Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMERIKSAAN FAKTOR RISIKO STROKE DAN DETEKSI DINI PRE HOSPITAL STROKE PADA KELOMPOK IBU PENGAJIAN MEDAN Amila Amila; Evarina Sembiring; Vierto Irennius Girsang
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v4i1.865

Abstract

Stroke berada diurutan ketiga sebagai penyebab kematian di dunia setelah jantung dan kanker dan kecacatan jangka panjang nomor satu di dunia. Wanita memiliki resiko tinggi terjadinya stroke karena kehamilan, penggunaan kontrasepsi oral. Atrial fibrillasi meningkatkan risiko stroke diantara wanita diatas usia 75 tahun sebanyak 20%. Selain itu faktor yang dapat dimodifikasi seperti hipertensi, DM, penyakit jantung, merokok, dislipidemia, obesitas, sindrom metabolic.. Wanita memiliki keluaran paska stroke yang kurang baik dibandingkan pria serta angka kematian yang lebih tinggi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan kelompok ibu pengajian tentang faktor risiko stroke, mendemonstrasikan tanda-tanda stroke berdasarkan FAST. Hasil kuisioner pengabdian didapatkan mayoritas responden berusia 31-40 tahun (54,54%), pendidikan terakhir perguruan tinggi (86,36%), IMT sebesar 18,5-22,9 kg/m2 (40,91%), tidak menggunakan pil KB (77,27%), tidak merokok (90,91%), tidak merokok (90,91%), tidak minum kopi (59,09%) dan mayoritas tidak melakukan aktivitas olahraga (68,18%). Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan, pengetahuan peserta meningkat dan peserta memahami perlunya pencegahan dan deteksi dini faktor risiko stroke. Diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan danperubahan perilaku pola hidup sehat untuk mencegah stroke.
Pemberdayaan Keluarga Pasien Stroke Afasia Melalui Pelatihan Komunikasi Verbal Amila Amila; Evarina Sembiring; Janno Sinaga
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5218.484 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v2i2.6120

Abstract

Terbatasnya terapi wicara di rumah sakit, penanganan stroke lebih kearah penyebab stroke/medis, sedang gejala sisa belum mendapat penanganan sampai pasien pulang. Gangguan tersebut menyebabkan pasien tidak mampu mengungkapkan apa yang diinginkan pasien, tidak mampu menjawab pertanyaan atau berpartisipasi dalam percakapan. Selanjutnya pasien akan menarik diri dari kegiatan sosial, rendah diri, depresi dan kondisi pasien akan semakin buruk. Penanganan terpadu dengan anggota keluarga merupakan faktor yang cukup penting dan kunci keberhasilan dalam proses penanganan gangguan komunikasi verbal. Untuk mencegah terjadinya depresi pada pasien dan keluarga maka diperlukan media komunikasi pengganti komunikasi verbal, seperti buku komunikasi. Tujuan pelatihan adalah mengatasi permasalahan gangguan komunikasi verbal pasien stroke setelah  pulang ke rumah. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah  latihan komunikasi seperti menyebutkan gambar, menunjuk, menulis dan membaca melalui booklet komunikasi. Hasil yang dicapai dalam pelatihan adalah meningkatkan kemampuan bahasa dan berkomunikasi, interaksi antara pasien dengan keluarga, meningkatkan kemandirian dan perkembangan hubungan sosial dengan orang lain. Disarankan untuk dikembangkan kemitraan yang luas berupa pelatihan komunikasi verbal dan sosialisasi booklet komunikasi untuk meningkatkan interaksi sosial dan mengurangi depresi pasien dan keluarga. Kata Kunci :  Gangguan komunikasi verbal, Pemberdayaan keluarga, Stroke afasia
PENILAIAN RISIKO KELUARGA TERKAIT COVID-19 MENGGUNAKAN APLIKASI ASSESMENT KELUARGA INARISK Amila Amila; Johansen Hutajulu; Evarina Sembiring; Jon Carlos Tobing
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v7i1.506

