Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PUSAT KONVENSI DAN EKSHIBISI DI MANADO. Arsitektur Kontemporer Hiskia C. I. Mandang; . Sangkertadi; . Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30149

Abstract

Kegiatan ekshibisi dan konferensi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kemajuan suatu daerah. Gedung konvensi dan Ekshibisi merupakan salah satu hal yang wajib ada untuk mewadahi kegiatan ekshibisi dan konferensi agar dapat terfasilitasi dengan baik. Sebagi Ibu Kota Sulawesi Utara, Manado menjadi daerah strategis untuk dijadikan sebagai pusat konferensi dan ekshibisi. Memiliki akses yang dekat dengan bandara, Menjadikan Manado sebagai pusat area bisnis dan pusat komersial. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewadahi aktifitas konvensi dan ekshibisi dengan fasilitas yang memadai.  Pada proses perancangan desain untuk bangunan konvensi dan ekshibisi ini menghasilkan karakteristik tema yaitu, Arsitektur Kontemporer. Dengan penerapan tema Arsitektur Kontemporer di harapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kekinian, yang nantinya pengguna tetap merasakan perkembangan, dimana penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Kontemporer seperti penggunaan material yang lebih baru ataupun permainan warna yang saat ini sangat berpengaruh dalam aspek keindahan, serta penggunaan suatu struktur bagi bangunan, juga bangunan yang memperlihatkan keindahan alam yang belum banyak diperhatikan oleh masyarakat, yang seharusnya dapat berpengaruh baik bagi lingkungan.                                                                                       Kata kunci: Pusat Konvensi dan Ekshibisi, Manado, Arsitektur kontemporer
KANTOR SEWA DI KOTA MANADO. Arsitektur Tropis Rommy E. Korompu; . Suryono; Papia J. C. Franklin
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30151

Abstract

Kantor sewa dengan konsep open plan atau zaman sekarang lebih dikenal dengan co-working space hadir sebagai salah satu pemecahan masalah dari peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui industry kreatif 4.0 yang dimana perusahaan kecil yang baru berdiri namun tidak mempunyai biaya untuk mendirikan bangunan kantor sendiri ditambah lagi mahalnya biaya tanah pada pusat perkotaan dimana hal ini bisa menjadi salah satu solusi pengurangan angka pengangguran di kota Manado. Dengan penerapan konsep arsitektur diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang diakibatkan kondisi iklim dalam tapak. Dalam perancangan Kantor Sewa di Kota Manado ini, metode yang digunakan adalah pendekatan tipologi, pendekatan tematik, pendekatan lokasional, analisa, konsep dan desain final.Hasil rancangan Kantor Sewa ini diharapkan mampu memberikan pandangan baru dalam perancangan bangunan dengan konsep arsitektur tropis kedepan serta memperkenalkan system berkantor yang lebih kekinian untuk para pelaku industry kreatif yang ada di kota Manado guna menunjang kolaborasi antar sesama pengusaha.Kata kunci:Ekonomi Sulawesi Utara, Kantor Sewa, Co-working Space,Arsitektur Tropis
PUSAT INDUSTRI KREATIF KOTA MANADO. Arsitektur Nusantara Christina L. Bakara; . Suryono; Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31098

Abstract

Pusat Industri Kreatif Kota Manado adalah salah satu fasilitas yang berfungsi sebagai ruang bersama dan tempat berkembang para pelaku-pelaku usaha di bidang industri kreatif. Dengan melihat potensi subsektor industri kreatif di kota Manado yang setiap tahun menunjukkan perkembangan dalam ekonomi kreatif di Sulawesi Utara dan Indonesia, namun belum adanya wadah untuk memaksimalkan potensi tersebut sehingga penulis membuat rancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado dengan Tema Arsitektur Nusantara. Dalam perancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado, metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data, yaitu studi yang dilakukan secara deskriptif, dengan beberapa langkah yaitu studi literatur, observasi, studi komparasi, analisa, sintesa, dan desain final.Hasil dari Perancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado berupa rancangan desain Arsitektur Nusantara yang bersumber pada kearifan lokal,kekayaan budaya, kondisi lingkungan & ciri khas daerah Sulawesi Utara untuk menghadirkan ruang dan fasilitas bagi pelaku industri kreatif di Manado untuk mengembangkan usahanya.Kata Kunci         : Pusat, Industri Kreatif, Pelaku Usaha, Arsitektur Nusantara
PUSAT KERAJINAN SENI BAMBU DI KOTA TOMOHON, Kontemporer Tradisional Mahendra P. P. Sulistyo; . Suryono; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31562

