Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Effect of Incubation Time for Green Lamtoro Fertilizer on the Growth and Yield of Eggplant ‘Gelatik” in Alluvial Soils Devi Rumaisyah; Eddy Santoso; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.35929

Abstract

This study aimed to obtain the best incubation duration of green lamtoro fertilizer for the growth and yields of eggplant “gelatik” on alluvial soils. The study was conducted at Permata Hijau Complex, Jalan A. Yani 2, Pontianak, by June 29 to November 11 2018. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments, 4 samples and 4 replications. The treatments were set as p1 i.e lamtoro leaves without incubation, p2 1 week incubation of lamtoro leaves, p3 2 weeks incubation of lamtoro leaves, p4 3 weeks incubation of lamtoro leaves and p5 4 weeks incubation of lamtoro leaves. Observed variables were plant height, number of leaves, stem diameter, root volume, dry weight of plants, number of fruits per plant, and weight of fruits per plant. The results showed that the effect of incubation duration of green lamtoro leaves fertilizer had a significant effect on all observed variables. As a conclusion, the application of green lamtoro leaves fertilizer incubated for 3 weeks noted as the best growth and yield of eggplant “gelatik” on alluvial soil.Keywords: alluvial, lamtoro leaf, eggplant, green fertilizer.
PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Rama Tri Putra; Rini Susana; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58199

Abstract

Jagung manis dapat berproduksi dengan baik dilahan gambut apabila dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi seperti peningkatan pH, pemupukan untuk meningkatkan ketersediaan hara, meningkatkan bobot isi, serta memperbaiki tingkat dekomposisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemupukan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manispada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara dari tanggal 08 Mei-17 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi pupuk hayati dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman maka jumlah tanaman adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p0 = tanpa pemberian pupuk hayati, p1 = konsentrasi 2,5 ml/l, p2 = konsentrasi 5 ml/l, p3 = konsentrasi 7,5 ml/l, p4 = konsentrasi 10 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Hasil analisis keragaman pengaruh pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 4, 6, 8, mst, jumlah daun 4, 6, 8, mst klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan tidak ditemukan konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut.
PENGARUH PEMBERIAN POC BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBHAN DAN HASIL CABAI MERAH PADA TANAH GAMBUT Joko Candra; Eddy santoso; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57948

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman memiliki beberapa kendala seperti sifat kimia dan biologi tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah gambut juga mempunyai kadar pH yang rendah, kandungan basanya rendah dan kapasitas tukar kation yang tinggi (KTK), sifat ini yang mengakibatkan kertersedian unsur hara menjadi rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut ialah dengan pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK karena POC batang pisang mengandung unsur hara makro maupun mikro serta mengandung mikroorganisme berfungsi membantu dekomposisi tanah gambut. Sementara itu pemberian pupuk NPK membantu menambah ketersedian unsur hara N, P dan K dalam tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inetraksi dan dosis terbaik antara pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sepakat 2 Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 14 Januari - 26 April 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah POC batang pisang yang terdiri dari 3 taraf yaitu 500 ml/polybag, 400 ml/polybag dan 300 ml/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu 800 kg/ha, 650 kg/ha dan 500 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara POC batang pisang dan pupuk NPK pada variabel volume akar dan berat kering tanaman. Pemebrian POC batang pisang dengan dosis 500 ml/polybag dan pupuk NPK 800 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAYUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Orlenda Rindi; Eddy Santoso; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kailan dengan pemberian kompos limbah sayur pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Maret sampai dengan 3 Juni 2014. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 taraf perlakuan k0 = tanpa kompos, k1 = 590 g/polybag, k2 = 1.233/polybag, k3 = 1.873/polybag, k4 = 2.513/polybag, k5 = 3.153/polybag dengan banyaknya 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini meliputi volume akar (cm3), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar bagian atas tanaman (g), berat kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos limbah sayur dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kalian pada semua variabel
Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Aluvial Agnes Santi; Tri Rahayuni; Eddy Santoso
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.049 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i1.29788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dilaksanakan pada tanggal 15 April 2014 sampai dengan tanggal 29 Mei 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman jadi terdapat 80 polibag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah t1 = 5% bahan organik, t2 = 10 % bahan organik, t3 = 15% bahan organik, t4 = 20% bahan organik, t5 = 25% bahan organik. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), berat basah bagian atas tanaman (g), berat basah umbi tanaman (g), panjang umbi tanaman (cm), diameter umbi tanaman (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit, berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan jumlah daun pada minggu ke-4, ke-6, berat basah bagian atas tanaman, berat basah umbi pertanaman, panjang umbi pertanaman, dan diameter umbi pertanaman. Tetapi pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan jumlah daun pada minggu ke-2. Pemberian 20% bahan organik memberikan pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik.Kata kunci : Aluvial, Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit, Lobak.