kacang hijau. Kadar protein pada biji kacang hijau sebesar 1,265%, sedangkan pada sampel sari kacang hijau sebesar 0,541; 0,77; 0,500; 0,441; 0,314; 0,256; 0,396; 0,407; 0,476; dan 0,327%. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukan nilai signifikasi sebesar <0,001 yang berarti p < 0,05 sehingga dapat dinyatakan ada perbedaan yang signifikan pada kadar protein biji kacang hijau dan sari kacang hijau.
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO) di Apotek Kabupaten Banyumas Triana Nur Safitri; Peppy Octaviani DM; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.776 KB)

Abstract

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan bagian dari pelayanan farmasi klinik yang sangat penting karena bertujuan untuk menghindari kesalahgunaan dalam penggunaan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian pelayanan farmasi klinik di apotek Kabupaten Banyumas dengan PerMenkes No 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di apotek, mengetahui rincian informasi obat yang disampaikan kepada pasien di apotek Kabupaten Banyumas, mengetahui tingkat pengetahuan pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat (PIO) yang disampaikan di apotek Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian pada 70 sampel menunjukan pelayanan farmasi klinik pada pengkajian dan pelayanan resep 99%, dispensing 99%, pelayanan informasi obat 100%, konseling 99%, homecare 30%, Pemantauan Terapi Obat (PTO) 69%, Monitoring Efek Samping Obat (MESO) 59%. Informasi obat yang disampaikan pada nama obat 89%, sediaan obat 96%, dosis 96%, cara pakai 96%, penyimpanan obat 89%, indikasi 100%, interaksi 50%, efek samping 76%. Tingkat pengetahuan pasien terhadap pelayanan informasi obat, kategori baik 56%, sedang 36%, buruk 8%.
Pengaruh Lama Waktu Penyeduhan dan Bentuk Sediaan Teh Herbal Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) terhadap Aktivitas Antioksidan Nisa Nur Fadilah; Adita Silvia Fitriana; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.71 KB)

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Salah satu pemanfaatan kulit buah naga adalah dibuat sediaan teh, karena minuman teh banyak digemari masyarakat Indonesia setelah air putih. Aktivitas antioksidan pada teh dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah bentuk sediaan dan lama waktu penyeduhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari lama waktu penyeduhan dan bentuk sediaan teh herbal kulit buah naga merah terhadap aktivitas antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Sampel teh celup dan teh tubruk kulit buah naga merah diseduh dengan variasi waktu penyeduhan 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Variasi waktu penyeduhan tersebut diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-pycrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bentuk sediaan teh kulit buah naga merah berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ditandai dengan nilai P Value 0,020 <0,05, lama waktu penyeduhan teh celup kulit buah naga merah tidak berpengaruh terhadap aktivitas ditandai dengan nilai P Value 0,249 > 0,05 dan lama waktu penyeduhan teh tubruk kulit buah naga merah berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan ditandai dengan nilai P Value 0,018 < 0,05.
Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia Catappa L) pada Tikus Wistar dalam Penyembuhan Ulkus Diabetikum Yulsela Senaen; Galih Samodra; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.289 KB)

Abstract

Ulkus Diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis dari penyakit diabetes melitus berupa luka pada permukaan kulit kaki penderita diabetes disertai dengan kerusakan jaringan bagian dalam atau kematian jaringan, baik dengan ataupun tanpa infeksi, yang berhubungan dengan adanya neuropati dan atau penyakit arteri perifer pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ektrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) dalam terapi ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun ketapang dalam terapi ulkus diabetikum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Hasil penelitian ini yaitu daun ketapang formula II memiliki efektifitas untuk menyembuhkan ulkus diabetikum. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun ketapang efektif dalam mengobati ulkus diabetikum dilihat dari pembentukan jaringan epitelisasi pada kulit tikus menggunakan mikroskopis.
Karakterisitik Massa Cetak Tablet Kunyit (Curcuma Longa. Linn) Menggunakan Avicel® Ph 102 sebagai Bahan Pengikat Desy Nawangsari; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.736 KB)

Abstract

Pemilihan bahan pengikat dalam suatu formula tablet perlu dipertimbangkan agar menghasilkan massa cetak yang baik. Massa cetak yang baik dapat ditentukan berdasarkan laju alir, kompresibilitas dan sudut diam yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik massa cetak tablet kunyit menggunakan Avicel PH 102 sebagai pengikat dalam formulasi tablet. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental yang dilakukan pada bulan Juli-September 2021. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan sesuai formula, kemudian dilakukan pengujian terhadap kelembaban, laju alir, kompresibiltas, sudut diam dan faktor hausner. Hasil penelitian menunjukkan parameter yang diuji belum memenuhi persyaratan laju alir yang baik, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tingginya kandungan air >5% pada massa cetak.
PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI TERHADAP KEPATUHAN DAN KEBERHASILAN TERAPI PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT PURWOKERTO Niken Oktaviani; Peppy Octaviani; Made Suandika; Rani Prabandari
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i1.202

