Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kesiapsiagaan Desa Joho Kecamatan Prambanan dalam Menghadapi Bencana Angin Suswanti Suswanti; Helmi Murwanto; Jaka Purwanta
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 12 (2021): Prosiding 12th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.467 KB)

Abstract

Kesiapsiagaan Desa Joho Kecamatan Prambanan dalam Menghadapi Bencana Angin
Evaluation Of Strategies For Strengthening Food Security In Sengon Village, Regency As A Disaster-Resilient Village During The Covid-19 Pandemic Rahmad WIDODO; Bambang PRASTISTHO; Jaka PURWANTA
Journal of Tourism Economics and Policy Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Tourism Economics and Policy (August – November 2022)
Publisher : Indonesia Strategic Sustainability

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jtep.v2i2.341

Abstract

This study aims to assess Sengon Village's approach to food security during the Covid-19 Pandemic eradication period in Klaten Regency, which has led to significant food security issues in rural areas. When the Covid-19 pandemic first entered Sengon Village and continued to spread rapidly, researchers began working on a strategy to address the issue of food security. They also made attempts to approach the village government about empowering the locals. As a result, many victims in Sengon Village were exposed to Covid-19. Especially in food security, there is still weak supervision, primarily when the Emergency PPKM (Enforcement of Restrictions on Community Activities) is implemented. The research employs Participatory Action Research (PAR) with qualitative supporting data. Evaluation of this strategy is based on the strategies that have been implemented through programs starting from public awareness of food needs, the initial foundation for building food security in the village, to advocacy to the community for the policies of the Sengon village government itself, as well as evaluation of the mapping of sustainable actions. Post-research by analyzing village communities related to food security to food security institutions, one of which is the Women Farmers Group (KWT), to build and encourage an increase in food security in the village. The results of this study indicate that the evaluation of the food security strategy carried out by Destana (Disaster Resilient Village) was carried out very well by Sengon Village as one of the disaster-resilient villages in the Klaten district.
Perencanaan Teknis Reklamasi Lahan Bekas Penambangan Andesit di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah Akrim Aisani; Suharwanto Suharwanto; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.657 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8837

Abstract

Kegiatan penambangan bahan tambang batuan berupa andesit di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen,Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah menyebabkan terjadinya perubahan fungsi lahan, bentuk lahan, dankualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan lahan akibat penambanganandesit dan membuat perencanaan teknis reklamasi lahan bekas penambangan andesit sebagai upayamelestarikan fungsi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari metode survei danpemetaan yang dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran di lapangan. Metode yang digunakan untukmengetahui tingkat kerusakan lahan adalah metode pengharkatan, dan metode purposive sampling. Setelahmengetahui tingkat kerusakan lahan, dalam membuat perencanaan teknis reklamasi menggunakan metodeanalisis deskriptif. Parameter yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan lahan adalah batas tepi galian,batas kemiringan dinding galian, tinggi dinding galian, relief dasar galian, tutupan vegetasi, dan kondisi jalan.Berdasarkan hasil evaluasi tingkat kerusakan lahan pada lahan bekas penambangan andesit di daerah penelitiantermasuk dalam kategori kerusakan tinggi dengan nilai harkat 14 dari keenam parameter kerusakan lahan.Perencanaan teknis reklamasi yang dilakukan harus memperhatikan dampak yang terjadi dengan mengacu padaRTRW Kabupaten Purworejo 2011-2031.Kata Kunci: Andesit; Kerusakan Lahan; Penambangan; Reklamasi; Revegetasi.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Sengon dan Ketela Pohon pada Lahan Bekas Pertambangan di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Marselino Dio Matovani; Suharwanto Suharwanto; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.196 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6237

Abstract

Pertambangan di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah sangat banyakdikarenakan laju pembangunan yang tinggi. Pertambangan menyebabkan kerusakan lahan dikarenakan kegiataneksploitasi. Lahan bekas pertambangan harus segera dilakukan upaya reklamasi dengan mengembalikan fungsilahan tersebut. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui dan mengevaluasi kesesuaian lahan peruntukantanaman sengon dan ketela pohon pada lahan bekas pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode: (1)metode survei dan pemetaan, (2) metode purposive sampling berdasarkan satuan lahan, (3) metode analisislaboratorium, dan (4) metode weight factor matching. Evaluasi kesesuaian lahan memiliki beberapa parameteryaitu: temperatur(t) 23,9oC, ketersediaan air(w) (curah hujan 2127,9 mm; jumlah bulan kering 4 bulan), mediaperakaran(r) (kedalaman efektif 0-5,3 m; drainase tanah baik; dan tekstur lempung berpasir), retensi hara(f) (pHH2O 6,21; KTK tanah 36,37 Cmol/kg; dan C-Organik 0,43%), hara tersedia(n) (P2O5 tersedia 2,8 mg/100g; K2Otersedia 2,703 mg/100g; dan N total 0,06%), penyiapan lahan (p) (persen batuan permukaan 1-10% dan persensingkapan > 80%), dan tingkat bahaya erosi (e) (persen lereng 2% - > 65% dan bahaya erosi ringan; berat; sangatberat). Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan terdapat kesesuaian lahan yang paling berat yaitu kesesuaianlahan (Nrnpe) dengan faktor pembatas hara tersedia (n), media perakaran (r), bahaya erosi (e), dan penyiapanlahan (p).Kata Kunci: Lahan Bekas Pertambangan; Kesesuaian Lahan; Evaluasi Lahan
Evaluasi Daya Dukung Lingkungan pada Kawasan Penambangan Kalkarenit untuk Perencanaan Wisata di Dusun Tandansari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul Dwi Amalia Pratiwi; Herwin Lukito; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.362 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6235

Abstract

Kunjungan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun ke tahun memiliki pertumbuhan yang cepat.Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa masing-masing Kabupaten di Kota Yogyakarta mengembangkandestinasi wisata baru yang mampu menarik para pengunjung. Destinasi baru tersebut terdapat di KabupatenGunungkidul yaitu Telaga Biru Semin. Wisata Telaga Biru Semin merupakan wisata alam unik yang terbentukdari kegiatan penambangan. Daya tarik utama yang ditawarkan yaitu bentuk cekungan penambangan yang terisiair dan berwarna biru. Hal ini mendorong masyarakat mengalihkan fungsi lahan. Menurut Perda KabupatenGunungkidul Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030 lokasi penelitian masuk kedalam Kawasan Peruntukan Pertambangan (KPP). Saat ini sebagian dialihfungsikan menjadi wisata. Untuk memperoleh arahan pemanfaatan lahan yang optimal, yaitu dapat denganmengembangkan lokasi wisata. Diperlukan perencanaan pengembangan wisata yang harus memperhatikan dayadukung lingkungan. Perencanaan wisata tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan dapat menyebabkanpenurunan kualitas lingkungan dan kerusakan ekosistem sehingga dapat menghambat perkembangan wisata.Maka dari itu tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan evaluasi daya dukung lingkungan terhadap perencanaankawasan wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan pemetaan. Hasil evaluasidaya dukung lingkungan mendapatkan kelas IV baik, dengan faktor pembatas berupa kemiringan lereng, banjiratau genangan, dan tutupan vegetasi.Kata Kunci: Daya Dukung Lingkungan; Tambang
Evaluasi Kondisi Eksisting Pasca Kegiatan Reklamasi Tambang Batugamping di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul Shella Angeli; Andi Renata Ade Yudono; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.562 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6230

Abstract

Keberadaan bentang alam karst Gunung Sewu membuat manusia sulit untuk menentukan keputusan dalampemanfaatannya dan menggunakan sumber daya yang terkandung di dalamnya, karena merupakan kawasanlindung nasional yang diatur dalam perundang-undangan. UP. Parno merupakan salah satu usaha penambanganyang memanfaatkan Kawasan Karst Gunung, UP. Parno melakukan reklamasi dalam upaya komitmennyaterhadap perlindungan lingkungan akibat dampak penambangan. Pelaksanaan reklamasi tahun pertamamenunjukkan nilai TSP 666 µm, sedangkan nilai kebisingan 58 dBA. Hasil kedua parameter dampak tersebutmelewati batas baku mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi eksisting pasca kegiatanreklamasi tambang dengan pendekatan terhadap kualitas lingkungan. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dan kualitatif yang mencakup tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data berdasarkan padadokumen pelaksanaan RKL/RPL UP. Parno, dan pengumpulan data di lapangan. Hasil penelitian menunjukankondisi eksisting pasca kegiatan reklamasi tidak melebihi nilai baku mutu, di antaranya partikulat debu,kebisingan, erosi, pH air, spesies fauna alami, dan berdampak positif terhadap lingkungan sosial di lokasipenelitian. Namun pada dampak kualitas air parameter total coliform dan TSS melewati batas baku mutu, haltersebut didukung dengan pemakaian pupuk kandang dan kondisi batuan karst yang memiliki porositas sekunder.Kata Kunci: Baku Mutu; Dampak; Kawasan Karst; Penambangan; Reklamasi
Pola Persebaran Partikulat Dari Industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Di Desa Karangkandri, Cilacap Arih F Cahayani; Dian Hudawan Santoso; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.17 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6262

Abstract

Kegiatan produksi tenaga listrik dengan bahan bakar batubara menghasilkan emisi berupa partikulat. Hal tersebutmenimbulkan akibat seperti adanya penurunan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisisebaran partikulat. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer dengan melakukan pencuplikan udara.Lokasi pengukuran di tiga daerah yaitu Desa Karangkandri, Menganti dan Slarang. Pengukuran dilakukan selama1 jam dengan 3 kali pengambilan di waktu tertentu. Pengukuran menggunakan alat staplex dengan parameterutama TSP (Total Suspended Particulate). Hasil pengukuran yaitu: bagian utara 2 km yaitu 370,866 µg/Nm3 dan4 km yaitu 192,905 µg/Nm3, bagian barat 2 km yaitu 412,980 µg/Nm3 dan bagian timur 247,923 µg/Nm3dengan baku mutu 230 µg/Nm3 sehingga sebaran partikulat dengan jarak 4 km ke arah utara memenuhibaku mutu udara. Pola persebaran partikulat dari konsentrasi TSP terhitung tertinggi yaitu ke arah baratdari PLTU. Arah angin yang bergerak dominan dari barat kemudian menyebar ke arah barat lautmenyebabkan lokasi pada utara PLTU menjadi tingkat penyebaran tertinggi ke dua.Kata Kunci: Industri; Partikulat; Pencemaran Udara; Pembangkit Listrik Tenaga Uap.
ESTIMASI Vs30 DAN PEMETAAN KLASIFIKASI TANAH BERBASIS HVSR DI WILAYAH SESAR LASEM, JAWA TENGAH Wintoro, Binjali; Paripurno, Eko Teguh; Nugroho, Arif Rianto Budi; Purwanta, Jaka; Maharani, Yohana Noradika
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 3 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i3.44676

Abstract

Wilayah Sesar Lasem di Jawa Tengah memiliki potensi seismik tinggi yang belum diimbangi dengan pemahaman mikrozonasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai Vs30 dan mengklasifikasikan jenis tanah di wilayah tersebut berdasarkan metode HVSR, serta menganalisis implikasi seismik dari klasifikasi tersebut. Sebanyak 60 titik pengukuran mikrotremor dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Geopsy dan OpenHVSR. Hasil inversi menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 208 hingga 556 m/s. Nilai rendah umumnya ditemukan di zona aluvial seperti Formasi Aluvium dan Lidah, sedangkan nilai tinggi tersebar di perbukitan dan formasi batuan padat seperti Lasem Volcanic dan Wonocolo. Berdasarkan klasifikasi SNI 1726:2019, mayoritas wilayah tergolong dalam kategori tanah sedang (SD) dan keras (SC). Zona tanah sedang (SD), mendominasi area di sekitar jalur aktif sesar, menunjukkan potensi amplifikasi gempa bumi  yang signifikan dan perlu mendapat prioritas dalam perencanaan mitigasi. Nilai Vs30 dan klasifikasi jenis tanah dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam tata ruang dan strategi mitigasi bencana. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi data geofisika dalam perencanaan wilayah dan penguatan kapasitas masyarakat terhadap risiko gempa bumi.
METODE SCHOOL WATCHING DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DI SATUAN PENDIDIKAN: TINJAUAN LITERATURE Utomo, Bambang Setya; Nugroho, Arif Rianto Budi; Paripurno, Eko Teguh; Purwanta, Jaka; Susilastuti, Susilastuti; Maharani, Yohana Noradika
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.44982

Abstract

Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana yang efektif, terutama di satuan pendidikan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah metode school watching, yaitu observasi partisipatif terhadap lingkungan sekolah guna mengidentifikasi potensi bahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah efektivitas metode School Watching dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi di sekolah melalui kajian literatur. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literature review dengan sumber dari berbagai database ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode school watching dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa secara signifikan, baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan mitigasi bencana. Namun, ditemukan pula sejumlah kesenjangan dalam implementasi metode ini, seperti belum adanya integrasi ke dalam kurikulum nasional, kurangnya pendekatan teoritis yang kuat, serta keterbatasan dalam penelitian jangka panjang dan lintas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kebijakan dan pendekatan yang lebih sistematis untuk memperluas penerapan metode ini secara nasional.
Strengthening Urban Health Resilience through the Implementation of the Indonesian Emergency Medical Team (TCK-EMT Indonesia) Marzun, Muhammad Hakiim; Prasetya, Johan Danu; Paripurno, Eko Teguh; Purwanta, Jaka; Nugroho , Arif Rianto Budi
Civil and Sustainable Urban Engineering Volume 5 - Issue 2 - 2025
Publisher : Tecno Scientifica Publishing & Society of Tropical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53623/csue.v5i2.845

Abstract

Urban health resilience was increasingly recognized as a critical pillar of sustainable development, particularly in densely populated and disaster-prone cities. As part of the broader framework of urban resilience engineering, strengthening health systems was essential to prevent service disruptions and ensure continuity during crises. Emergency Medical Teams (EMTs) played a central role in this process by providing rapid, standardized, and sustainable responses. However, the Indonesian Emergency Medical Team (TCK-EMT Indonesia) had not yet achieved WHO verification, indicating persistent challenges in governance, operational readiness, and integration with urban health systems. This study applied the Edwards III policy implementation framework, which covered communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, through a narrative literature review of national regulations, WHO standards, and After Action Reports from missions in Türkiye (2023) and Myanmar (2025). Findings revealed that although TCK-EMT Indonesia personnel demonstrated strong motivation and adaptive capacity, weaknesses persisted in communication delays, limited logistical self-sufficiency, and fragmented bureaucratic structures. These gaps undermined the ability of urban health systems to sustain essential services during disasters. Comparative insights from Türkiye and Myanmar highlighted how external facilitation, linguistic and cultural barriers, and governance fragilities critically influenced resilience outcomes in urban crisis contexts. The study concluded that strengthening TCK-EMT Indonesia was not only a step toward WHO verification but also a strategic measure for developing adaptive, integrated, and sustainable urban health systems. From the perspective of urban resilience engineering, enhancing EMT capacity constituted a pivotal effort to safeguard disaster-prone cities against increasingly complex health crises.