Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BELUM DIGUNAKANNYA TRACER REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH PONOROGO Khoirul Anwar; Ani Rosita; Dwi Sasongko Mardiono
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tracer merupakan petunjuk keluar atau pengganti rekam medis yang akan keluar dari tempat penyimpanan untuk tujuan apapun. Tidak digunakannya tracerakan menyebabkan rekam medis terselipatautidakpadatempatnyadanhilangsehinggamenyebabkanpenghambatandalampelayananpenyediaanrekammedis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab belum digunakannya tracer rekam medis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas ruang filling Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo yang berjumlah 4(empat) orang pada tahun 2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh.Penyebab utama belum digunakannya tracer rekam medis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo adalah kurangnya jumlah petugas filling, tidak patuhnya setiap petugas terhadap SPO peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis dan jumlah tracer yang tidak seimbang dengan jumlah rekam medis yang keluar. Kata kunci : factor penyebab, tracer, rekam medis
HUBUNGAN KELENGKAPAN ANAMNESIS DENGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PADA REKAM MEDIS RAWAT JALAN KASUS ISPA BERDASAR ICD 10 TAHUN 2010 DI RS GRIYA WALUYA PONOROGO TRIWULAN I PERIODE 2017 ahmilu dwiki mari'i; Ike Sureni; Ani Rosita
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelengkapan anamnesis merupakan seluruh data yang didapat dari informasi pasien saat dokter melakukan Tanya jawab. Keakuratan kode merupakan ketepatan coder dalam menentapkan kode terkait diagnosis yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelengkapan anamnesis dengan keakuratan kodefikasi diagnosis pada kasus ISPA berdasarkan ICD 10 di RS Griya Waluya Ponorogo periode 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh rekam medis kasus ISPA triwulan I periode 2017 sejumlah 125. Sampel yang digunakan yaitu total sampling. Analisa data yang digunakan yaitu analisa kuantitatif. Hasil penelitian kelengkapan anamnesis dengan keakuratan kodefikasi kasus ISPA, anamnesis yang lengkap sebanyak 41(32,8%) dan tidak lengkap sebanyak 84(67,2%). Kode yang akurat 58(46,4%) dan tidak akurat sebanyak 67(53,6%). Hubungan kelengkapan anamnesis dengan keakuratan kode memperoleh hasil signifikan p=0,233. Tidak ada hubungan antara kelengkapan anamnesis dengan keakuratan kode diagnosis kasus ISPA di RS Griya Waluya Ponorogo.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN GIGI DENGAN METODE BERMAIN (BERCERITA) TERHADAP PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA ANAK PRASEKOLAH Andika Dwi Prihmantoro; Ani Rosita; Nindy Yunitasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.493 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.78

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan upaya penyampaian pesan terhadap tingkatan yang memiliki tujuan akhir terjadinya perilaku. Anak yang mendapatkan pendidikan kesehatan sedini mungkin akan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik serta akan merubah perilakunya menjadi lebih terarah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan gigi dengan metode bermain (bercerita) terhadap perilaku menggosok gigi pada anak prasekolah TK Dharma Wanita Bulukidul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian Pre-Exsperimen Design dengan rancangan ”One Group Pre-test Post-test Design. Populasi penelitian seluruh anak prasekolah TK Dharma Wanita Bulukidul sejulah 18 responden. Teknik penggambilan sampel adalah total sampling, jumlah sampel sebanyak 18 anak prasekolah TK Dharma Wanita Bulukidul. Variabel independent pendidikan kesehatan, variabel dependent perilaku anak prasekolah. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum mendapat pendidikan kesehatan gigi dengan metode bermain (bercerita) setengahnya 9 responden (50%) memiliki perilaku yang baik. Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan gigi dengan metode bermain (bercerita) seluruhnya 18 responden (100%) memiliki perilaku baik. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test memiliki z hitung -3.000 dan nilai signifikan 0,003, (ρ) (0,003 < 0,05), maka H0 ditolak, H1 Diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, anak yang mendapatkan pendidikan yang baik maka akan meningkatkan pengetahuan dan sikap yang baik sehingga akan menunjang perilaku anak yang baik dan benar. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan sekaligus informasi bagi pendidik dalam meningkatkan perilaku anak dapat dilakukan dengan cara yang unik seperti metode bermain (Bercerita). Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Metode bermain, Perilaku menggosok gigi
KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR RESUME MEDIS SECTION CAESARIA PASIEN RAWAT INAP DI RUANG BETHLEHEM PERIODE TRIWULAN 1 2017 DI RUMAH SAKIT GRIYA WALUYA PONOROGO Niken Kurnia Cahyati; Rumpiati Rumpiati; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.745 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.261

