Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PARASITES IDENTIFICATION ON CORAL GROUPER (Plectropomus reolatus) IN FLOATING NET CAGE IN PAGIMANA SUB-DISTRICT OF BANGGAI REGENCY Agustina, Sri Sukari
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2073.601 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.210

Abstract

This research was conducted to know the kinds of parasites that attack of coral grouper (Plectropomus reolatus) in floating net cage in Pagimana Sub-district of Banggai Regency. The technique of collecting data of grouper in floating net cage in Jayabakti Village and Samajatem Village, Pagimana Sub-district is done randomly (Random Sampling), while for laboratory analysis is done at Station KIPM Class II Luwuk Banggai. The sample of grouper taken in the form of live fish in a state of almost died / collapse. Parasitic examination includes morphological observation, behavior, ectoparasite examination and endoparasit examination. The results of the identification of parasite that attacked of coral grouper (Plectropomus reolatus) on floating net cage in Pagimana subdistrict of Banggai Regency showed that the parasite species that attacked of coral grouper were Oodinium sp, Benedenia sp, Trichodina sp, Chilodonella spp, and Crepidostomum sp. Keywords : parasites, floating net cage, Plectropomus reolatus
PARASITES IDENTIFICATION ON CORAL GROUPER (Plectropomus reolatus) IN FLOATING NET CAGE IN PAGIMANA SUB-DISTRICT OF BANGGAI REGENCY Sri Sukari Agustina
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.210

Abstract

This research was conducted to know the kinds of parasites that attack of coral grouper (Plectropomus reolatus) in floating net cage in Pagimana Sub-district of Banggai Regency. The technique of collecting data of grouper in floating net cage in Jayabakti Village and Samajatem Village, Pagimana Sub-district is done randomly (Random Sampling), while for laboratory analysis is done at Station KIPM Class II Luwuk Banggai. The sample of grouper taken in the form of live fish in a state of almost died / collapse. Parasitic examination includes morphological observation, behavior, ectoparasite examination and endoparasit examination. The results of the identification of parasite that attacked of coral grouper (Plectropomus reolatus) on floating net cage in Pagimana subdistrict of Banggai Regency showed that the parasite species that attacked of coral grouper were Oodinium sp, Benedenia sp, Trichodina sp, Chilodonella spp, and Crepidostomum sp. Keywords : parasites, floating net cage, Plectropomus reolatus
PELATIHAN PENGELOLAAN USAHA KERAJINAN LIMBAH CANGKANG KERANG Sri Sukari Agustina; Ni Luh Nuni Purwanti; Leonardo Bapisa
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.37 KB) | DOI: 10.32529/tano.v2i2.380

Abstract

Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan generasi muda Desa Apal Kecamatan Buko Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan dalam mengelola potensi limbah cangkang kerang yang tersedia sehingga bernilai ekonomis dan memiliki nilai jual.Metode pelaksanaan yang dilakukan untuk mewujudkan kegiatan ini yaitu metode parsitipatif, dimana seluruh kegiatan dilaksanakan bersama para pemuda. Adapun pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dengan pemaparan materi mengenai menumbuhkan minat masyarakat dan generasi muda untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang yang bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. dilanjutkan dengan pelatihan.Output kegiatan ini, pertama tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat dan generasi muda memberikan dampak positif bagi pelaksanaan kegiatan, terlihat dari sosialisasi dan pelatihan yang diberikan dapat berjalan dengan baik dan kedua pelaksanaan kegiatan pelatihan mampu menghasilkan luaran-luaran yang diharapkan, termasuk dalam hal peningkatan pengetahuan masyarakat dan generasi muda di Desa Apal
PEMBERDAYAAN UKM BUMDES MARENAK SULUBOMBONG MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK SAMBAL ROA Sri Sukari Agustina; Ratmi Rosilawati; Nurmawati Mambuhu
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v4i2.1158

