Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Culinary Entrepreneur Dalam Mengembangkan Kinerja UMKM di Masa Pandemi Yuliana Riana Prasetyawati; Emilya Setyaningtyas; Jati Paras Ayu; Kartini Dwi Sartika; Sandy Adithia
Journal of Servite Vol. 3 No. 1 (2021): Journal of Servite
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/102003120213

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19, UMKM Kuliner merupakan salah satu UMKM yang terkena dampak paling signifikan. Hal ini karena UMKM memiliki ketahanan dan fleksibilitas yang rendah dalam menghadapi pandemi ini. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja penjualan adalah memanfaatkan digital marketing. Namun UMKM masih memiliki tingkat digitalisasi yang masih rendah. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini ditujukan bagi UMKM Kuliner yang berada di wilayah Jabodetabek agar lebih memahami peran public relation dan penggunaan media sosial sebagai strategi komunikasi pemasaran agar mampu bertahan di masa pandemi ini. Pelatihan ini dilakukan melalui media online dan dilanjutkan dengan penilaian pada proposal bisnis yang diajukan oleh pelaku UMKM Kuliner. Kegiatan LSPR Culinary Entrepreneur ini berjalan dengan lancar dan para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penggunaan digital marketing dan public relation sebagai strategi pemasaran UMKM untuk bertahan di masa pandemi Covid- 19.
Digital Influencer Sebagai Alternatif Baru Dalam Promosi Rintisan Desa Wisata Pada Desa Sedang Abiansemal Bali AA. Istri Putri Dwi Jayanti; Rani Chandra Oktaviani; Jati Paras Ayu
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , Desember 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v2i1.37

Abstract

This study was carried out by looking at the background of tourist villages, however there are still several villages that have tourism potential but have not received recognition from the Ministry of Tourism and Creative Economy as tourist villages. One of the villages that is of concern is the village of Sedang, Abiansemaal Badung Bali, where the village is rich in places; religious tourism, cultural tourism, and agro tourism which is rich in typical plants but on the other hand is still in the pioneering process of getting the title as a tourist village. Of the several main indicators in the verification process instrument as a tourist village, there are at least 7 aspects; there are tourist attractions, transportation routes, tourism awareness devices and groups, security, available homestays and tourist visits. Looking at the conditions in the middle village, the main problem lies in the relatively small number of tourist visits, this is due to the village's position between several other tourist villages, so that the middle village is more of a transit village than a visiting village because of its tourism potential. For this reason, this study looks at the importance of acceleration and penetration of target tourists so that they are aware and have the intention to travel to Sedang village. The community service program that has been implemented is through mapping tourist targets and implementing digital influencer innovation, where currently the use of digital influencers has become an alternative for disseminating information massively and persuasively. The aim of implementing this program is to be a tactical step to attract tourists to visit the village of Sedang through reviews, promotions and the logic of communication networks through digital media. The methods used in this program are 1) Providing Digital Influencer Innovation and assistance to village parties as shown in the Web Virtual Tour, 2) Quantitatively measuring the increase in the ability of village officials in managing digital influencers, 3) Measuring digital analytic data from responses resulting from use digital influencer integrated with a virtual web tour. Temporary activity results show that 40% of participants were able to use digital influencers and there was an increase in visit response with an increase of 10% in one month since a simulation of using digital influencers was created. It can be concluded that there are quite significant implications in the use of digital influencers, especially in the increase in the number of tourists coming, but what is important to concentrate on is selecting influencers and persuasive messages which are aspects that need to be considered in managing digital influencers
Analisis Multiplier Effect Pariwisata Berkelanjutan Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas Hamdani, Ayu Tiara; Dewi Rachmawati; Yesi Pandu Pratama Wibowo DC; Jati Paras Ayu; Siti Adelita Raif
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v7i1.10085

Abstract

Labuan Bajo adalah  destinasi pariwisata super prioritas yang  dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2019 untuk mengakselerasi  pengembangan wisata Indonesia. Sehingga tidak hanya mengandalkan Bali sebagai tujuan wisata utama. Pengembangan pariwisata ditujukan untuk  pengembangan berkelanjutan guna  memberikan manfaat sekarang dan masa yang akan datang. Selain itu pembangunan berkelanjutan juga memberikan dampak  positif bagi masyarakat terutama perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak perekonomian berganda  (multiplier effect) dalam pariwisata Labuan Bajo. Bagaimana hasil pariwisata  memberikan manfaat langsung, tidak langsung juga tambahan bagi  masyarakat Labuan Bajo. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap  17 informan yang terdiri dari pemerintah daerah Labuan Bajo, pelaku usaha pariwisata, tenaga  kerja, kelompok sadar wisata, wisatawan dan masyarakat lokal. Nilai efek berganda dihitung untuk mengetahui peningkatan ekonomi masyarakat Labuan Bajo. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan pariwisata di Labuan Bajo sebagai pariwisata super prioritas di Indonesia berkembang pesat yang ditandai dengan peningkatan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Hal ini juga berimbas pada peningkatan  pendapatan daerah yang meningkat, juga dampak ekonomi  pada masyarakat lokal. Melalui penghitungan multiplier effect dapat diketahui bahwa adanya pariwisata berdampak pada  peningkatan ekonomi masyarakat. Penyebaran wisatawan di destinasi wisata  terfokus pada kawasan Taman Nasional Komodo, sehingga perputaran ekonomi  berdampak langsung pada kawasan  tersebut. Hal ini tentunya menjadi masukan bagi pemangku  kebijakan untuk mengembangkan potensi wisata lain baik alam dan budaya agar  dampak ekonomi dapat  lebih dirasakan oleh seluruh masyarakat Labuan Bajo kabupaten  Manggarai Barat.