Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Total Quality Management (TQM) Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Untuk Meningkatkan Kepuasan Masyarakat Terhadap Dinas Sosial Nurul Fajri Husin; Fadhliah M. Alhadar; Rahmat Sabuhari Sabuhari
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 14 No. 8 (2024): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/covalue.v14i8.4095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Total Quality Management (TQM) dalam penyelenggaraan pelayanan publik oleh Dinas Sosial, khususnya pada program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Maluku Utara. Meskipun pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menerapkan TQM, masih terdapat kendala dalam beberapa instansi, terutama Dinas Sosial, yang memiliki nilai kepatuhan yang rendah. Penelitian ini fokus pada kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Dinas Sosial Kota Ternate. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan TQM dalam berbagai indikator mencapai 65%, namun masih terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi sepenuhnya. Penerapan prinsip-prinsip TQM, seperti Customer Focused, Continuous Improvement, Employee, dan Quality Assurance, memengaruhi proses pelayanan. Namun, beberapa indikator, seperti pelibatan masyarakat, standar operasional prosedur yang belum tepat, dan kurangnya kegiatan peningkatan kapasitas pegawai, menyebabkan dampak negatif terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Dinas Sosial. Peningkatan kualitas pelayanan dapat dicapai dengan memperhatikan indikator yang belum terpenuhi dan melibatkan masyarakat dalam penyusunan standar layanan. Upaya peningkatan kapasitas pegawai juga perlu diperhatikan untuk mendukung penerapan TQM secara holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis sebagai referensi untuk penelitian berikutnya dan memberikan pandangan praktis bagi Organisasi Perangkat Daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik
Kepemilikan Psikologis dalam Organisasi: Peran Person-Organization Fit dan Konsekuensi terhadap Dukungan untuk Perubahan dan Perilaku Kewargaan Organisasional: Psychological Ownership in Organizations: The Role of Person-Organization Fit and Consequences on Support for Change and Organizational Citizenship Behavior Fadhliah M Alhadar; Ida Hidayanti
Society Vol 9 No 2 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i2.317

Abstract

This study examines the antecedent and consequences of psychological ownership, where employees develop possessive feelings towards the organization. Person-Organization Fit (PO-Fit) is required to increase psychological ownership through various organizational activities. Psychological ownership produces significant psychological, emotional, and behavioral consequences, including employees support for change and Organizational Citizenship Behavior (OCB). This study involved 210 staff from educational institutions. A total of 191 survey questionnaires were returned, and 121 were eligible. According to hierarchical regression analysis, the result indicated that PO-Fit had a positive effect on psychological ownership (?=0.42, t=4.81), psychological ownership had a positive effect on support for change (?=0.26, t=4.01) and OCB (?=0.21, t=3.12). The study concluded that psychological ownership is necessary to support positive organizational behavior.
Kemampuan Kolaborasi Jaringan Pemasaran dalam Meningkatkan Kinerja UKM di Kota Ternate: Marketing Network Collaboration Capability in Improving SME Performance in Ternate City Ida Hidayanti; Fadhliah M Alhadar
Society Vol 9 No 2 (2021): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v9i2.361

Abstract

This research aims to bridge the gaps in the relationship of entrepreneurial orientation to marketing performance, as some research yielded contradictory results. This research used a survey method distributing questionnaires with open and closed-ended statements to small and medium industries. Also, convenience sampling was applied with a sample size of 100 respondents from representatives of small and medium industries in the city of Ternate. The analytical method was aided with Smart PLS. The results show that the quality of social networks has no significant effect on the performance of SMEs and that the marketing network collaboration capability has no significant effect on the performance of SMEs. This implies that business operators of conventional businesses in certain areas have not reached the markets outside Ternate City by using social media, which is a remarkably effective medium.