Abstract

Desa Sulubombong berjarak sekitar 103 Km dari Kota Luwuk ibu kota Kabupaten Banggai. Wilayah Desa Sulubombong berada di pesisir pantai. Mata pencaharian penduduk yang mendominasi yaitu nelayan dan petani. Pada umumnya kelompok nelayan Desa Sulubombong adalah nelayan penangkap ikan di laut, dimana pada musim-musim tertentu hasil tangkapan berupa ikan roa. Hasil tangkapan ikan roa yang melimpah di perairan laut sekitar Desa Sulubombong oleh masyarakat sekitar diolah secara tradisional dengan cara pengasapan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus UKM BUMDes Marenak Sulubombong mengenai diversifikasi produk sambal roa. Metode yang dipergunakan yaitu partisipatif, yang melibatkan secara langsung pengurus UKM BUMDes Marenak. Tahapan kegiatan meliputi kegiatan survey dan observasi ke lokasi mitra, persiapan bahan dan alat yang dipergunakan untuk kegiatan, sosialisasi ke masyarakat pengguna, dan  pelatihan. Output luaran kegiatan yang dihasilkan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah produk serta peningkatan pendapatan pengurus dari diversifikasi produk sambal roa.
KAJIAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DAN HUKUM POTENSI PENYU SINORANG PANTAI DI KABUPATEN BANGGAI samsu Adi Rahman; Sri Sukari Agustina; Yanti Mutalib; Abdul Gani; Frederik Dony Sangkia; Lady Diana Khartiono; Akram .; Muh. Ikbal Trisaputra; Siswadi Sululing; Mohammad Syakir; Cut Desy Ariani; Iwan Gunawan; Nana Sutisna; Atma Agus
Jurnal Ilmiah Manajemen "E M O R" Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/jim.v5i2.1652

Abstract

Sinorang Pantai memiliki pantai yang indah dan sering dikunjungi penyu untuk mendarat dan bertelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan hukum masyarakat Sinorang Pantai, serta merumuskan konsep pengelolaan penyu di Sinorang Pantai. Berdasarkan analisis faktor internal dan faktor eksternal diperoleh hasil bahwa faktor internal pada kajian potensi di Sinorang Pantai terdapat 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi kekuatan dan 5 faktor menjadi kelemahan, sedangkan faktor eksternal kajian penyu di Sinorang Pantai ada 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi peluang dan 5 faktor menjadi ancaman. Salah satu bisnis yang bisa memberikan penghasilan positif bagi masyarakat adalah ekowisata penyu dan rencana pengelolaan ini berada pada kuadran II yaitu Growth.
SOSIALISASI BUDIDAYA IKAN BUBARA (Caranx sexfasciatus) DALAM KERAMBA JARING TANCAP DI DESA POPISI KABUPATEN BANGGAI LAUT Sri Sukari Agustina; Lady Diana Khartiono; Erwin Wuniarto; Abdul Gani; Yusril Mahendra; Nur Afrianti Yanun
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v5i2.1897

Abstract

Desa Popisi adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Banggai Utara Kabupaten Banggai Laut yang terletak di pesisir pantai dan memiliki wilayah laut yang luas. Penduduk Desa Popisi sebagian besar berprofesi sebagai nelayan budidaya dan nelayan tangkap. Nelayan budidaya memiliki keramba jaring tancap, dimana pengelolaannya masih secara tradisional. Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para nelayan di Desa Popisi tentang budidaya ikan bubara (Caranx sexfasciatus) dalam keramba jaring tancap secara baik dan benar, maka perlu dilakukan kegiatan sosialisasi budidaya ikan bubara dalam keramba jaring tancap. Program kegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif bersama dengan masyarakat nelayan Desa Popisi. Hasil output kegiatan ini yaitu: (a) meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat nelayan/ pembudidaya ikan tentang budidaya ikan bubara dalam keramba jaring tancap, (b) menumbuhkan jiwa enterpreneurship dan professional kepada masyarakat nelayan/pembudidaya ikan dalam mengembangkan budidaya ikan bubara dalam keramba jaring tancap yang baik dan benar.
PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN Piper betle L. DALAM PAKAN (PELLET) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN RASIO KONVERSI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Sri Sukari Agustina; Tasruddin; Mahmud; Faisal
Techno-Fish Vol 6 No 2 (2022): TECHNO-FISH
Publisher : TECHNO-FISH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v6i2.5208

