Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK 12 SPESIES ANGGOTA FAMILIA ASTERACEAE Hasanuddin Hasanuddin; Fitriana Fitriana
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.767 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan 12 spesies pada familia Asteraceae, menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah 12 spesies Asteraceae dari genus yang berbeda. Parameter yang digunakan adalah ciri morfologi batang, daun, bunga dan jenis stomata. Analisis data adalah melalui perhitungan Indeks Similaritas (IS) dan Indeks Disimilaritas (ID). Selanjutnya, dilakukan Analisis Cluster untuk mengelompokkan tanaman yang yang memiliki kesamaan karakteristik di antara 12 spesies tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak persamaan yang tampak diantara 12 spesies yang diteliti maka semakin dekatlah hubungan yang ada dan apabila semakin besar perbedaan maka semakin jauhlah hubungan yang ada. Hubungan kekerabatan terdekat ditunjukkan pada spesies Elephantopus scaber dan Vernonia cinerea dengan indeks disimilaritas terendah yaitu 28%. Selanjutnya, Tridax procumbens dan Zinnia elegans memiliki indeks disimilaritas 32% dan Eclypta alba dan Tagetes erecta dengan indeks disimilaritas 35%. Hubungan kekerabatan yang paling jauh ditunjukkan oleh kombinasi dari Tridax procumbens, Zinnia elegans, Widelia biflora, Ageratum conyzoides, Hellianthus annuus, Cosmos caudatus, Eclypta alba, Tagetes erecta dan kombinasi dari Elephantopos scaber, Vernonia cinerea, Emilia sanchifolia, Pluchea indica dengan Indeks Disimilaritas tertinggi yaitu 53,5%.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU REMAJA DALAM KELUARGA Fitriana Fitriana; Anizar Ahmad; Fitria Fitria
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2020): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v5i2.7898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh gadget terhadap perilaku remaja dalam keluarga di Desa Lamdom. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Subjek berjumlah 10 orang terdiri dari 5 remaja sebagai subjek utama dan 5 orang tua (ayah atau ibu) yang merupakan subjek  pendukung. Penentuan subjek dilakukan secara purposive samling dengan kriteria: keluarga yang berdomisili di Desa Lamdom, memiliki anak remaja usia 10-18 tahun, memiliki gadget yang digunakan terus menerus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja di Desa Lamdom telah menggunakan gadget selama 5-7 jam atau 300-420 menit dalam sehari, yang mengakibatkan remaja tersebut sudah mengalami kecanduan tergadap gadget. Penggunaan gadget yang berlebihan memberi dampak negatif bagi perilaku remaja dalam keluarga, seperti ketidakstabilan emosional yang mengakibatkan remaja mudah marah, emosi, gelisah, dan bahkan menggurung diri akibat dijauhkan dari gadget. Namun pengaruh tersebut tidak berakibat pada terjadinya kenakalan remaja yang dapat menyebabkan remaja melakukan perilaku menyimpang dan membutuhkan penanganan yang khusus. Oleh karena itu mengharuskan orang tua agar selalu mengawasi penggunaan gadget pada remaja, membatasi penggunaanya dan dapat mengatasi perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada remaja.
The Impact of Training and Development on Teacher Performance Nurul Faudiah; Fadhilah Fadhilah; Fitriana Fitriana; Rosmala Dewi
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 3 (2023): Management of Islamic Education
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndh.v8i3.4361

