Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Relationship between Diabetes Self-Management Knowledge and Stress Levels of Diabetic Mellitus Patients Who Follow a Diet During the Covid-19 Pandemic in Working area of the Piru Health Center La Rakhmat Wabula; Endah Fitriasari; Mursalim Saman
Jambura Nursing Journal Vol 5, No 2: July 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v5i2.16502

Abstract

Patients with Type II Diabetes Mellitus need to improve the Self-Management diet to prevent acute complications and reduce the risk of long-term complications and to do a fairly strict diet that causes boredom and stress because they have to follow dietary recommendations throughout their lives. The purpose of this study was to determine the relationship between diabetes self-management knowledge and stress in type II diabetes mellitus patients on a diet in Telaga Piru Hamlet, West Seram District, SBB Regency. The research design used quantitative research with a cross sectional approach and the number of samples was 93 respondents using total sampling, the instrument was a questionnaire and the analysis used the Spearman rank test. The results showed that the results of the analysis obtained a p-value of 0.000. Thus it is smaller than the level α = 0.05. This means that the hypothesis (H1) is accepted, that is, there is a relationship between diabetes self-management knowledge and the stress of type II diabetes mellitus sufferers on a diet. This can be proven by the value of the significance level, which means that the better self-management knowledge, the lighter the stress of going on a diet in people with type II diabetes mellitus. The results of this study are expected so that diabetes can implement good self-management dietary behavior and can reduce stress felt by sufferers independently.
Strategi Edukasi Pemanfaatan Kelambu Sebagai Upaya Pencegahan Malaria di Desa Hualoy Kabupaten Seram Bagian Barat Muhammad Taufan Umasugi; Sahrir Sillehu; M Dahlan Sely; Endah Fitriasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 1 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v1i2.13

Abstract

Malaria menjadi momok bagi Indonesia, walaupun terhitung 2011-2015 angka kejadian malaria mengalami penurunan, tetapi daerah endemis masih menjadi prioritas pemberantasan kejadian malaria Data WHO (2007) menyebutkan pemakaian kelambu di afrika selatan efektif menurunkan tingkat kejadian malaria. Kementrian Kesehatan RI memperkirakan persentase penduduk yang tinggal di daerah endemis sebanyak 35% yang mungkin berisiko terjadinya malaria. Dari 500an kabupaten/kota yang ada di Indonesia sangat berisiko terjadinnya malaria, karena 54% merupaan daerah endemis malaria termasuk Maluku. salah satunya di kabupaten seram bagian barat desa hualoy, tercatat dari infodatin kementrian kesehatan RI bahwa kejadian berulang meningkat terjadi di malam hari di wilayah kerja puskesmas tomalehu yang mempunyai wilayah kerja di Desa Hualoy. Tujuan dari pengabdian ini adalah pemanfaatan kelambu sebagai upaya pencegahan malaria di desa Hualoy, Metode pengabdian ini adalah edukasi pemanfaatan kelambu yang di miliki keluarga agar menggunakan kelambu dengan baik dan benar terutama di malam hari.
Sistem Imbalan Jasa Pelatihan dengan Kinerja Perawat di Puskesmas Perawatan Siti Umin Kaliky; M Fadly Kaliky; Ratna Sari Rumakey3 Sari Rumakey; M Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3203

Abstract

Latar belakang: Kinerja perawat sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor,salah satunya sistem adalah imbalan jasa pelatihan. Sistem imbalan yang baik dapat meningkatakan motivasi dan produktivitasi kerja perawat. Namun, di beberapa fasilitas kesehatan, sistem ini belum optimal diterapkan.Tujuan : untuk mengatahui hubungan antara system imbalan jasa dengan pelatihan dengan kinerja perawat di Puskesmas Perawatan Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB ) tahun 2022. Metode : Penelitian ini digunakan desain kuantitatifdengan pendekatan scroll-sectional.sampel terdiri dari seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Perawatan K ecamatan Kairatu,menggunakan teknik total sampling.instrumen yang di gunakan beruoa kesioner yang telah diuji validitas dan rehabilitas. Data dianilisis menggunakn uji chi-square Hasil : Hasil penelitian menunjuan adanya hubyngan yang signifikan antara system imbalan jasa pelatihan dengan kinerja perawat ( p-vlue<0,050 ). Perawat yang menerima imbalan jasa pelatihan yang memadai cenderung memiliki kinerja yang lebih baik di bandingkan dengan yang tidak. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara sistem imbalan jasa pelatihan dengan kinejra perawat. Di harapakan pihak manajemen Puskesmas dapat memperhatikan sistem imbalan sebagai strategis dalam meningkatkan kualitas layanan keperawatan.
Efektivitas Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BLS) dalam Meningkatkan Keterampilan Kader Kesehatan dalam Penanganan Korban Tenggelam Muhammad Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
JURNAL TAMPIASIH Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : LPPM, Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Insiden tenggelam merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di daerah pesisir, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat. Kader kesehatan di wilayah ini memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama, namun kurangnya pengetahuan dan keterampilan menjadi hambatan utama dalam penanganan korban tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BLS) dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam menangani situasi darurat tenggelam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Sampel penelitian terdiri dari 30 kader kesehatan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan BLS. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan kombinasi antara teori dan praktik, termasuk simulasi teknik resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan korban tenggelam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan setelah pelatihan, dengan skor post-test rata-rata meningkat sebesar 40% dibandingkan dengan pre-test. Nilai p sebesar 0,0004 mengindikasikan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Pelatihan BLS terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat dalam penanganan korban tenggelam. Namun, penelitian ini juga menyoroti perlunya perpanjangan durasi pelatihan dan pelatihan ulang secara berkala untuk menjaga keterampilan tetap tajam dan responsif terhadap situasi darurat.