Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penurunan Kualitas Minyak Pelumas Pada Kendaraan Bermotor Berdasarkan Nilai Viskositas, Warna dan Banyaknya Bahan Pengotor Wayan Diatniti; Amir Supriyanto; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.89

Abstract

Telah dilakukan analisis penurunan kualitas minyak pelumas pada kendaraan bermotor. Pada penelitian ini digunakan dua motor 4tak, yaitu motor Vixon tahun 2008 dan motor Vixon tahun 2013 dan pelumas yang digunakan, yaitu Yamalube dengan SAE 10W-40. Parameter yang akan dianalisis, yaitu nilai viskositas dengan metode Stormer (mengamati waktu alir fluida pada buret dan menggunakan persamaan Poiseuille). Analisis warna dengan memanfaatkan nilai histogram grayscale pada pengolahan citra Delphi. Analisis banyaknya bahan pengotor menggunakan sentrifugasi. Hasil penelitian menunjukkan semakin bertambah jarak tempuh motor, maka nilai viskositas dan nilai histogram grayscale pelumas mengalami penurunan. Untuk parameter analisis banyaknya bahan pengotor tidak didapatkan hasil, karena pelumas dengan bahan pengotor cukup homogen sehingga tidak dapat dilihat dengan kasat mata.
Realisasi Sistem Akuisisi Data Spektrum Getaran Pada Accelerometer MMA7361 Menggunakan Micro SD Dan Komputer Siti Kholifah; Arif Surtono; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.90

Abstract

Telah dirancang dan dibuat realisasi sistem akuisisi data spektrum getaran pada accelerometer MMA7361 menggunakan micro SD dan komputer. Data tegangan dari sensor akibat getaran diolah oleh mikrokontroler yang hasilnya ditampilkan oleh LCD, disimpan dalam micro SD dan dikirim ke komputer menggunakan port USB dengan delay 10 ms. Proses pengolahan dan komunikasi data diatur oleh program pada mikrokontroler dengan pemrograman bahasa C. Proses analisis frekuensi menggunakan pemrograman FFT dengan frekuensi sampling sebesar 100 Hz. Respon sensor accelerometer MMA7361 kurang sensitif terhadap getaran frekuensi yang rendah dibawah 12,5 Hz. Hasil pengukuran getaran diperoleh tegangan sensor rata-rata sebelum difilter pada arah sumbu x sebesar 1,65 volt-1,70 volt, sumbu y sebesar 1,4 volt-1,5 volt, sumbu z sebesar 2,1 volt-2,2 volt.
Rancang Bangun Penguat Biopotensial Elektrokardiografi (EKG) Berbasis IC AD620 Imam Nasiqin; Arif Surtono; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.91

Abstract

Aktivitas listrik jantung menjadi dasar Elektrokardiografi (EKG) dalam mengamati jantung. Komponen EKG terdiri dari rangkaian penguat biopotensial menggunakan IC AD620, bandpass filter, notch filter, dan penguat non-inverting. Rangkaian penguat biopotensial dari sebuah instrumentasi EKG menjadi komponen utama dalam penelitian ini. Semua rangkaian ini diuji karakteristiknya menggunakan signal generator sebagai pembangkit sinyal dan keluaran dari komponen EKG diamati menggunakan osiloskop. Diperoleh hasil dari penguat biopotensial mampu menguatkan sinyal lemah jantung hingga 23 kali penguatan, bandpass filter tipe Sallen-Key mampu menekan sinyal hingga -3 dB pada frekuensi atas 110 Hz. Notch filter tipe Wien-Bridge mampu menekan sinyal berfrekuensi 50 Hz untuk menghilangkan noise dari interferensi jala-jala jaringan listrik. Penguat non-inverting mampu menguatkan sinyal hingga 28 kali penguatan. Pengujian rangkaian EKG menggunakan osiloskop menghasilkan sinyal EKG pada lead I, lead II, dan lead III.
Desain dan Realisasi Sistem Telemetri Getaran dengan Media Transmisi HT Menggunakan Sensor Accelerometer MMA7361 Berbasis Mikrokontroler ATMega8535 Gurum Ahmad Pauzi; Meta Dia Febriska; Amir Supriyanto
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.93

