Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Village Financial Management, Labor Absorption and Village Community Welfare Abdul Hadi Sirat; Abdul Rahman Jannang; Irmawati Tjan
Atestasi : Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine and evaluate how village financial management, employment, and community welfare are planned and executed through village funds, and the impact of managing village funds on improving the well-being of rural communities in South Halmahera Regency. The research employs a qualitative method, where researchers conduct interviews with key informants, including village officials, BPD, and community members. Data is collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using a descriptive qualitative method. Results indicate that overall, the management of village funds in South Halmahera Regency is not effective, as evidenced by a lack of community participation in the management process and inadequate administration, reporting, and accountability of village finances. Additionally, village funds are not being utilized to their fullest potential, and there are obstacles such as delays in APBDes approval and submission of accountability reports. The Village Government also needs to improve on informing the community about proper use of village finances. The village financial management also faces challenges in terms of human resource competence, necessary facilities, and access to technology.
Penyuluhan Wakaf Tunai Masyarakat di Kelurahan Foramadiahe Abdul Hadi Sirat; Abdul Rahman Jannang; Mochammad Apriyadi Hadi Sirad
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 2 No. 1 (2022): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v2i1.569

Abstract

Salah satu instrument yang dipandang sangat urgen dan dapat mengetuk rasa empati terhadap kehidupan bermasyarakat kita kepada sesama adalah adanya unsur wakaf.  wakaf dapat dimaksimalkan perannya, niscaya akan dapat menjadi alternative solusi masalah di tengah masyarakat. Wakaf dapat mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin. Wakaf dapat dipandang sebagai jembatan bagi kalangan bawah untuk dapat mengakses resources-resources perekonomian. Ia bersanding sejajar dengan instrumen zakat dalam meminimalisir angka kemiskinan dan pengangguran. wakaf merupakan salah satu amalan ibadah yang termasuk ke dalam amalan jariyah, yaitu amalan yang tak akan terputus nasab atas pahalanya sekalipun orang yang menyedekahkan telah meninggal dunia. Pada kenyataanya walaupun hingga saat ini aturan mengenai sistem perwakafan di Indonesia telah diciptakan, masih saja terdapat beberapa permasalahan mengenai perwakafan yang terjadi. Pengelolaan Wakaf Tunai di Indonesia telah diatur dalam UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf yang menyebutkan bahwa wakif dapat mewakafkan benda bergerak berupa uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh menteri. Dalam al-Qur‟an surat Al-Hajj (22): 77 Allah swt berfirman,”...dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.” Dalam ayat ini Allah Swt memerintahkan agar manusia berbuat kebaikan supaya hidup manusia itu bahagia. Dalam ayat lain, al Baqarah (2): 267 Allah Swt berfirman,” ...wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukkmu....” dari  hasil Kegiatan penyuluhan gerakan nasional wakaf tunai pada masyarakat Formadiahi menujukkan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap wakaf uang adalah sebagian dari mereka menafsirkan wakaf uang merupakan wakaf yang modern dan sangat baik untuk dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Kemudian mereka juga berpendapat wakaf uang adalah ibadah sunnah yang dikeluarkan ke masjid-masjid yang sedang dalam pembangunan atau dalam tahap renopasi. Hampir dari keseluruhan jawaban informan mereka berpendapat bahwa wakaf uang adalah wakaf yang sama dengan infak, dan sedekah. potensi wakaf uang di Kelurahan Foramadian Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate Kota Ternate cukup besar.Kata kunci: Gerakan, Nasional, Wakaf Tunai
Penerapan Marketing Mix dalam Perspektif Islam pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kelurahan Ngade Kota Ternate Abdul Rahman Jannang; Abdul Hadi Sirat; Marwa Marwa
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 2 No. 2 (2022): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v2i2.614

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara, baik itu negara yang sedang berkembang maupun negara yang sudah maju. Usaha pengolahan produk lokal diyakini sebagai salah satu bentuk usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus, bahkan dalam kondisi krisis sekalipun. Namun demikian dalam periode yang sama banyak usaha produk lokal tersebut yang gulung tikar, karena tidak mampu mempertahankan jumlah pengunjungnya. Sukses dibidang pengolahan produk lokal tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjungnya, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan meningkatkan pertumbuhan pelanggannya. Usaha pengolahan produk lokal tersebut merupakan salah satu sektor yang nantinya diharapkan mampu mendukung perkembangan pembangunan daerah dengan cara pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan memperluas lapangan pekerjaan.
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Melalui Penguatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Dan Inovasi Produk Lokal Lingkar Tambang PT. NHM Di Kecamatan Malifut Abdul Hadi Sirat; Marwan Man Soleman
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 3 No. 2 (2023): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v3i2.792

