Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Transformasi Kehidupan Perempuan Pekerja Seks Komersial menuju Kehidupan Normal di Kawasan Eks Lokalisasi Prostitusi Bangunsari Surabaya Prima Adi Kurniawan; Sarmini Sarmini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7020

Abstract

Penelitian ini menjelaskan transformasi kehidupan perempuan pekerja seks komersial menuju kehidupan normal yang pernah terlibat dalam bisnis prostitusi, serta mengidentifikasi dorongan yang menyebabkan perempuan pekerja seks komersial meninggalkan profesinya dan memulai kehidupan normal yang tidak bertentangan dengan nilai dan norma di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan terdiri dari dua orang yaitu perempuan mantan pekerja seks komersial yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan telah terjadinya tindakan - tindakan bermakna dalam proses transformasi kehidupan pada perempuan pekerja seks komersial di kawasan eks Lokalisasi Bangunsari Surabaya. Terdapat serangkaian tindakan – tindakan yang dilakukan oleh perempuan mantan PSK untuk memulai kehidupan normal. Tindakan yang dilakukan dapat dicermati dari perspektif Max Weber dalam teori tindakan sosial.
The Principal's Strategy for Strengthening National Identity in Globalization Era Sarmini Sarmini; Agus Suprijono; Indri Fogar Susilowati; Charis Achmadi; Agung Dwi Bahtiar El Rizaq
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 4 No. 1 (2023): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v4i1.284

Abstract

National identity is interesting to be discussed, considering the loss of national boundaries since technological advances increasingly affect daily life. National identity is essential to be implemented from an early age, primarily through the role of education. The focus of this study is to reveal the Principal's strategy for strengthening national identities. This study was conducted using a quantitative approach through a survey of 50 elementary school principals spread over 18 subdistricts in the Sidoarjo Regency. Two things can be concluded from this study. First, national identity is essential for the young generation of mid-globalization. This study shows that every respondent realizes the importance of principal secondary schools developing straightforward policy programs about internalizing national identity. Those policy programs must integrate extracurricular activities, extracurricular activities, building school culture, and various participation activities. Second, most of the respondents agree that their schools have no clear policy as their guidance in internalizing national identity values in learning. Several teachers have integrated national identity values into learning through lesson plans or learning activities. This study recommends developing an applicable policy model to strengthen the national identity of the young generation.
Solidaritas Petani dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi di Desa Kutu Kulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Ryan Yudha Indarto; Sarmini Sarmini
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v7n2.p112-126

Abstract

Kemandirian ekonomi di masyarakat desa dapat terwujud apabila adanya peran serta anggota masyarakat dan solidaritas yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, salah satu masyarakat yang memiliki solidaritas yang tinggi adalah masyarakat Desa Kutu Kulon Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo, penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bentuk kemandirian petani di Desa Kutu Kulon dalam bidang tenaga kerja, pupuk dan irigasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling dengan tujuan agar penelitian lebih terarah karena informan dipilih bedasarkan jabatan yang diemban dan keterlibatanya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi petani. Fokus penelitian ini adalah solidaritas petani dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dalam bidang tenaga kerja, irigasi dan pupuk. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian menggunakan Teori Solidaritas Sosial Emile Durkheim yaitu Solidaritas Organik dan Mekanik. Data yang didapat melalui wawancara mendalam selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa petani di Desa Kutu Kulon memiliki usaha dalam mewujdkan kemandirian ekonomi dalam bidang tenaga kerja para petani berusaha untuk merekrut para pemuda yang tertarik menjadi petani untuk diberikan pemahaman dasar tentang pertanian, kemudian untuk irgiasi para petani juga berupaya untuk mengadakan iuran dan meminta bantuan berupa sibel atau mesin pompa untuk membantu permasalahan irigasi, dan dalam bidang pupuk, para petani berusaha untuk secara mandiri mengembangkan pupuk organik NPK yang digunakan sebagai pupuk cadangan apabila suplai pupuk bersubsidi sedang terlambat dan pupuk non subsidi harganya tidak bisa dijangkau petani.
Local Cultural Wisdom of Natural Disaster-Prone Communities in Probolinggo, Indonesia (Socio-Religious Perspective) Aminkun Imam Rafii; Sarmini Sarmini; Sukma Perdana Prasetya; Dock Chanthoeurn
International Journal Ihya' 'Ulum al-Din Vol 25, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.573 KB) | DOI: 10.21580/ihya.25.1.16171

