Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Deteksi Dini Dan Pencegahan Penyakit Degeneratif Pada Masyarakat Wilayah Mutiara Home Care Amia Amila; Evarina Sembiring; Novita Aryani
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3441

Abstract

ABSTRAKPenyakit degeneratif merupakan penyakit kronik menahun yang banyak mempengaruhi kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Umumnya masyarakat baru memeriksakan diri setelah timbul gejala, padahal deteksi dini penyakit penting dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk upaya preventif dan meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini gejala, komplikasi, pencegahan, dan terapi penyakit degeneratif khususnya penyakit hipertensi, DM, aterosklerosis, osteoporosis kepada masyarakat di sekitar Klinik Mutiara Homecare Kelurahan Dwikora. Pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 kegiatan utama, yaitu pemeriksaan indeks massa tubuh, tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat tentang penyakit degeneratif. Hasil kegiatan  didapatkan bahwa mayoritas memiliki tekanan darah sistolik <130 mmHg sebesar 60% dan tekanan darah diastolik < 90 mmHg sebesar 58%, memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 25-29,9 kg/m2  (obesitas) sebesar 32%,  kadar asam urat normal sebesar 66%, gula darah sewaktu < 140 mg/dL sebesar 86%, kolesterol total > 200 mg/dL sebesar 60%. Peningkatan kualitas kesehatan perlu dilakukan dengan membangun kesadaran dan peningkatan edukasi serta melakukan kontrol kesehatan secara teratur ke pusat kesehatan terdekat. Kata Kunci : Penyakit degeneratif, asam urat, gula darah, IMT, kolesterol   ABSTRACTDegenerative disease is a chronic disease that affects the quality of life and productivity of a person.In general, people only have to check themselves after symptoms occur, even though early disease detection is important. The purpose of community service activites is preventive effort and increase knowledge about early detection of symptom, complication, prevention and treatment of degenerative diseases especially hypertension, DM, atherosclerosis and osteoporosis to the community around Mutiara Home Care Clinic, Dwikora Village. This community service consists of 2 main activites, namely examination of body mass index (BMI, blood pressure, blood sugar, uric acid and cholesterol and public health education about degenerative diseases. The results of this community service activites were majority had systolic blood pressure of <130 mmHg (60,0%) and diastolic blood pressure of < 90 mmHg (58%), BMI of 25-29,9 kg/m2  (obesity) as many as 32%, normal uric acid levels (66%), blood sugar at one time < 140 mg/dL (86%), total cholesterol > 200 mg/dL (60%) The increase of the quality of health needs to be done by building awareness and increased education to community and control to the nearest health center.  Keywords : degenerative disease, uric acid, blood sugar levels, BMI, cholesterol
Anemia Management Model in Pulmonary Tuberculosis Using Beetroot and Tomato Combined With A High-Calorie and High-Protein Diet Evarina Sembiring; Henny Syapitri; Amila Amila
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.291 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.451

Abstract

Beetroots and tomatoes are rich In vitamins, iron, folic acid, and other nutrients that can be used as an alternative in treating anemia. High protein and calorie intake dietary is necessary to improve patients’ nutritional status in pulmonary tuberculosis. The purpose was to examine the effect of beetroot juice consumption, tomato juice combined with a high protein and calorie diet on hemoglobin pulmonary tuberculosis. This research was an analytical comparative with quasi-experimental design by pre-test and post-test control group design. This study was conducted to 45 patients of Pulmonary tuberculosis who having anti-TB treatment at Pulmonary Policlinic Sari Mutiara Medan General Hospital, using purposive sampling technique, divided into three treatment groups. All of the treatments were administered for 30 days, pre and post-treatment were given the hemoglobin test. Data were analyzed by using paired t-test and One Way Anova, followed by Linear Regression. All of three group treatments are having an increasing level of  hemoglobin, mean hemoglobin level in Group I:  2.5 gr/dl, p-value = 0.000., Group II: 1.8 gr/dl. p-value = 0.002. , Control group It:  1.1 gr/dl, p-value = 0.004.Beetroot juice with a diet high in proteins and calories most effective to increase levels of hemoglobin and nutritional status in pulmonary tuberculosis, this intervention can be recommended as a  management modeling of anemia in pulmonary TB patients who received anti-TB treatment. Abstrak: Bit dan tomat kaya dengan vitamin,zat  besi,asam folat dan nutrisi lainnya dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati anemia. Diet tinggi protein dan kalori diperlukan untuk meningkatkan status gizi pasien tuberkulosis paru. Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh konsumsi jus bit,jus tomat yang dikombinasikan dengan diet tinggi protein dan kalori terhadap hemoglobin tuberkulosis paru. Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif dengan desain squasi eksperimen pre test  dan post test kontrol. Penelitian ini dilakukan terhadap 45 penderita TB Paru dengan program pengaoabatan  anti TB di Polikilinik  Paru RSU Sari Mutiara ,menggunakan tehnik purposive sampling yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan.  Semua kelompok dilakukan treatmen selama 30 hari,sebelum dan sesudah treatmen dilakukan pemeriksaan hemoglobin. Analisa data menggunakan uji t berpasangan dan One way Anova dilanjutkan dengan Regresi Linier. Hasil penelitian didapatkan ketiga kelompok perlakuan mengalami peningkatan  kadar hemoglobin, rerata kadar hemoglobin pada  kelompok I: 2.5 gr/dl p .value= 0.00, Kelompok II: 1.8 gr/dl. p-value= 0.002, Kelompok Kontrol: 1.1 gr/dl, p-value= 0.004. Jus bit dengan diet tinggi protein dan kalori paling efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan status gizi pada tuberkulosis paru, Intervensi ini dapat direkomdasikan sebagai model dalam managani anemia pada tuberkulosis paru. dengan program pengobatan tanti TB (OAT).
Karakteristik Stroke Pada Pasien Usia Muda Amila Amila; Evarina Sembiring; Ermihizzah Rifami
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v2i2.357

