Sri Sayekti
ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KADAR ASAM URAT METODE ENZIMATIK PADA SAMPEL SERUM DAN SAMPEL PLASMA EDTA (Studi di Puskesmas Tambakrejo Jombang) Sri Sayekti
Viva Medika Vol 15 No 01 (2021): VOLUME 15 / Nomor 01 /SEPTEMBER/ 2021
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.177 KB) | DOI: 10.35960/vm.v15i01.607

Abstract

Uric acid is the end product of purine metabolism. Purines are amine compounds that are part of the protein that make up the body. Uric acid is distributed to blood plasma, synovial fluid, liver and several other organs, then excreted by the kidneys in urine. Examination of uric acid levels is usually used serum and plasma EDTA samples. This study aims to determine the differences in uric acid levels with the enzymatic method in serum and plasma EDTA samples. This research uses analytic observation type with cross sectional approach. The population was all residents who participated in the counseling activities on the dangers of smoking, amounting to 33 people, a sample of 15 people taken by purposive sampling aged> 40 years. The data were processed using editing, coding, tabulating and analyzed using the independent T-test statistical test at an error level of 5%. The results showed that the serum sample had an average uric acid level of 6.76 mg / dl while the uric acid level of the EDTA plasma sample had an average of 6.79 mg / dl. The independent T-test was tolerated p = 0.729, p>α , H0 is rejected. The study concluded that there was no significant difference between the results of examining uric acid levels using serum samples and EDTA plasma samples.
KADAR ASAM URAT METODE ENZIMATIK PADA SAMPEL SERUM DAN SAMPEL PLASMA EDTA Sri Sayekti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Karya Husada (JKKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v9i2.462

Abstract

Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Purin adalah senyawa amina bagian protein yang menyusun tubuh. Asam urat di distribusikan ke plasma darah, cairan sinovial, hati dan beberapa organ lainnya, lalu diekskresikan oleh ginjal melalui urin. Pemeriksaan kadar asam urat biasanya digunakan sampel serum dan plasma EDTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat metode enzimatik pada sampel serum dan plasma EDTA. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gout atau radang sendi. Kadar asam urat sangat berguna untuk memantau kesehatan pasien, jenis sampel yang digunakan untuk pemeriksaan kadar asam urat umumnya menggunakan sampel Serum dan dapat juga menggunakan sampel Plasma EDTA. Penelitian ini menggunakan jenis observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh warga yang mengikuti kegiatan penyuluhan bahaya merokok yang berjumlah 33 orang, sampel berjumlah 15 orang diambil secara purposive sampling berumur >40 tahun,. Data diolah dengan menggunakan editing, coding, tabulating dan dianalisis menggunakan uji statistik independent T-test pada taraf Kesalahan 5 %. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sampel serum memiliki rata-rata kadar asam urat 6,76 mg/dl sedangkan kadar asam urat sampel plasma EDTA memiliki rata-rata 6,79 mg/dl.Uji independent T-test diperoler p=0,729, p>α, H0 ditolak. Penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak tidak ada perbedaan yang bermakna antara hasil pemeriksaan kadar asam urat menggunakan sampel serum dengan sampel plasma EDTA
PENGARUH TERAPI BERMAIN PLASTISIN TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) (Di Paviliun Seruni RSUD Jombang) Dyah Ayu Intan Permata Dewi; Sri Sayekti; Darsini Darsini
Sentani Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Terapi bermain merupakan kegiatan yang baik untuk mengatasi cemas akibat hospitalisasi, sehingga mempercepat proses penyembuhan sakit anak. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain plastisin terhadap penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah (3-6 tahun). Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest postest design. Populasi semua pasien berusia 3-6 tahun di Paviliun Seruni RSUD Jombang berjumlah 56 pasien, jumlah sampel sebanyak 49 responden dengan teknik Purposive sampling. Variabel independen terapi bermain plastisin dan variabel dependen kecemasan akibat hospitalisasi. Pengolahan data dengan Editing, Coding, Skoring, Tabulating, analisis data dengan uji t. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan dari 49 responden sebelum diberikan terapi bermain plastisin mengalami kecemasan berat 24 responden (49,0%) dan setelah diberikan terapi bermain plastisin kecemasan turun menjadi kecemasan sedang sebanyak 22 responden (44,9%). Hasil uji statistic dengan uji t diperoleh nilai p=0,000 jika α=0,05 maka p< α dan H1 diterima. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi bermain plastisin terhadap penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Paviliun Seruni RSUD Jombang tahun 2018. Terapi bermain plastisin dapat dijadikan terapi non farmakologi bagi anak-anak, karena dengan bermain plastisin dapat menurunkan kecemasan pada anak yang mengalami hospitalisasi Kata kunci : Terapi bermain plastisin, Kecemasan, Hospitalisasi, Anak prasekolah
