Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Islamic Capital Market a Catalyst For Sharia Investment: Sytematic Literature Review Using The Prisma Method Santi Arafah; M. Shabri Abd. Majid; Sugianto
AT-TIJARAH: Jurnal Penelitian Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 7 No. 1 (2025): AT-TIJARAH: Jurnal Penelitian Keuangan dan Perbankan Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52490/at-tijarah.v7i1.6285

Abstract

This research aims to analyze the Islamic capital market as a Catalyst For Sharia Investment. The method used in this research is a systematic literature review with the PRISMA approach with a time span of 2018-2025. The research analyzed 276 articles based on data obtained from google scholar and 46 of these articles were indexed by Scopus Q1, Q2, and Q3. And only 15 articles were eligible in this research. The results show that Islamic capital markets play an important role as a driver of Islamic investment by providing a forum for investors who want to invest according to sharia principles and become a source of financing for companies that operate according to sharia principles. Islamic capital markets also have a significant influence on a country's economy, especially in the field of investment because in the real sector, investment is considered to have a positive impact on the economy, so that if the development of the real sector increases, the country's production will also increase. One way a country can develop its real sector is by developing the financial sector.
POSITION AND ROLE OF DIGITAL MONEY IN THE ECONOMY MACRO PERSPECTIVE OF ISLAMIC VS CONVENTIONAL ECONOMICS Samsudin; M. Shabri Abd. Majid; Isnaini Harahap
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 4 No. 2 (2024): July-October 2024
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v4i2.1795

Abstract

The development of information technology has given birth to an innovation in the financial system, namely digital money (cryptocurrency). Conventional economics sees digital money as a tool to improve efficiency, financial access and economic growth. However, there are concerns regarding financial stability, regulation, and potential abuse. On the other hand, Islamic economics has different principles. expand_more Digital money must be sharia-compliant, such as the prohibition of riba, gharar, and maysir. This poses its own challenges in adopting digital money in the Islamic economic framework. This study aims to explore and analyze the position and role of digital money in the economy from Islamic and conventional macroeconomic perspectives, and identify its implications for the global economy. It is hoped that this research can provide insights into the integration of digital money in different economic systems and how to utilize this technology to achieve more inclusive and sustainable economic goals.
Sharia Maqashid Review of an Additional Cost of 10% (PB1 tax) to Consumers by Culinary Business Owners : (Study Case of Restaurant&Cafe Medan City and Meulaboh-Aceh Barat) Andri Soemitra; Susi Herawati; M. Shabri Abd. Majid
Brilliant International Journal Of Management And Tourism Vol. 5 No. 2 (2025): June : Brilliant International Journal Of Management And Tourism
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/bijmt.v5i2.4739

Abstract

This study analyzed the Kuliners business (restaurant and cafe) of West Aceh City of Meulaboh Aceh with a comparison of Medan City Regional Regulations that bestowed an additional 10% (PB1) cost of the total purchases to the Kuliners visitors by the Kuliners business owner imposed by the Medan City Regional Regulation, it should reconstruct the application of the restaurant tax rules by moving the Islamic economy principles. In this study using service costs variables, the basis of tax use and PB consumption tax 1 (10%). The results of this study indicate that, the implementation of an additional 10% cost (PB I) by the culinary business owner of restaurants or cafes has not used ethics and morals in the perspective of sharia maqashid, and is expected to refer to the principles of Islamic economics, so that the realization of sharia maqashid as a foundation in the economy for regional income for the continuation of economic development. This study uses the moderated regression analysis approach and with field information data collection techniques and literature study analysis.
Towards Sustainable Consumption: an Islamic Macroeconomic Perspective Fauzan , M.; M. Shabri Abd. Majid; Isnaini Harahap
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i4.22871

