Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

TINJAUAN PROSEDUR PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN KLAIM BPJS DI RSU DARMAYU PONOROGO Dwi Novita Sari; Ike Sureni; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.995 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.247

Abstract

Pelepasan informasi medis kepada pihak lain khususnya untuk asuransi harus ada alur dan prosedur yang jelas dikarenakan sarana kesehatan bertanggung jawab untuk melindungi informasi medis yang diberikan kepihak lain. Jumlah kasus BPJS yang diklaimkan oleh RSU Darmayu pada bulan November 2017, kasus rawat jalan sebanyak 275 kasus dan kasus rawat inap sebanyak 1.308 kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi prosedur pelepasan rekam medis untuk keperluan klaim BPJS di RSU Darmayu Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini petugas pelepasan rekam medis dan petugas BPJS yang berjumlah 3 orang yang diambil dengan total sampling. Data analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode wawancara dan observasi di RSU Darmayu Ponorogo, prosedur pelepasan informasi medis khususnya untuk klaim, belum adanya SOP yang khusus untuk bagian asuransi BPJS dan untuk pihak yang terlibat dalam pelepasan informasi rekam medis di RSU Darmayu antara lain pasien, sendiri pihak keluarga pasien, unit klaim dan rekam medis. Diharapkan kedepannya dibuat SOP tertulis mengenai prosedur pelepasan untuk asuransi (BPJS) serta pihak yang terlibat diharapkan bersosialisasi antar petugas guna melindungi dari hal yang tidak diinginkan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI TENTANG PENYAKIT SCABIES TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT SCABIES Ida Nuryani; Ani Rosita; Nindy Yunitasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.892 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i2.80

Abstract

05Idanur95@gmail.com 085706502202 Abstrak Scabies merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sarcoptes scabei. Penyakit scabies dapat ditularkan secara langsung (kontak kulit dengan kulit), secara tidak langsung (melalui benda), hygiene perorangan yang kurang baik, lingkungan yang kurang bersih, serta demografi status perilaku individu. Di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mutatowwi’in penderita penyakit Scabies sebesar 48,6 %, dimana terdapat 72 santri putra dan 35 santri diantaranya menderita penyakit scabies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahun dan sikap santri tentang penyakit scabies terhadap perilaku pencegahan penyakit scabies di PPTM Desa Rejosari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh santri putra PPTM pada tahun 2017 sebanyak 72 santri. Penelitian ini menggunakan uji spearman rank pada taraf signifikan 0,05 (5%) dan didapatkan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan santri tentang penyakit scabies terhadap perilaku pencegahan penyakit scabies di PPTM dengan p=0,003, ada hubungan antara sikap santri tentang penyakit scabies terhadap perilaku pencegahan penyakit scabies di PPTM dengan p=0,011, dan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap santri tentang penyakit scabies terhadap perilaku pencegahan penyakit scabies di PPTM dengan p=0,001. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Scabies
TINJAUAN PENGELOLAAN VISUM ET REPERTUM DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH KABUPATEN PONOROGO Murnia Sari; Dwi Nurjayanti; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.928 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.260

Abstract

Pengelolaan Visum et Repertum Di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo diketahui belum Optimal, Hal ini di karenakan belum sesuai dengan SOP yaitu melebihi waktu pengurusan lebih dari 3 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan Visum Et Repertum Di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis Visum Et Repertum pada Tahun 2017 yang berjumlah 108 Visum Et Repertum sedangkan untuk proses pengumpulan data menggunakan Observasi dan Wawancara dengan menggunakan teknik cross-sectional. Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan di RSU Muhammadiyah ponorogo Proses pengelolaan Visum Et Repertum dilakukan oleh Petugas Rekam Medis Sedangkan yang bertugas membuat Visum Et Repertum yaitu Dokter. Dari 108 Visum Et Repertum pada Tahun 2017 diketahui belum berjalan secara optimal karena melebihi waktu pengurusan yaitu lebih dari 3 hari. Hal ini dikarenakan Dokter tidak mengetahui batas waktu maksimal proses pembuatan Visum Et Repertum. Saran bagi RSU Muhammadiyah ponorogo untuk mengantisipasi serta meminimalisir terjadinya penundaan dalam proses pengelolaan Visum Et Repertum maka diharapkan petugas pengelola dapat menjalin komunikasi serta koordinasi yang baik dengan dokter yang bersangkutan agar proses pembuatan Visum Et Repertum tidak mengalami penundaan.
DESAIN RAK FILING REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BABAKAN KABUPATEN PACITAN Rinda Sesela; Ani Rosita; Dwi Nurjayanti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.262