Abstract

Telah direalisasikan sistem telemetri getaran dengan media transmisi HT yang menggunakan sensor accelerometer MMA7361 berbasis mikrokontroler ATMega8535. Tujuan penelitian adalah membuat sistem pendeteksi gempa bumi sederhana. Penelitian dilakukan dengan meletakan sensor accelerometer di atas speaker yang diberikan frekuensi dari signal generator, dianggap sebagai getaran gempa bumi buatan. Frekuensi diberikan bervariasi dari 0,5Hz s.d. 20Hz diambil selama 400s. Hasil pengujian FFT dengan filter Savitzky-Golay, frekuensi dominan sumbu X adalah 0,66265Hz dengan magnitudo 8,6871dB untuk, pada sumbu Y frekuensi dominan adalah 0,66934Hz dengan magnitudo 10,6789dB dan pada sumbu Z frekuensi dominan adalah 0,64678Hz dengan magnitudo 13,3095dB. Data hasil penelitian dianalisis dan diperoleh standar deviasi pada sistem telemetri untuk sumbu X adalah 0,2313 V, untuk sumbu Y adalah 0,4954 V dan untuk sumbu Z 0,0198 V.
Analisis dan Pemanfaatan Tabung Optik Bentuk U Untuk Pengukuran Kekeruhan Air Kolam Budi Daya Ikan Serta Pengontrolannya Menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Dewi Sartika Rhomadhani; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.96

Abstract

Telah direalisasikan sensor kekeruhan dari bahan optik bentuk U untuk pengontrolan kekeruhan air kolam budi daya ikan menggunakan PLC. Sensor kekeruhan bahan optik bentuk U terdiri dari LED RGB sebagai transmitter dan LDR sebagai receiver. Dibuat juga sensor kekeruhan dari tabung optik bentuk lingkaran dan sensor kekeruhan tanpa bahan optik. Pengkalibrasian sensor terhadap tingkat kekeruhan menggunakan turbidimeter yang memiliki satuan Nephelometric Turbidity Units (NTU). Sampel air yang diukur dari 0 NTU-900 NTU. Pengontrolan kekeruhan air kolam budi daya ikan menggunakan PLC Omron CPM1A. Sistem pompa penghisap dan pembuangan air bekerja ketika kekeruhan air kolam mencapai kekeruhan referensi, yaitu 400 NTU. Saat kekeruhan berada dibawah kekeruhan referensi sistem berhenti bekerja. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan sensor kekeruhan bahan optik bentuk U output sensor berkisar 0,01 volt-0,03 volt. Sementara, sensor kekeruhan bahan optik bentuk lingkaran memberikan respon tetap terhadap perubahan kekeruhan, dan sensor kekeruhan tanpa bahan optik memberikan respon linier.
Desain dan Realisasi Alat Pendeteksi Perubahan Tingkat Kemiringan Tanah sebagai Penyebab Tanah Longsor Menggunakan Sensor Potensio Linier Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 Shintha Yunia Ulfa; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.99

Abstract

Tanah longsor merupakan tergelincirnya satu blok (tanah) terhadap tanah yang lain. Tanah Longsor dapat dideteksi dengan perubahan tingkat kemiringan tanah. Penelitian ini menunjukkan desain dan realisasi alat pendeteksi tingkat kemiringan tanah menggunakan sensor potensio linier berbasis mikrokontroler ATMega 8535. Sistem bekerja dengan 4 (empat) unit sensor potensio linier. Sensor ditempatkan pada setiap sudut bagian atas sistem. Sehingga sensor dapat mendeteksi kemiringan dengan empat arah. Setiap perubahan kemiringan sistem, beban akan menggeser kawat kearah atas dan bawah. Pergeseran kawat ini yang menyebabkan resistansi pada sensor berubah. Nilai keluaran sensor dihubungkan dengan rangkaian pembagi tegangan sebelum masuk ke ADC. Oleh karena itu nilai keluaran yang diperoleh oleh sistem berubah sesuai dengan arah dan perubahan tingkat kemiringan. Kemudian nilai keluaran ditampilkan pada LCD dan disimpan pada micro-sd. Berdasarkan penelitian alat yang digunakan dapat mendeteksi perubahan tingkat kemiringan 00 hingga 250.
Sistem Instrumentasi Akuisisi Data EKG 12 Lead Berbasis Komputer A Agustiawan; Arif Surtono; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.104

Abstract

Jantung merupakan organ tubuh yang berfungsi memompa darah keseluruh tubuh dan kembali ke jantung. Apabila proses ini terganggu maka inilah yang disebut dengan sakit jantung, untuk mengatasi gangguan jantung secara tiba-tiba maka dibutuhkan alat yang disebut dengan Elektrodiograf. EKG merupakan sebuah grafik yang menunjukan rekaman listrik jantung pada manusia, selain itu aktifitas kelistrikan jantung pada manusia dapat dibuat perangkat prototipe dengan kisaran masukan tegangan 0 s.d 5 Volt. Pada penelitian ini telah buat sebuah prototipe sistem instrumentasi akuisisi data EKG 12 lead berbasis komputer. Rancangan akuisisi menggunakan mikrokontroler ATMega16 sebagai pengontrol utama, USB to serial RS232 sebagai media komunikasi interfacing komputer. Proses analisis sinyal dimulai dari menentukan tegangan masukan dari masing-masing 12 lead kemudian akan dikomunikasikan secara serial di simpan dalam bentuk data teks dan grafik dengan frekuensi maksimal 50 Hz. Pada prototipe ini mendapatkan keluaran frekuensi 30 Hz untuk tegangan masukan 2,5 Volt dan 50 Hz untuk tegangan 5 Volt.
Analisis Distribusi Medan Magnet Pada Daerah Sekitar Gardu Induk (GI) PT PLN (Persero) P3B Sumatra Teluk Betung Selatan-Bandar Lampung Menggunakan Surfer Riza Septiani; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito; Wahyu Handriyanto
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.105