Abstract

Kecamatan Malifut merupakan salah satu kecamatan di lingkar tambang PT. NHM Kabupaten Halmahera Utara. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat desa dan pelaku usaha mikro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa: melalui penguatan kapasitas sumberdaya manusia dan inoivasi produk lokal lingkar tambang PT. NHM. Kecamatan Malifut memiliki berbagai sumber daya potensial yang memadai, berupa potensi sumber daya alam dan budaya, potensi sumberdaya manusia sebagai pengelola, serta potensi wisatanya. Kegiatan pelatihan terdiri dari pemberian materi, diskusi. Pelatihan telah dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2023 dan dihadiri oleh 38 orang peserta dan dibuka secara resmi oleh camat Malifut. Kegitan pelatihan ini sangat penting bagi masyarakat atau pemilik usaha mikro, karena dengan adanya inovasi produk mampu menambah nilai tambah suatu produk sehingga mampu meningkatkan pendapatan yang diperoleh. Perubahan yang terjadi setelah kegiatan ini adalah masyarakat mulai tergerak untuk melakukan inovasi produk lokal sebagai usaha untuk peningkatan pendapatan. Program-program CSR yang dilakukan melalui PPM dan HRP berdampak terhadap kesejahteraan atau peningkatan kehidupan masyarakat lingkar tambang diantaranya dari segi pendapatan, pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik. Faktor penghambat terlaksananya program CSR dengan baik ke masyarakat lingkar tambang adalah personel CSR Desa yang belum maksimal, pemerataan program hingga ke desa-desa yang jauh lokasinya, kurangnya sosialisasi tentang program CSR, realisasi program atau kegiatan yang tersendat atau tertunda, perencanaan program yang kurang matang, dan kurangnya melibatkan para ahli dalam merumuskan dan pelaksanaan program CSR. Selain inovasi produk, faktor yang tidak kalah penting dalam kegiatan PKM adalah penguatan kapasitas SDM dalam mendukung aktivitas masyarakat di kecamatan Malifut. Inovasi produk pangan lokal (makanan dan minuman) saat ini penting untuk dikembangkan karena industri makanan dan minuman merupakan industri yang sangan dibutuhkan oleh masyarakat lingkar tambang NHM. Untuk itu perlu ada pengembangan inovasi produk makanan dan minuman yang diproduksi oleh masyarakat. 
Peningkatan Produktivitas Melalui Pelatihan Manajemen Usaha Dan Pemasaran Berbasis Online Pada Produk Kerajinan Bambu Di Kelurahan Tongole Kecamatan Ternate Tengah Abdul Hadi Sirat; Abdul Rahman Jannang
Patria Artha Journal of Community (PKM) Vol. 4 No. 1 (2024): Patria Artha Journal of Community
Publisher : Universitas Patria Artha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/pajoco.v4i1.865

Abstract

Bambu memiliki peran penting bagi masyarakat, serta fungsinya yang serba guna dalam kehidupan sehari-hari. Selainu itu, pelaku usaha pengrajin bambu di kelurahan Tongole telah memanfaatkan bambu tersebut menjadi berbagai macam kerajinan serta alat-alat kebutuhan rumah tangga. Produk olahan yang diciptakan masih sangat sederhana. Kondisi tersebut akan berdampak pada langkanya bambu dimasa yang akan datang serta nilai produk yang diciptakan rendah dan tidak diminati pasar. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang mendorong para akademisi untuk memberikan upaya penanggulangan melalui kegiatan  Pengabdian kepada Masyarakat (PKM. Kegiatan  Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Peningkatan Produktivitas melalui pelatihan manajemen usaha dan pemasaran online produk kerajinan bambu di kelurahan Tongole Ternate Tengah Kota Ternate. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari yaitu tanggal 12 Oktober 2023 di Kantor kelurahan Tongole kecamatan Ternate Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen usaha dan pemasaran online bagi pelaku usaha dalam pengelolaan produk kerajinan bambu yang bernilai estetika seni tinggi guna meningkatkan produktivitas. Kegiatan PKM ini diberikan dalam bentuk pelatihan, bimbingan,dan konsultasi. Para peserta diberikan materi yang berkaitan dengan manajemen usaha seperti kiat menjadi wirausaha sukses, pemasaran digital praktis, dan kreativitas yang menunjang kelangsungan hidup dan pengembangan usaha yang telah dijalankan. Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut, nampak bahwa pelaku usaha kerajinan bambu lebih termotivasi mengembangkan kreativitas dari hasil produksi bambu guna bernilai jual tinggi yang akan berdampak terhadap pengembangan industri olahan bambu tersebut. Selain itu, peserta pelatihan yang didominasi oleh pengrajin bambu rumah tangga berhasil menghasilkan berbagai macam kreasi seni bambu yang menarik dan siap untuk dipasarkan. Selain itu pengrajin bambu juga menyatakan telah memasarkan produknya melalui media online, tetapi kendalannya pada biaya tranportasi yang dirasakan cukup mahal untuk pengiriman barang keluar daerah seperti wilaya kabupaten di luar kota Ternate. Para pelaku usaha pengrajin bambu mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah daerah kota  Ternate untuk keberlanjutan usaha mereka.