Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS PAPARAN RADIASI TERHADAP KADAR LEUKOSIT DAN HEMOGLOBIN DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT KOTA KENDARI TAHUN 2019 Indah Pertiwi; Arum Dian Pratiwi; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 4 (2021): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i4.18472

Abstract

Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD Kota Kendari adalah beberapa rumah sakit yang memiliki Instalasi radiologi, dimana di dalamnya terdapat pekerja radiasi yaitu radiografer dan fisikawan medik yang berisiko terkena paparan radiasi sinar-x. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada pekerja radiasi, beberapa pekerja mengalami keluhan seperti lelah, pusing dan kerusakan pada area kulit. Paparan radiasi ini juga mempengaruhi kadar leukosit dan kadar hemoglobin pekerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar leukosit dan kadar hemoglobin pada pekerja kontak langsung dan kontak tidak langsung di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD Kota Kendari. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan analisis Uji independen sampel T-test, sampel dalam penelitian ini yaitu 17 pekerja kontak langsung dan 17 pekerja kontak tidak langsung. Pekerja kontak langsung terdiri dari radiografer dan fisikawan medik, sedangkan pekerja kontak tidak langsungadalah perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak terdapat perbedaan kadar leukosit antara pekerja kontak langsung dan kontak tidak langsung (p = 0,437 atau p > 0,05). Dan tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin (Hb) antara pekerja kontak langsung dan kontak tidak langsung (p = 0,886 atau p > 0,05). Saran dilaksanakan pemeriksaan rutin pada peralatan radioterapi sebelum digunakan, mengatur jadwal shift bagi pekerja serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada pekerja setiap enam bulan sekali.
Penyuluhan dan Uji Kandungan Iodium Pada Garam Tingkat Rumah Tangga di Wilayah Pesisir Abeli Kota Kendari Irma Yunawati; Lisnawaty Lisnawaty; Siti Rabbani Karimuna; Jafriati Jafriati; Paridah Paridah
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 1 No. 3 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v1i3.72

Abstract

Gangguan Akibat Kekurangan Iodium merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi Indonesia. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium mengancam kualitas sumber daya manusia karena mempunyai potensi menurunkan tingkat kecerdasan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, salah satunya adalah fortifikasi garam yaitu garam beriodium. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak dihadapi kendala seperti rendahnya mutu dan belum memadainya jumlah masyarakat yang mengonsumsi garam beriodium antara lain disebabkan karena distribusi garam beriodium yang belum merata, belum seluruh garam yang beredar di masyarakat mengandung cukup iodium, perbedaan harga garam beriodium yang cenderung lebih mahal, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi garam beriodium dan cara mengonsumsi yang benar. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat agar mengonsumsi garam beriodium yang bermanfaat bagi kesehatan melalui penyuluhan dan uji kandungan iodium pada garam tingkat rumah tangga di wilayah pesisir Abeli Kota Kendari. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, praktik, dan diskusi. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu penyuluhan kesehatan tentang garam beriodium, uji kandungan iodium pada garam tingkat rumah tangga serta tanya-jawab tentang garam beriodium. Tidak ada perbedaan pengetahuan masyarakat sasaran sebelum dan sesudah penyuluhan dan uji kandungan iodium pada garam tingkat rumah tangga di wilayah pesisir Abeli, Kota Kendari (p-value = 0,661), dan masyarakat wilayah pesisir Abeli umumnya mengonsumsi garam merk Dp (28-30 ppm), Gm (28-30 ppm) dan Jn (20-27 ppm)
KEBIASAAN SARAPAN DAN STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DI SMPN 5 KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA Wa Ode Siti Syafitra; Wa Ode Salma; Irma Yunawati
Preventif Journal Vol 8, No 1 (2023): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hasil belajar merupakan indikasi keberhasilan atas upaya yang dicapai. Kebiasaan sarapan dan status gizi adalah dua hal yang mempengaruhi hasil pembelajaran anak sekolah. Kebiasaan sarapan dan status gizi mempunyai fungsi penting bagi anak sekolah karena dapat menjadikan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang baik sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar anak sekolah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan status gizi dengan prestasi belajar anak sekolah di SMPN 5 Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional study. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Kulisusu sebanyak 73 orang (26 orang kelas VII, 21 orang kelas VIII dan 26 orang kelas IX) yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square dengan batas kemaknaan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan (p-value=0,000) dan status gizi (p-value=0,000) dengan prestasi belajar anak sekolah di SMPN 5 Kulisusu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kebiasaan sarapan dan status gizi berhubungan dengan prestasi belajar anak sekolah di SMPN 5 Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Disarankan kepada pihak sekolah agar selalu mengingatkan kepada seluruh anak sekolah untuk sarapan setiap hari. Kepada orang tua yang memiliki anak berstatus gizi normal agar tetap mempertahankan status gizinya dan orang tua tua yang mempunyai anak kurang gizi harus berusaha untuk mengoptimalkan status gizi anaknya dengan melakukan makan makanan yang sehat, seimbang serta memberikan stimulus belajar demi peningkatan prestasi belajar anak. Kata kunci: anak sekolah; kebiasaan sarapan; prestasi belajar; status gizi Abstract Learning outcomes are the indication of successful achievement. Student's learning achievement can be improved through breakfast and nutritional status because they can lead to good physical growth and brain development. This study aimed to determine the relationship between breakfast habit and nutritional status with school children's learning achievement at SMPN 5 Kulisusu, North Buton Regency. This study was an observational analytic with cross-sectional study design. The population and samples in this study were all school children studying at SMPN 5 Kulisusu with a total of 73 students (26 students from class VII, 21 students from class VIII, and 26 students from class IX) which selected by simple random sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with chi-square test and the significance limit (α = 0.05). The results showed that there waere a relationship between breakfast habits (p-value = 0.000) and nutritional status (p-value = 0.000) with school children's learning achievement at SMPN 5 Kulisusu. The conclusions were breakfast habits and nutritional status were related to school children's learning achievement at SMPN 5 Kulisusu, North Buton Regency. It is suggested to the school to always remind all school children to have breakfast every day. Parents who have children with normal nutritional status so that they maintain their nutritional status and parents who have children with undernourished status should try to optimize their child's nutritional status by eating healthy, balanced meals and providing learning stimulus to increase children's learning achievement. Keywords: school children's; breakfast; learning achievement; nutritional status
Sosialisasi Tentang Pembatasan Konsumsi Makanan Manis, Asin, dan Berlemak Pada Mahasiswa FISIP Universitas Halu Oleo Muh. Ilmi Fajri Anata A.; Irma Yunawati
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/jq7c6s97

