Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Orang Tua dalam Pencegahan Anak Putus Sekolah Melalui Sosialisasi dan Pendampingan Edukatif di Desa Kemiri Ahmat Aftoni; Desi Duwi; Bella Intan; Vito Aprilian; Winda Ayu Oktaviana; Bekham Sholeh; Ida Fitriawati; Asmuni Asmuni; Rohim Rohim
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.1264

Abstract

The problem of school dropouts remains a significant issue in educational development in rural areas. The contributing factors include family economic limitations, low parental awareness of the importance of education, and a social environment that inadequately supports children's learning continuity. A study conducted in Sodong and Kantong Hamlets, Kemiri Village, Panti District revealed a school dropout risk rate of 45% before intervention. This community service program aims to reduce the risk of school dropouts through strengthening the role of families and enhancing student learning motivation. The implementation methods include field observation, program planning, socialization with parents through community groups, student mentoring through an educational roleplay approach, as well as monitoring and evaluation. The program was implemented collaboratively, involving students, village officials, school staff, and local community members. Evaluation results demonstrated significant improvements: learning motivation levels and commitment to continuing school increased from 45% to 80%, accompanied by increased parental understanding of the importance of education, positive behavioral changes in students, enhanced learning motivation, improved discipline, and increased self-confidence. The community empowerment approach combined with interactive communication proved effective in strengthening collective awareness regarding the importance of education. This initiative is expected to serve as a sustainable community service model that can be replicated in other rural areas.
Peran Kepemimpinan Spiritual Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi Ivana Septia Maharani; Rohim Rohim; Asmuni Asmuni
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i1.1673

Abstract

Kepemimpinan spiritual merupakan bentuk kepemimpinan yang mengarahkan orientasi dari aspek duniawi menuju ranah spiritual. Kepemimpinan spiritual dimaknai sebagai bentuk kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip etika religius. Model ini menitikberatkan pada kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan inspirasi, menumbuhkan motivasi, memengaruhi, serta menggerakkan individu melalui keteladanan, pelayanan yang ikhlas, kepedulian, dan penerapan nilai-nilai serta karakter ilahiah dalam setiap aspek tujuan, proses, budaya, maupun perilaku kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai spiritual apa saja yang ditanamkan oleh pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, dan bagaimana praktik kepemimpinan spiritual di lingkungan tersebut. Masalah difokuskan pada nilai-nilai spiritual yang ditanamkan oleh kepala kantor meliputi: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Implementasi kepemimpinan spiritual dalam bentuk pembiasaan di Kantor Kementerian Agama Lumajang. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Fry. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: data primer dan data sekunder, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa Pelaksanaan kepemimpinan spiritual di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang telah berjalan secara efektif. Hal ini tercermin dari implementasi lima indikator utama kepemimpinan spiritual yang telah diterapkan dengan baik, yaitu: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Hasil penelitian ini Adalah strategi kepemimpinan spiritual yang diterapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat dimensi spiritual para pegawai. Implementasi strategi tersebut tampak nyata melalui kegiatan seperti pemberian motivasi dan arahan dalam forum silaturahmi. Visi kepemimpinan yang diemban juga berkontribusi positif dalam menumbuhkan harapan, memperdalam keimanan, serta memupuk kasih sayang dan kepedulian antarindividu, yang pada gilirannya membangun rasa panggilan dan solidaritas yang erat antara pimpinan dan bawahan
Implementasi Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Jalan dalam Upaya Pemerataan Pembangunan di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember Deni Saputra; Imam Sunarto; Asmuni Asmuni
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v6i2.159

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kebijakan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Kemiri Kecamatan Panti. Lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penting dalam penelitian ini adalah adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur jalan antar dusun di Desa Kemiri, terdapat dua dusun di Desa Kemiri yang belum memiliki infrastruktur jalan yang memadai seperti jalan aspal yang rusak, pembangunan jalan paving yang belum merata, dan jalan tanah yang becek ketika hujan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Kemiri dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu penyampaian komunikasi, kejelasan dan konsistensi komunikasi yang baik, adanya sumber daya yang memadai, adanya disposisi yang memiliki komitmen dan tanggungjawab serta struktur birokrasi yang jelas dan terkoordinasi