Abstract

Kejadian stroke pada usia muda kurang dari 5% dari seluruh kejadian stroke. Stroke merupakan salah satu penyakit degeneratif terbesar di dunia yang tidak dapat dihindari dengan mudah baik oleh kalangan remaja maupun sudah lanjut usia. Serangan stroke yang mendadak dapat menyebabkan kecacatan fisik dan mental serta kematian, baik pada usia produktif maupun lanjut usia. Perubahan pola hidup seperti makan tidak teratur, kurang olahraga, jam kerja berlebihan serta konsumsi makanan cepat saji sudah menjadi kebiasaan lazim yang berpotensi menimbulkan serangan stroke. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik stroke pada pasien usia muda di RSUD. Dr. Pirngadi Medan. Populasi penelitian adalah seluruh rekam medis pasien stroke usia muda (18-40 tahun) bulan Januari-Desember 2020 di RSUD Dr Pirngadi Medan berjumlah 50 responden dan merupakan total sampel. Analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden usia 36-40 tahun sebanyak 92%, mayoritas jenis kelamin laki-laki (72%), mayoritas hipertensi 140/90-159/99 mmHg (76%), mayoritas kadar gula darah GTT 110-125mg/dl (74%), mayoritas memiliki kolesterol LDL (82%) dan mayoritas memiliki berat badan normal (52%). Disarankan pasien stroke usia muda menjaga pola makan, sering berolahraga dan makan-makanan yang bergizi dan sehat. Kata Kunci : Karakteristik Stroke, Usia Muda
KADAR LAKTAT DEHIDROGENASE, PROKALSITONIN, D-DIMER DAN LAMA RAWAT PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19 Amila Amila; Evarina Sembiring; Sinarsi Meliala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8750

Abstract

Kadar Laktat Dehidrogenase, Prokalsitonin, D-Dimer dan Lama Rawat Pasien Terkonfirmasi Covid-19. Covid-19 merupakan penyakit sistemik yang klinisnya sangat bervariasi mulai dari gejala ringan hingga penyakit berat kritis dengan risiko mortalitas tinggi. Perubahan kadar prokalsitonin, D-Dimer dan LDH dapat memprediksi risiko perburukan pasien Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh LDH prokalsitonin, dan D-dimer terhadap lama rawat pasien Covid-19. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis periode Januari 2020 hingga Desember 2021. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sebanyak 144 orang. Instrumen penelitian adalah lembar observasi LDH, prokalsitonin dan D-Dimer berdasarkan panduan RSUP H.Adam Malik Medan. Uji yang digunakan adalah uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rerata LDH 304,49 U/L, prokalsitonin 1,78 ng/mL, D-Dimer 783,76 dan rerata lama rawat adalah 11,66 hari. Tidak terdapat hubungan antara LDH, prokalsitonin, D-dimer dengan lama rawat pasien Covid-19 dengan kekuatan korelasi yang lemah. Perlu penelitian lanjutan dengan menilai derajat keparahan penyakit, parameter hematologi lain.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Remaja Selama Pandemi Covid-19 Di SMA Medan Amila Amila; Evarina Sembiring; Tiromsi Sitanggang
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.972 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i2.10

Abstract

Edukasi tentang kenakalan remaja dan penanganannya kepada siswa-siswi sangat penting, mengingat meningkatnya jumlah kenakalan remaja di masa pandemi covid-19. Sebagai bagian dari generasi muda yang menjadi penerus bangsa, mahasiswa perlu dibekali dengan wawasan tentang pentingnya membangun sikap mental yang kuat agar tidak mudah terpengaruh dan terjerumus dalam perilaku kenakalan yang mengarah pada tindak kriminal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan siswa/siswi tentang isu kenakalan remaja selama Pandemi Covid-19 untuk mengurangi kasus kenakalan remaja. Kegiatan dilaksanakan pada siswa-siswi SMA Negeri I Labuhan Deli Medan. Sebelum penyuluhan dilaksanakan pretest dan post test untuk mengetahui pemahaman siswa-siswi tentang bahaya dan pencegahan kenakalan remaja. Edukasi dilaksanakan melalui ceramah, tanya jawab, demonstrasi, leflet dan poster. Hasil pre test dan post test dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata sebesar 31,82%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan perubahan perilaku positif pada remaja.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Buah Bit pada Kelompok Tani Desa Regaji Kabupaten Karo Evarina Sembiring; Amila Amila; Suswati Suswati; Della Kuswinda Tanjung; Ayu Andira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12198

