Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : jurnal niara

Strategi Indonesia Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Ditengah Masuknya Korean Wave Tahun 2017-2020 Juliette Heuvel Harlapan; Triesanto Romulo Simanjuntak; Roberto Cornelis Octavianus Seba
Jurnal Niara Vol. 17 No. 1 (2024): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i1.20042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi masuknya Korean Wave ke Indonesia dalam bidang industri kreatif dan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan. Sehingga peneliti mencoba untuk menganalisis strategi yang harus dilakukan Indonesia dalam memanfaatkan peluang hadirnya Korean Wave sebagai sebuah inovasi baru. Hubungan bilateral Indonesia dengan Korea Selatan begitu erat, sehingga juga menjadi sebuah kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan ekonomi kreatif nya dan di perkenalkan di Korea Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan analisis deskriptif. Sebagian besar data yang dikumpulkan berasal dari hasil literatur yang didukung oleh studi pusaka dan data dari website. Teori yang digunakan yakni Neoliberalisme dengan konsep hubungan kerja sama bilateral dan ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukkan diplomasi yang dilakukan oleh badan ekonomi kreatif Indonesia dengan berbagai pihak baik dalam negeri maupun luar negeri mampu memperkenalkan karya produksi Indonesia di Korea Selatan. Peneliti menemukan strategi Bekraf, dengan melakukan perluasan pasar baik dalam lingkungan domestik maupun luar negeri, melakukan pendekatan dan kerja sama dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah, melakukan pelatihan, dan melakukan program hubungan kerja sama Indonesia-Korea Selatan pada event yang diselenggarakan
Analisis Efektivitas Paris Agreement Terhadap Indonesia Sebagai Anggota G20 Dalam Menangani Climate Change Hizkia Bryan Hulu; Novriest Umbu Walangara Nau; Roberto Oktavianus Cornelis Seba
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.22369

Abstract

Perubahan Iklim merupakan isu yang banyak terjadi sekarang ini. Indonesia termasuk negara yang mengalami dampak dari perubahan iklim. Dengan menandatangani Perjanjian Paris maka diharapkan dapat mengatasi masalah perubahan iklim yang terjadi di Indonesia serta adanya dukungan dari G20 dengan Indonesia sebagai negara anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan dari Perjanjian Paris di Indonesia sebagai anggota dari G20. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menganalisis kebijakan iklim di Indonesia, peran masyarakat dalam menangani perubahan iklim, dan kontribusi negara terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Data dikumpulkan melalui penyusunan literatur yang berkaitan dengan tema yang diangkat dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini memuat peran pemerintah dalam menangani perubahan iklim, manfaat keanggotaan Indonesia sebagai anggota G20 dalam menangani perubahan iklim, dan ditemukan bahwa Perjanjian Paris di Indonesia masih belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penanganan perubahan iklim. Hal ini dikarenakan belum maksimalnya peran masyarakat dan lembaga terkait termasuk pemangku kepentingan dalam menjalankan tugasnya serta perlu waktu yang relatif panjang untuk melihat hasil nyata dari tujuan Perjanjian Paris
Kesepakatan KTT ASEAN 2023 Dalam Bidang Transformasi Teknologi Fintech Dalam Dukungan Pencapaian ASEAN Connectivity 2025 Audry Rambudevi Juanaline Mboeik; Triesanto Romulo Simanjuntak; Roberto Oktavianus Cornelis Seba
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.22983

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesepakatan yang dicapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 di Indonesia pada tahun 2023. Fokus pada transformasi teknologi fintech, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kesepakatan tersebut dapat membantu mencapai tujuan ASEAN Connectivity 2025 dalam sektor digital innovation. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kesepakatan terkait isu digitalisasi dalam teknologi fintech dapat meningkatkan kemampuan infrastruktur, inovasi, dan logistik di ASEAN, serta meningkatkan kemampuan negara-negara anggota ASEAN dalam bersaing secara inklusif dan mempererat hubungan antarnegara. Kesepakatan tersebut memiliki peranan penting untuk memperkuat ketahanan keuangan di setiap negara. Salah satunya dengan mendorong penggunaan mata uang lokal agar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung investasi lintas batas di kawasan ASEAN dan juga perdagangan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian secara kualitatif untuk mendeskripsikan fenomena secara lebih mendalam dan menyeluruh