Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Strategi Penerapan Lima Hari Kerja Terhadap Karyawan Non-Shift Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru Madzhar Fasni; Sumijatun Sumijatun; Sakti Brata Ismaya
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7202

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru akan menerapkan kebijakan lima hari kerja bagi karyawan non-shift untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan serta efisiensi operasional rumah sakit. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan, mengurangi beban kerja yang berlebihan, serta menekan biaya operasional. Namun, tantangan dalam penerapannya meliputi pengelolaan beban kerja, produktivitas, serta disiplin karyawan yang harus tetap terjaga. Penelitian belum dilaksanakan, namun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari penerapan kebijakan lima hari kerja. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan rumah sakit, penyebaran kuesioner kepada karyawan non-shift, serta analisis dokumen terkait operasional rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan lima hari kerja memberikan dampak positif terhadap keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan karyawan. Selain itu, kebijakan ini mampu menekan biaya operasional hingga Rp 90.382.020,- per tahun, terutama dari pengurangan penggunaan listrik, air, dan tunjangan kehadiran. Namun, tantangan utama dalam implementasi kebijakan ini adalah kebutuhan pengawasan yang lebih ketat dan penyesuaian beban kerja agar produktivitas tetap optimal. Kata Kunci: efisiensi, karyawan, kepuasan, kerja, Lima hari
Evaluasi Penggunaan Electronic Medical Records (EMR) Di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara TK II Surabaya Tahun 2025 Nadya Noor Mulya Putri Mulya Putri; Tri Suratmi; Sumijatun Sumijatun
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7147

Abstract

ABSTRAK Penerapan Electronic Medical Records (EMR) di rumah sakit bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat akses informasi medis, serta mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis data yang akurat. Namun, implementasi EMR masih menghadapi berbagai tantangan teknis dan operasional yang dapat memengaruhi efektivitas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan EMR di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara TK II Surabaya pada tahun 2025, dengan fokus pada kendala yang dihadapi tenaga medis dalam penggunaan sistem serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan. Penelitian ini merupakan operation research (riset operasional) dengan pendekatan campuran (mix method), yang mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 10 informan kunci dan informan utama yang merupakan tenaga medis yang berperan langsung dalam penggunaan EMR. Objek penelitian adalah sistem EMR itu sendiri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan Focus Group Discussion, sedangkan analisis data menggunakan metode content analysis. Validasi data dilakukan dengan metode triangulasi sumber data untuk memastikan akurasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan kapasitas server, gangguan jaringan, serta kurangnya pelatihan bagi tenaga medis merupakan kendala utama dalam implementasi EMR. Selain itu, integrasi data antarunit pelayanan, seperti laboratorium, farmasi, dan rawat inap, belum berjalan optimal, sehingga menghambat efisiensi layanan. Dampak dari kendala ini meliputi keterlambatan proses klaim JKN, perpanjangan durasi rawat inap pasien, serta peningkatan risiko kesalahan administratif. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan infrastruktur teknologi, optimalisasi integrasi sistem antarunit, serta peningkatan pelatihan bagi tenaga medis guna meningkatkan efektivitas penggunaan EMR. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, serta sistem rujukan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Surabaya. Kata Kunci: Electronic Medical Records, Klaim BPJS, Durasi Rawat Inap, Rujukan.