UJI KUANTITATIF SIKLAMAT PADA MINUMAN RINGAN TANPA MERK (Penelitian di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang) Sri Sayekti; Aris Juliantoro
Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Insan Cendekia Vol 3 No 2
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanis sintetik merupakan zat yang dapat memberikan rasa manis, namun kalori yang dihasilkan pemanis sintetik jauh lebih rendah daripada gula. Permasalahan dari penelitian ini adalah penggunaan pemanis buatan siklamat yang berlebihan dalam pembuatan minuman ringan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar siklamat dalam minuman ringan ringan tanpa merk di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah para pedagang minuman ringan di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang dan sampel nya adalah minuman ringan tanpa merk yang berjumlah 13 sampel. Sampling menggunakan total sampling dan variabelnya adalah kadar siklamat pada minuman ringan tanpa merk. Pengumpulan data diperoleh dari pemeriksaan kadar siklamat dalam minuman ringan tanpa merk dengan metode gravimetri kemudian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Pengolahan data menggunakan coding dan tabulating. Berdasarkan hasil penelitian bahwa 13 sampel minuman ringan tanpa merk yang dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang yaitu 8 sampel minuman ringan tanpa merk tidak memenuhi standar permenkes dan 5 sampel minuman ringan tanpa merk memenuhi standar Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88 yaitu 3g/L. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar sampel minuman ringan tanpa merk yang diteliti melebihi batas maksimum kadar siklamat menurut Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88.Kata Kunci : Minuman Ringan, Siklamat, Uji Kantitatif
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PRA LANSIA DI RT:02/RW:02 DESA CANDIMULYO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG Sri Sayekti
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 2
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Asam urat merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak, berulang, dan disertai dengan arthritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat atau asam urat yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia). Jika asam urat ini terus menumpuk makin lama maka akan berdampak bisa mengendap pada ginjal, sehingga seseorang dengan asam urat yang tinggi memiliki kecenderungan untuk mendapatkan penyakit batu ginjal.  Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan pola makan dengan kadar asam urat pada pra lansia di RT:02/RW:02 Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang.  Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasinya Semua pra lansia usia 45-59 tahun di RT:02/RW:02 Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang yang berjumlah 51 orang. Tehnik sampling menggunakan simple random  sampling dengan sampelnya sejumlah 45 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada variabel independen menggunakan kuesioner dan variabel dependen menggunakan lembar kuesioner. Pengolahan data menggunakan  editing, coding, scoring, tabulating  dan uji statistik menggunakan rank spearman. Hasil penelitian hampir setengahnya (42,2%) responden pola makan adalah baik sejumlah 19 orang, sebagian besar (68,9%) responden kadar asam urat normal sejumlah 31 orang. Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi r = 0,000 <   a (0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulannya adalah ada hubungan pola makan dengan kadar asam urat pada pra lansia di RT:02/RW:02 Desa Candimulyo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Kata Kunci : Kadar Asam Urat, Pola Makan,  Pra Lansia
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA REMAJA PEMINUM TUAK (Studi di Desa Plumpang Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban) Erna Mei Nanik; Sri Sayekti