Abstract

Saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 yaitu suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru. Huta Marubun I adalah wilayah yang memiliki resiko terpapar Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penilaian resiko keluarga terkait Covid-19 menggunakan aplikasi asessment Keluarga Inarisk di Huta Marubun I Nagori Marubun Jaya. Tools penilaian risiko ini dikelola oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebagai bentuk informasi resmi ke masyarakat terkait dengan pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah 130 Kepala Keluarga Huta Marubun I dan sampel penelitian berjumlah 33 kepala Keluarga yang diambil menggunakan tehnik simple random sampling. Penilaian resiko keluarga terdiri dari Resiko Rendah jika skor jawaban responden 35-42, Resiko Sedang jika skor jawaban responden 28-34 dan Resiko Tinggi jika skor jawaban responden 21-27 digunakan. Di Huta Marubun I terdapat 14 Kepala keluarga memiliki resiko rendah, 19 kepala keluarga resiko sedang dan tidak ada satupun keluarga memiliki resiko tinggi. Keluarga tetap juga memiliki resiko terpapar Covid-19, oleh karena itu disarankan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran covid 19. Rekomendasi yang diberikan oleh aplikasi inaRisk untuk Keluarga adalah sebaiknya tinggal dirumah, menggunakan masker pada saat berkumpul dengan orang lain dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
MUTIARA HOME CARE Janno Sinaga; Amila Amila; Evarina Sembiring
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i4.8605

Abstract

AbstrakTujuan jangka panjang pelaksanaan program Mutiara Home Care adalah menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru, menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan mandiri. Bagi pasien program ini membantu meringankan biaya rawat inap yang makin mahal, karena mengurangi biaya akomodasi pasien, transportasi dan konsumsi keluarga. Dampak ekonomi nasional home care bagi pasien dan keluarga adalah semakin pendeknya hari rawat, sehingga jumlah klaim rumah sakit ke BPJS semakin rendah, sehingga berdampak bagi penurunan anggaran biaya perawatan masyarakat secara nasional. Produk Jasa Layanan Mutiara Home Care memiliki keunggulan dibandingkan home care lain. Pertama, Mutiara Home care akan dikelola dan diorganisir secara profesional oleh tenaga dosen profesional dibidang kesehatan dan keperawatan. Selama ini, home care dilakukan secara individu atau berkelompok tanpa wadah atau organisasi yang jelas. Tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di komunitas atau di rumah telah terlatih dimulai sejak masa pendidikan dan tersertifikasi dari USM-Indonesia. Kedua, menyediakan layanan antar jemput pasien yang membutuhkan perawatan rumah sakit atau pemeriksaan khusus, seperti radiologi dan laboratorium. Layanan Mutiara Home Care pada tahap awal melayani pasien paska stroke dan perawatan lanjutan jantung, perawatan pasien DM dengan atau tanpa luka dan perawatan pasien lanjut usia. Secara bertahap akan dilakukan pengembangan serta layanan terhadap berbagai penyakit yang membutuhkan jasa perawatan profesional di rumah.Kata Kunci: Home care, MutiaraAbstractThe long-term goal of the Mutiara Home Care program is to create access to new entrepreneurs, to support college campus autonomy through the acquisition of independent income. For patients this program helps alleviate the cost of increasingly expensive hospitalization, as it reduces patient accommodation costs, transportation and family consumption. The national economic impact of home care for patients and families is the shortening of day care, so the number of hospital claims to BPJS is lower, thus impacting the reduction of national community maintenance budget. Products Care Services Pearl Home Care has advantages over other home care. First, Mutiara Home care will be managed and organized professionally by professional lecturers in the field of health and nursing. During this time, home care is done individually or in groups without a clear container or organization. Health workers who will be placed in the community or at home have been trained since the education and certified from USM-Indonesia. Secondly, it provides a shuttle service to patients who require hospital treatment or special examinations, such as radiology and laboratories. Pearl Home Care Services in the early stages of serving post-stroke patients and advanced heart care, treatment of DM patients with or without injuries and care of elderly patients. Gradually will be developed as well as services against various diseases that require professional care services at home.Keywords: Homecare, Mutiara
THE EFFECT OF BEETROOT BISCUITS (Beta vulgaris) ON THE HEMOGLOBIN LEVEL OF PATIENTS WITH PULMONARY TUBERCULOSIS Amila Amila; Evarina Sembiring
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 16 No. 1 (2021): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.081 KB) | DOI: 10.20473/ijph.v16i1.2021.43-55

Abstract

hemoglobin levels in patients with pulmonary tuberculosis. This study aimed to examine the effect of beetroot biscuits consumption on the increase of hemoglobin levels in patients with pulmonary tuberculosis at the Integrated Service Unit of the Pulmonary Central Hospital of North Sumatera. The research design was quasi experimental  and used pre-tests and post-tests without a control approach. This study was conducted with a sample of 100 patients selected using the purposive sampling technique. Firstly, the hemoglobin level of the patients was measured. Then, beetroot biscuits were given to the patients for thirty days as the intervention. A Wilcoxon test was performed to pinpoint the differences between the pre-test and post-test results. It was found that there was a 2.01 gr/dl increase in hemoglobin after beetroot biscuits were given to patients with pulmonary tuberculosis at the Integrated Service Unit of the Pulmonary Central Hospital of North Sumatera. It was also found that the differences were significant when comparing the average level of hemoglobin before and after the intervention with a p value of 0.000. This study suggests that doctors and nurses play important roles in constructing patients’ knowledge and understanding on the importance of anemia prevention in order to improve community knowledge to use local resources to improve health outcomes.Keywords: anemia, biscuit, beetroot, tuberculosis
The Effect of William Flexion Exercise on Reducing Pain Intensity For Elderly with Low Back Pain Amila Amila; Henny Syapitri; Evarina Sembiring
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 4 No. 1 (2021): International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v4i1.374

Abstract

The elderly are a group of the population that has the potential to become vulnerable communities. In the elderly, the aging process can cause various physical problems. One of the issues that often arise in the elderly is low back pain (NPB). The purpose of this study is to evaluate the effect of the William Flexion Exercise on reducing the pain intensity for elderly with low back pain at Hisosu Binjai Resident Home, Indonesia. The research design is quasi-experimental with the pre and post-test control group approach in 2017. This study's sample consisted of 28 people in the intervention group and 28 people in the control group. The sampling technique utilized consecutive sampling. This study used The Pain Numerical Rating Scale to evaluate the level of pain intensity perceived by the patient. The data were analyzed by dependent and independent t-test with significance ? < 0.05. The dependent t-test found a significant difference in the low back pain before and after the intervention group intervention (p-value =0.000). In contrast, there is no significant difference in the control group (p-value = 0.081). The result of the independent t-test found that there are significant differences in the low back pain between the intervention group and the control group. This study concludes that William's flexion exercise provided benefits to most of the participants in this study. Thus, it may be an effective technique to reduce pain intensity and increase the range of motions
PENGUATAN KINERJA MELALUI PELATIHAN PRE DAN POST CONFERENCE PADA PERAWAT DI RSU FULL BETHESDA Eva Kartika Hasibuan; Amila Amila; Evarina Sembiring
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v2i1.270

Abstract

Pre conference merupakan diskusi tentang aspek klinik sebelum melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dan post conference yaitu diskusi tentang aspek klinik sesudah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien. Berdasarkan observasi dan wawancara penulis dengan perawat ruangan di RSU Full Bethesda, pelaksanaan pre dan post conference belum dilakukan secara optimal, jika hal ini dilakukan secara continue, maka akan berpengaruh pada asuhan keperawatan yang diberikan perawat dan akhirnya berdampak pada mutu pelayanan Rumah Sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan skill perawat dalam menerapkan pre dan post conference. Pelaksanaan metode kegiatan pertama sekali dengan penyampaian materi terkait bahan kajian yang perlu disampaikan setelah itu melaksanakan roleplay pre dan post conference yang dilaksankan selama 3 hari. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 90 % perawat paham terkait penjelasan materi dan 95% perawat dapat mempraktekkan pre dan post conference
Self Efficacy dan Gaya Hidup Pasien Hipertensi Amila Amila; Janno Sinaga; Evarina Sembiring
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.782 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i3.974

