Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengetahuan, Sikap dan Praktik Pencegahan Filariasis pada Masyarakat di Daerah Endemik Filariasis: A Literatur Review Endah Fitriasari; Syahrul Syahrul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10314

Abstract

Filariasis is one of four diseases that are very important to note, especially in the tropics and subtropics, considering the impact of this disease is the existence of social stigma, decreased productivity and quality of life both psychologically, economically and socially. This study used a literature review approach from several databases, namely Pubmed, Proquest, Science Direct, Google Schoolar and other secondary searches. In total, this review literature consisted of 7 non-experimental journals (observations / surveys) that assess the knowledge, attitudes and prevention practices of filariasis; 6 journal reports on knowledge, 5 journals reported on attitudes and 5 journals discussing prevention practices, where the key to success of the government program (GPELF) was the compliance of the community itself. As for being obedient, people need good knowledge, attitudes and preventive practices about filariasis. The results of this review literature show that there was still a lack of knowledge, attitudes and practices of community prevention, so that a more appropriate education and health information program is needed. Keywords: knowledge; attitude; practice; lymphatic filariasis ABSTRAK Filariasis adalah satu dari empat penyakit yang sangat penting untuk diperhatikan khususnya di daerah tropis dan subtropis, mengingat dampak dari penyakit ini adalah adanya stigma sosial, penurunan produktifitas dan kualitas hidup baik secara psikologi, ekonomi maupun sosial. Studi ini menggunakan pendekatan telaah literature dari beberapa database, yaitu Pubmed, Proquest, Science Direct, Google Schoolar dan pencarian sekunder lainnya. Secara total, literature riview ini terdiri dari 7 jurnal non-eksperimental (observasi/ survey) yang menilai pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan pada filariasis; 6 jurnal melaporkan tentang pengetahuan, 5 jurnal melaporkan tentang sikap dan 5 jurnal membahas tentang praktek pencegahan, dimana kunci keberhasilan dari program pemerintah (GPELF) adalah kepatuhan masyarakat itu sendiri. Sedangkan untuk menjadi patuh, masyarakat memerlukan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan yang baik tentang filariasis. Hasil dari literatur review ini menunjukkan rendahnya pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan masyarakat, sehingga dibutuhkan adanya program pendidikan dan informasi kesehatan yang lebih tepat. Kata kunci: pengetahuan; sikap; praktik; lymphatic filariasis
Faktor yang Berhubungan dengan Stigma Masyarakat terhadap Perawat Covid-19 di Kota Ambon berdasarkan Teori Health Belief Model (HBM) La Rakhmat Wabula; Endah Fitriasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk342

