Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab pada Remaja di Madrasah Aliyah Jumahir; Suma K. Saleh; Farid Haluti
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v8i1.4053

Abstract

Urgensi pembentukan karakter tanggung jawab pada peserta didik menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan era modern yang ditandai dengan krisis moral dan individualisme. Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter, khususnya tanggung jawab, melalui pendekatan yang terintegrasi antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PAI dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Banggai serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian dipilih secara purposive, terdiri dari guru PAI, siswa kelas XI dan XII, serta kepala madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI berkontribusi besar dalam membentuk karakter tanggung jawab melalui penguatan materi ajar, keteladanan guru, serta pelibatan aktif siswa dalam kegiatan keagamaan non-formal. Faktor pendukung utamanya adalah budaya sekolah yang religius dan dukungan dari kepala madrasah, sementara kendala utama berasal dari pengaruh media sosial dan kurangnya keterlibatan keluarga. Penelitian ini memperkuat teori pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan menyarankan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan serta pengembangan sistem evaluasi karakter yang lebih sistematis. Kesimpulannya, PAI berperan efektif dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa jika diterapkan secara terintegrasi dan kolaboratif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan longitudinal guna mengukur perubahan karakter dalam jangka waktu yang lebih panjang
MODEL PENGELOLAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH UMUM: TANTANGAN DAN SOLUSI Jumahir Jumahir; Masrion Tahawali; Farid Haluti
Damhil Education Journal Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dej.v5i2.2979

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi salah satu tantangan besar dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya di daerah terpencil seperti Kecamatan Luwuk. Meskipun kebijakan inklusi telah diterapkan, banyak sekolah yang masih menghadapi kendala dalam mengimplementasikannya secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji model pengelolaan pendidikan inklusif di sekolah umum di Kecamatan Luwuk, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang diterapkan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua, serta observasi di lapangan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola dan tema dalam data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kebijakan yang mendukung, penerapan pendidikan inklusif di Kecamatan Luwuk masih terbatas oleh kurangnya pelatihan guru, fasilitas yang tidak memadai, dan budaya sekolah yang belum sepenuhnya inklusif. Namun, beberapa sekolah berhasil mengembangkan model pengajaran kolaboratif antara guru umum dan guru pendamping, serta mengintegrasikan kurikulum yang lebih fleksibel untuk mendukung keberagaman kebutuhan siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas untuk meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun tantangan besar masih ada, model-model pendidikan inklusif yang efektif dapat dikembangkan dengan dukungan yang memadai. Untuk itu, disarankan agar kebijakan dan pelaksanaan pendidikan inklusif lebih difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dan penyediaan fasilitas yang lebih baik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan pendidikan inklusif, serta menerapkan pendekatan yang lebih luas di berbagai daerah.