Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Phytochemical Screening and In Vitro Antibacterial Activity of Green Tea (Camellia Sinensis L) Extract Against Staphylococcus Epidermidis Hardian Bimanto; Yuyun Dwi Wahyuni; Diah Titik Mutiarawati; Lully Hanni Endarini
Health Notions Vol 4, No 8 (2020): August
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn40805

Abstract

This study aimed to determine phytochemical screening and ethanol extract activity of the green leaves against Staphylococcus epidermidis. The microbial activity of the ethanol extract was carried out using the diffusion and dilution method with concentrations used of 1.5%, 2.5%, 3.5%, 4.5%, and 5.5% accompanied by three repetitions. The results showed that the ethanol extract of green tea leaves contained alkaloids, saponins, steroids or triterpenoids, flavonoids, polyphenols, and tannins and had the largest inhibition zone diameter of 30mm at a concentration of 4.5%. KHM (Minimum Inhibitory Content) at a level of 4.5% and KBM (Minimum Kill Rate) at a concentration of 5.5%. Analysis of the data with the normality test then proceed with the Kruskal Wallis test obtained a value of P = 0.008. With the value P
Subset Best Method Regression Analysis with Cp Mallows Statistics on Factors Affecting Life Expectancy Hardian Bimanto; Hari Basuki Notobroto; Soenarnatalina Melaniani
Health Notions Vol 6, No 3 (2022): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn60306

Abstract

One method used in the multiple linear regression model is the best subset using Cp Mallows statistics. The best subset begins by combining independent variables to describe the dependent variable. Select a combination with a high coefficient of determination and a low Cp value. The purpose of this study was to apply the best subset method of Cp Mallows statistics to obtain multiple linear regression models of factors that affect life expectancy. This survey was a secondary data survey using data from Health Profiles published in 2016 in East Java. Data from 38 cities with dependent variables were life expectancy and independent variables such as diarrhea prevalence, dengue prevalence, healthy homes, clean and healthy living behavior, and average school hours. The results showed that the coefficient of determination was 69.7% and the Cp value was 3.9 for the three combinations of diarrhea prevalence, healthy family, and average school hours.  Keywords: life expectancy; subset best method; regression; Cp Mallows
Analysis of Factors Affecting Leprosy Cases in East Java Province with Spatial Autoregressive Model (SAR) Desie Rahmawati; Hardian Bimanto
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v7i1.10285

Abstract

Leprosy caused by Mycobacterium leprae is still a health problem in Indonesia. The incidence of leprosy in every regency/city in East Java Province indicates a spatial dependence. This study aims to describe the pattern of leprosy incidence and identify factors that influence the incidence of leprosy in East Java Province. This study used secondary data published by East Java Provincial Health Office and East Java Central Statistics Agency in 2018. The observation units in this study are 38 regencies/cities in East Java Province. The analytical method used is Spatial Autoregressive Model (SAR) which is a spatial approach based on area. Based on the results of analysis show that Moran's index value = 0.250 (p = 0.018) which means indicating a spatial dependency. The mean years' schools (p = 0.001) and the male population (p = 0.006) had a significant effect on the incidence of leprosy. Meanwhile, the percentage of healthy housing coverage (p = 0.111) and population density (p = 0.055) did not affect the incidence of leprosy. The spread pattern of leprosy in East Java Province is clustered in adjacent areas and factors that affect the incidence of leprosy are the mean years' schools and the male population.
Perbandingan Spatial Autoregressive Model dan Spatial Error Model dalam Pemodelan Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Timur Desie Rahmawati; Hardian Bimanto
Jurnal Statistika dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Statistika dan Aplikasinya
Publisher : Program Studi Statistika FMIPA UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSA.05104

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan upaya pembangunan kualitas hidup manusia yang telah dicapai. Pertumbuhan IPM di suatu wilayah dapat dipengaruhi oleh faktor geografis yaitu besarnya angka IPM di suatu wilayah dapat memengaruhi angka IPM pada wilayah yang berdekatan sehingga faktor geografis diduga dapat memengaruhi dan memberikan efek dependensi spasial pada nilai IPM di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan pada faktor yang berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Timur. Unit pengamatan pada penelitian ini adalah 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur tahun 2017. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai uji Lagrange Multiplier (lag) dan Lagrange Multiplier (error) terdapat dependensi lag dan error. Variabel prediktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap nilai IPM pada model SAR dan SEM antara lain Angka Harapan Hidup, Rata-rata Lama Sekolah, Angka Harapan Lama Sekolah dan Kemampuan daya beli masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan model SEM dengan nilai R2 terbesar dan nilai AIC terkecil sehingga model SEM lebih baik digunakan untuk menganalisis nilai IPM di Provinsi Jawa Timur dibandingkan model SAR dan model regresi OLS.
APPLICATION OF THE PRAIS WINSTEN METHOD IN OVERCOMING AUTOCORRELATION ON LIFE EXPECTATION FACTORS Hardian Bimanto; Hari Basuki Notobroto; Soenarnatalina Melaniani
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v12i1.2023.32-40