Abstract

ABSTRAK Bit banyak dibudidayakan masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Namun, keberadaan tanaman bit di lahan mereka sebagai tanaman sampingan, menjualnya dalam bentuk segar dan belum diolah menjadi produk yang tahan lama tanpa diperlakukan khusus karena ketidakpahaman mitra akan manfaat potensi bit. Bit banyak mengandung vitamin dan mineral penting, yaitu folat, vitamin B6, kalsium, zinc, magnesium, mangan, fosfor, tembaga, zat besi bermanfaat untuk kesehatan. Tujuan kegiatan PKM untuk memberdayakan, menguatkan partisipasi masyarakat dalam swamedikasi, optimalisasi potensi buah bit, penyuluhan kesehatan mengenai khasiat dan kegunaan bit, budidaya bit, praktik menanam bit, pembuatan tepung, biscuit bit dan pelatihan penggunaan media sosial dalam pemasaran bit. Diawal kegiatan, peserta mengisi kuesioner untuk mengukur pemahaman mengenai buah bit. Setelah dilaksanakan penyuluhan, peserta kembali diminta mengisi kuesioner untuk melihat peningkatan pemahamannya. Sebelum penyuluhan tentang pemanfaatan bit, mayoritas pengetahuan kelompok tani Bunga Tani dalam mengenal buah bit dalam kategori kurang (55,56%) dan pengetahuan kelompok tani Sada Nioga sebanyak 63,64%. Setelah penyuluhan mayoritas pengetahuan masyarakat dalam pengenalan bit pada kelompok tani Bunga Tani dalam kategori baik (58,33%) dan pengetahuan kelompok tani Sada Nioga dalam kategori baik (54,54%). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang potensi buah bit dapat membantu masyarakat memaanfatkan buah bit secara optimal. Kata Kunci: Bit, Kesehatan, Budidaya, Tepung, Biskuit  ABSTRACT Beets are widely cultivated by people in Karo Regency, North Sumatra. However, the presence of beet plants on their land as a side crop, selling them fresh and unprocessed into long-lasting products without special treatment is due to the partners' lack of understanding of the potential benefits of beetroot. Beets contain many important vitamins and minerals, namely folate, vitamin B6, calcium, zinc, magnesium, manganese, phosphorus, copper, iron which are beneficial for health. The aim of public health service is to empower, strengthen community participation in self-medication, optimize the potential of beets, health education about the properties and uses of beets, and beet cultivation, and the practice of growing beets, making beet flour and biscuits and training on the use of social media in beetroot marketing. At the beginning of the activity, participants filled out a questionnaire to measure their understanding of beets. After the counseling was carried out, participants were again asked to fill out a questionnaire to see how their understanding had improved. Before counseling on the use of beets, the majority of the Bunga Tani farmer group's knowledge of beetroot was in the poor category (55.56%) and the knowledge of the Sada Nioga farmer group was 63.64%. After counseling, the majority of community knowledge regarding the introduction of beets in the Bunga Tani farmer group was in the good category (58.33%) and the knowledge of the Sada Nioga farmer group was in the good category (54.54%). Increasing participants' knowledge and understanding of the potential of beetroot can help people make optimal use of beetroot.  Keywords : Beetroot, Helath, Cultivation, Flour, Biscuit
PENCEGAHAN STROKE BERULANG MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN MODIFIKASI GAYA HIDUP Amila Amila; Janno Sinaga; Evarina Sembiring
Jurnal Abdimas Vol 22, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i2.15808

Abstract

Orang yang telah mengalami serangan stroke lebih mudah terkena serangan ulang stroke dan dampaknya lebih parah dari serangan pertama dimana angka kematian dan kecacatan lebih tinggi. Karena itu, akan lebih mudah jika serangan ulang stroke dicegah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam deteksi tanda dan gejala stroke, pencegahan stroke berulang dan perubahan perilaku modifikasi gaya hidup. Hal ini karena hipertensi, DM merupakan penyakit terbanyak di Mutiara Home Care Medan yang merupakan faktor risiko stroke. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pendidikan kesehatan, pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi faktor risiko hipertensi/ stroke, pemberdayaan keluarga  untuk mengenali  tanda dan gejala stroke, pengendalian faktor risiko stroke dan modifikasi gaya hidup. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas responden memiliki jumlah serangan stroke 1 kali (60%), mayoritas keluarga memiliki pengetahuan cukup (60%) tentang pencegahan stroke berulang, mayoritas responden memiliki resiko rendah (50%). Peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga dalam deteksi tanda pencegahan faktor risiko stroke ditargetkan terjadi perubahan perilaku dan meningkatkan pola hidup sehat untuk mencegah stroke berulang.  ÂÂ