Diah Rini Handjari
Department of Anatomical Pathology, Faculty of Medicine, University of Indonesia, Jakarta 10430, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ekspresi HER-2 pada Adenokarsinoma Gaster dan Hubungannya dengan Tipe Histopatologik dan Derajat Diferensiasi Diah Setiawati; Diah Rini Handjari; Primariadewi Rustamadji
Majalah Patologi Indonesia Vol. 23 No. 1, Januari 2014
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Gastric carcinoma is the most common malignant tumor in upper gastrointestinal. According to epidemiologic data, gastric adenocarcinoma intestinal type and diffuse type showed different carcinogenesis. Recently, targeting therapy for adenocarcinoma has established. The aim of the study to know the relationship between HER-2 expression and histopathologic type according to Lauren’s classification and grading of gastric adenocarcinoma. Methods This study has done in Department of Anatomical Pathology Faculty of Medicine University of Indonesia/Cipto Mangunkusumo National Hospital, Jakarta. HER-2 expression is analyzed to see the relationship with histopathologic type and differentiation of gastric adenocarcinoma. The specimens were from resection and biopsy (2007-2011). Histopathologic type evaluated with Hematoxylin Meyer’s staining. HER-2 expression evaluated with immunostaining with HER-2 antibody. Results We found 55 cases from 2007 until 2011 (76.4% men and 23.6% women). The mean age is 50.55 years (the range of age 29-73 years). HER-2 expression 3+,2+ and 1+ are 14.5%, 34.5%, and 25.5% sampling. 25% sample did not show HER-2 expression. We found overexpression HER-2 (3+) in 8 cases (14.5%) of adenocarcinoma gastric intestinal type. Conclusion There is a significant relation between HER-2 expression with histopathologic type (p=0.021). There is no significant relation between HER-2 with grading (p=0.253). Key words: grading, gastric adenocarcinoma, HER-2.
Perbandingan antara Klasifikasi Jepang dan Sistem TNM dalam Menentukan Stadium Keganasan Sigmoid dan Rektum di RSCM-RSF (Laporan Pendahuluan) Yusak Kristianto; Agi satria Putranto; Rofi Y Saunar; diah Rini Handjari; Grace Wangge
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No. 2, Mei 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangMetastasis kelejar getah bening (KGB) pada keganasan kolorektal merupakan penentu independen faktor prognosis dan tatalaksana lanjutan. Saat ini sistem baku penentuan stadium keganasan kolorektal adalah menurut sistem TNM dengan melihat jumlah KGB yang positif anak sebar. Klasifikasi Jepang (KJ) menentukan stadium keganasan kolorektal dengan melihat distribusi metastasis KGB (parakolika/pararektal, intermediate, dan pangkal arteri mesenterika) tanpa melihat jumlah KGB nya.MetodeStudi pendahuluan ini melakukan analisis terhadap 15 pasien keganasan sigmoid dan rektum yang menjalani pembedahan di RSCM dan RSUP Fatmawati periode September-Oktober 2015. Dilakukan penilaian histopatologi terhadap spesimen tumor, aspek yang dinilai adalah jumlah KGB yang positif anak sebar dan distribusi metastasis KGB. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan penentuan stadium menurut sistem TNM dan Klasifikasi Jepang serta dilakukan analisis kesesuaian.HasilDidapatkan ≥12 KGB dari semua sampel. Menurut sistem TNM terdapat 7 pasien stadium II, 3 pasien stadium III-b dan 5 pasien stadium IIIc, sedangkan pada Klasifikasi Jepang terdapat 7 pasien stadium II, 1 pasien stadium IIIa dan 7 pasien stadium III-b. Kecocokan antara kedua sistem klasifikasi dalam mendapatkan stadium II adalah 46,67%. Penentuan stadium III-a (KJ) dan stadium IIIa-b (TNM) dengan kecocokan sebesar 6,7% . Kecocokan sebesar 13,3% dalam menentukan stadium III-b (KJ) dan stadium III-c (TNM). Analisis kesesuaian terhadap kedua sistem klasifikasi, didapatkan nilai Kappa sebesar 49,3% (kategori sedang) dengan P value: 0,04.KesimpulanPada studi pendahuluan ini didapatkan tingkat kesesuaian antara kedua sistem klasifikasi dalam menentukan stadium keganasan sigmoid dan rektum dengan kategori sedang. Klasifikasi Jepang dapat dijadikan salah satu pertimbangan. Diperlukan sampel yang lebih besar untuk meningkatkan akurasi tingkat kesesuaian.