Abstract

Stigma and discrimination as well as changes in people's lifestyles have been the most felt impact since Covid- 19 became a pandemic that attacked various countries. The Health Belief Model (HBM) is one of the most frequently used theories in understanding health and disease behavior. The purpose of this study was to analyze factors related to community stigma against COVID-19 nurses in Ambon City based on the Health Belief Model (HBM) theory. The design of this research is descriptive correlation with a cross-sectional research approach. This study uses a questionnaire instrument as a measuring tool developed by researchers based on the theoretical framework of the Health Belief Model, namely measuring perceptions of vulnerability, seriousness, benefits, obstacles, beliefs, threats and questionnaires about community stigma.The population in this study is the community in Batu Merah Village, Ambon City, with a sample of 55 respondents based on the calculation of the sample calculation formula for the Ordinal-Ordinal Correlative Descriptive research. This research has received ethical approval from the Health Research Ethics Committee of STIKes Maluku Husada with No. RK.018/KEPK/STIK/VIII/2021. The results of the analysis show that knowledge does not have a significant effect on confidence (vulnerability (0.178), seriousness (0.160), advantage (0.055), barriers(0.610),self- confidence (0.199);threat does not have a significant effect on stigma as indicated by a p value of 0.417.Keywords: covid-19; stigma; health belief modelABSTRAKStigma dan diskriminasi serta perubahan pola hidup masyarakat menjadi dampak yang paling dirasakan sejak Covid19 menjadi pandemic yang menyerang diberbagai Negara. Health Belief Model (HBM) menjadi salah satu teori yang paling sering digunakan dalam memahami perilaku kesehatan dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap perawat covid-19 di Kota Ambon berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner sebagai alat ukur yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan kerangka kerja teori Health Belief Model yakni mengukur persepsi kerentanan, keseriusan, keuntungan, hambatan, kepercayaan, ancaman dan kuesioner tentang stigma masyarakat. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Desa Batu Merah Kota Ambon, dengan sampelsebanyak 55 responden berdasarkan perhitungan sampel perhitungan rumus besar sampel untuk penelitian Deskriptif Korelatif Ordinal- Ordinal. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan STIKes Maluku Husada dengan No. RK.018/KEPK/STIK/VIII/2021. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keyakinan (kerentanan (0,178), keseriusan (0,160), keuntungan (0,055), hambatan (0,610), kepercayaan diri (0,199)); ancaman tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap stigmaditunjukkan dengan nilai p 0,417.Kata kunci: covid-19; stigma; health belief model
Pengaruh Diabetes Self Management Education and Support (DSME-S) Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diebetes Mellitus Tipe II pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Piru La Rakhmat Wabula; Endah Fitriasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1721

Abstract

The COVID-19 pandemic has challenged institutional and independent diabetes management. The ongoing lockdown has a negative impact on access to self care for people with diabetes mellitus (DM), a chronic disease that requires serious treatment involving the patient and family in self-care management, one of which is through the Diabetes Self Management Education and Support (DSME-S) approach. This study aims to analyze the effect of DSME-S on the quality of life of patients with type II DM in the Piru Health Center Work Area. The design of this research was pre and post test with control group. The sample size was 30 people who were divided into 2 groups, namely 15 people in the intervention group and 15 people in the control group. DSME-S consisted of 6 sessions. Sessions 1 to 4 were held at the village hall and sessions 5 to 6 were held at the patient's home. Data were analyzed using t test. The results of the paired sample t-test showed that there was a difference in the quality of life between the pre-test and post-test, both in the treatment group (p = 0.001) and the control group (p = 0.002). The results of the independent sample t-test showed a significant difference between the treatment group and the control group (p=0.001). The improvement in quality of life in the treatment group was greater than that in the control group. Furthermore, it was concluded that DSME-S affects the quality of life of patients with type II diabetes.Keywords: Type II diabetes mellitus; quality of life; diabetes self management education and support (DSME-S)  ABSTRAK Pandemi COVID-19 telah menantang manajemen diabetes secara institusional dan mandiri. Lockdown yang berlangsung berdampak negatif pada akses self care penderita diabetes mellitus (DM), suatu penyakit kronik yang memerlukan penanganan serius yang melibatkan penderita dan keluarga dalam penatalaksanaan perawatan mandiri, salah satunya melalui pendekatan Diabetes Self Management Education and Support (DSME-S). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DSME-S terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Piru. Desain penelitian ini adalah pre and post test with control group. Ukuran sampel adalah 30 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu 15 orang pada kelompok intervensi dan 15 orang pada kelompok kontrol. DSME-S terdiri atas 6 sesi. Sesi 1 sampai 4 dilakukan di balai desa dan sesi 5 sampai 6 dilakukan di rumah penderita. Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan kualitas hidup antara pre-test dan post-test, baik pada kelompok perlakuan (p = 0,001) maupun kelompok kontrol (p = 0,002). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p=0,001). Peningkatan kualitas hidup pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa DSME-S berpengaruh terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II.Kata kunci: diabetes mellitus Tipe II; kualitas hidup; diabetes self management education and support (DSME-S)
Multimedia Compaign Akronim FAST (SeGeRa) untuk Meningkatkan Pengetahuan Kegawatdaruratan Stroke pada Masyarakat di Desa Rohmoni, Maluku Muhammad Taufan Umasugi; Endah Fitriasari; Leni Nurdiyanti Sangadji
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.1729