Abstract

Salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk meningkatkan pertambahan bobot ikan nila adalah memperkuat daya tahan tubuh ikan dengan menambahkan ekstrak daun Piper betle L. pada pakan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengkaji penggunaan ekstrak daun Piper betle L. dalam pakan pellet terhadap nilai SGR dan FCR ikan nila (Oreochromis niloticus).Perlakuan dalam penelitian ini yaitu perbedaan konsentrasi ekstrak daun Piper betle L. dalam satu kilogram pakan pellet yang diberikan pada ikan nila. Pengukuran peubah meliputi SGR, FCR dan data penunjang kualitas air. Hasil penelitian disimpulkan konsentrasi ekstrak daun Piper betle L. dalam pakan pellet menunjukkan rerata nilai SGR dan FCR ikan nila yang berbeda pada setiap perlakuan. Perlakuan E (25% ekstrak daun Piper betle L./1 kg pakan) memberikan rerata nilai SGR tertinggi (1,96%) dan rerata nilai FCR terendah (1,42), sedangkan perlakuan A (tanpa ekstrak daun Piper betle L. dalam pakan) memberikan rerata nilai SGR terendah (1,897%) dan rerata nilai FCR tertinggi (1,58).
STUDI KARAKTERISTIK HABITAT PENELURAN PENYU DI PANTAI SINORANG, DESA SINORANG, KECAMATAN BATUI SELATAN, KABUPATEN BANGGAI SEBAGAI DASAR KELESTARIANNYA Samsu Adi Rahman; Sri Sukari Agustina; Yanti Mutalib; Abdul Gani; Frederik Dony Sangkia; Lady Diana Khartiono; Akram Akram; Siswadi Sululing; Muh. Ikbal Trisaputra; Mohammad Syakir; Cut Desy Ariani; Iwan Gunawan; Nana Sutisna; Atma Agus
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.173-185

