Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK KONSELING REALITA TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 5 KOPANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Khopi Jaelani; Hariadi Ahmad; Nurul Iman
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v4i2.125

Abstract

Permasalahan penelitian adalah kurangnya sikap tanggung jawab kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 5 Kopang. Upaya menangangi permasalahan penelitian bisa dengan menerapkan konseling realita dimana menekankan sikap tanggung jawab kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh teknik konseling realita terhadap sikap tanggung jawab kemandirian belajar siswa SMP Negeri 5 kopang kabupaten lombok tengah. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan desain penelitian one group pree-test dan post-test design.Teknik sampling yang digunakan penelitian yaitu purposive random sampling. Populasi penelitian sebanyak 289 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai data primer sedangkan observasi, dan studi dokumentasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test. Hasil analisis data t-hitung sebesar 6,893 dengan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-1) = 18 sebesar 2,101. Nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel (6,893>2,101). Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian signfikan yaitu ada pengaruh teknik konseling realita terhadap sikap tanggung jawab dalam kemandirian belajar siswa SMP Negeri 5 kopang kabupaten lombok tengah, sehingga hipoteis nihil (H0) ditolak, dan hiposesis alternative (Ha) diterima
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Edukatif di RA Nurul Islam Kalijaga Nurul Iman
Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum Vol. 1 No. 1 (2025): Juli 2025 Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum
Publisher : Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan melalui permainan edukatif pada anak Kelompok A di RA Nurul Islam Kalijaga. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 13 anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak. Peningkatan persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dari 7,7% pada pra-siklus menjadi 38,5% pada akhir siklus I, dan meningkat signifikan menjadi 84,6% pada akhir siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan bermain sambil belajar efektif untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini, khususnya dalam pengenalan lambang bilangan.    
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Pertumbuhan Anak Stunting Di Desa Pemenang Timur Tahun 2024 Khairul Huda; Nurul Iman
Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025 Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum
Publisher : Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kejadian stunting adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan anak stunting di Desa Pemenang Timur tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 125 orang tua yang memiliki anak stunting. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup skala Likert. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan pertumbuhan anak stunting. Pola asuh permisif cenderung berkontribusi terhadap rendahnya pemahaman orang tua mengenai kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
Strategi Sosialisasi Akreditasi Untuk Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan Kesetaraan Di Provinsi Nusa Tenggara Barat Mawardi Saleh; Nurul Iman
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Desember, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai kebijakan dan mekanisme akreditasi BAN-PDM pada satuan pendidikan kesetaraan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023, setiap satuan pendidikan wajib mengajukan akreditasi untuk menjamin mutu pendidikan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi daring (webinar) menggunakan platform Zoom Meeting yang diikuti oleh 140 lembaga sasaran, terdiri dari 137 PKBM dan 3 PPS di 10 Kabupaten/Kota se-NTB. Hasil kegiatan menunjukkan tercapainya pemahaman komprehensif peserta mengenai pengisian Deskripsi Kinerja Asesi (DKA) dan penggunaan aplikasi Sispena PDM 2025 sebagai syarat awal visitasi. Selain itu, tercipta sinergi strategis antara BAN-PDM dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bima dan Dompu dalam hal pendampingan intensif bagi lembaga. Simpulan dari pengabdian ini adalah sosialisasi efektif meningkatkan kesiapan teknis lembaga dalam menghadapi transformasi mekanisme akreditasi tahun 2025.
Pengaruh Model Bermain Peran Berbasis Budaya Lokal Terhadap Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia 5–6 Tahun Ahmad Zainul Irfan; Nurul Iman; Lalu Sirajul Hadi; Baiq Sarlita Kartiani
Jurnal Eduforia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA) Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/nx8jf628

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of a local culture-based role-play model in enhancing the social-emotional competence of early childhood learners. Employing a quasi-experimental pretest–posttest control group design, the study involved children aged 5–6 years enrolled in early childhood education (ECE) institutions. The intervention was conducted over 6–8 weeks, consisting of 2–3 sessions per week using role-play scenarios derived from local folklore and cultural values. Social-emotional competence was measured using culturally adapted versions of the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) and the Assessment, Evaluation, and Programming System (AEPS). ANCOVA results revealed significant improvements in the treatment group compared to the control group, particularly in areas of empathy, emotional regulation, and prosocial behavior. The intervention’s effectiveness was reinforced by high fidelity of implementation and active involvement of teachers and parents. These findings underscore the potential of integrating local cultural elements into learning models as a culturally responsive strategy to foster social-emotional development and curriculum relevance in ECE settings. The study recommends national-level adoption of such programs through targeted teacher training and community-based curriculum design as part of a sustainable early childhood education framework.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN EMPATI PADA  SISWA SD NEGERI 2 PRINGGAJURANG M. Zainuddin; Dwi Endrasto Wibowo; Reza Zulaifi; Nurul Iman
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/INSIGHT.142.02