Abstract

Masalah penelitian ini bertumpu pada pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam konteks makroekonomi, khususnya terkait dengan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran konsumsi dalam mewujudkan pola ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan umat menurut perspektif Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data sekunder, yaitu studi literatur dari jurnal-jurnal ilmiah, buku, laporan, dokumen resmi, dan sumber-sumber lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan analisis tematik (thematic analysis). Beberapa tahapan dalam penelitian ini, yaitu persiapan, pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil, dan penyusunan laporan penelitian. Temuan menunjukkan bahwa konsep konsumsi dalam Islam melampaui aspek material, melibatkan dimensi moral, sosial, dan spiritual yang mendalam. Implikasinya adalah perlunya peningkatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai ekonomi Islam dalam praktik konsumsi sehari-hari, baik melalui edukasi, dukungan terhadap industri yang ramah lingkungan, maupun promosi perilaku konsumen yang bertanggung jawab. Urgensi penelitian ini terletak pada potensi konsumsi dalam kerangka ekonomi Islam sebagai instrumen penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan umat secara menyeluruh, dengan contoh konkret bahwa konsumsi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan umat secara keseluruhan.
Studi Analisis Bibliometrik: Kerangka Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam Ismul Fakhri Lubis; M. Shabri Abd. Majid; Isnaini Harahap
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i3.23146

Abstract

Kerangka kebijakan fiskal yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, agar tercapai tujuan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta distribusi dan redistribusi yang adil dan berkeadilan bagi seluruh lapisan Masyarakat. Namun saat ini, tantangannya adalah ketika pengeluaran pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk menelusuri tren studi terkini mengenai kerangka kebijakan fiscal Islam saat ini dengan analisis bibliometric. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan systematic iterature review dengan analisis bibliometric menggunakan software VOSViewer dan Harzing PoP. Temuan menunjukkan bahwa kerangka kebijakan fiscal Islam beralih dari topik dasar (prinsip-prinsip Islam), ke isu-isu yang lebih spesifik dan berkembang, seperti pertumbuhan ekonomi, ICT, pengelolaan sumber daya alam, tata kelola yang baik, dan kerjasama antarnegara Islam. Meskipun perubahan fokus, topik-topik seperti pengeluaran modal, kondisi ekonomi, utang, pendapatan, keuangan Islam, dan zakat tetap menjadi fokus utama. Maka, kualitas tata Kelola dalam fiskal, pengelolaan sumber daya alam, dan teknologi informasi menjadi kunci untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan fiskal.
Hubungan Antara Uang dan Islam dengan Analisis Bibliometrik Rizkan Polem, T.; M. Shabri Abd. Majid; Isnaini Harahap
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i4.23165

Abstract

Uang memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena bukan hanya sekadar alat tukar, tetapi juga memiliki dimensi sosial, moral, dan ekonomi yang signifikan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara uang dan Islam dengan pendekatan bibliometrik. Metode bibliometrik digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis literatur yang ada terkait hubungan antara uang dan Islam. Hasil analisis mengungkapkan bahwa keuangan Islam adalah bidang yang dinamis dan berkembang yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dengan praktik ekonomi modern, memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana keuangan Islam dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ekonomi modern dan membangun sistem keuangan yang adil dan berkelanjutan.
Kebijakan Moneter Dalam Perspektif Ekonomi Islam Irawan, Harry; M. Shabri Abd. Majid; Isnaini Harahap
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i1.23409

Abstract

Kebijakan moneter dalam ekonomi Islam merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari sifat, fungsi, dan pengaruhnya terhadap aktivitas ekonomi suatu negara. Dalam konteks Islam, kebijakan moneter tidak hanya fokus pada penawaran dan permintaan uang, tetapi juga menekankan prinsip keadilan dan persaudaraan. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai kesetaraan dan memastikan distribusi kekayaan serta pendapatan yang adil. Pada masa Nabi Muhammad SAW, praktik moneter menggunakan standar bimetal (emas dan perak). Kebijakan moneter mengatur jumlah dan distribusi uang untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dan eksternal. Kebijakan moneter konvensional memiliki kelemahan karena bergantung pada suku bunga dan riba, yang dilarang dalam Islam. Pengelolaan mata uang syariah berdasarkan prinsip bagi hasil telah memberikan dampak positif di beberapa negara, meskipun tidak selalu menjadi solusi jangka pendek. Kebijakan moneter syariah harus bebas dari suku bunga dan riba, menggunakan instrumen yang sesuai dengan hukum syariah.
Penguatan Unit Usaha Syariah: Pilar Pembangunan Ekonomi dalam Perspektif Islam Hakim Sitompul, Muhammad; M. Shabri Abd. Majid; Isnaini Harahap
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i1.23410