Abstract

Penelitian ini tentang karakteristik habitat penyu di Pantai Sinorang dengan tujuan untuk mengetahui jenis penyu dan mengetahui karakteristik habitat penyu. Penelitian dilaksanakan di sepanjang Pesisir Pantai Sinorang pada bulan Juli-Oktober 2020 dengan mengumpulkan data lokasi peneluran penyu, suhu dan kelembaban pasir, lebar pantai, kemiringan permukaan pantai, tutupan vegetasi pantai, lamun, dan karang. Metode yang digunakan adalah teknik observasi lapangan dan analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi penyu ditemukan dua jenis, yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricate Linnaeus, 1766) dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea Eschscholtz, 1829). Karakteristik habitat penyu berupa vegetasi pantai di dominasi tumbuhan bulu babi (Spinifex littoreus), stasiun yang sering didatangi penyu untuk mendarat dan bertelur, adalah pantai yang berkategori agak curam, landai, dan sangat landai, pantai yang lebar. Ditemukan di stasiun 3 dengan rataan lebar pantai 179 m, stasiun 0,1,2,dan 3 dengan masing-masing lebar pantai yang berukuran sedang dengan rataan lebar pantai 33.6 m, 18.1 m, 13.85 m; pasir pantai tersusun atas dominansi partikel berukuran sedang, kelembapan pasir rata-rata sepanjang lokasi berkisar 19.9%-27.2% dengan kelembaban rata-rata sebesar 24%, Suhu pasir pada kedalaman 35-40 cm pada bulan Juli 26-26.6ºC, Agustus 29.3-30.3ºC, September 30.8-32.0ºC, Oktober 33-36.5ºC. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa habitat penyu di Pantai Sinorang berada pada tingkat kelayakan untuk mendarat dan bertelur. Kawasan Sinorang Pantai dapat dilakukan pengelolaan penyu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui ekowisata penyu, dan serta tetap menjaga kelestarian penyu.This study examines the characteristics of turtle habitat in Sinorang Beach. The purpose of this study was to determine the type of turtle and to determine the characteristics of the turtle habitat in Sinorang Beach. The research was carried out along the Sinorang Beach in July-October 2020 by collecting data on turtle nesting locations, sand temperature and humidity, beach width, beach surface slope, beach vegetation cover, seagrass, and coral. The method used is field observation technique and data analysis is done by qualitative descriptive analysis. The results of the identification of turtles found two types, namely the hawksbill turtle (Eretmochelys imbricate Linnaeus, 1766) and the olive ridley turtle (Lepidochelys olivacea Eschscholtz, 1829). The characteristics of the turtle habitat in the form of coastal vegetation are dominated by sea urchins (Spinifex littoreus) at stations frequented by turtles to land and lay eggs, the beach is categorized as rather steep, sloping, and very sloping, the largest beach width is at station 3 with an average of 179 m, the width of the medium-sized beach is at stations 0, 1, and 2 with an average beach width of 33.6 m, 18.1 m, 13.85 m, beach sand is composed of a dominance of medium-sized particles, the average sand humidity throughout the location is around 19.9% -27.2% with an average humidity of 24%, Sand temperature at a depth of 35-40 cm in July 26-26.6ºC, August 29.3-30.3ºC, September 30.8-32.0ºC, October 33-36.5ºC, and coral cover category at station 0 as much as 32.25% are still in the medium category. The results of this study can be concluded that the turtle habitat in Sinorang Beach is still at the level of feasibility for landing and laying eggs. In the Sinorang Beach area, turtle management can be carried out to improve the community's economy and maintain the sustainability of turtles.
PERFORMA WARNA IKAN Carrasius auratus DENGAN MENGGUNAKAN WADAH BERBEDA WARNA Sri Sukari Agustina
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 14, No 1 (2023): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i1.147

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk membandingkan warna wadah pemeliharaan dengan performa warna ikan Carrasius auratus. Organisme uji berupa ikan Carrasius auratus berukuran panjang 7 ± 0,5 cm, sebanyak 24 ekor. Metode eksperimen dipergunakan dalam percobaan ini dengan 4 perlakuan 3 ulangan, dimana perlakuan A (warna wadah putih), B (warna wadah kuning), C (warna wadah biru), dan perlakuan D (warna wadah hijau). Parameter yang diamati adalah performa warna ikan Carrasius auratus. Hasil akhir dari percobaan ini menunjukkan wadah dengan warna yang berbeda mempengaruhi performa warna ikan Carrasius auratus yang dipelihara dalam 20 hari dan 40 hari. 
PERFORMA WARNA IKAN Carrasius auratus DENGAN MENGGUNAKAN WADAH BERBEDA WARNA Sri Sukari Agustina
Grouper: Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan Vol. 14 No. 1 (2023): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i1.147

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk membandingkan warna wadah pemeliharaan dengan performa warna ikan Carrasius auratus. Organisme uji berupa ikan Carrasius auratus berukuran panjang 7 ± 0,5 cm, sebanyak 24 ekor. Metode eksperimen dipergunakan dalam percobaan ini dengan 4 perlakuan 3 ulangan, dimana perlakuan A (warna wadah putih), B (warna wadah kuning), C (warna wadah biru), dan perlakuan D (warna wadah hijau). Parameter yang diamati adalah performa warna ikan Carrasius auratus. Hasil akhir dari percobaan ini menunjukkan wadah dengan warna yang berbeda mempengaruhi performa warna ikan Carrasius auratus yang dipelihara dalam 20 hari dan 40 hari.Â