Abstract

Stroke is a major health problem in the community that can cause disability and decrease a person's quality of life, even to death. The impact caused by the emergency of a stroke can be minimized with the knowledge by the family or the community in assessing the early signs and symptoms of a stroke, so that efforts to seek treatment can be made immediately. The purpose of this study was to analyze the effect of the Multimedia Compaign Acronym FAST (SeGeRa) on knowledge of stroke emergencies in the community in Rohmoni Village, Maluku. The design of this research is one group pre-post test without control group. The subjects of this study were 91 Rohmoni villagers who were selected using a simple random sampling technique. Knowledge data before and after treatment were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that there was an increase in knowledge after the intervention was indicated by the value of p = 0.000. Furthermore, it can be concluded that the Multimedia Campaign Acronym FAST (SeGeRa) is effective in increasing public knowledge about early detection of stroke. It is hoped that the public can apply knowledge about the early signs and symptoms of stroke as an effort to reduce the rate of disability and death due to delays in handling stroke patients.Keywords: FAST method; knowledge; strokeABSTRAK Stroke merupakan masalah kesehatan uatama di masyarakat yang dapat menyebabkan kecacatan serta menurunnya kualitas hidup seseorang, bahkan sampai pada kematian. Dampak yang ditimbulkan oleh kegawatdaruratan stroke ini dapat diminimalisir dengan adanya pengetahuan oleh keluarga atau masyarakat dalam menilai tanda dan gejala awal serangan stroke, sehingga upaya mencari pengobatan dapat dilakukan dengan segera. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Multimedia Compaign Akronim FAST (SeGeRa) terhadap pengetahuan kegawatdaruratan stroke pada masyarakat di Desa Rohmoni, Maluku. Rancangan penelitian ini adalah one group pre-post test without control group. Subyek penelitian ini adalah 91 masyarakat desa Rohmoni yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan, dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan intervensi yang ditunjukkan dengan nilai p = 0,000. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa Multimedia Campaign Akronim FAST (SeGeRa) efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini stroke. Diharapkan masyarakat dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang tanda dan gejala awal stroke sebagai upaya dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat keterlambatan dalam penanganan pada pasien stroke.Kata kunci: metode FAST; pengetahuan; stroke
Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Perawat tentang Oral Care pada Pasien Tidak Sadar Endah Fitriasari; Elly L. Sjattar; Kusrini S. Kadar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 2 (2020): April 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11205

Abstract

Background: Providing oral care for adults who are hospitalized with dependency is a nursing responsibility and is an important component of providing nursing care services, as an effort to maintain general health. Objective: To observe nurses' knowledge, attitudes and skills about oral care in unconscious patients. Methods: Using an database to search for articles from journals that had been published through PubMed, Google Scholar, and Proquest. Results: Six articles that discussed oral health care knowledge, attitudes and skills were included in the review. There were three articles with cross-sectional designs and one article each for descriptive, non-randomized intervention trials and mixed methods. Conclusion: Efforts to renew knowledge, attitudes and improve oral health care skills can be done through training or through oral health programs. Keywords: knowledge; attitudes; nurse skills; oral care; unconscious patients ABSTRAK Latar Belakang: Memberikan oral care untuk orang dewasa yang dirawat di rumah sakit dengan ketergantungan adalah tanggung jawab keperawatan dan merupakan komponen penting dari pemberiaan layanan asuhan keperawatan, sebagai upaya menjaga kesehatan secara umum. Tujuan: Untuk melihat pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat tentang oral care pada pasien tidak sadar. Metode: Menggunakan basis data elektronik dalam mencari artikel dari jurnal yang telah dipublikasikan melalui PubMed, Google scholar, dan Proquest. Hasil: Enam artikel yang membahas tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan perawatan kesehatan mulut dimasukkan dalam tinjauan. Terdapat tiga artikel dengan desain cross- sectional serta masing- masing satu artikel untuk deskriptif, non-randomized intervention trial dan mixed method. Kesimpulan: Upaya memperbaharui pengetahuan, sikap dan meningkatkan keterampilan perawatan kesehatan mulut dapat dilakukan dengan pelatihan ataupun melalui program kesehatan mulut. Kata kunci: pengetahuan; sikap; keterampilan perawat; oral care; pasien tidak sadar
Sosialisasi Penggunaan Masker Sebagai Upaya Penerapan Protokol Kesehatan Di Masyarakat Desa Kairatu Endah Fitriasari
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.246 KB) | DOI: 10.31004/jh.v1i2.16