Abstract

Improving teacher performance still needs to continue to be improved, considering that there are still many bad records about teacher performance or uneven teacher performance. One way to improve teacher performance is by providing training and development to them. This research aims to find gaps in previous research and reanalyze them so that several research questions are asked, the first is how does training influence teacher performance? secondly, how development affects teacher performance and the last is how training and development influence teacher performance simultaneously. This research uses quantitative research which obtains data from respondents using a questionnaire that has been tested on an instrument with a 1-5 Likert scale. To test the instrument, use data validity and reliability tests. Meanwhile, the data analysis technique uses the classic assumption test (linearity test, normality test, heteroscedasticity test, and multicollinearity test). The regression test used uses multiple linear regression, F-test, and T-test to test the hypothesis in this research. The test results show that training and development have a significant influence on teacher performance, while development also has a significant influence on teacher performance. Simultaneously, teacher performance is influenced by training and development. An important finding is how important the resignation indicator of the development variable has an active role in influencing teacher performance with indicators of planning, implementation, and learning innovation as well as learning evaluation.
KONSTRIBUSI HASIL BELAJAR CIPTA KARYA TERHADAP KESIAPAN MAHASISWA MEMBUKA USAHA DALAM MENCIPTAKAN PRODUK BUSANA DIKALANGAN REMAJA Nur Istira; Fadhilah Fadhilah; Fitriana Fitriana
Jurnal Busana & Budaya Vol 3, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v3i1.34101

Abstract

Kesiapan mahasiswa membuka usaha dapat dilihat melalui hasil belajar Mata Kuliah Cipta Karya selama satu semesterpembelajaran .Penelitian ini bertujuan untuk mengindetifikasi konstribusi hasil belajar cipta karya dalam menciptakan produk busana dikalangan remaja.Mengindetifikasi kesiapan mahasiswa membuka usaha, serta menganalisis konstribusi hasil belajar cipta karya terhadap kesiapan mahasiswa membuka usaha.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2019 yang telah lulus Mata Kuliah Cipta Karya sebanyak 64 mahasiswa.Pengumpulan datamenggunakan angketdan dokumentasi.Uji coba instrumen dilakukan terhadap 64 mahasiswa yang telah lulus Mata Kuliah Cipta Karya angkatan 2019.Analisi data melalui uji analisis deskriptifdan diadakanpengujian prasyarat analisis meliputi uji normalitas, linearitas, regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil Belajar Cipta Karya dari 64 responden dengan kategori nilai A sebanyak 34 responden sebesar (53.1 %) dengan nilai tertinggi.Kesiapan Mahasiswa Membuka Usaha dari 64 responden sebanyak 23 responden sebesar (35.9%) dengan kategori tinggi.Hasil uji pengaruh dari uji F dapat disimpulkan menunjukkan tidak ada pengaruh variabel hasil belajar Cipta Karya (X) terhadap kesiapan mahasiswa membuka usaha (Y) .Ujit menyatakankoefisien regresi tersebut bernilai positif. Ho diterima dan Haditolak artinyatidak terdapat pengaruh antara hasil belajar Cipta Karya.Sedangkan dari uji R Square variabel hasil belajar Cipta Karya terhadap kesiapan mahasiswa membuka usaha sebesar 2.5 %.Interprestasi r membuktikan pengaruh hasil belajar cipta karya terhadap kesiapaan mahasiswa membuka usaha berada pada kategori sangat rendah.Disarankan kepada mahasiswa lulusan Mata Kuliah Cipta Karya untuk selalu tekun,semangatuntuk berani membuka usaha,memajukan usaha, serta selalu mengembangkan usaha busana lebih percaya diri, menerima tantangan dalam dunia usaha.KataKunci :Hasil Belajar Cipta Karya, Kesiapan Membuka Usaha
PENGARUH ASIMILASI BUDAYA TERHADAP PENGGUNAAN BUSANA PENGANTIN MELAYU DI KECAMATAN KARANG BARU ACEH TAMIANG Nurul Husnah; Rosmala Dewi; Fitriana Fitriana
Jurnal Busana & Budaya Vol 3, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v3i1.32517