Abstract

Values education can be realized by re-empowering existing local wisdom in accelerating the handling of disaster mitigation in Probolinggo Regency. This study explores local cultural knowledge from a religious perspective as a form of community adaptation to natural disasters in the Probilonggo area. This research is descriptive qualitative research using analytical techniques from Miles Huberman. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation of data sources, namely BPBD East Java Province, BPBD Probolinggo Regency and community leaders who are in the Mount Bromo disaster-prone area, Probolinggo Regency, and other parties related to the research focus. The results of data analysis concluded that the local cultural wisdom of the Tengger people relies on religion and beliefs such as the wingsuit, shamans, and several religious ceremonies such as Kasada, Karo, Unan-Unan, Kapat, Kawulu, Kasanga, Sengkolo contain some positive values in overcoming disasters and maintaining a harmonious relationship between God, humans, and the natural environment. The people of Tengger still uphold the importance of local cultural wisdom in overcoming disasters through the philosophy of "anti-pancetta." The findings of this research in the form of cultural values of local cultural knowledge can be input for local governments to make policies in disaster mitigation management in the Tengger area.
STRATEGI INOVASI BURUH TANI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP DI TENGAH PANDEMI COVID-19 : STUDI DESA SATREYAN KABUPATEN BLITAR Ziara Shofy Imansari; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.631 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p129-144

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi inovasi buruh tani dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup di tengah pandemi. Substansi ini dicermati dari teori Strategi Adaptasi John W. Bennett bahwa adaptasi adalah upaya membangun pola hubungan sosial dan membebaskan diri dari masalah yang dihadapi. Adaptasi disini terbagi menjadi tiga, yakni adaptasi perilaku, siasat, dan proses. Fokus penelitian ini di tengah pandemi Covid-19 banyak buruh tani yang kehilangan pekerjaannya sehingga dalam mencukupi kebutuhan hidup masih sangat minim. Maka dari itu, munculnya kekhasan karakteristik yang mengharuskan buruh tani hidup berdampingan dengan virus dan menimbulkan aktivitas baru demi memenuhi kebutuhan hidup. Metode yang digunakan adalah studi kasus, mengacu pada pendapat Stake. Lokasi penelitian di Desa Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Subjek penelitian adalah tiga orang buruh tani di Desa Satreyan yakni YN, NG, SG. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori strategi adaptif John W. Bennett. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga strategi inovasi buruh tani dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19 yaitu strategi dengan pengimplementasian potensi pribadi, strategi pengimplementasian penghematan kebutuhan hidup dalam proses adaptasi, implementasi sosial kemasyararakatan sebagai strategi perilaku, dan strategi dengan pengimplementasian menjaga kesehatan ditengah pandemi Covid-19. Penelitian ini memperkuat teori Strategi Adaptasi John W. Bennett terutama pada bagian strategi adaptasi siasat, perilaku, dan proses. Kata Kunci: John W. Bennett, Covid-19, Buruh Tani, Inovasi This study analyzes the innovation strategy of farm workers in an effort to meet the needs of life in the midst of a pandemic. This substance is observed from John W. Bennett's Adaptation Strategy theory that adaptation is an effort to build patterns of social relations and free oneself from the problems faced. Adaptation here is divided into three, namely behavioral adaptation, strategy, and process. The focus of this research is in the midst of the Covid-19 pandemic, many farm workers have lost their jobs so that they are still very minimal in making ends meet. Therefore, the emergence of unique characteristics that require farm workers to coexist with the virus and create new activities to meet the needs of life. The method used is a case study, referring to the opinion of Stake. The research location is in Satreyan Village, Kanigoro District, Blitar Regency. The research subjects were three farm workers in Satreyan Village, namely YN, NG, SG. Data collection techniques used are in-depth interviews and observation. The data collected was analyzed by referring to the opinions of Miles and Huberman by juxtaposing the perspective of John W. Bennett's adaptive strategy theory. The results show that there are three innovation strategies for farm workers in an effort to meet the needs of life in the midst of the Covid-19 pandemic, namely strategies by implementing personal potential, implementing strategies for saving life necessities in the adaptation process, implementing social community as a behavioral strategy, and implementing strategies for maintaining health in the midst of the Covid-19 pandemic. Covid-19 pandemic. This research strengthens the theory of John W. Bennett's Adaptation Strategy, especially in the section on strategy, behavior, and process adaptation strategies. Keywords: John W. Bennett, Covid-19, Farmworkers, Innovation
Tindakan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya terkait Disiplin Protokol Kesehatan untuk Memutus Persebaran Covid-19 di Taman Bungkul Bella Septian Ananda; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.11 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n1.p226-242