Abstract

Resume medis merupakan ringkasan kegiatan pelayanan medis yang diberikan tenaga kesehatan khususnya dokter selama masa perawatan hingga pasien keluar baik dalam keadaan hidup maupun meninggal. Pengisian resume medis yang tidak lengkap bisa disebabkan karena kelalaian petugas dan kurang mengertinya terhadap pentingnnya kelengkapan data pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 petugas rekam medis dan 158 formulir resume medis section caesaria. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara deskriptif. Berdasakan hasil penelitian ketidaklengkpan pengisian formulir resume medis section caesaria pasien rawat inap triwulan 1 tahun 2017 dengan sampel 158 formulir resume medis section caesaria antara lain untuk presentase ketidaklengkapan tertinggi yaitu tindakan (32%) dari 51 formulir resume medis. Diharapkan adanya pengadaan standar operasional prosedur resume medis untuk mempermudah dalam melakukan pencatatan formulir sesuai dengan ketentuan pengisian. Kata kunci: Ketidaklengkapan, Resume Medis Sectio Caesaria, Rawat inap
PELAKSANAAN PENGISIAN INFORMED CONSENT KASUS COR TINDAKAN CT-SCANT TRIWULAN IV RSU DARMAYU PONOROGO Sri Astutiningsih; Rumpiati Rumpiati; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.367 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.249

Abstract

Formulir Informed Consent merupakan persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan kepada pasien sebelum melakukan tindakan khusus. Formulir informed consent harus terisi dengan lengkap, berdasarkan penelitian di RSU Darmayu Ponorogo masih ada informed consent yang belum terisi secara lengkap. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui ketidaklengkapan pengisian formulir informed consent pasien rawat inap kasus cidera otak ringan tindakan ct-scan triwulan IV tahun 2017. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total. Populasi dalam penelitian ini adalah 56 formulir informed consent pasien rawat inap kasus cidera otak ringan tindakan ct-scan triwulan IV tahun 2017 dan 1 kepala rekam medis. Metode pengumpulan data menggunakan checklist dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian persentase kelengkapan pengisian data pada formulir informed consent pasien rawat inap kasus cidera otak ringan tindakan ct-scan triwulan IV tahun 2017 yaitu 75% dari 42 lembar formulir informed consent, sedangkan presentase kelengkapan yaitu 25% dari 12 lembar formulir informed consent. Kesimpulannya proses pengisian informed consent belum sesuai dengan SOP yang telah dibuat, belum dilakukan evaluasi tentang pengisian formulir informed consent.
TINJAUAN AKURASI KODE PASIEN CEDERA PADA KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN ICD 10 DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Adinda Putri Amalia; Ani Rosita; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.976 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.246

Abstract

Ketepatan kode diagnosis berguna untuk mengindeks pencatatan penyakit dan tindakan disarana pelayanan kesehatan, dalam proses penagihan biaya pelayanan serta pelaporan morbiditas dan mortalitas. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Akurasi kode pasien cedera kasus kecelakaan lalu lintas berdasarkan ICD 10 Revisi 10 Tahun 2010 di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta checklist. Besar sampel 77 berkas rekam medis pasien cedera pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diambil dengan teknik random sampling. Data analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menjukkan 36,36% dari 28 kode telah akurat penilaian ini rendah dibandingkan 63,64% dari 49 kode tidak akurat yang menunjukan penilaian yang tinggi dikarenakan kesalahan pada digit ke -5 dan diagnosa sekunder tidak tepat. Diagnosa yang belum jelas petugas coding segera menghubungi dokter yang berwenang dalam memberikan diagnosa agar kode yang dihasilkan tepat dan akurat dan Kepala Rekam Medis mensosialisasikan SOP bagian koding agar bekerja sesuai aturan dan teori yang berlaku.
PRIORITAS MASALAH DI UNIT REKAM MEDIS RUMAH SAKIT GRIYA WALUYA PONOROGO DENGAN MENGGUNAKAN METODE MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment) Laila Febgriantie; Ani Rosita; Anjarie Dharmastuti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.357 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.102

Abstract

Unit rekam medis sebagai salah satu unit penunjang untuk tercapainya mutu rumah sakit tidak selamanya berjalan dengan sempurna, terkadang terdapat masalah yang dihadapi oleh petugas saat bekerja, maka dari itu perlu dilakukan penentuan prioritas masalah untuk mengetahui masalah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.Metode MCUA adalah salah satu metode penentuan prioritas masalah dengan tekhnik scoring.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prioritas masalah di unit rekam medis Rumah Sakit Griya Waluya menggunakan Metode MCUA. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif.Populasinya adalah petugas rekam medis berjumlah 5 orang.Teknik pengambilan sampel yaitu nonprobability sampling.Analisa data yang digunakan adalah analisa data deskriptif. Hasil penelitian didapatkan 3 masalah di Unit Rekam Medis yaitu, 1 stopmap berisi 10 rekam medis, unit filling rawat jalan belum sesuai dengan standart, dan unit rekam medis masih bergabung dengan tempat pendaftaran pasien. Prioritas masalah dengan metode MCUA menunjukkan masalah dengan nilai paling tinggi adalah unit filling rawat jalan yang belum sesuai dengan standart dengan nilai 54. Kata Kunci: Prioritas Masalah, Unit Rekam Medis, Metode MCUA
KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NONBPJS DIBAGIAN TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN DI PUSKESMAS SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO Nandya Ageng Arinda; Rumpiati Rumpiati; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.267

Abstract

Tempat pendaftaran pasien merupakan pelayanan pertama disuatu fasilitas pelayanan kesehatan. Lamanya waktu tunggu di pendaftaran dan ruang tunggu yang kurang nyaman dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan yaitu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan dengan yang diharapkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS berdasarkan dimensi kepuasan pasien dan mengidentifikasi kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS terhadap pelayanan dibagian pendaftaran di Puskesmas Sampung Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan total sampling. Populasi dalam penelitian ini pasien sejumlah 88 orang dan 2 petugas pendaftaran. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode kuesioner di Puskesmas Sampung Kabupaten Ponorogo tentang kepuasan pasien BPJS dan Non BPJS dibagian pendaftaran dari 44 responden pasien BPJS sebagian besar sangat dengan presentase 56,82%%. Pasien non BPJS dari 44 responden hampir seluruhnya sangat puas dengan presentase 86,36%. diharapkan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG GOUT ARTHRITIS TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA Firman Ardhiatma; Ani Rosita; Rista Eko MujiLestariNingsih
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.242 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.79

Abstract

Gout arthritis adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi, penyakit ini paling sering menyerang pria usia pertengahan sampai usia lanjut dan wanita pasca menopause. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Lansia Tentang Gout Arthritis Terhadap Perilaku Pencegahan Gout Arthritis Pada Lansia di Posyandu Budi Mulia Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian Seluruh lansia di Posyandu Budi Mulia Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo Sedangkan Sampel penelitian sebagian lansia yang berada di Posyandu Budi Mulia Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Teknik pegambilan sampel adalah Accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 20 responden Variabel independent adalah Pengetahuan lansia tentang gout arthritis, sedangkan variabel dependent nya perilaku pencegahan lansia pada gout arthritis. Uji statistik Sperman Rank. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 8 responden (40,0%), dan setengahnya responden 10 responden (50,0%) mempunyai perilaku baik terhadap pencegahan gout arthritis. Berdasarkan hasil uji statistik Sperman Rank didapatkan hasil ρ=0,001 ρ
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN TENTANG ASPEK-ASPEK REKAM MEDIS DENGAN PENGISIAN LEMBAR RINGKASAN MASUK DAN KELUAR PASIEN RAWAT INAP DI BANGSAL YORDAN RS GRIYA WALUYA PONOROGO Pegi Ayu Dewanti; Dwi Nurjayanti; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.384 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.273

Abstract

Pengisian dokumen rekam medis dapat terlaksana dengan baik jika didukung oleh pengetahuan akan aspek-aspek rekam medis. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan tenaga kesehatan tentang aspek-aspek rekam medis dengan pengisian lembar ringksan masuk dan keluar pasien rawat inap di bangsal Yordan RS Griya Waluya Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat sebanyak 9 dan lembar ringkasan masuk dan keluar sebanyak 18 lembar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Terdapat 7 orang tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan baik dan 2 orang yang memiliki pengetahuan cukup, ketidaklengkapan tertinggi pada item keadaan keluar. Sebaiknya perlu ditindak lanjuti berupa sosialisasi dan adanya ketegasan dari pihak rumah sakit kepada bagian keperawatan. Kata kunci: Pengetahuan, Tenaga kesehatan, Aspek-aspek rekam medis, Lembar ringkasan, Rawat inap