Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Diseminasi Informasi Kebencanaan Melalui Media Massa Purwoto, Purwoto; Susilastuti, Susilastuti; Pratomo, Awang Hendrianto
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.44981

Abstract

Diseminasi informasi kebencanaan melalui media massa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Indonesia sebagai negara yang rawan bencana memerlukan sistem penyebaran informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media massa dalam menyebarkan informasi kebencanaan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, yang menganalisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah dan berita dari media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa berkontribusi dalam menyebarkan peringatan dini, memberikan edukasi, dan membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Namun, tantangan seperti aksesibilitas informasi di daerah terpencil dan validitas data masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam meningkatkan efektivitas komunikasi kebencanaan.
Program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Susilastuti, Susilastuti; Maarif, Syamsul; Kusuma, Kusuma; Kurniadi, Anwar
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7302

Abstract

Indonesia yakni negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang amat besar, sehingga penguatan kapasitas masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ketangguhan komunitas. Pemerintah telah meluncurkan program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemberdayaan, pengorganisasian kelembagaan lokal, dan kolaborasi multipihak. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep pemberdayaan masyarakat dan kesiapsiagaan komunitas dalam implementasi Destana di Indonesia. Penelitian mempergunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta analisis dokumen kebijakan nasional, standar nasional, publikasi ilmiah, serta laporan lembaga internasional. Hasil kajian menunjukkan Destana berperan penting sebagai model pemberdayaan masyarakat yang terstruktur dan terstandar, didukung oleh kebijakan nasional dan Standar Nasional Indonesia (SNI) Desa Tangguh Bencana. Sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan kebijakan nasional menjadi faktor utama keberlanjutan program. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dalam memperkuat hubungan antara pemberdayaan masyarakat dan kesiapsiagaan komunitas sebagai dasar kebijakan ketangguhan desa di Indonesia.
Strengthening the Early Detection Capability of CBRN Crimes to Improve National Security: Memperkuat Kemampuan Deteksi Dini Kejahatan CBRN untuk Meningkatkan Keamanan Nasional Anindyajati, Albertus Digwijaya; Susilastuti, Susilastuti; Muhammad, Ikhlas Nur
Indonesian Journal of Counter Terrorism and National Security Vol. 3 No. 2 (2024): July-Desember, 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijctns.v3i2.24957

Abstract

The threat of Chemical, Biological, Radiological and Nuclear (CBRN) crimes is increasingly complex and has the potential to disrupt the stability of Indonesia's domestic security. This study aims to analyse efforts to strengthen early detection capabilities against CBRN crimes to improve national security. The method used is a qualitative approach with descriptive-analytical method, supported by literature study and SWOT analysis. The results show that although Indonesia has supporting institutions and regulations, such as BAPETEN, BRIN, as well as Law No. 10 of 1997 and Presidential Instruction No. 4 of 2019, cross-sector coordination is still weak and there is no leading sector that regulates the handling of CBRN threats in an integrated manner. Several real cases such as the use of radioactive materials by terrorist groups in Bandung 2017 and the delivery of envelopes containing anthrax in Jakarta 2019 emphasise the urgency of strengthening the early detection system. The SWOT analysis recommends policy priorities in the form of establishing a national coordinating institution, increasing human resource capacity and detection technology, developing integrated protocols, and strengthening international cooperation. With strategic and collaborative steps, Indonesia can build a CBRN early detection system that is resilient and responsive in facing future threat dynamics.