Abstract

Sosialisasi merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang maksud dan tujuan yang kita sampaikan, sosialisasi sebagai alat untuk mewujudkan pesan secara lisan, salah satu metode yang kami gunakan adalah melakukan sosialisasi ini sebagai upaya untuk memberikan masukan kepada masyarakat agar tetap mengikuti penerapan protocol kesehatan sebagai upaya pencegahan Virus COVID-19. Masker Merupakan Alat pelindung diri dari penularan virus berbahaya, penggunaan masker bedah terbbatas waktu efektif dan tergantung cara pemakaiannya, jika pemakaiannya sering dilepas kebawah dagu maka berbagai kemungkinan kontaminasi bakteri bisa terjadi, oleh karena itu melalui sosialisasi ini masyrakat dapat memahami penggunaan masker yang baik dan benar. Penggunaan masker sering dirasakan risih oleh sebagian masyarakat, padahal penggunaan masker merupakan salah satu alternative untuk mencegah penularan virus secara luas. Sebagian masyarakat mengeluhkan penggunaan masker dikarenakan masalah sesak nafas, merasa terganggu, sebagian yang berkacamata berembun sampai ke masalah financial. Sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menggunakan masker maka seperlunya kami menggunakan metode sosialisasi dengan mempraktikan penggunaan masker dan pembagian masker ke masyarakat sebagai wujud peduli dan upaya penerapan protocol demi terciptanya masyarakat yang sehat dan mencegah dari penularan virus COVID-19.
The Experience among Patients with Bone Fractures during Traditional Massage Therapy (Topu Bara): A Phenomenology Study La Rakhmat Wabula; Endah Fitriasari; Syahfitrah Umamity; Arindiah Windari
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 1 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.199 KB) | DOI: 10.55048/jpns.v1i1.9

Abstract

Background: In Indonesia, traditional medicine called “Sangkal Putung” has become an alternative treatment for fractures. Broken-bones sufferers at any age, anywhere, and in any case go to “Sangkal Putung” and there is even a public hospital that provides surgical services. Especially in Maluku Province, there is a type of traditional massage therapy treatment called “Topu Bara”. Purpose: The study aimed to explore the experiences among patients with bone fractures during traditional massage therapy (Topu Bara). Methods: A phenomenological study that used deep interviews was used from August to September 2021 The participant was taken by purposive sampling, adult aged 25 to 55-years old, and were the second or more of healing series. Data originated from 15 participants. Interviews were recorded, transcribed verbatim, and Collaizi analysis. Results: The results of the study found 7 themes, including causes of fracture, time events, action taken directly after inside, pain experiences during handling in therapy “Topu Bara”, coping of the patients, pain management, and advice given by healer to other participants. Conclusions: Most of them stated that safety and comfort were the priority for fracture healing. The concept of culture in the behavioral alteration of fracture healing can have on the participants.
HUBUNGAN TINDAKAN RESUSITASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI UGD RSUD PIRU KAB SBB PROPINSI MALUKU Endah Fitriasari; Muhammad Taufan Umasugi; Gwenda L. Dady
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.809 KB) | DOI: 10.33846/ghs5106