Abstract

Busana Melayu merupakan representasi kultur dan budaya Melayu dalam bidang berpakaian, memiliki nilai simbolis khas Melayu yang sarat makna dan dipakai sesuai dengan kondisi, waktu, maksud dan tujuan. Nilai-nilai budaya dan keagamaan menjadi ciri khas busana pengantin Melayu Tamiang harus tetap dipertahankan dalam perkembangan busana pengantin Melayu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif asimilasi, perkembangan gaya busana pengantin Melayu, dan eksistensi busana pengantin Melayu di Desa Medang Ara Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang. Jenis penelitian merupakan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan asimilasi di Aceh Tamiang tidak hanya disebabkan oleh keadaan masyarakat yang multietnis, namun banyak faktor yang mempengaruhinya diantaranya sikap toleransi masyarakat, keterbukaan masyarakat terhadap hal baru, dan pernikah campur dengan suku lain (amalgamasi). Asimilasi menyebabkan masyarakat kurang memahami budaya sendiri, sehingga mengubah pandangan masyarakat terhadap busana adat pengantin. Calon pengantin dalam memilih busana pengantin tidak berdasarkan kebudayaan yang dimilikinya, melainkan berdasarkan trend dan nilai estetika. Tolak ukur masyarakat dalam memilih baju adat bukan berdasarkan nilai-nilai kebudayaan yang ditampilkan. Namun, beberapa responden tetap mempertahankan tradisi dan menggunakan busana pengantin Melayu secara autentik dengan mengedepankan nilai-nilai kebudayaan. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang perubahan tren busana pengantin Melayu dan implikasi dari asimilasi budaya terhadap keberlangsungan budaya Melayu di daerah tersebut.Kata kunci: Asimilasi Budaya, Busana Pengantin, Aceh TamiangMalay fashion is a representation of Malay culture and culture in the field of dress, has a typical Malay symbolic value that is full of meaning and is used according to conditions, time, purpose and purpose. Cultural and religious values that characterize the Tamiang Malay bridal fashion must be maintained in the development of Malay bridal fashion. The purpose of this research is to identify the positive and negative impacts of assimilation, the development of Malay bridal fashion styles, and the existence of Malay bridal fashion in Medang Ara Village, Karang Baru District, Aceh Tamiang. The type of research is descriptive qualitative and data collection is done through observation, interviews documentation and triangulation. Data analysis techniques through data reduction, data presentation and conclusion/verification. The results showed that assimilation in Aceh Tamiang was not only caused by the multiethnic state of the community, but many factors influenced it including the attitude of community tolerance, community openness to new things, and mixed marriages with other tribes (amalgamation). Assimilation causes people to understand less about their own culture, thus changing people's views on traditional bridal attire. The bride-to-be in choosing a bridal outfit is not based on the culture she has, but based on trends and aesthetic values. The community's benchmark in choosing traditional clothes is not based on the cultural values displayed. However, some respondents still maintain the tradition and use Malay bridal clothing authentically by prioritizing cultural values. The results of this study can provide an overview of changes in Malay bridal fashion trends and the implications of cultural assimilation for the sustainability of Malay culture in the area.Keywords: Cultural Assimilation, Bridal Fashion, Aceh Tamiang
MODIFIKASI BUSANA PENGANTIN ADAT ACEH PESISIR DI KALANGAN PERIAS PENGANTIN Eno Octavia Baijuri; Fitriana Fitriana; Rosmala Dewi
Jurnal Busana & Budaya Vol 3, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v3i1.33715

Abstract

Bentuk dan ciri khas busana pengantin Aceh Pesisir sudah sangat jauh terjadi perubahan sehingga tidak sesuai dengan bentuk yang sebenarnya serta syariat yang berlaku di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model busana pengantin adat Aceh Pesisir, mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan pada busana pengantin adat Aceh Pesisirdan mengetahui tanggapan tokoh adat tentang modifikasi busana pengantin adat Aceh Pesisir. Penelitianmerupakanstudikasusdenganpendekatankualitatif.Subjekpenelitianterdiridari3 orang perias pengantin dan 2 orang tokoh adat. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi,wawancaradandokumentasidi3galeririaspengantinyangadadiKotaBandaAceh danAcehBesar.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaperubahanmodelbusanapengantinadat Aceh Pesisir modifikasi pada galeri rias pengantin mengalami perubahan. Bentuk dasar baju pengantin wanita berupa baju kurung dengan penambahan kain panjang menjuntai ke lantai, memakain songket sampai ke kaki dan tidak menggunakan sileuweu meutunjong. Selanjutnya berbentuk gaun panjang atau kebaya panjang dengan bagian belakang panjang menjuntai ke lantaidenganukuranpasbadan.Perubahanwarnayangbervariasisebagaipengembanganagar lebih banyak pilihan. Perubahan bahan yang awalnya sutra dan satin, berfariasi taffeta, renda dan brokat. Busana pengantin pria dimodifikasi pada bentuk baju menyerupai jas dan rompi serta model celana yang berbentuk lurus dan mengecil pada bagian kaki serta menggunakan karet pada bagian pinggang. Hiasan yang dimodifikasi berupa bordiran warna emas, aplikasi payetdanpenggunaanrendatempel.Penyebabterjadinyamodifikasihadirnyaperiaspengantin baru yang tidak mengerti tentang busana adat Aceh Pesisir, permintaan pelanggan, minimnya ilmu pengetahuan tentang busana pengantin adat Aceh Pesisir, perkembangan zaman dan era globalisasi serta kreatifitas dari perias pengantin.Tanggapan tokoh adat terhadap modifikasi busana pengantin Aceh Pesisir, dalam hal modifikasi warna dan motif dianggap dapat menambahnilaikeindahandanmenambahberbagairagamhiasyangadadiAceh.Akantetapi perubahan bentuk menjadi gaun dan kebaya panjang sudah melenceng dari ciri busana daerah Aceh. Modifikasi boleh saja dilakukan, namun tetap memperhatikan unsur-unsur dan tidak menghilangkan ciri pada busana pengantin adat AcehPesisir.
Penerapan Motif Kain Tenun Songket Aceh Besar Pada Produk Pakaian Ready To Wear Dengan Teknik Digital Printing Cut Fidiyah Risya Azilla; Fadhilah Fadhilah; Fitriana Fitriana; Agung Rorhi Prayudha
Jurnal Busana & Budaya Vol 5, No 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbb.v5i2.51787

Abstract

Kain tenun songket Aceh Besar merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai-nilai budaya serta keindahan yang tinggi. Meskipun diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, motif tradisional kain tenun songket Aceh Besar kurang dikenal di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Fenomena ini disebabkan karena busana siap pakai (ready to wear) dengan teknik digital printing yang terdapat dipasaran pada umumnya menggunakan motif-motif modern, sangat jarang ditemui yang menggunakan motif tradisional khususnya motif tenun songket Aceh Besar pada produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkankan motif kain tenun songket Aceh Besar pada busana ready to wear dengan menggunakan teknik digital printing dan mengetahui daya tarik informan terhadap produk yang dihasilkan serta mengetahui peluang untuk produk ini di pasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian eksperimen terapan sebagai bagian dari metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, wawancara, dan eksperimen terapan. Hasil dari penelitian ini adalah dua produk pakaian ready to wear menggunakan desain motif geulima meupucok dan ireh halua dengan dua model dengan warna yang berbeda. Produk I berupa gamis berwarna biru dengan penerapan motif tenun songket Aceh Besar pada bagian lapisan depan yang bersambung dengan badan depan, dan produk II berupa kemeja wanita bewarna coklat dengan penerapan motif pada bagian badan depan. Diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai motif tradisional Aceh Besar menjadi inspirasi bagi desainer dan produsen untuk memanfaatkan motif-motif budaya lokal dalam busana siap pakai, serta ikut andil dalam pelestarian dan pengenalan kembali warisan budaya Indonesia.Kata Kunci: Motif tenun songket Aceh Besar, busana ready to wear, digital printing.