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuak merupakan minuman tradisional yang populer dikalangan masyarakat. Komponen utama yang terdapat didalam tuak adalah air, karbohidrat dalam bentuk sukrosa yang mengakibatkan air nira terasa manis tetapi terkadang terasa asam. Selain itu tuak juga mengandung alkohol, dimana konsumsi alkohol yang berlebih dapat menyebabkan anemia. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami serangkaian proses biokimia. Kadar hemoglobin merupakan indikator biokimia untuk mengetahui status gizi peminum tuak karena penurunan konsentrasi hemoglobin merupakan tanda dari anemia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada remaja peminum tuak di Desa Plumpang Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan populasi 29 remaja peminum tuak yang ada di Desa Plumpang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin remaja peminum tuak. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin menggunakan alat manual fotometer. Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisa data yaitu editing, coding dan tabulating. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin remaja peminum tuak normal 79% dan kadar hemoglobin abnormal atau tinggi 21%. Kesimpulan dari penelitian ini hampir seluruhnya remaja peminum tuak memiliki kadar hemoglobin normal. Disarankan remaja peminum tuak  untuk mengurangi konsumsi tuak secara berlebih dan memperhatikan asupan gizi terutama banyak konsumsi daging, vitamin C, dan sayur untuk mempermudah absorbansi zat besi, memperhatikan aktivitas dan pola istirahat.  Kata Kunci: Hemoglobin, Remaja, Tuak
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MIKRO HEMATOKRIT MENGGUNAKAN EDTA 5% DAN 10% (Studi Pada Mahasiswa STIKes ICME Jombang DIII-Analis Kesehatan Kelas B Semester VI) Gagah Putra E; Sri Sayekti; Maharani Tri Puspitasari
Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Insan Cendekia Vol 4 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan hematokrit merupakan salah satu pemeriksaan untuk membantu diagnosa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), anemia, polisetemia. Penetapan nilai hematokrit dilakukan dengan dua metode, yaitu metode makro dan mikro. Penetapan nilai mikro hematokrit dibutuhkan darah yang tidak membeku. Maka diperlukan antikoagulan, umumnya yang digunakan adalah EDTA. Sehingga, jumlah antikoagulan yang digunakan harus tepat dengan perbandingan volume darah yang diperlukan dalam penetapan nilai hematokrit, umumnya adalah 10% dalam 1ml darah. Penelitian Mahastiti dkk, (2015) diperoleh hasil ada perbedaan yang bermakna dalam pemeriksaan mikro hematokrit menggunakan EDTA 5% dan 10%. Namun penelitian Lestari, (2006) perbedaan konsentrasi EDTA antara 5% dan 10% tidak terdapat perbedaan yang bermakna dalam pemeriksaan mikro hematokrit.Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan mikro hematokrit menggunakan EDTA 5% dan 10%.Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik observasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIKes ICME Jombang DIII-Analis Kesehatan Kelas B Semester VI berjumlah 34 mahasiswa. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan editing, coding, tabulating dan dianalisis menggunakan uji statistika Independent T-test (p<0,05). Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil 31 responden yang menggunakan EDTA 5% memiliki rata-rata 39,93%, sedangkan 31 responden yang menggunakan EDTA 10% memiliki rata-rata 36,70% dengan menggunakan uji Independent T-test p=0,00 (p<0,05).Kesimpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pemeriksaan mikro hematokrit menggunakan EDTA 5% dan 10%. Kata Kunci : Hematokrit, Mikrohematokrit, Makrohematokrit, Variasi Konsentrasi EDTA
GAMBARAN INDEKS ERITROSIT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS (TBC) PARU PADA USIA 15-55 TAHUN (Studi di Pukesmas Mojoagung, Kabupaten Jombang) Asa Qurrotul Ain; Sri Sayekti; Dwi Prasetyaningati
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 1, Maret (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan:Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mengakibatkan kelainan hematologi terutama pada eritrosit. Sehingga dapat mempengaruhi proses eritropoesis yaitu pemendekan masa hidup eritrosit di susmsum tulang sebelum menuju ke jaringan tubuh. Gangguan tersebut mengakibatkan penurunan jumlah eritrosit, kelainan morfologi eritrosit, dan volume eritrosit. Tujuan:penelitian adalah mengetahui gambaran indeks eritrosit pada pasien tuberculosis paru pada usis 15-55 tahun. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi 38 orang yang berobat di Pukesmas Mojoagung. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Sampel diambil selama 1 minggu. Variabel penelitian yaitu indeks eritrosit pada penderita tuberkulosis. Pengolahan data menggunakan editing, coding, dan tabulating. Analisa datamenggunakan deskriptif persentase. Hasil: penelitian didapatkan eritrosit normositik normokrom 40% dan eritrosit mikrositik hipokromik 60%. Kesimpulan: penelitian ini adalah indeks eritrosit pada penderita tuberkulosis (TBC) paru pada usia 15-55 tahun didapatkan sebagian besar responden mikrositik hipokromik.
