Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KAJIAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA DAN HUKUM POTENSI PENYU SINORANG PANTAI DI KABUPATEN BANGGAI Rahman, samsu Adi; Agustina, Sri Sukari; Mutalib, Yanti; Gani, Abdul; Sangkia, Frederik Dony; Khartiono, Lady Diana; ., Akram; Trisaputra, Muh. Ikbal; Sululing, Siswadi; Syakir, Mohammad; Ariani, Cut Desy; Gunawan, Iwan; Sutisna, Nana; Agus, Atma
Jurnal Ilmiah Manajemen Emor (Ekonomi Manajemen Orientasi Riset) Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/jim.v5i2.1652

Abstract

Sinorang Pantai memiliki pantai yang indah dan sering dikunjungi penyu untuk mendarat dan bertelur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan hukum masyarakat Sinorang Pantai, serta merumuskan konsep pengelolaan penyu di Sinorang Pantai. Berdasarkan analisis faktor internal dan faktor eksternal diperoleh hasil bahwa faktor internal pada kajian potensi di Sinorang Pantai terdapat 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi kekuatan dan 5 faktor menjadi kelemahan, sedangkan faktor eksternal kajian penyu di Sinorang Pantai ada 10 faktor, diantaranya 5 faktor yang menjadi peluang dan 5 faktor menjadi ancaman. Salah satu bisnis yang bisa memberikan penghasilan positif bagi masyarakat adalah ekowisata penyu dan rencana pengelolaan ini berada pada kuadran II yaitu Growth.
Meningkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat dengan Pembentukan Kelompok DESTANA (Desa Tangguh Bencana) di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Syakir, Mohammad; Ariani, Cut Desy; Stani, Abdil Halimis; Agus Hermawan, Atma; Rahman, Samsu Adi
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sinorang merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi rawan terjadinya bencana alam, terutama banjir, gempa bumi, abrasi pantai, tanah longsor bahkan tsunami yang mengakibatkan kerugian baik dari segi materi maupun korban jiwa. Munculnya kerugian materi maupun korban jiwa disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penanggulangan bencana. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menanggulangi terjadi bencana alam adalah dengan membentuk kelompok Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Tujuan dibentuknya DESTANA adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan kebencanaan, dan pemberdayaan kepada masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat (CSR) oleh JOB Tomori yang berada di Kawasan Desa Sinorang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil pembentukan kelompok dan upaya yang dilakukan menujukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap sesiapsiagaan bencana mencapai 75% dari pemahaman sebelumnya 27.3%. Kehadiran DESTANA dapat disimpulkan bahwa mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.
Pengaruh Penambahan Silase Hasil Samping Pengolahan Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) pada Pakan Terhadap Performa Pertumbuhan Udang Vaname (Penaeus vannamei) Safir, Muhammad; Bayan, Fara Farial; Mangitung, Septina F.; Rusaini; Rahman, Samsu Adi
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i1.718

Abstract

One of the efforts to reduce production costs in raising vaname shrimp is to use low protein feed with the addition of supplements to improve feed quality. Siamese catfish processing by-products in the form of silage have advantages such as a distinctive aroma and high nutrient absorption. The purpose of the study was to determine the addition of silage by-products of Siamese catfish processing to feed on the growth and survival of vaname shrimp. The treatments tested included the addition of Siamese catfish by-product silage to 25% protein feed at a dose of 10% (A), 20% (B), 30% (C), 40% (D) per kg of feed. The test shrimp (weight 2.30 ± 0.19 g) was given 5% of body weight with a frequency of 5 times a day. Maintenance was carried out for 7 weeks in an aquarium measuring 30×25×25 cm3 containing 12 L of water. The results showed that the highest growth was obtained in the addition of catfish by-product silage at a dose of 40% (2.81 g) and the lowest at a dose of 10% (2.00 g) (p<0.05). The lowest feed conversion ratio was in the 30% dose treatment (2.93) compared to the 10% dose (4.09). The survival rate obtained for all treatments ranged from 86.7-93.3%. The use of silage in feed to obtain growth and survival and low feed conversion ratio in vaname shrimp can be done by adding silage at a dose of 30% / kg of feed.
PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN CAPUNGAN BANGGAI (Pterapogon kauderni) PADA MIKROHABITAT YANG BERBEDA Rahman, Samsu Adi; Safir, Muhammad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2462

