Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Harefa, Askarman Laia; Fau, Helnanirma Susanti; Ziraluo, Merdina
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2816

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen yang bersifat kuantitatif yaitu kelas eksperimen digunakan model Quantum Learning sedangkan dikelas kontrol digunakan metode konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII, sampel penelitian kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menyatakan bahwa dikelas eksperimen dengan melakukan pretest diperoleh rata-rata hasil belajar 62,24 dan postest diperoleh rata-rata hasil belajar 83,79. Sedangkan dikelas kontrol pada pretest diperoleh rata-rata hasil belajar 64,33 dan postest diperoleh rata-rata hasil belajar 74,17 yang artinya model Quantum Learning lebih berpengaruh pada hasil belajar dibanding dengan model konvensional. Kesimpulan penelitian berdasarkan perhitungan uji hipotesis diketahui thitung= 2,994 lebih besar dari ttabel= 1,672 dengan signifikan 5%. Karna thitung ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya “ada pengaruh model pembelajaran Quantum Learning terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa”. Saran peneliti, diharapkan kepada setiap guru mata pelajaran Biologi supaya menerapkan model pembelajaran Quantum Learning demi meningkatkan kemampuan yang dimiliki siswa, dan dapat memperbaiki cara belajar mengajar serta menjadi bahan referensi kepada peneliti lanjutan yang relefan dengan penelitian ini
Analisis Lokusi, Ilokusi dan Perlokusi dalam Film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua Helnanirma Susanti Fau; Merdina Ziraluo
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.508

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa dalam film sebagai refleksi komunikasi dunia nyata melalui perspektif pragmatik. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis dimensi tindak tutur yang terdapat dalam dialog para tokoh film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua. Penelitian tentang aspek kebahasaan pada film ini masih sangat terbatas karena sebagian besar pengamat terdahulu lebih berfokus pada keindahan visual dan unsur budayanya, padahal kunci untuk memahami konflik cerita dan karakterisasi tokoh terletak pada kedalaman dialognya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam dialog antar-tokoh pada film tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik yang berlandaskan pada teori tindak tutur John Austin. Sumber data penelitian ini adalah objek visual dan audio dari film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua, sedangkan datanya berupa fragmen dialog atau tuturan antar-tokoh yang mengandung ketiga dimensi tindak tutur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan catat (transkripsi data). Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi teori dan pengamatan mendalam secara berulang-ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua memiliki kekayaan makna pragmatis yang kuat. Tindak lokusi dalam film ini berfungsi menyampaikan informasi faktual, identitas, dan kondisi sosial. Tindak ilokusi didominasi oleh maksud tersirat (implikatur) seperti memohon secara halus, memerintah, berjanji, dan melakukan penolakan secara tidak langsung melalui media kiasan atau instrumen adat (seperti utang perak. Sementara itu, tindak perlokusi yang dihasilkan berhasil memicu efek psikologis yang mendalam (rasa sungkan, curiga, terikat utang budi, dan dilema) serta menggerakkan tindakan dramatis para tokoh, seperti kesepakatan perjodohan, penundaan keputusan, hingga terjadinya konflik domestik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi verbal dalam film ini mencerminkan sistem sosial dan nilai kultural tradisional Nias, di mana dialog sehari-hari digunakan sebagai strategi negosiasi dan pembangun plot cerita yang kompleks.