Abstract

Abstrak Penelitian berikut menjadi penting untuk diteliti karena selama pandemi masih banyak masyarakat menghiraukan protokol kesehatan, dengan demikian Satuan Polisi Pamong Praja bersinergi memberlakukan tindakan tegas untuk membuat sentra pariwisata tetap aman ketika dikunjungi dalam masa pandemi. Penelitian berikut menganalisis tindakan Satuan Polisi Pamong Praja Pererintah Kota Surabaya terkait disiplin protokol kesehatan terhadap upaya memutus persebaran Covid-19. Substansi ini dicermati dengan teori tindakan sosial Max Weber. Lebih lanjut Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan. Subjek penelitian Satuan Polisi Pamong Praja meliputi, koordinasi lapangan dan satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas. Sementara itu lokasi penelitian berada di Jalan Taman Bungkul Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam terkait tindakan. Data yang terkumpul dianalisis mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori tindakan sosial Max Weber. Hasil penelitian ditemukan beberapa tindakan yakni, tindakan optimalisasi dalam mengimbau pengunjung, tindakan imbauan berat imbauwan tersebut berangkat dari random rapid test, selajutnya tindakan dengan memberikan sanksi sosial, serta tindakan membangun kerja sama dengan Perlindungan Masyarakat dan Dinas Pariwisata. Hasil penelitian memperkuat teori tindakan sosial Max Weber terutama pada bagian tindakan optimalisasi terhadap pengunjung, karena tindakan ini banyak menekankan perubahan baru bersama tindak lanjut atas sanksi tegas. Hasil penelitian direkomendasikan sebagai pijakan bagi peneliti dengan kasus sejenis dan penegak disiplin protokol kesehatan untuk mewujudkan perubahan dimasa pandemi.Kata Kunci: Tindakan, disiplin protokol kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja
TRADITIONAL GAMES AS A SOURCE OF CHARACTER VALUE FOR CHILDREN IN SIMOKERTO SURABAYA Yoga Prasetya; SARMINI SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v11n1.p272-288