Abstract

Ikan capungan banggai (Pterapogon kauderni) dikenal sebagai Banggai cardinal fish (BCF) merupakan ikan endemik perairan kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Tingginya jumlah ikan P.kauderni yang diperdagangkan menyebabkan kelestarian ikan ini terancam punah. Salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut adalah mengoptimalkan kegiatan budidayanya. Penggunaan mikrohabitat yang sesuai dalam pemeliharaan ikan BCF akan memberikan performa pertumbuhan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis mikrohabitat terbaik dalam mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan P. kauderni pada media pembesaran. Jevenil ikan P. kauderni (bobot 0.42±0.5 g, dan panjang 1.5±0.3 cm) merupakan hasil tangkapan dari alam. Sebanyak delapan ekor ikan dipelihara dalam setiap kerambah jaring apung yang telah diberi masing-masing dua pieces mikrohabitat (bulubabi, anemon, karang). Hal yang sama untuk perlakuan kontrol namun tanpa mikrohabitat. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa dan kelangsungan hidup antar perlakuan mikrohabitat tidak berbeda secara signifikan (P>0.05), namun lebih tinggi dibandingkan kontrol (P<0.05). Mikrohabitat yang terbaik untuk pembesaran ikan P. kauderni adalah jenis bulubabi (Deademasitosum). Ikan capungan banggai (Pterapogon kauderni) dikenal sebagai Banggai cardinal fish (BCF) merupakan ikan endemik perairan kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Tingginya jumlah ikan P.kauderni yang diperdagangkan menyebabkan kelestarian ikan ini terancam punah. Salah satu upaya dalammengatasi masalah tersebut adalah mengoptimalkan kegiatan budidayanya. Penggunaan mikrohabitat yangsesuai dalam pemeliharaan ikan BCF akan memberikan performa pertumbuhan yang lebih baik. Tujuan daripenelitian ini adalah menentukan jenis mikrohabitat terbaik dalam mendukung pertumbuhan dankelangsungan hidup ikan P. kauderni pada media pembesaran. Jevenil ikan P. kauderni (bobot 0.42±0.5 g,dan panjang 1.5±0.3 cm) merupakan hasil tangkapan dari alam. Sebanyak delapan ekor ikan dipelihara dalamsetiap kerambah jaring apung yang telah diberi masing-masing dua pieces mikrohabitat (bulubabi, anemon,karang). Hal yang sama untuk perlakuan kontrol namun tanpa mikrohabitat. Setiap perlakuan diulang tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian, pertambahan biomassa dan kelangsungan hidup antarperlakuan mikrohabitat tidak berbeda secara signifikan (P>0.05), namun lebih tinggi dibandingkan kontrol(P<0.05). Mikrohabitat yang terbaik untuk pembesaran ikan P. kauderni adalah jenis bulubabi (Deademasitosum).
PENGGUNAAN WARNA WADAH YANG BERBEDA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS WARNA IKAN MAS KOI (Cyprinus carpio) Rahman, Samsu Adi; Djiada, Herdiyanto; Sangkia, Frederik Dony
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7069

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan warna wadah pemeliharaan terhadap kualitas warna ikan mas koi (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk. Ikan mas koi berukuran 3-5 cm dipelaihara selama 28 hari. Penelitian dilakukan dengan empat perlakukan dengan tiga ulangan yaitu: perlakuan kontrol (wadah putih); perlakuan wadah merah; perlakuan wadah kuning; perlakuan wadah hitam. Pakan yang diberikan yaitu pelet dengan frekuensi pemberian pakan dua kali setiap hari secara satiasi, yaitu pagi hari (pukul 09.00), dan sore (pukul 16.00). Pengukuran kualitas warna menggunakan perangkat lunak “Adobe photoshop 8” dengan melihat nilai rata-rata Red Green Blue (RGB). Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan memberikan peningkatan kualitas warna pada ikan, dengan peningkatan warna terbaik pada wadah pemeliharaan berwarna merah. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran normal.
PERFORMA CAIRAN FERMENTASI DAUN MANGROVE Sonneratia alba DENGAN PENGENCERAN BERBEDA UNTUK PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii Rahman, Samsu Adi; Sangkia, Frederik Dony; Athirah, Admi; Pattirane, Chrisoetanto P
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 10 No. 2 (2021): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v10i2.7542

