Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Relationship Between the Intensity of Smartphone Use and Sleep Quality in Class VIII Teenagers at SMPN 4 Genteng Banyuwangi Fatimatuz Zahro; Susi Wahyuning Asih; Asmuji
Cleanliness: Journal of Health Sciences and Medical Research Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/clean.v1i1.3

Abstract

Using a smartphone before bed can make a person's sleep time late and not according to the time. When someone plays with a smartphone at night, the brain will think that this is not sleep time because of the blue light emitted by the smartphone. If the brain thinks that it is not hours of sleep, the duration of smartphone users' sleep will decrease and this will affect the quality of their sleep. Poor sleep quality in teenagers will affect all activities and in daily life. This research aims to determine the relationship between the intensity of smartphone use and sleep quality in teenagers. This research uses a correlational research design with a quantitative research model using a cross-sectional approach. The population in this study was class students with a sample of 112 people taken using simple random sampling techniques. The instrument used in this study used a likert scale questionnaire. Statistical test between smartphone usage intensity and sleep quality measured using Spearman Rank (rho) with α = 0.05.  This research shows there is a relationship between the intensity of smartphone use and sleep quality. The direction of a positive relationship with strength is sufficient, meaning that the greater the intensity of using a smartphone, the less good it will have an impact on poor sleep quality. Using a smartphone at night will cause the brain to receive external stimuli in the form of sound, light and vibrations from the smartphone, this causes a person to wake up at night and if it lasts a long time it will disrupt the quality of students' sleep. Discussion: Therefore, it is necessary to monitor smartphone use in students so that sleep quality is better.
Pemberdayaan Nasyiatul Aisyiyah Cakru dalam Mendukung Gerakan Zero Stunting Berbasis Keluarga dan Komunitas Iin Ervina; Susi Wahyuning Asih; Nely Ana Mufarida; Asroful Abidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol 05 No 02: Oktober 2026 (in progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i2.8393

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Nasyiatul Aisyiyah Cakru dalam mendukung gerakan zero stunting berbasis keluarga dan komunitas di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman kader mengenai pencegahan stunting melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta peningkatan peran keluarga dalam praktik pengasuhan sehat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi partisipatif, pelatihan berbasis modul, penerapan teknologi sederhana (media digital dan growth chart), pendampingan keluarga berisiko stunting, serta evaluasi berkelanjutan melalui monitoring status gizi dan kolaborasi dengan perangkat desa serta tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta dokumentasi untuk menilai peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader mengenai faktor risiko stunting, pola makan bergizi seimbang, serta teknik stimulasi tumbuh kembang. Pre-test dan post-test menampilkan kenaikan rata-rata pemahaman lebih dari 35%. Keluarga sasaran juga memperlihatkan perubahan perilaku positif, seperti praktik MP-ASI sesuai rekomendasi, peningkatan keaktifan posyandu, dan kesadaran memantau status gizi anak. Kolaborasi komunitas menghasilkan kelompok pendukung keluarga sadar gizi sebagai media edukasi berkelanjutan. Simpulannya, program pemberdayaan ini efektif meningkatkan kapasitas kader serta memperkuat partisipasi keluarga dan komunitas dalam pencegahan stunting. Model pendampingan berbasis komunitas mampu mendorong perubahan perilaku berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah lain.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Adaptasi Psikologis Santriwati di Pondok Pesantren Al – Azhar Kaliwates Jember Anindya Ayu Nur Rohmah; Susi Wahyuning Asih; Yeni Suryaningsih
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.39

Abstract

Santri adalah peserta didik pesantren yang mendalami ilmu agama, pesantren merupakan bidang pendidikan dengan sistem yang terintegrasi dengan konsentrasi pendidikan akademik dalam bentuk agama. Santri baru umumnya memerlukan waktu beradaptasi dengan lingkungan Santri baru yang mendapat dukungan sosial dari orang baru di lingkungan pesanten khususnya ustadzah dan teman sebayanya, akan mampu mengatasi stress dan cemas yang dirasakan saat beradaptasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini santriwati Pondok Pesantren Al – Azhar Kaliwates Jember sejumlah 180 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan simple random sampling. Uji statistik menggunakan distribusi frekuensi dan rank spearman rho Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni p value (0,000) <0,005 dengan nilai r -0,314 dengan kekuatan hubungan moderat atau sedang, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan Dukungan sosial dengan Adaptasi psikologis santriwati di Pondok Pesantren Al – Azhar Kaliwates Jember. Analisis: Tingkat dukungan sosial santriwati berada pada tingkat mendukung 83 responden (66,9%), dan adaptasi psikologis santriwati pada kategori adaptif 70 responden (56,5%). Diskusi: Untuk membentuk adaptasi psikologis yan baik bagi santriwati, maka diperlukan dukungan sosial yang baik pula. Karena dukungan sosial sangat berpengaruh terhadap adaptasi psikologis santriwati.
Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Perilaku Bullying pada Remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember Dhimas Fatahillah Ariyanto; Asmuji Asmuji; Susi Wahyuning Asih; Siti Kholifah
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.57

Abstract

Fungsi afektif merupakan sebuah persepsi atau cara pandang keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan psikososial anggota keluarga. Fungsi afektif adalah salah satu fungsi keluarga yang merupakan penciptaan rasa aman, pengdaan interaksi, pemberian perlindungan pada remaja. Kurangnya interaksi di dalam keluarga akan berpeluang remaja melakukan tindakan bullying. Bullying merupakan istilah yang menggambarkan beberapa tindakan atau sebuah perilaku agresif seseorang atau sekelompok orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi afektif keluarga dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember. Desain penelitian menggunakan model kolerasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil yang didapatkan responden sebanyak 50 orang (60,2%) memiliki fungsi afektif keluarga dalam kategori sedang dan responden sebanyak 42 orang (50,6%) memiliki perilaku bullying dalam kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan diperoleh p value 0,005 dimana p value < α (0,05); r = - 0,308 yang berarti termasuk hubungan moderat yang artinya terdapat fungsi afektif keluarga dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember. Diharapkan Dengan berjalannya fungsi afektif keluarga yang baik akan membentuk perilaku yang baik pada remaja yang dapat menekan angka terjadinya bullying.
Keterkaitan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup Lansia Diabetes Melitus Tipe 2 Nabilah Esa Pramudya; Sri Wahyuni Adriani; Susi Wahyuning Asih
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.62

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang sering terjadi pada berbagai kalangan salah satunya ialah lansia. Lansia yang cukup lama mengalami diabetes melitus umumnya tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari sebagaimanan mestinya, sehingga akan membuat adanya perubahan dalam kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian correlational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Jatiroto Kabupaten Lumajang yang berjumlah 50 Pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner Global Physical Activity Questionneire (GPAQ) yang berisi 16 pertanyaan pada variabel aktivitas kerja dan kuesioner World Health Organization Quality of Life Questionnaire (WHOQOL-BREF) yang berjumlah 26 pertanyaan terkait kualitas hidup yang sudah peneliti uji validitas dan realibitasnya. Analisis data yang digunakan yaitu Uji Koefisien Korelasi Spearman's Rank untuk mengetahui adanya hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,02 < 0,05 yang artinya Ho di tolak sehingga terdapat hubungan aktivitas fisik dan kualitas hidup lansia diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Jatiroto Kabupaten Lumajang. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia sehingga perlunya dukungan dalam pemebrian pengetahuan tentang pentingnya aktivitas fisik.