Abstract

This study aims to describe traditional games as a source of character values ​​for children in Simokerto Village, Surabaya. The focus of this study describes the mechanism of the Kampoeng Dolanan community in instilling character values ​​through traditional games of tug of war, stilts, and holahop in children and the integrated character values ​​in them. The research approach used is qualitative with a case study design, the subjects in this study are the head of the Kampoeng Dolanan community, members of the youth organization, children involved in traditional games in Simokerto Surabaya village and parents of children playing traditional games in Simokerto Surabaya village. The research location is in RT. 04 RW. 02 Simokerto Village, Surabaya City. Data collection techniques using interviews, and documentation. Data analysis using the model from Miles and Huberman through four stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions by juxtaposing the perspective of Ki Hajar Dewantara's 3N theory. The results show that the Kampoeng Dolanan community mechanism in instilling character values ​​through traditional games in children has three stages, namely introducing, playing, and preserving. The integrated character values ​​in the traditional tug of war game are courage, strength, cooperation and trust, the integrated character values ​​in the stilt game are courage, concern and cooperation, the integrated character values ​​in the holahop game are dexterity, balance, and hard work. Keywords: Traditional Games, Characters, Children..
Analisis Interpretif Tradisi Local Wisdom sebagai Sumber Nilai Karakter Pembelajaran IPS di Kabupaten Trenggalek Reni Dwi Jayanti; Sarmini Sarmini; Sugeng Harianto
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i3.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan nilai karakter tradisi local wisdom di Kabupaten Trenggalek serta mengalisis nilai karakter local wisdom di Kabupaten Trenggalek yang dapat dijadikan sumber nilai karakter dalam pembelajaran IPS di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, alasan penggunaan pendekatan kualitatif. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada teori sistem nilai Cliffort Geertz, di mana Geertz menyatakan budaya sebagai seperangkat sistem pengetahuan yang dimiliki manusia dan bentuk representasi dari kenyataan yang terjadi yang disebut sebagai sistem nilai. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Trenggalek yang mengimplementasikan dan memanifestasikan tradisi local yang difokuskan pada 3 area yakni:(1) kota, (2) pinggiran dan (3) desa. Subyek penelitian dalam penelitian ini antara lain : Tokoh adat setempat pada 3 fokus area, Tokoh masyarakat (sesepuh masyarakat) 3 fokus area di Kabupaten Trenggalek, Seniman/budayawan 3 fokus area, Kepala sekolah, guru mata pelajaran IPS dan koordinator P5 yang berada di pada 3 fokus area di Kabupaten Trenggalek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tradisi Larung Kepala Kerbau dam bagong, tradisi Ngitung Batih dan Tradisi Apem Dumbo stidaknya terdapat beberapa nilai karakter yang terdapat dalam setiap ritual dan alat yang digunakan antara lain : Religius, tanggung jawab, disiplin, pekerja keras, peduli lingkungan dan peduli sosial. Nilai karakter yang terkandung dalam setiap tradisi tentunya dapat digunakan sebagai sebuah soalusi dari upaya penanaman karakter siswa. begitu juga dengan bagaimana peran pemangku kebijakan dalam upayanya untuk terus menjaga eksistensi budaya dan tradisi lokal yang ada.
Analisis Makna Simbolik dan Nilai-Nilai Motif Batik Jetis Sebagai Implementasi Etnopedagogi untuk Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila Salsa Anindya; Muhammad Turhan Yani; Sarmini Sarmini; Agus Suprijono
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3943

Abstract

Urgensi penelitian ini ialah pentingnya memanfaatkan budaya lokal Indonesia untuk penguatan pendidikan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui makna simbolik pada motif batik jetis sebagai etnoedagogi masyarakat Sidoarjo, 2) Mengetahui nilai-nilai pada motif batik jetis sebagai etnopedagogi masyarakat Sidoarjo, 3) Mentransformasi makna simbolik dan nilai pada motif batik jetis dalam penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan menggunakan studi literatur dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Lebih jelas, studi literatur yang digunakan ialah jenis systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik jetis memiliki beberapa motif yang mengandung nilai kerja keras, peduli lingkungan, kejujuran, cinta damai, mandiri, keindahan, dan kesetiaan. Nilai batik jetis tersebut berkaitan dengan nilai karakter profil pelajar Pancasila yang meliputi: 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) Mandiri, 3) Bergotong-royong, 4) Berkebinekaan global, 5) Bernalar kritis, dan 6) Kreatif. Hubungan antara nilai pada motif batik jetis dengan nilai karakter profil pelajar Pancasila kemudian ditransformasikan ke dalam pembelajaran IPS materi keragaman sosial budaya di Masyarakat.
Dynamics of Female Teacher Mover in the Learning Community Ervina Halit; Sarmini Sarmini; M. Jacky; Sugeng Harianto; Agus Suprijono
Jurnal Syntax Transformation Vol 5 No 9 (2024): Jurnal Syntax Transformation
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jst.v5i9.975

Abstract

The role of women in education is increasingly important, especially in the context of career development and leadership. This study aims to look at the dynamics of women in the Teacher Mover program in learning communities, including the challenges faced, the seniority dilemma, and their role in curriculum implementation. The research approach used is qualitative with a phenomenological design. The research subjects consisted of female teachers who have graduated and have a Teacher Mover certificate. Data collection techniques were conducted through interviews and documentation, followed by data analysis through data reduction, presentation, and verification. The results show that (1) women's struggles in the Teacher Mover program include a rigorous selection process and six months of training; (2) the dilemma faced relates to the perception of seniority in the school that often doubts their abilities; and (3) the presence of women as Teacher Mover proves significant in leading learning and contributing to seminars related to the independent curriculum. This research highlights the importance of environmental support for women's career development in education, as well as the need for policies that strengthen women's position in learning communities. The findings are expected to provide insights for the development of more inclusive education policies.