Abstract

Perubahan gaya hidup di kalangan mahasiswa mendorong meningkatnya konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak yang berisiko menimbulkan berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus. Kurangnya pengetahuan gizi serta kemudahan akses terhadap makanan cepat saji menjadi faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo mengenai pentingnya membatasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak usia muda. Metode yang digunakan pembagian leaflet serta memberi sambutan, pembagian kertas quisioner, dan sesi dokumentasi bersama mahasiswa FISIP. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan sasaran 20 mahasiswa berusia 18-21 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar responden mampu memahami materi yang disampaikan dan menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai dampak konsumsi berlebihan makanan manis, asin, dan berlemak terhadap kesehatan. Media leaflet   terbukti efektif sebagai sarana edukasi yang sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi melalui sosialisasi dan media cetak mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku konsumsi ke arah pola makan yang lebih sehat.
Evaluasi Kesehatan Masyarakat Melalui Pemeriksaan Asam Urat : Studi Lapangan Kelurahan Anduonohu Irma Yunawati; Tirsa Ayudya M; Nur Hikmatul Alia; Yusmiati Yusuf; Imanuel Saulanda; Fitriani Iqbal; Arianti Arianti; Wa Ode Salma; Nurhasriana Jufri; Nabil Al Mahmud
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 2 No. 4 (2024): December : The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v2i4.502

Abstract

Gout is a metabolic disorder whose prevalence continues to increase in society. This study aims to evaluate public health by examining uric acid levels in the local population and analyzing the risk factors that influence it. The research method used is a quantitative approach with field surveys and checking uric acid levels using a portable diagnostic tool. Data was collected from 50 respondents who were randomly selected in the Anduonohu ​​sub-district area. The research results showed that the average respondent had uric acid levels above the normal threshold. The main risk factors identified include consumption of foods high in purine, lack of physical activity, and family history of similar diseases. This study underlines the importance of regular check-ups and public education about healthy lifestyles to prevent increased uric acid levels. Community-based interventions are recommended to reduce the prevalence of this disease. It is hoped that this research can become a reference in planning more effective public health programs.
Gambaran Status Anemisa Masyarakat Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari Irma Yunawati; Wa Ode Salma; Nurnashriana Jufri; Alifia Nur Rabiahni; Sri Kaltsum Fadilat. AR; Iken Wulandari; Naufalia Mardiati; Tetih Yanuliah
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 1 (2025): Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i1.499

Abstract

Anemia is a medical condition characterized by a low number of red blood cells or low hemoglobin levels in the blood, namely <12 mg/dl for women and <13 mg/dl for men, thereby reducing the capacity of the blood to carry oxygen to the body's tissues which can cause fatigue. and decreased physical endurance which affects daily activities. This study aims to determine the description of the anemia status of the community in Rahandouna sub-district, Poasia sub-district, Kendari city. The research design used is descriptive, using a cross-sectional approach. The sample in this study was 50 respondents with an age range of 15 to 50 years. The tool used in this study was easy touch to measure the hemoglobin levels of respondents which are an indicator of anemia. The results showed that respondents with low hemoglobin levels reached 14% and the rest were in the normal category. From the results of this study, it was concluded that the problem of anemia in this area was not significant enough.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER BADAN PERTANAHAN NASIONAL SULTRA TAHUN 2024 Fazal Dewansyah; Pitrah Asfian; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.118