Abstract

Hypertension is one of the major cardiovascular diseases worldwide. Self-efficacy, a widely used psychosocial concept, is associated with the ability to manage chronic disease. The purposes of this study were to identify the correlation between self-efficacy with lifestyle on hypertension patients. The data obtained were analyzed by correlational analytic with a cross-sectional approach. The sample of this study was recruited with total sampling as much as 130 people. Data were collected with a questionnaire toward the hypertension patients who came to Mutiara Homecare Medan. The data were analyzed by Spearman correlation with significance α<0.05. The study showed that self-efficacy of patients with hypertension was majorly high(96,9%), and lifestyle was a majorly healthy lifestyle (96,2%). There was a significant correlation between self-efficacy with lifestyle on hypertension patients (r=0.8.91; p<0.05). Nurses can increase self-efficacy of hypertension patients by providing support and motivation to improve a healthy lifestyle to prevent further complications.
PEDULI COVID-19, BERBAGI MASKER PADA PEDAGANG PASAR TRADISIONAL Siska Evi Martina; Amila Amila; Evarina Sembiring
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i2.521

Abstract

World Health Oraganization (WHO) baru-baru ini merangkum laporan-laporan transmisi virus COVID-19 dan memberikan gambaran singkat bukti-bukti yang ada tentang penularan dari orang-orang bergejala (simtomatik), yang belum menunjukkan gejala (prasimtomatik), dan tidak bergejala (asimtomatik)a yang terinfeksi COVID-19. Salah satu kelompok masayarakt yang sangat rentan adalah pedagang pasar tradisional di wilayah Medan. Universitas Sari Mutiara Indonesia memiliki kepedulian untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penularan Covid-19. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, civitas akademik membagikan masker kepada pedagang di pasar tradisional wilayah yang dekt dengan lokasi kampus. Kegiatan ini mendapat sambutan dan dukungan dari pihak kelurahan dan seluruh pedagan. Melalui kegiatan ini diharapakan kasus Covid-19 tidak bertambah banyak.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Ketidakpatuhan Masyarakat Melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 Di Kutacane Aceh Tenggara Evarina Sembiring; Galvani Volta Simanjuntak; Amila Amila; Sabran Hadi Pagan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i3.5455

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Ketidakpatuhan Masyarakat Melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 Di Kutacane Aceh TenggaraPemerintah telah menetapkan bahwa penerapan protokol kesehatan 5M menjadi kewajiban dalam kehidupan masyarakat untuk memutus rantai penularan Covid-19 baik risiko tertular dan menularkan. Kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan belum melakukan apa yang di arahkan oleh pemerintah Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan sikap dengan ketidakpatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan covid-19 di Desa Tualang Baru Kutacane Aceh Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini masyarakat Desa Tualang Baru yang berusia 18-50 tahun  sebanyak 246 orang, sampel sebanyak  71 responden, pengambilan sampel menggunakan Random Sampling, Pengumpulan data dengan pengisian kuesioner melalui link google form dan dianalis dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  mayoritas  pengetahuan tentang  pencegahan Covid 19  kategori kurang sebanyak 57,7% sikap kategori kurang sebanyak 64,8% dan ketidakpauhan kategori kurang sebanyak 66,2%. Ada hubungan pengetahuan dengan ketidakpatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan covid-19 (nilai p = 0,000<0,05 dan nilai r=0,715). Ada hubungan sikap dengan ketidakpatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan covid-19  (nilai p= 0,000<0,05 dan nilai r = 0,907). Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan ketidakpatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan covid-19 di Desa Tualang Baru Kutacane Aceh Tenggara.