Abstract

Pasien yang datang diunit gawat darurat harus segera ditolong karena setiap detik, menit dan waktu sangat berharga bagi pasien dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan resusitasi, keluarga pasien merasa takut kehilangan pasien yang menjalani tindakan diruang resusitasi dan umumnya keluarga mengalami kecemasan yang bervariasi. Hasil observasi dan pengamatan klinik penulis di UGD RSUD Piru melihat banyak hal yang dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga terhadap tindakan resusitasi yaitu cemas akan kematian pasien, pengobatan yang diberikan, penyakit pasien, dan lingkungan ruang gawat darurat yang sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan resusitasi dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di UGD RSUD Piru Kab SBB. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi tingkat kecemasan menurut HARS, sampel berjumlah 32 orang keluarga pasien di UGD RSUD Piru. Kecemasan yang dialami responden sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 24 orang (75%), kecemasan sedang sebanyak 8 orang (25%), tindakan resusitasi yang dilakukan oleh perawat diruang resusitasi sebanyak 17 orang (53.1%). Analisis fisher’s exact tes didapatkan tingkat kemaknaan pValue = 0,031 (p
RISK OF HELMINTHIASIS IN PREGNANT WOMEN Rio Khoirudin Apriyadi; M Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
Jurnal Multidisipliner Bharasa Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasa
Publisher : Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.714 KB) | DOI: 10.56691/jurnalmultidisiplinerbharasa.v1i2.249

Abstract

The helminthic disease is transmitted through the soil that causes the human body to become infected with worms. Worms can lead to a deterioration in the state of health, nutrition, intelligence, and productivity of the infected individual. This study aims to discover how worms affect pregnant women's condition of the child to be born or the baby. This research uses a normative or literature approach, with the primary data source as documents related to the research subject. Data analysis was carried out descriptively. The results showed that worms in pregnant women affect the condition of the child to be born or the baby, such as the risk of prematurity, low birth weight, and the risk of perinatal death because helminth infections can cause anemia due to the body losing iron deposits which will eventually interfere with the formation of hemoglobin which is due to a decrease in food intake and malabsorption of nutrients. Abstrak Pesantren dalam catatan sejarah memainkan peran penting dalam dunia pendidikan, ekonomi dan politik. Ekonomi pesantren pada dasarnya telah mempersiapkan diri sebagai independensi organisasi dalam mempertahankan eksistensinya. Peraturan Kemenag mengisyaratkan independensi pesantren dengan roadmap kemerdekaan sebagai pedoman utama. Sementara itu, UU Pesantren belum secara spesifik menyebutkan hal tersebut. Tulisan ini berupaya menjelaskan pelaksanaan independensi pesantren dan perlunya rekonstruksi UU Pesantren dalam perspektif pesantren m andirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya wacana rekonstruksi pasal-pasal dalam UU Pesantren sejalan dengan program kemandirian pesantren dan program atau teknis pelaksanaan di bawahnya, mulai dari pendanaan pesantren, roadmap kemandirian pesantren, hingga petunjuk teknis bantuan usaha pesantren.
Uji Kompetensi dan Mutu Pendidikan Kesehatan (Sebuah Opini) Endah Fitriasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7306

Abstract

Ujian kompetensi Nasional kesehatan atau yang biasanya dikenal dengan UKOMNAS merupakan salah satu cara untuk menguji kemampuan peserta didik calon lulusan pada pendidikan kesehatan. Peranan peguruan tinggi dalam mengelola dan menjaga kualitas lulusan dengan meningkatkan pelaksanaan pembahasan soal, tryout membeikan dampak yang signifikan untuk kelulusan mahssiwa kesehatan, ditunjang dengan IT dan pemanfaatan teknologi yang mumpuni sehingga kualitas lulusan terukur, hal ini bedampak pada mutu peguruan tinggi yang mengedepankan kualitas, kualitas mutu sebuah peguruan tinggi dapat dilihat dari lulusan bidang kesehatan, salah satunya adalah penyelenggaraan uji kompetensi secara Nasional. Kata kunci: uji kompetensi; pendidikan kesehatan; mutu