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh manifestasi gejala okulomotor dan visual yang beragam, termasuk asthenopia (kelelahan mata), nyeri mata, sakit kepala, penglihatan kabur (blurry vision), dan diplopia (penglihatan ganda). Gejala-gejala ini seringkali dihubungkan dengan penggunaan komputer dalam jangka waktu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor yang berhubungan dengan Computer vision syndrome (CVS) di Badan Pertanahan Nasional Sultra Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang menggunakan komputer sebanyak 54 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk memperoleh informasi mengenai masa kerja, lama penggunaan komputer, kelainan refraksi, dan tingkat pencahayaan. Selain itu, Lux Meter untuk pengukuran objektif tingkat pencahayaan di tempat kerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher. Hasil penelitian diperoleh tingkat pencahayaan dengan p-value = 0,019, kelainan refraksi dengan p-value = 0,016, masa kerja dengan p-value = 0,149 serta lama penggunaan komputer dengan p-value = 0,189. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pencahayaan dan kelainan refraksi dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024 serta tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan lama penggunaan komputer dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN TIDAK AMAN (UNSAFE ACTION) PADA PEKERJA DI PT. X TAHUN 2023 Rahayu Ningsih; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.161

Abstract

Tindakan tidak aman adalah tindakan yang membahayakan pekerja maupun orang lain dan menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Tindakan tidak aman memiliki dampak yang merugikan bagi pekerja, seperti hukuman karena melanggar peraturan perusahaan dan terpapar potensi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada pekerja PT X di tahun 2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pelatihan, dan pengawasan dengan tindakan tidak aman pada pekerja di PT. X tahun 2023. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh jumlah karyawan PT. X yaitu sebanyak 633 pekerja dengan sampel sebanyak 239 pekerja menggunakan metode proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 71,5% memiliki tindakan tidak aman, 10,0% memiliki pengetahuan kurang, 59,4% memiliki sikap kurang, 5,9% memiliki pelatihan kurang, dan 47,3% memiliki pengawasan kurang. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa pengetahuan p=0,935, sikap p=0,000, pelatihan p=0,548, dan pengawasan p=0,000 dengan tindakan tidak aman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara sikap dan pengawasan dengan tindakan tidak aman dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan pelatihan dengan tindakan tidak aman.
GAMBARAN STATUS GIZI PEKERJA DAN DUKUNGAN MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI KOTA KENDARI Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i4.205

Abstract

Tenaga kerja rumah sakit memiliki tuntutan fisik dan mental yang tinggi sehingga status gizi dan dukungan manajemen menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas kerja. Malnutrisi dapat berdampak pada kelelahan dan penurunan kinerja, sementara dukungan manajemen berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pekerja dan dukungan manajemen rumah sakit terhadap gizi pekerja di Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada tahun 2025 di sepuluh rumah sakit di Kota Kendari. Sampel sebanyak 299 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta kuesioner dukungan manajemen dan edukasi gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja rumah sakit memiliki status gizi normal (74,9%), sementara 7,4% berstatus berat badan (BB) kurang dan 17,7% berat badan (BB) lebih. Dukungan manajemen rumah sakit terhadap gizi pekerja secara umum berada pada kategori terpenuhi, terutama pada aspek kebijakan, keteladanan pimpinan, serta dorongan terhadap edukasi pola makan sehat. Namun, beberapa aspek edukasi gizi, seperti pelibatan keluarga pekerja dan pelatihan keterampilan menyiapkan makanan sehat, masih belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa status gizi pekerja rumah sakit di Kota Kendari sebagian besar sudah baik dan didukung oleh manajemen rumah sakit, namun diperlukan penguatan program edukasi gizi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kesehatan pekerja secara berkelanjutan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMECAH BATU DI DESA PARIDA KABUPATEN MUNA 2024 Sitti Nurbila; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Irma Yunawati
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.293

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gangguan saraf yang umum terjadi di tangan karena tekanan pada saraf di area pergelangan tangan median yang melewati terowongan karpal. Studi ini bertujuan untuk meneliti Faktor-faktor yang terkait dengan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu di Desa Parida Kabupaten Muna pada tahun 2024. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan dalam rentang waktu antara bulan Januari dan Februari 2024.Sampel terdiri dari 70 pekerja yang dipilih dengan total sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, tes Phalen, dan dokumentasi. Variabel yang diteliti mencakup masa kerja, lama kerja, gerakan berulang, dan riwayat penyakit. Data di analisis menggunakan teknik univariat dan bivariat menggunakan Chi-square, kemudian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan antar variabel, yang kemudian dijelaskan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 pekerja atau 42,9% mengalami CTS, sementara 40 pekerja atau 57,1% tidak mengalami CTS. Ada korelasi antara masa kerja (p-value = 0,001), lama kerja (p-value = 0,023), dan gerakan berulang (p-value = 0,046) dengan Carpal Tunnel Syndrome. Namun, tidak terdapat korelasi antara riwayat penyakit (p-value = 0,186) dengan Carpal Tunnel Syndrome. Jadi, simpulannya adalah bahwa terdapat korelasi antara masa kerja, lama kerja, dan gerakan berulang dengan Carpal Tunnel Syndrome, sementara tidak ada korelasi antara riwayat penyakit dan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu.