Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmacy Genius

Pengaruh Metode Pengeringan Daun Karika (Vasconcellea pubescens A.DC) Terhadap Kadar Total Flavonoid Riska Fitria Ningsih; Rani Prabandari; Galih Samodra
Pharmacogenius Journal Vol 1 No 1 (2022): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.689 KB) | DOI: 10.56359/pharmgen.v1i01.145

Abstract

Pendahuluan: Tanaman karika ( Vasconcellea pubescens A.DC) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di kawasan dataran tinggi Dieng yang berada di Kabupaten Wonosobo. Tanaman ini satu genus dengan pepaya. Pada salah satu bagian tanaman karika yaitu pada daun memiliki kandungan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar total flavonoid salah satunya adalah metode pengeringan.  Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar total flavonoid daun karika dengan menggunakan metode pengeringan yang berbeda.                                                                                                                   Metode: Pada penelitian ini metoda pengeringan yang digunakan yaitu sinar matahari langsung, diangin-anginkan dan oven pada suhu 45 ºC, kemudian hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan SPPS uji ANOVA untuk melihat adanya pengaruh yang signifikan atau tidak pada metode pengeringan yang digunakan. Hasil: Hasil penelitian bahwa kadar total flavonoid pada ekstrak daun karika dengan metode pengeringan sinar matahari langsung diangin-anginkan dan oven pada suhu 45 ºC secara bertutut-turut sebesar 5,91 mgQE/g ekstrak, 7,85±0,053 mgQE/g ekstrak dan 7,15 mgQE/g ekstrak. Dari hasil analisis data oneway ANOVA didapatkan nilai sig sebesar 0,00 (<0,05) artinya metode pengeringan sangat mempengaruhi kadar total flavonoid Kesimpulan: berdasarkan latar belakang tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar total flavonoid tertinggi didapatkan pada metode pengeringan diangin-anginkan
Analisis Kandungan Parasetamol pada Jamu Pegal Linu yang Diperdagangkan di Kabupaten Brebes Khofifatul Muamanah; Adita Silvia Fitriana; Galih Samodra; Nur Rahmawati
Pharmacogenius Journal Vol 2 No 1 (2023): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.17 KB) | DOI: 10.56359/pharmgen.v2i1.171

Abstract

Pendahuluan: Jamu merupakan obat tradisional yang telah digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya yaitu pegal linu. Persaingan industri jamu yang semakin ketat menyebabkan beberapa produsen jamu menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan bahan kimia obat parasetamol serta menentukan kadarnya pada jamu pegal linu yang diperdagangkan di Kabupaten Brebes. Metode: Penelitian ini menggunakan 29 sampel jamu pegal linu dengan merk berbeda yang diperdagangkan di Kabupaten Brebes. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat 4 sampel jamu pegal linu yang positif mengandung parasetamol dengan kadar 0,116%; 0,119%; 0,131%; dan 0,137%. Kesimpulan: Penambahan bahan kimia obat masih dilakukan oleh beberapa produsen jamu yang dibuktikan dengan adanya sampel jamu pegal linu yang positif mengandung parasetamol.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Tentang TB Paru di Barlingmascakeb Jawa Tengah Cecep Darwis Muttaqin; Galih Samodra; Khamdiah Kusuma
Pharmacogenius Journal Vol 2 No 3 (2023): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v2i3.289

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB Paru) adalah penyakit yang dapat menular melalui udara dan memiliki potensi untuk memengaruhi berbagai jaringan tubuh, dengan notifikasi sekitar 42.000 kasus dan jumlah kasus ini terdistribusi di seluruh kabupaten di Jawa Tengah. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang TBC di Barlingmascakeb Metode: penelitian kuantitatif, desain penelitian deskriptif corelation study dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan questioner berbasis online dengan platform google form, Populasi diambil berdasarkan masyarakat yang di Barlingmascakeb Jawa Tengah. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan Confidence Level 95% dan Margin of Error 5%, sehingga diperoleh jumlah minimum dari sampel adalah 385 jiwa. Analisis univariat digunakan untuk menginterpretasikan karakteristik dan gambaran masyarakat Barlingmascakeb terkait penyakit TB Paru, yang diungkapkan dalam bentuk peresntasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang TB Paru cenderung baik dengan nilai persentase rata-rata yang didapat lebih > 70%, namun tingkat persepsi menunjukkan bahwa persepsi mereka cenderung rendah nilai persentase < 50%. Kesimpulan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang TB Paru cenderung baik, tingkat persepsi menunjukkan bahwa persepsi mereka cenderung rendah. Temuan ini dapat sebagai acuan Farmasi dengan meninjau gambaran masyarakat tentang TB untuk peningkatan edukasi dan pengembangan kepatuhan pengobatan di masyarakat.