Abstract

Rak filing adalah tempat penyimpanan dokumen rekam medis di sarana pelayanan kesehatan. Penyimpanan dokumen rekam medis sangat penting yaitu untuk melindungi dokumen rekam medis dari kerahasiaan isi dokumen. Berdasarkan penelitian di Puskesmas Bubakan Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan rak filing tidak ergonomi. Tujuan penelitian ini adalah mendesain rak filing rekam medis rawat. Penelitian ini merupakan penelitian Research And Devolopment yang menggunakan metode Define, Design & Development, penelitian ini merupakan mendesain rak filing dan juga memvalidasikan produk kepada 2 responden yaitu desain pengembangan dan praktisi desain, penelitian ini di lakukan pada bulan Januari - Maret 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai validasi dari desain pngembangan yaitu dengan jumlah 40 skor. Nilai validasi praktisi desain yaitu dengan jumlah 68 skor. Pada hasil validator tersebut desain rak filing sudah ergonomis dari pada yang sebelumnya namun ada beberapa perbaikan dari segi jenis kayu yang awalnya menggunakan kayu jati yaitu menggunakan kayu akasia.
TINJAUAN PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN BERKAS REKAM MEDIS PADA KASUS UNCLAIMED BPJS RAWAT JALAN DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Fitri Rofi'atul Habibah; Ani Rosita; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.721 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.258

Abstract

Pengisian dokumen rekam medis terlaksana baik jika didukung oleh kelengkapan dokumen rekam medis Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo, terdapat 10% dari data 2.219 berkas unclaimed pada dokumen rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo pada pengisian formulir berkas resume medis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab ketidaklengkapan data dokumen rekam medis pada kasus unclaimed BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Umum Muhamadiyah Ponorogo. Jenis penelitian adalah deskriptif, kumpulam data menggunakan observasi dan wawancara. Sampel sebesar 88 dokumen rekam medis pasien BPJS rawat jalan . Teknik pengambilan sampel yang digunakan sample random sampling. Hasil penelitian Ketidaklengkapan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo sebesar 16 tidak lengkap dari 88 sampel dokumen rekam medis pasien BPJS Kesehatan. Disebabkan oleh tidak adanya diagnosa ditulis oleh dokter pada lembar resume medis. Kata kunci: Ketidaklengkapan berkas, Rekam medis, Unclaimed BPJS
PERANCANGAN DESAIN KIB (KARTU IDENTITAS BEROBAT) DI UPT PUSKESMAS NGEBEL KABUPATEN PONOROGO Galang Baru Saputra; Ani Rosita; Ike Sureni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.135 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.268

Abstract

KIB (Kartu Identitas Berobat) dicetak oleh petugas pada bagian pendaftaran pasien yang berguna sebagai penunjang sarana pelayanan kesehatan dan memuat identitas pasien serta nomor rekam medis. KIB yang dicetak tentu harus menggunakan bahan yang baik serta mempunyai desain yang menarik karena dapat menjadi media promosi pada fasilitas kesehatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang serta memperbaiki desain dari segi bahan warna ukuran KIB (Kartu Identitas Berobat) di UPT Puskesmas Ngebel. Penelitian ini merupakan penelitian Research And Development yang menggunakan metode Define Design & Development, penelitian ini merancang desain KIB dan juga memvalidasikan produk kepada 3 responden yaitu Praktisi Pengembangan, Praktisi Petugas dan Praktisi Desain. Penelitian ini dilakukan pada bulan januari - maret 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai validasi dari Praktisi Pengembangan yaitu 79,17%. Nilai validasi dari Praktisi Petugas yaitu 84,38%. Nilai validari dari Praktisi Desain yaitu 66%. Pada hasil validator tersebut KIB sudah menggunakan bahan yang lebih awet dari yang sebelumnya namun ada beberapa perbaikan dari segi warna dan penambahan foto puskesmas ngebel serta penambahan himbauan penggunaan KIB (Kartu Indentitas Berobat) agar dalam perancangan desain dapat diberlakukan di UPT Puskesmas Ngebel Kabupaten Ponorogo.
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA REKAM MEDIS DI BAGIAN PENDAFTARAN RAWAT INAP DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Ummi Fitrianingsih; Ani Rosita; Dwi Nurjayanti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.755 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.265