PEMERIKSAAN INDEKS ERITROSIT PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA (STUDI DI PUSKESMAS CUKIR JOMBANG) Lilies Hidayah; Sri Sayekti; Iva Milia Hani
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Ibu hamil mengalami adaptasi tubuh berupa perubahan anatomik dan fisiologis yang signifikan terhadap kehamilan. Perubahan anatomik ini diantaranya adalah pembesaran uterus, serviks menjadi lunak dan kebiruan, perubahan kulit bagian perut atau abdomen menjadi kemerahan dan kusam, payudara menjadi lebih lunak dan bertambah besar, serta perubahan anatomik jantung yang disebabkan oleh peningkatan curah jantung atau volume darah yang dipompa oleh jantung yang diukur dalam satuan liter per menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi indeks eritrosit pada ibu hamil dengan anemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi 28 ibu hamil dengan anemia yang datang ke Puskesmas Cukir Jombang. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 9 sampel. Variabel penelitian indeks eritrosit pada ibu hamil dengan anemia. Pengolahan data menggunakan editing, coding, dan tabulating. Analisa data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian didapatkan indeks eritrosit normositik normokrom 77,8% dan eritrosit mikrositik hipokrom 22,2%. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil pemeriksaan indeks eritrosit pada ibu hamil dengan anemia didapatkan hampir seluruh responden memiliki nilai indeks eritrosit MCV, MCH dan MCHC normal dan sebagian kecil responden memiliki nilai indeks eritrosit MCV, MCH dan MCHC abnormal. Saran penelitian ini diharapkan untuk rutin mengkonsumsi tablet tambah darah agar memilik indeks eritrosit yang normal.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA SEMESTER 6 (ENAM) PROGRAM STUDI DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS FAKULTAS VOKASI INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN INSAN CENDEKIA MEDIKA JOMBANG Sri Sayekti; Nova Yulistari
Jurnal Insan Cendekia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Insan Cendekia September 2022
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v9i2.1081

Abstract

Pendahuluan : Stres pada mahasiswa semester 6 (enam) karena tuntutan menyelesaikan tugas akhir tepat waktu dapat mengakibatkan peningkatan produksi hormon kortisol yang memiliki efek metabolik untuk meningkatkan konsentrasi glukosa darah. Tujuan : mengetahui hubungan tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada mahasiswa semester 6 prodi DIII TLM di ITSkes ICMe Jombang. Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh mahasiswa semester 6 prodi DIII Teknologi aboratorium Medis berjumlah 36 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan glucometer.. Pengolahan data menggunakan editing,coding, data entry, scoring, tabulating. Analisa data menggunakan Uji Korelasi Spearman Rank pada taraf kesalahan 5%. Hasil: Data penelitian menunjukkan dari 26 responden hampir dari setengah mahasiswa memiliki tingkat stres berat 42.3% sejumlah 11 mahasiswa dan sebagian besar dari mahasiswa memiliki kadar glukosa darah normal 61.5% sejumlah 16 mahasiswa. Hasil uji Spearman rank didapatkan nilai ρ = 0.54 atau >0.05. Kesimpulan : hasil penelitian tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada mahasiswa semester 6 Program Studi DIII Teknologi Laboratorium Medis di ITSKes ICMe Jombang.