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis distribusi medan magnet di daerah sekitar Gardu Induk (GI) PT.PLN (Persero) P3B Sumatra, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Gardu Induk (GI) berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem transmisi listrik ke distribusi konsumen. Hal tersebut menyebabkan timbulnya medan magnet di sekitar peralatan instalasi listrik dan sekitar kawat berarus yang ada di GI. World Health Organization (WHO) dan SPLNmenetapkan baku mutu medan magnet, yaitu 1000 ?T, sementara Kemenkes dan SPLN menetapkan baku mutu medan magnet, yaitu 5000 ?T. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran medan magnet dengan alat ukur Milli Gauss Meter GU-3001pada waktu pagi, siang, dan malam hari (beban puncak) menunjukkan bahwa waktu penyaluran daya listrik cukup mempengaruhi besarnya medan magnet dan nilai yang ditimbulkan masih dalam ambang batas baku mutu medan magnet. Nilai medan magnet tertinggi, yaitu 10,71 ?T (arus searah DC) dan 3,42 ?T (arus bolak-balik AC). Nilai tersebut adalah hasil pengukuran medan magnet pada waktu malam hari (beban puncak) yang masih di bawah baku mutu medan magnet.
Analisis Pengaruh Tekanan Pada Serat Optik Terhadap Sistem Transmisi Data BerbasisMikrokontroler ATMega32 Dengan Akuisisi Data Menggunakan Matlab Rita Budiati; Gurum Ahmad Pauzi; W Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.109

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh tekanan pada serat optik terhadap sistem transmisi data. Pengaruh tekanan pada serat optik ini lebih dikenal dengan mikrobending. Mikrobending menyebabkan terjadinya deformasi pada inti serat optik dan mengakibatkan berkurangnya daya optik yang melalui serat optik. Penelitian ini meliputi pengujian kestabilan laser, pengaruh tekanan dan elastisitas serat optik. Pengujian ini menggunakan sensor fototransistor, serat optik single mode, laser dengan panjang gelombang 650 nm, catu daya, sistem minimum mikrokontroler ATMega32, rangkaian penguat IC324, dan software Matlab. Tekanan yang diberikan berasal dari variasi beban dengan massa antara 0 sampai 8 kg.Variasi beban diletakkan di atas serat optik secara terpusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kestabilan laser cukup baik, ketika variasi beban diletakkan di atas serat optik, maka sinar laser yang diterima semakin kecil. Oleh karena itu, sinar laser yang diterima semakin kecil, maka tegangannya akan semakin kecil juga. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan grafik seiring bertambahnya beban yang diletakkan di atas serat optik dan serat optik menunjukkan elastisitas yang cukup baik.
Deteksi Miokard Infark Jantung pada Rekaman Elektrokardiogram Menggunakan Elevasi Segmen ST Arif Surtono; J Junaidi; Gurum Ahmad Pauzi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.111

Abstract

Telah dilakukan sistem deteksi kelainan miokard infark jantung pada rekaman elektrokardiogram (EKG) berdasarkan tingkat elevasi segmen ST. Sinyal EKG didekomposisi menggunakan transformasi wavelet hingga 2 tingkat untuk memisahkan dari derau frekuensi tinggi. Hasil dekomposisi ini kemudian direkonstruksi sehingga diperoleh sinyal EKG yang bebas derau. Parameter-parameter penting dalam sinyal EKG untuk menghitung elevasi segment ST telah dideteksi seperti puncak gelombang R, P, T serta lembah gelombang Q dan S. Selain itu juga dideteksi parameter titik PR dan ST berdasarkan gelombang P, Q, R , S dan T yang ada di dalam sinyal EKG. Tingkat elevasi segment ST dihitung sebagai selisih absolut antara titik PR dan titik ST dalam setiap siklus sinyal EKG. Pada penderita miokard inskemik yang berpotensi menjadi miokard infark maka elevasi segmen ST > 0,1 mV. Jika sebaliknya maka dikategorikan normal.