Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

SOSIALISASI PIJAT OKSITOSIN BERBASIS AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Risa Pitriani; Miratu Megasari
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4191

Abstract

Rendahnya cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Salah satu penyebabnya adalah kurang optimalnya produksi ASI yang dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai metode nonfarmakologis untuk meningkatkan produksi ASI. Pijat oksitosin yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender merupakan salah satu intervensi yang dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin sekaligus memberikan efek relaksasi sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui, keluarga, serta tenaga kesehatan mengenai pemanfaatan pijat oksitosin menggunakan aromaterapi lavender sebagai upaya meningkatkan produksi ASI. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025 di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru dengan melibatkan 18 peserta yang terdiri atas ibu menyusui dan tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap pengetahuan peserta mengenai ASI eksklusif, fisiologi laktasi, pijat oksitosin, dan penggunaan aromaterapi lavender. Nilai rata-rata pre-test sebesar 63,06 meningkat menjadi 90,00 pada post-test, menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Peserta juga mampu mempraktikkan teknik pijat oksitosin sesuai prosedur, sedangkan pada beberapa ibu menyusui teramati kelancaran pengeluaran ASI setelah intervensi. Temuan observasional tersebut menunjukkan bahwa pijat oksitosin berbasis aromaterapi lavender berpotensi mendukung produksi dan pengeluaran ASI, namun belum dilakukan pengukuran volume ASI secara objektif. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan tenaga kesehatan serta ibu menyusui dalam menerapkan pijat oksitosin menggunakan aromaterapi lavender sebagai salah satu upaya mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Pemberdayaan Kader Melalui Pelatihan Pijat Oksitosin Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Kota Pekanbaru Risa Pitriani; Miratu Megasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.3736

Abstract

Pijat Oksitosin dalah pemijatan tulang belakang pada costa (tulang rusuk) ke 5-6 sampai ke scapula (tulang belikat). Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2019 salah satu wilayah yang memiliki jumlah balita terbanyak dan cakupan pemberian ASI eksklusifnya rendah terdapat di daerah rumbai yaitu sebanyak 1.543 bayi 0-6 bulan hanya 795 bayi yang diberikan ASI eksklusif dengan persentase (51,6%). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Kota Pekanbaru didapatkan dalam 3 bulan terakhir jumlah ibu menyusui (usia bayi < 6 bulan) yakni berjumlah 135 orang. Tujuan pengabdian ini agar para kader dapat membantu meningkatkan capaian tersebut dengan pemantauan secara berkala pada ibu nifas dan memberikan pelayanan kesehatan berupa pijat oksitisin kepada ibu nifas. Metode pengabdian ini, yaitu: 1) Mengadakan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pada Kader, kader yang ikut pada penyuluhan ada 8 orang, 2) Mengadakan pelatihan dengan dibantu oleh terapis terlatih yang mempunyai sertifikat pelatihan massase, dan 3) Melakukan pemantauan dimaksudkan untuk mengamati kegiatan yang dilakukan kader terhadap ibu menyusui, dan evaluasi melihat hasil yang dilakukan terhadap keberhasilan pengeluaran dan pemberian ASI apakah sudah berhasil yang di pantau secara langsung oleh kader. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 14-18 Agustus 2023. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader terhadap pentingnya pijat oksitosin bagi ibu menyusui. Luaran kegiatan ini akan di publikasikan di Jurnal berISSN Jurnal CEEJ. Diharapkan pada kader yang sudah terlatih agar dapat mengajarkan kepada kader di posyandu lain untuk dapat melakukan pijat oksitosin minimal setiap hari posyandu.