Abstract

Sektor perbankan memiliki peran vital dalam mendukung perekonomian nasional dan pembangunan ekonomi, termasuk perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dan Maqasid Al Shari’ah. Bank syariah di Indonesia mengalami perkembangan pesat setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah berupaya mempercepat pengembangan perbankan syariah melalui kebijakan spin-off dan konsolidasi untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. Bank syariah memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dengan mengintegrasikan aspek material dan spiritual serta berfokus pada keadilan, investasi etis, dan penghindaran kegiatan spekulatif. Pengembangan perbankan syariah mencakup pemisahan unit usaha syariah (UUS) dari bank umum konvensional, yang bertujuan untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kinerja. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk modal yang minim dan kompleksitas konsolidasi. Penelitian menunjukkan bahwa spin-off dan konsolidasi dapat meningkatkan kinerja bank syariah, seperti yang terlihat pada Bank Syariah Indonesia setelah merger. Sistem perbankan syariah, dengan prinsip bagi hasil, sangat cocok untuk mendukung sektor UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Strategi spin-off dan konsolidasi diharapkan dapat memunculkan bank syariah yang lebih kuat dengan nilai aset dan sumber daya yang lebih besar, meningkatkan kontribusi dalam perekonomian nasional, dan mendukung pengembangan UMKM. Kajian normatif Islam menunjukkan bahwa spin-off sesuai dengan prinsip maslahah mursalah, mendukung perlindungan agama dan harta, dan sejalan dengan nilai maqashid syariah. Hingga kini, belum ada UUS yang melakukan konsolidasi dengan UUS lain, namun langkah ini potensial meningkatkan efisiensi dan kinerja perbankan syariah di Indonesia.
Monetary Policy from An Islamic Perspective Rahmat; M. Shabri Abd. Majid; M. Ridwan; Ade Khadijatul Z. Hrp
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 3 No. 1 (2024): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v3i1.505

Abstract

Government as holder mandate demanded so that capable of managing economy , Good in scale micro or more broadly on a macro scale. . Policy monetary that is program government Which in matter This done by bank central through market Money in framework influence situation macro. Islamic monetary policy goals are no different with objective policy monetary conventional that is guard stability from eye Money (Good in a manner internal nor external) so that growth economy Which equally that can be expected achieved. Study This use method qualitative, namely by reviewing the literature from a number of study Which Already There is. To realize this goal of Islam not only have to do economic reform and society get along with stripes Islam, but also requires the positive role of government and all policy country including fiscal, monetary And income must in tune. Practices monopoly must be eliminated and every effort should be made to promote all factors Which able to produce increased goods and services.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW DENGAN METODE PRISMA: DAMPAK LITERASI KEUANGAN SYARIAH TERHADAP KEPUTUSAN MENGGUNAKAN PRODUK PERBANKAN SYARIAH Mira Chairani; Nurma Sari; Andri Soemitra; M. Shabri Abd. Majid
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 7, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jim.v7i2.13377

Abstract

The purpose of this systematic literature review is to determine the methods used to analyze the role of Islamic financial literacy in the decision to use Islamic banking products, how Islamic financial literacy plays a role in the decision to use Islamic banking products, and other factors that interact with Islamic financial literacy in shaping the decision to use Islamic banking products. This study uses a Systematic Literature Review (SLR) with the PRISMA method, assisted by tools such as Watase Uake and Prisma 2020 Flow Diagram. This study is limited to journal articles indexed by Scopus and published between 2020 and 2025. Based on 137 articles reviewed through the SLR process, five articles met the criteria and were used as primary references. The research method for analyzing the dominant data is quantitative (4 articles), and there are a number of other factors that interact with Islamic financial literacy in shaping the decision to use Islamic banking products, including: level of religiosity, trust in Islamic financial institutions, skepticism, digital marketing, digital literacy, brand image and word of mouth promotion.