Abstract

Rumah sakit sebagai dalam bidang pelayanan kesehatan harus mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas baik dari segi pelayanan, perawatan dan juga memberikan fasilitas yang baik pada pasien. Dengan adanya pelayanan tersebut maka terciptalah suatu produktivitas kerja di rumah sakit. Tujan penelitan ini adalah untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja rekam medis dibagian pendaftaran rawat inap di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan populasi dalam penelitian ini adalah petugas pendaftaran yang berjumlah 5 orang, sedangkan untuk proses pengumpulan data menggunakan Observasi dan Wawancara dengan menggunakan teknik cross-sectional. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti di RSU Muhammadiyah Ponorogo, produktivitas kerja petugas rekam medis dibagian pendaftaran rawat inap masih terdapat petugas pendaftaran yang tidak bersemangat dalam bekerja, melakukan proses pendaftaran dengan menunda-nunda, mengeluh pada saat banyak pasien dan petugas sebenarnya memiliki kemampuan tetapi masih melakukan kesalahan saat proses pendaftaran pasien, Sebaiknya mengadakan pelatihan kepada seluruh petugas rekam medis yang wajib di ikuti oleh semua petugas rekam medis untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang rekam medis.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyelenggaraan Kartu Identitas Berobat (KIB) pada Sistem Penomoran Unit di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan RSU Darmayu Ponorogo Brenda Hapsari Eka Saputri; Ani Rosita; Rumpiati Rumpiati
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 5 No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v5i1.91

Abstract

Organizing identity card medical treatment (KIB) on unit numbering system has not been suitable Standard Operational Procedure (SOP) old outpatient patient registration. The purpose of this research is to know the factors that affect the organization of the identity card for the medical treatment (KIB) on unit numbering system in place of the outpatient registration RSU Darmayu Ponorogo. The design of this research is a descriptive qualitative approach. The sampling techniques used in saturated and incidental sampling. The population of this entire research officer at the place of registration of the outpatients numbered 7 people and outpatients who visit in April 2018. Method of collecting data using interviews, questionnaires and observation. Data analysis using descriptive analysis. Based on the results of research conducted at RSU Darmayu Ponorogo is a factors that affects the educational qualifications of the officers outpatient registration there has not beengraduates of the medical record, there hasn't been written to build SOP KIB for new patient, facilities and infrastructure are inadequate. RSU DarmayuPonorogo parties expected to evaluate activities of the outpatient registration officers, evaluate SOP patient registration, and add to the completeness of facilities and infrastructure.
Qualitative Analysis of the Completeness of Medical Resume Documentation at Dr. Harjono S Regional Public Hospital, Ponorogo Regency Arfi Prima Kusuma; Ani Rosita
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : program studi Rekam Medis dan Infomasi Kesehatan ITSK RS dr Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jurmiki.v4i1.94

Abstract

A medical resume is a summary of patient care that plays a vital role in administrative, clinical, legal, and hospital accreditation aspects. This document serves as a crucial component in ensuring service quality and acts as legal medical evidence. This study aims to analyze the completeness of medical resume documentation at Dr. Harjono S Regional Public Hospital and identify the contributing factors to incomplete documentation. This research employed a qualitative descriptive method with a cross-sectional approach. Data were collected through observation of 15 inpatient medical resume documents from two departments (Pediatrics and Orthopedics) and interviews with medical record officers. The research instrument included an observation checklist assessing seven documentation components. Results showed that supporting examination results were the most complete component (100%), while patient identity data had the lowest completeness (67%). Contributing factors to incompleteness included high workload, lack of supervision, and low awareness among staff regarding the importance of complete documentation. Moreover, the absence of an internal quality control system was also identified as a challenge. This study recommends enhancing training, conducting regular supervision, and implementing electronic medical record systems to improve documentation quality.
Analysis of Electronic Medical Record Implementation Based on HOT- FIT Factors at Ngebel Health Center, Ponorogo Regency Aulia Kartika Windaning Tyas; Ani Rosita
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : program studi Rekam Medis dan Infomasi Kesehatan ITSK RS dr Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jurmiki.v4i2.95

Abstract

The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is a requirement in the digital transformation of healthcare services in accordance with the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022. However, EMR implementation still faces several obstacles in healthcare facilities, including at the Ngebel Public Health Center in Ponorogo Regency. This study aims to analyze the implementation of EMR based on the HOT-FIT framework, which includes four components: Human resources (Human), Organization, Technology, and Net Benefits.This research uses a qualitative descriptive approach with analysis based on the HOT-FIT framework. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were seven EMR users.The results show that the EMR has been implemented at the Ngebel Public Health Center since April 2023. The implementation process has been fairly good, however, challenges remain, such as internet connectivity issues and limitations in system features.This study recommends improving internet infrastructure to optimize the benefits of health services, as well as adding a digital signature (TTE) feature to the EMR system at the Ngebel Public Health Center.