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group guidance services using storytelling techniques in enhancing the empathy of sixth grade elementary school students in East Lombok. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using pre-test and post-test measurements on ten randomly selected participants. The instrument used was an empathy scale covering four dimensions, while the intervention was carried out through story reading and paired retelling activities. Data were analyzed using comparative tests to determine changes in empathy levels after the intervention. The results indicate a significant increase in empathy with an average score improvement of twelve point three. The greatest increase occurred in the perspective taking dimension, followed by empathic concern, imagination, and personal distress. These findings demonstrate that storytelling is an effective guidance strategy for developing students’ ability to understand the feelings of others.
Hubungan Kepercayaan Diri dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMA Negeri 3 Praya I KETUT Candra Anggara Prayoga; Farida Herna Astuti; Nurul Iman
Jurnal Eduforia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA) Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/y6jssm64

Abstract

Percaya diri menjadi salah satu faktor yang paling menentukan dalam komunikasi interpersonal. Percaya diri adalah keyakinan yang dimiliki oleh seseorang akan segala kemampuan yang dimilikinya. Berdasarkan dari hal tersebut, penulis melakukan penelitian Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMA Negeri 3 Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada peserta didik kelas XII SMA Negeri 3 Praya Kabupaten Lombok Tengah Tahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis korelasional. Penelitian kolerasional adalah untuk mengidentifikasi hubungan prediktif dengan menggunakan teknik korelasi atau teknik statistik. Penelitian korelasi berimplikasi untuk pengambilan keputusan. Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variable atau lebih. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 maka terdapat hubungan yang signifikan antara percaya diri dengan kemampuan Komunikasi interpersonal pada peserta didik kelas XII SMA Negeri 3 Praya, hal ini menujukan bahwa Hipotesis yang peneliti ajukan diterima dimana Ha sebagai Hipotesis pertama diterima dan Ho sebagai Hipotesis kedua ditolak. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Ahmad Zainul Irfan; Nurul Iman
Jurnal Pengetahuan dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas V SD Negeri 2 Basala. Rancangan tindakan mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif diambil dari hasil tes belajar siswa, dan data kualitatif diambil dari lembar observasi dan jurnal refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil belajar siswa pada siklus I mencapai ketuntasan sebesar 68% dan siklus II meningkat menjadi 92%. Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dengan persentase pada Siklus I sebesar 64,3%, dan pada siklus II meningkat menjadi 92,9%. Sedangkan aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan dengan persentase pada Siklus I sebesar 71,4%, dan pada siklus II menjadi 92,9%. Hal ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V MI NW Mertak Paok
Pelatihan Strategi Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Literasi Media Sosial Dalam Menangkal Paham Radikalisme Pada Siswa SMA NW Hully; Lale Yaqutunnafis; Nurul Iman; Abd Muhyi Abidin; M. Sanurdin
Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Juni, Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara generasi muda memahami dan mengkonversi keberagamaan. Media sosial tidak hanya menjadi sarana positif dalam memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga berpotensi menjadi media penyebaran paham radikalisme, intoleransi, dan eksklusivisme. Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai pengguna aktif media sosial berada pada posisi rentan terhadap paparan konten keagamaan yang menyimpang, khususnya apabila tidak dibekali dengan pemahaman moderasi beragama dan literasi media sosial yang memadai. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya preventif dan edukatif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dan aplikatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama berbasis literasi media sosial dalam rangka menangkal radikalisme pada siswa SMA NW. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode pembelajaran bervariasi, meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, pemecahan masalah, diskusi kelompok, serta praktik analisis dan produksi konten media sosial. Tahapan kegiatan diawali dengan observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah, dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan, dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, keseimbangan, komitmen persahabatan, dan sikap anti-kekerasan. Selain itu, kemampuan literasi media sosial siswa juga meningkat, yang ditunjukkan melalui kemampuan identifikasi konten keagamaan yang memuat radikalisme, intoleransi, dan kebencian. Siswa menjadi lebih kritis dan menyisipkan dalam serta menyebarkan informasi keagamaan di media sosial. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan siswa dalam memproduksi konten media sosial bernuansa moderat dan edukatif sebagai bentuk kontra-narasi terhadap paham radikalisme. Secara keseluruhan, PKM ini berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ideologi siswa serta mendukung penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan.