Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Total Quality Management (TQM) Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Untuk Meningkatkan Kepuasan Masyarakat Terhadap Dinas Sosial Nurul Fajri Husin; Fadhliah M. Alhadar; Rahmat Sabuhari Sabuhari
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 14 No. 8 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/covalue.v14i8.4095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Total Quality Management (TQM) dalam penyelenggaraan pelayanan publik oleh Dinas Sosial, khususnya pada program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Maluku Utara. Meskipun pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menerapkan TQM, masih terdapat kendala dalam beberapa instansi, terutama Dinas Sosial, yang memiliki nilai kepatuhan yang rendah. Penelitian ini fokus pada kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Dinas Sosial Kota Ternate. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan TQM dalam berbagai indikator mencapai 65%, namun masih terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi sepenuhnya. Penerapan prinsip-prinsip TQM, seperti Customer Focused, Continuous Improvement, Employee, dan Quality Assurance, memengaruhi proses pelayanan. Namun, beberapa indikator, seperti pelibatan masyarakat, standar operasional prosedur yang belum tepat, dan kurangnya kegiatan peningkatan kapasitas pegawai, menyebabkan dampak negatif terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Dinas Sosial. Peningkatan kualitas pelayanan dapat dicapai dengan memperhatikan indikator yang belum terpenuhi dan melibatkan masyarakat dalam penyusunan standar layanan. Upaya peningkatan kapasitas pegawai juga perlu diperhatikan untuk mendukung penerapan TQM secara holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis sebagai referensi untuk penelitian berikutnya dan memberikan pandangan praktis bagi Organisasi Perangkat Daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik
Kepemilikan Psikologis dalam Organisasi: Peran Person-Organization Fit dan Konsekuensi terhadap Dukungan untuk Perubahan dan Perilaku Kewargaan Organisasional: Psychological Ownership in Organizations: The Role of Person-Organization Fit and Consequences on Support for Change and Organizational Citizenship Behavior Fadhliah M Alhadar; Ida Hidayanti
Society Vol 9 No 2 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i2.317

Abstract

This study examines the antecedent and consequences of psychological ownership, where employees develop possessive feelings towards the organization. Person-Organization Fit (PO-Fit) is required to increase psychological ownership through various organizational activities. Psychological ownership produces significant psychological, emotional, and behavioral consequences, including employees support for change and Organizational Citizenship Behavior (OCB). This study involved 210 staff from educational institutions. A total of 191 survey questionnaires were returned, and 121 were eligible. According to hierarchical regression analysis, the result indicated that PO-Fit had a positive effect on psychological ownership (?=0.42, t=4.81), psychological ownership had a positive effect on support for change (?=0.26, t=4.01) and OCB (?=0.21, t=3.12). The study concluded that psychological ownership is necessary to support positive organizational behavior.
Kemampuan Kolaborasi Jaringan Pemasaran dalam Meningkatkan Kinerja UKM di Kota Ternate: Marketing Network Collaboration Capability in Improving SME Performance in Ternate City Ida Hidayanti; Fadhliah M Alhadar
Society Vol 9 No 2 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i2.361

Abstract

This research aims to bridge the gaps in the relationship of entrepreneurial orientation to marketing performance, as some research yielded contradictory results. This research used a survey method distributing questionnaires with open and closed-ended statements to small and medium industries. Also, convenience sampling was applied with a sample size of 100 respondents from representatives of small and medium industries in the city of Ternate. The analytical method was aided with Smart PLS. The results show that the quality of social networks has no significant effect on the performance of SMEs and that the marketing network collaboration capability has no significant effect on the performance of SMEs. This implies that business operators of conventional businesses in certain areas have not reached the markets outside Ternate City by using social media, which is a remarkably effective medium.
Organizational Culture and Employee Performance: The Moderating Role of ASN Berakhlak Core Values in Statistics Indonesia of North Maluku Province M. Djayusman; Fadhliah M. Alhadar; Muhammad Thahrim
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5743

Abstract

The demands of bureaucratic reform require civil servants to have professional, adaptive, and public service-oriented performance. This study aims to analyze the influence of organizational culture based on the Denison model, specifically the dimensions of involvement and adaptability, on employee performance at the Central Statistics Agency (BPS) of North Maluku Province with the Core Values ​​of ASN BerAKHLAK as a moderating variable. The study used a quantitative approach with a survey method on 157 civil servants selected through a proportional random sampling technique. Data were collected using a Likert-scale-based questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with the help of SmartPLS 4.0. The results showed that involvement and adaptability had a positive and significant effect on employee performance. The Core Values ​​of ASN BerAKHLAK were shown to moderate the relationship between adaptability and employee performance in a negative direction, but did not significantly moderate the relationship between involvement and performance. These findings indicate that organizational culture plays an important role in improving civil servant performance, while internalization of BerAKHLAK values ​​can influence the employee adaptation process in a bureaucratic environment. This study enriches the study of organizational culture and bureaucratic reform in the public sector in Indonesia
Pengaruh Kompetensi Dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pada Dinas Teknis Di Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah Nuhria Nuhria; Fadhliah M. Alhadar; Hartaty Hadady
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.12462

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secara sensus dari 111 pegawai pada tiga OPD teknis: Inspektorat, BKPSDM, dan BPKAD. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS 4.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai baik secara langsung maupun melalui motivasi sebagai variabel mediasi. Motivasi terbukti memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antara kompetensi dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model manajemen sumber daya manusia sektor publik, sekaligus menjadi dasar pertimbangan praktis dalam perumusan strategi peningkatan kinerja aparatur melalui penguatan kompetensi, pengembangan kepemimpinan, dan pemberdayaan motivasi kerja
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Yang Dimediasi Oleh Kesiapan Untuk Perubahan Wahyuddin Ibrahim; Abdul Wahab Hasyim; Fadhliah M. Alhadar
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.12510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai dengan kesiapan untuk perubahan sebagai variabel mediasi. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah belum optimalnya kinerja pegawai yang diduga dipengaruhi oleh rendahnya kesiapan menghadapi perubahan serta kurang efektifnya penerapan gaya kepemimpinan di lingkungan birokrasi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai pada empat instansi, yaitu Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Inspektorat, dan Dinas Perpustakaan, dengan total responden sebanyak 112 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kesiapan untuk perubahan. Variabel kesiapan untuk perubahan terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kepemimpinan transformasional dan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional dalam membangun kesiapan mental dan perilaku pegawai terhadap perubahan organisasi, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas dan produktivitas birokrasi daerah
Peran Organizational Citizenship Behavior (Ocb) Dalam Memediasi Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Tengah Muhammad Akhdiyanoor Wirahadi; Marwan Marwan; Fadhliah M. Alhadar
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.15892

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai variabel mediasi pada Pegawai Negeri Sipil di Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Seluruh populasi sebanyak 110 pegawai dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan OCB. Pelatihan tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja, namun berpengaruh signifikan terhadap OCB. OCB terbukti berpengaruh paling kuat terhadap kinerja serta memediasi secara penuh hubungan pelatihan terhadap kinerja dan secara parsial hubungan pendidikan terhadap kinerja.
Pengaruh Pengembangan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Self-Efficacy Sebagai Variabel Mediasi Pada Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Tengah Ika Sahilla Putri; Fadhliah M. Alhadar
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.15895

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengembangan kompetensi terhadap kinerja pegawai dengan efikasi diri sebagai variabel mediasi pada Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 143 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari 223 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta terhadap efikasi diri. Efikasi diri juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan memediasi secara parsial hubungan antara pengembangan kompetensi dan kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja ASN memerlukan penguatan kompetensi sekaligus keyakinan diri pegawai
Pengaruh Tacit Knowledge Dan Explicit Knowledge Terhadap Employee Performance Dimediasi Oleh Learning Organization Pada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah Bambang Irianto; Abdul Wahab Hasyim; Fadhliah M. Alhadar
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.16054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tacit knowledge dan explicit knowledge terhadap employee performance dengan learning organization sebagai variabel mediasi pada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, khususnya pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA), dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai yang berjumlah 112 orang dengan teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tacit knowledge tidak berpengaruh langsung terhadap employee performance, sedangkan explicit knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee performance. Selain itu, tacit knowledge dan explicit knowledge berpengaruh positif terhadap learning organization. Variabel learning organization terbukti memiliki pengaruh paling kuat terhadap employee performance. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tacit knowledge dan explicit knowledge memiliki pengaruh tidak langsung terhadap employee performance melalui learning organization sebagai variabel mediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja aparatur tidak hanya bergantung pada ketersediaan pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan organisasi dalam mengelola pengetahuan tersebut melalui budaya organisasi pembelajar yang berkelanjutan.