Abstract

One of the error conditions that are required to be met is the absence of autocorrelation problems. Autocorrelation is a correlation of errors between observations, the existence of an error correlation between observations will cause deviations from the actual statistical value. One of the statistical methods for overcoming autocorrelation is the Prais Winsten method. This study aims to explain the Prais Winsten method in overcoming the problem of autocorrelation on factors that affect the life expectancy of East Java Province in 2018. This research is a secondary data analysis, data obtained from the East Java Province's health profile in 2018 with the dependent variable, namely life expectancy, and independent variables, namely prevalence of diarrhea, clean and healthy living behavior, and mean years of school. The results of this research indicated the finding of autocorrelation problems in the factors that affected the life expectancy of East Java Province in 2018. Improvements with the Prais Winsten method showed that the Durbin Watson value was at the critical point limit, Mean Square Error and coefficient of determination (R2) value was decreasing. This research concludes that the Prais Winsten method can overcome autocorrelation.
INTEGRASI KADER KESEHATAN DAN PERAWAT KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIONI, KOTA KUPANG OBT. Liunokas; Fransiskus Salesius Onggang; Hardian Bimanto; Fatima Sagawea; Tri Mryati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Tingkat penularan TB paru yang tinggi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, diagnosis yang terlambat, pengobatan yang buruk, kondisi lingkungan yang tidak sehat, dan pendekatan perawatan kesehatan berbasis masyarakat yang kurang optimal. Upaya pengendalian TB paru tidak hanya bergantung pada layanan kuratif di fasilitas kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui penguatan peran kader kesehatan dan perawat komunitas. Kader kesehatan memiliki ikatan sosial yang erat dengan komunitas atau lingkungan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk bertindak sebagai penghubung antara petugas kesehatan dan keluarga pasien TB. Selain itu, perawat komunitas memiliki kompetensi profesional dalam pendidikan kesehatan, dukungan pasien, dan pengendalian penyakit menular di masyarakat. Tujuan: Menganalisis integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas dalam pencegahan TB paru di Puskesmas Naioni, Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 92 responden yang terdiri dari kader kesehatan, keluarga pasien TB, dan anggota masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil Studi: menunjukkan bahwa integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas berada dalam kategori baik dengan persentase 58,7%. Sebagian besar responden juga memiliki perilaku pencegahan TB paru yang baik dengan persentase 65,2%. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas dengan pencegahan TB paru dengan nilai p 0,001. Pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang kolaboratif telah terbukti meningkatkan pendidikan kesehatan, kepatuhan pasien terhadap pengobatan, pelacakan kontak rumah tangga, dan perilaku pencegahan TB di masyarakat. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi kader kesehatan dan perawat komunitas memainkan peran penting dalam mendukung pengendalian TB paru berbasis komunitas. Rekomendasi: Penguatan koordinasi program, pelatihan kader kesehatan, dan peningkatan kegiatan pencegahan dan promosi diperlukan untuk lebih meningkatkan efektivitas program TB di tingkat layanan kesehatan primer
Penerapan Pemeriksaan Kesehatan Dasar Sebagai Screening Masalah Kesehatan Mahasiswa Baru Poltekkes Kupang Oklan B.T Liunokas; Namsyah Baso; Hardian Bimanto; Maria Fatima Saga Wea; Nabila Nurul Ilma; Tri Maryati
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.309

Abstract

Mahasiswa baru rentan mengalami perubahan pola hidup selama proses adaptasi di perguruan tinggi yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik maupun psikologis. Rendahnya kebiasaan pemeriksaan kesehatan rutin menyebabkan berbagai faktor risiko kesehatan sering tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan pemeriksaan kesehatan dasar sebagai skrining awal masalah kesehatan mahasiswa baru serta meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat. Metode yang digunakan adalah deskriptif-partisipatif melalui pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan melibatkan 126 mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Kupang. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, lingkar perut, dan gula darah sewaktu. Pengetahuan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 61.8 menjadi 86.4. Pemeriksaan kesehatan mengidentifikasi 24 mahasiswa (19.0%) overweight, 15 mahasiswa (11.9%) obesitas, 11 mahasiswa (8.7%) dengan tekanan darah tinggi, dan 7 mahasiswa (5.6%) dengan kadar gula darah di atas normal. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya deteksi dini dan penerapan perilaku hidup sehat sebagai upaya promotif dan preventif di lingkungan kampus.