Abstract

Kegagalan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis semakin mempengaruhi keberhasilan pengobatan obat anti tuberkulosis (OAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan pengaruh pemberian intervensi leaflet terhadap kepatuhan dan keberhasilan terapi pasien TBC paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Teknik sampling dengan aksidental sebanyak 36 pasien tuberkulosis paru. Hasil peneitian menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi dan terdapat pengaruh pemberian intervensi leaflet terhadap pemberian intervensi leaflet dapat meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi pasien TBC paru dengan nilai p-value 0.18 yang artinya pemberian intervensi leaflet dapat meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi pasien TBC paru.
ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT KIMIA SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN BATU GINJAL DI RSUD BANYUMAS: FACTOR ANALYSIS OF SELECTION OF TRADITIONAL AND MODERN MEDICINE AS AN ALTERNATIVE TREATMENT FOR NEPHROLITHIASIS IN REGIONAL GENERAL HOSPITAL BANYUMAS Anggiani Nuralinda; Galih Samodra; Made Suandika; Rani Prabandari
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.194

Abstract

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang di dalamnya terdapat batu yang mengandung komponen kristalin dan matriks organik, serta merupakan penyebab kelainan saluran kemih yang paling umum. Prevalensi penyakit batu ginjal meningkat seiring dengan bertambahnya umur, lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan. Terdapat dua jenis pengobatan yang sering digunakan oleh masyarakat antara lain pengobatan modern yaitu dengan obat kimia, dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor pemilihan obat kimia dan obat tradisional sebagai alternative pengobatan batu ginjal di RSUD Banyumas. Metode jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara faktor sosial, budaya dan psikologis dengan pemilihan obat kimia dan obat tradisional dengan hasil p-value < 0.01. Dengan hasil pemilihan obat responden terhadap obat kimia sebesar 80% dan obat tradisional 20%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu sebagian besa responden memilih obat kimia sebagai pengobatan batu ginjal, karakteristik responden dikelompok umur paling banyak adalah kelompok lansia, kelompok tingkat pendidikan paling banyak di tingkat pendidikan dasar, marital status terbanyak adalah sudah menikah dan kelompok penghasilan di kelompok penghasilan rendah dan terdapat pengaruh antara faktor sosial, budaya dan psikologi terhadap pemilihan obat.
FORMULASI DAN EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptopphyllumpictum L.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH Riza Mustofa; Rani Prabandari; Peppy Octaviani
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.198

Abstract

Luka diakibatkan terkena benda tumpul atau tajam, bahan kimia, fluktuasi suhu, ledakan, sengatan listrik, maupun gigitan hewan. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai penyembuhan luka yaitu daun tanaman wungu. Metode yang digunakan untuk memperoleh Ekstrak daun wungu dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak diberikan secara topikal dalam bentuk sediaan gel dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi sifat fisik dari sediaan gel ekstrak etanol daun wungu pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dan mengetahui konsentrasi yang paling baik untuk menyembuhkan luka sayat pada tikus putih.Uji ekstrak dilakukan pada luka terhadap hewan uji tikus putih dengan panjang luka sayatan 2 cm dan kedalaman ± 0,2 cm. pada punggung tikus dan luka diobati dan diukur setiap sehari sekali hingga luka sembuh. Kontrol positif adalah bioplacenton dan kontrol negatif adalah basis gel tanpa ekstrak. Evaluasi sifat fisik dari sediaan gel ekstrak etanol daun wungu pada uji oganoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, daya lekat dan viskositas semua memiliki hasil yang memenuhi standar terkecuali pada pengujian pH yang tidak memenuhi standar. Didapatkan hasil bahwa formula 2 dengan konsentrasi 10% yang memiliki efek penyembuuhan luka paling cepat selama 7 hari. Data peyembuhan luka dilanalisis menggunakan one way ANOVA dan uji LSD, hasil uji one way ANOVA menunjukan tidak ada perbedaan signifikan sebesar 0,214 dan hasil LSD menunjukan terdapat perbedaan sigifikan pada formula 2 dan 3 sebesar 0,043 kemudian formula 3 dan kontrol negatif sebesar 0,041.
Formulasi Krim Lip And Cheek Ekstrak Buah Naga Super Merah (Hylocereus Costaricensis) Sebagai Pewarna Alami dan Minyak Bunga Mawar (Rosa Hybrida L) Sebagai Emolien Fina Rudiyanti; Galih Samodra; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1213

Abstract

Lip and cheek merupakan kosmetik dwifungsi yang digunakan pada bibir dan pipi yang sesuai dibawa bepergian karena dinilai praktis serta ekonomis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi buah naga super merah (Hylocereus costaricencis) sebagai pewarna alami dan minyak bunga mawar (Rosa hybrida L) sebagai emolien alami dengan uji sifat fisik, iritasi dan kelembaban pada sediaan lip and cheek. Metodenya dengan remaserasi buah naga super merah menggunakan etanol 70% lalu diformulasikan dengan minyak bunga mawar untuk dibuat lip and cheek. Hasil uji sifat fisik didapatkan bau khas mawar, berbentuk krim, berwarna merah muda hingga merah tua yang homogen karena tidak memperlihatkan adanya butiran kasar. Memiliki daya oles yang banyak menempel dan merata dengan nilai pH 5,0-6,4 serta memiliki nilai viskositas 14.423-17.576 cps yang dapat melekat > 4 detik dengan daya sebar 5,1-6,4 cm dan nilai kelembaban terbaik pada formula 1. Hasil uji iritasi menunjukkan tidak ada iritasi dan hasil uji hedonik yaitu formula 3 dengan warna merah tua dan kelembaban sedang. Dapat disimpulkan formula 1, 2 dan 3 lip and cheek ekstrak buah naga super merah dan minyak bunga mawar memenuhi standar uji serta semakin tinggi konsentrasi ekstrak dan minyak maka semakin pekat warnanya dan semakin lembab sediaan lip and cheek.