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan pengenceran cairan fermentasi daun mangrove Sonneratia alba yang berbeda untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Desa Bulagi II, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai. Organisme uji yang digunakan dalam penelitian adalah rumput laut dari jenis K. alvarezii. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol, A (1 L cairan fermentasi /100 L air laut), B (1 L cairan fermentasi /50 L air laut), dan C (1 L cairan fermentasi /25 L air laut). Rumput laut direndam dalam cairan fermentasi daun mangrove selama satu jam dengan pengenceran berbeda. Parameter yang damati dalam penelitian ini meliputi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan spesifik harian, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenceran cairan fermentasi daun mangrove yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan rumput laut. Berdasarkan nilai rata-rata pertumbuhan terbaik ditunjukkan perlakuan 1 L cairan fermentasi /100 L air laut dengan pertumbuhan mutlak (147.52g), dan pertumbuhan spesifik (4.32%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perendaman rumput laut selama 1 jam dengan 1 L cairan fermentasi S. alba yang diencerkan dalam 100 L air laut dapat digunakan untuk meningkatkan petumbuhan rumput laut K. alvarezii
Prototype design of an IoT-based dryer and temperature monitoring device and test its utilization on the dryness and proximate levels of seaweed Rahman, Samsu Adi; Ayuba, Yusuf
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 1 (April, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i1.13577

Abstract

Seaweed has potential as a commodity for small and medium-scale businesses, but its quality is low due to conventional drying which experiences contamination and dries slowly. This research aims to produce a prototype IoT-based seaweed dryer to improve the quality of seaweed. The stages of this research are designing a prototype drying device, drying seaweed tests, and proximate analysis of seaweed. This research resulted in a 300W prototype using IoT components, including a solid state relay, Arduino Uno R3, potentiometer, thermocouple, 12C LCD, and SIM 800L V2 GSM GPRS module, with temperature control via an Android application. Optimal drying occurs at 60 oC, producing dried seaweed weighing 470.90 g from 1000 g. Water content decreases as temperature increases to 60 oC (18.85%), 50 oC (23.11%), 40 oC (32.30%), and conventional (34.50%). The highest protein, fat and carbohydrate content was at 60 oC, indicating drying efficiency at that temperature. Based on these results, it was concluded that using a dryer with a temperature of 60 oC was the best and most efficient.Keywords: Dryer; IoT; production; proximate; seaweed
Initial study of population and microhabitat of the Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) in Bilalang Bay, Banggai Regency Rahman, Samsu Adi; Djiada, Herdiyanto; Suhermanto, Achmad; Safir, Muhammad
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 3 (December, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i3.16488

Abstract

The Banggai cardinalfish is an endemic fish in Banggai waters which is experiencing a population decline caused by excessive exploitation and degradation of its microhabitat. This research aims to determine the population of the Banggai cardinalfish and its microhabitat in Bilalang Bay. The research was conducted from January to February 2023 in Bilalang Bay, Banggai Regency, Central Sulawesi. Research data collection used the Underwater Visual Survey (UVS) method using a 20mx5m belt transect (2.5m left and right of the transect rope) at five observation stations. Observations made included recruits (<25 mm) Total Length, juveniles (25-60 mm), and adults (>60 mm). The results of observations of the population and density of the Banggai cardinalfish differ based on five observation stations. The highest population of the Banggai cardinalfish is found at location II with a total population of 4,412 fish, consisting of 2,510 adult size fish, 1,800 juvenile size fish, and 102 recruit size fish, with a density of adults 21.1 ind/m2, juvenile density 8 ind/m2, and recruit density 0.5 ind/m2. Meanwhile, the highest population based on size is adult size. The recruitment stage of the Banggai cardinalfish is only found in stations 1, 2, and 3, with microhabitats of sea urchins and anemones. The Banggai cardinal fish has the highest population at station 2.Keywords: Endemic; Banggai cardinalfish; Microhabitat; Population; Bilalang Bay
Identification and pathogenicity of bacteria in Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Rahman, Samsu Adi; Agustina, Sri Sukari; Pageso, Nurul Izza Dg.
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.25151

Abstract

The banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) is an endemic fish species in the Banggai waters of Central Sulawesi, with an attractive body shape, making it a prime target for ornamental fish hobbyists. One of the causes of the decline in the Banggai cardinalfish population is disease infection. This study aims to identify pathogenic bacteria that infect the Banggai cardinalfish and to determine their pathogenicity levels. The research was conducted in two stages: first, isolation and identification of bacteria from the Banggai cardinalfish, and second, pathogenicity tests of the identified bacteria. Four bacterial isolates were obtained from the Banggai cardinalfish, and based on morphological characteristics and biochemical tests, four bacterial types were identified according to Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, namely Microbacterium spp., Rhodococcus spp., Bacillus sp., and Edwardsiella spp. The bacterium with the highest pathogenicity toward the Banggai cardinalfish was Bacillus sp., followed by Edwardsiella spp., Microbacterium spp., and Rhodococcus spp. Based on these results, it can be concluded that the identified bacteria are capable of killing the Banggai cardinalfish. Keywords: Bacterial; Banggai Cardinalfish; Identification; Isolates; Pathogenicity