Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Melayani Dengan Nada dan Hati, Menjadi Pelayan Berkarakter Kristus Kiring, Musa; Gotib, Andi; Elmi, Ester; Manalu, Laura Megawaty; Kapoyos, Richard Junior
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 3 No. 2 (2025): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v3i2.385

Abstract

Pelayanan musik di gereja bukan sekadar keterampilan memainkan nada atau melantunkan lagu, melainkan panggilan untuk memuliakan Tuhan melalui sikap hati yang benar. Artikel ini membahas konsep pelayanan musik yang berlandaskan karakter Kristus, dengan fokus pada integritas, kerendahan hati, kesetiaan,Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di gereja-gereja kemah injil Indonesia Makassar. Dalam penelitian ini pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pelayanan yang berdampak bukan hanya mengandalkan kualitas teknis, tetapi juga keselarasan hati dengan firman Tuhan. Dengan demikian, menjadi pelayan yang “melayani dengan nada dan hati” berarti menghadirkan musik sebagai sarana penyembahan yang tulus, membangun iman jemaat, dan menjadi kesaksian hidup yang memuliakan Kristus
Analisis Struktur Piano Sonata KV 279 Movement II Karya Wolfgang Amadeus Mozart Oktorian; Richard Junior Kapoyos; Oktorian, Oktorian
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v8i2.852

Abstract

Analisis secara mendalam mengenai bentuk sonata awal Mozart seperti piano sonata KV 279 movement II masih jarang dibahas, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk musik dan progresi harmoni piano Sonata KV 279 movement II karya Wolfgang Amadeus Mozart. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan teori analisis bentuk musik dari Karl Edmund Prier, Bruce Benward, dan William E. Chaplin. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sonata KV 279 movement II terdiri dari eksposisi sebanyak 28 birama, development sebanyak 14 birama, dan rekapitulasi sebanyak 32 birama. Keunikan dari karya ini adalah ciri binary form dengan kecenderungan rounded binary, tetapi dengan sentuhan ekspresif yang kaya, penggunaan ornamentasi yang tidak berlebihan khas Mozart, dan kesan harmoni yang lembut mengakibatkan warna suara yang dihasilkan menjadi terang tetapi hangat. Penelitian ini berimplikasi terhadap penguatan pemahaman tentang bentuk musik klasik dan dapat menjadi panduan bagi pengajar untuk menjelaskan mengenai struktur musik Sonata KV 279 movement II karya Mozart.
Paradigma Pendidikan Seni Melalui Ideologi Liberal dan Ideologi Konservatif dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Richard Junior Kapoyos
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i1.38

Abstract

Landasan paradigma pendidikan adalah unsur dari kebudayaan bangsa. Melalui ideologi liberal pendidikan seni akan memberi ruang pada individu untuk mengembangkan kepercayaan diri dengan kebebasan yang dimiliki. Pendekatan pendidikan dalam seni melalui paham konservativisme lebih kepada perlunya melestarikan dan meneruskan keyakinan dan praktik seni yang sudah mapan. Sedangkan pendidikan multikultural berfungsi sebagai penguatan karakter individu agar mampu bersikap humanis, demokratis, dan pluralis. Sudut pandang pendidikan seni melalui ideologi liberal dan konservatif bermakna bahwa pendidikan seni mengarah kepada dua hal, yaitu sebagai media pendidikan ekspresif artistik dan sebagai apresiatif estetis. Pada hakekatnya pendidikan seni memiliki subtansi sebagai pendidikan kreatif dan pendidikan estetika yang berfungsi sebagai media dalam upaya pengembangan kreativitas budaya. Sehingga dengan sendirinya subtansi pendidikan seni secara langsung sebagai perwujudan nilai karakter subjek didik. Dengan metode pembelajaran melalui pendidikan seni, pendidik harus berfungsi sebagai agen pembaharuan yang berperan sebagai komunikator dan berfungsi sebagai pelayanan yang dilandasi olah rasa, profesional dan selalu memiliki kesadaran akan tanggung jawab serta berfungsi sebagai narasumber yang terpercaya.
Pembelajaran Ansambel Vokal di Era Revolusi Industri 4.0 Laura Megawaty Manalu; Richard Jr. Kapoyos
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v4i1.83

Abstract

In the era of the industrial revolution 4.0, it has an impact on fast information. Since the beginning of 2020 until now, face-to-face activities are still limited due to the COVID-19 pandemic. This has had an impact on the education system, particularly in the field of vocal music. But of course it takes creativity and innovation to overcome these problems. This study uses a qualitative approach. In writing this is qualitative data, using a descriptive approach, namely research that intends to make a description of situations or events (Basrowi, 2008). Based on data sources, this type of research is field research in the form of descriptive qualitative research. The form of vocal ensemble learning in the era of the industrial revolution 4.0 can be done by utilizing several digital applications. Among them, using the Zoom Meeting application by utilizing the video call feature and the use of features from Zoom have their respective advantages and this provides a new paradigm if both are used in the online vocal ensemble practice learning process.
Penerapan Metode Praktik pada Pemain Keyboard dalam Mengiring Ibadah di Gereja Kibaid Dirgantara Makassar Richard Kapoyos; Laura Megawaty Manalu; Musa Kiring
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 2 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i2.1972

Abstract

The aim of this research is to determine the application of practical methods to keyboard players in accompanying worship services at church. The problem in this research is how to apply practical methods to keyboard players in accompanying worship in church. In this research, the author used a qualitative method approach. The qualitative method is data collection carried out personally, where the researcher plays an important role in this research to collect data or information related to this research. Results and discussion in this research The practical method is a method that is carried out by explaining while providing training material to the training participants. This method can be said to be good and appropriate in carrying out music training, especially keyboards. Applying this practical method can make it easier for trainees to understand the training material and can also practice it quickly and well. This method also allows teenagers to improve their musicality and improve their skills (psychomotor) in music.