Sri Sayekti
ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS KEDUNGADEM BOJONEGORO Sri Sayekti; Evi Puspita Sari
Jurnal Insan Cendekia Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v10i2.1222

Abstract

Pendahuluan: Masalah gizi yang sering dihadapi ibu hamil yaitu anemia. Rendahnya kadar hemoglobin hingga memicu anemia pada ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan janin. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin dengan taksiran berat badan janin pada ibu hamil trimester III. Metode: penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik korelasional, populasinya adalah seluruh ibu hamil trimester III di Puskesmas Kedungadem Kabupaten Bojonegoro bulan Mei tahun 2022, sebanyak 28 ibu hamil. Sampelnya diperoleh dengan tehnik total sampling sehingga didapatkan 28 responden memenuhi kriteria sampel. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dokumentasi data buku KIA, kartu ibu dan kohort, serta dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank tingkat kemaknaan 0,05. Hasil : hampir keseluruhan responden dengan kadar Hb normal yaitu 22 responden (78,6%), hampir keseluruhan responden dengan taksiran berat badan janin sesuai untuk masa kehamilan yaitu 23 responden (82,1%), dan ada hubungan kadar hemoglobin dengan taksiran berat badan janin pada ibu hamil trimester III (ρ value 0,000; r 0,897). Kesimpulan: ada hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan taksiran berat badan janin pada ibu hamil trimester III. Pada ibu hamil trimester III dengan kadar Hb normal, memiliki kecenderungan dengan taksiran berat badan janin sesuai untuk masa kehamilan. Sedangkan pada ibu hamil trimester III dengan kadar Hb anemia, memiliki kecenderungan dengan taksiran berat badan janin kecil untuk masa kehamilan.
Hubungan Kurang Energi Kronik Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Abortus Susana Dyah Ratna Madumurti; Evi Rosita; Sri Sayekti
Jurnal Kebidanan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v10i2.787

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan masalah gizi yang paling umum dialami oleh ibu hamil. Kondisi ibu hamil KEK merupakan faktor penghambat perkembangan janin, sehingga dapat menyebabkan terjadinya abortus. Tujuan penelitian menganalisa hubungan kurang energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian abortus di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungadem Bojonegoro. Desain Penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan restrospektif, populasinya adalah semua ibu hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungadem Bojonegoro bulan Januari-Mei tahun 2020, sejumlah 241 orang. Sampelnya sejumlah 61 responden yang pemilihannya dilakukan dengan cara simple random sampling. Variabel independen penelitian ini yaitu kurang energi kronik pada ibu hamil dan variabel dependen penelitian ini yaitu kejadian abortus. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan lembar observasi, serta dianalisis dengan menggunakan analisis statistik Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil tidak mengalami KEK saat kehamilan yaitu sejumlah 36 responden (59%), hampir seluruh ibu hamil tidak terjadi abortus yaitu sejumlah 49 responden (80,3%), dan signifikan ρ (0,010) < α (0,05) maka H1 diterima, yang berarti bahwa ada hubungan kurang energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian abortus. Penelitian disimpulkan bahwa ibu hamil sebagian besar tidak mengalami KEK, hampir seluruh ibu hamil tidak terjadi abortus dan ada hubungan kurang energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian abortus. Pada ibu hamil yang mengalami kurang energi kronik memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya abortus.
Pengaruh Program Positive Deviance terhadap Penanganan Balita Gizi Kurang Widiyanti Widiyanti; Evi Rosita; Sri Sayekti
Jurnal Kebidanan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v11i1.858

Abstract

Gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih cukup tinggi. Desa Pejok Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro merupakan Desa dengan temuan kasus gizi kurang yang masih tinggi. Untuk mengatasinya diperlukan suatu program yang diyakini efektif dan berkelanjutan. Salah satu program penanggulangan masalah gizi kurang dan buruk yang ada yaitu positive deviance. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh program positive deviance terhadap penanganan balita gizi kurang. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Populasi penelitian ini sejumlah 18 keluarga yang memiliki balita 12-59 bulan yang mengalami gizi kurang dan buruk, dan sampelnya sejumlah 18 responden. Sampling yang digunakan total sampling. Variabel independen adalah program positive deviance dan variabel dependen adalah penanganan balita gizi kurang. Data penelitian diambil dengan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan nilai standar <0.05. Hasil penelitian terhadap 18 responden diketahui sejumlah 13 responden (72,2%) sebelum dilakukan program positive deviance, melakukan penanganan balita gizi kurang dalam kategori kurang, setelah program positive deviance sebagian besar penanganan balita gizi kurang dalam kategori baik yaitu sejumlah 7 orang (53,8%). Hasil analisis uji Wilcoxon didapatkan nilai P value 0,003 < nilai a = 0,05, jadi H0 ditolak yang berarti H1 diterima, sehingga ada pengaruh program positive deviance terhadap penanganan balita gizi kurang. Kesimpulannya ada pengaruh program positive deviance terhadap penanganan balita gizi kurang, sehingga pemegang program gizi Puskesmas dapat mempertahankan dan meningkatkan penyuluhan di posyandu kepada ibu yang mempunyai anak balita tentang gizi kurang dan pentingnya pemberian asupan gizi sebelum anak berusia 1 tahun, sehingga jumlah balita dengan gizi kurang dapat berkurang.
THE RELATION OF PARENT’S ROLE WITH INDEPENDENCE PERSONAL HYGIENE OF PRESCHOOLCHILDREN (AGES 4-6 YEARS) (correlationstudiesinTK Dharma Wanita Padas district of Bungkal Ponorogo) Muhammad Zainul Mushthofa; Sri Sayekti; Inayatur Rosyidah; Marxis Udaya
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-reliance were studied by pre school children depend on the readiness and maturity, especially given theopportunity to learn the guidance of parents. The role of parents as caregivers, the response of the environment,it is necessary child as a reinforcement for each behavior. The purposes of this research is to know, analyzerelation of parent’s role with independence personal hygiene of pre-school children (ages 4-6 years) inTKDharma Wanita Padas district of Bungkal Ponorogo.This research design was analytic cross sectional with population of all parents who have pre-school childrenage 4-6 years in TK Dharma Wanita Padas district of BungkalPonorogo with total 32 people and the sampleswas a number of 32 people with total sampling technique. The variables in this research consist of 2 variablesthose were independent variable was parents’ role and dependent variable was independence personal hygieneof pre-school children (ages 4-6 years), while data collecting used a quetionnaire, data analysis, editing,coding, scoring, tabulating. Statistic test used chi square test.The result of this research obtained that mostly respondents were 18 the parent’s role were positive (56,3%) andmostly respondents were 18 people were indepence personal hygiene of pre-school children was good (56.3%).The relation of parents role with independence personal higiene pre school children there are 13 respondents(40,6%), while based on the test results chi square test with SPSS obtained (= 0,008) so H1 accepted thatmeans there is relation of parent’s role with indepencepersonal hygiene of pre-school children (age 4-6 years)in TK Dharma Wanita Padas district of Bungkal Ponorogo.