Abstract

Pada dasarnya alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut. Namun seiring perkembangan zaman dan berkembangnya teknologi, arsitektur juga berkembang dalam hal material yang digunakan. Perkembangan tersebut memicu penemuan material baru dan penggunaannya pun terus meningkat. Dari struktur kayu rumah sederhana yang berkembang menjadi struktur beton dan baja pada gedung-gedung bertingkat. Kebutuhan yang meningkat akan satu material dapat berdampak pada kurangnya penggunaan material lain. Hal ini dapat menimbulkan suatu kondisi dimana pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan dapat terjadi karena kebutuhan industri yang tinggi entah itu dalam konstruksi atau kebutuhan sehari-hari. Padahal masih banyak material di alam yang bisa digunakan dan dapat di gabungkan dengan bahan material lain sehingga pemanfaatannya bisa seimbang, salah satunya adalah bambu. Bambu memiliki sifat yang fleksibel dan kuat. Bambu bertumbuh cepat dan bisa digunakan terus menerus, yang tidak harus diproduksi secara berkala. Bambu seharusnya menjadi pertimbangan penting untuk material utama infrastruktur yang tahan lama karena bambu adalah material yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Indonesia memiliki ketersediaan bambu yang melimpah, tapi karena kurangnya pengetahuan tentang bambu sehingga pemanfaatan bambu hanya mandek pada perabot rumah tangga dan hiasan anyaman saja. Hanya sedikit daerah di Indonesia yang memanfaatkan bambu sebagai konstruksi yang memunculkan nilai estetika bambu itu sendiri.Kata Kunci: Pusat Kerajinan, Bambu, Kontemporer Tradisional
MUSEUM SEJARAH MINAHASA DI MANADO, Arsitektur Dekonstruksi Imanuel K. Mokalu; . Suryono; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34576

Abstract

Museum ditatap selaku tempat hiburan serta fasilitas pembelajaran yang terjangkau, namun popularitasnya masih sangat kurang dibanding destinasi yang lain semacam mall ataupun bioskop. Eksistensi kemajuan teknologi serta media sosial mempengaruhi terhadap kegiatan Museum disaat ini. Tugas museum disaat ini pasti tidak alami pengeseran namun metode penyajian dari kontennya yang alami pengembangan, Transformasi tersebut mempengaruhi terhadap definisi serta kedudukan Museum disaat ini. Mulai dari elemen interaktif sampai integrasi teknologi. Tujuan perancangan dalam Museum Minahasa ini yakni buat menghasilkan museum yang dapat membagikan koleksi berbagai aktivitas serta kegiatan kebudayaan, bukan sekedar membagikan koleksi benda mati, tapi nantinya fokus museum ini bakal sebagai pondasi dalam melakukan aktivitas kegiatan kebudayan Minahasa. Dalam perancangan Museum Sejarah Minahasa di Kota Manado ini lebih menekankan perpindahan peranan tipologi museum ke faktor rekreatif serta entertaiment, dengan Arsitektur dekonstruksi selaku pendekatan terhadap perancangan bangunan dengan berupaya memandang arsitektur dari segi estetika wujud serta program bangunan selaku daya tarik wisatawan. Konteks objek Museum Minahasa diharapkan bisa jadi salah satu pusat orientasi kota Manado dan jadi barometer aktivitas budaya wilayah serta aktivitas tamasya yang berdifat edukatif, sekalian pula sanggup memacu pertumbuhan pariwisata serta perekonomian wilayah kota Manado.Kata Kunci : Museum, Minahasa, Dekonstruksi.
MANADO BUSSINES TOWER, Arsitektur Modular Abraham A. Sahetapy; . Suryono; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34626

Abstract

Kota Manado memiliki banyak tolok ukur dari pertumbuhan perekonomian kota yang dapat dilihat dari pertumbuhan infrastrukutur kota yang meningkat dari tahun ke tahun. Sejalan dengan perkembangan kemajuan bidang teknologi maka pusat perbelanjaan dan perkantoran sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian dalam kota. Manado Bussines Tower melingkupi bangunan Shopping Centre, yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pusat perbelanjaan dari segi fisik bangunan maupun fasilitas, sedangkan Rental Office dibangun sebagai wadah bagi perusahaan yang ingin menggunakan kantor untuk memfasilitasi penyewa-penyewa dengan menerapkan Tema Arsitektur Modular penulis mampu menghadirkan studi koordinasi terkecil pada sebuah objek bangunan bertingkat tinggi yang dipuntir sehingga dapat mengurangi limbah bangunan dan mememberikan estetika sehingga masyarakat setempat, wisatawan maupun investor lebih tertatik untuk berkunjung. Perancangan bangunan ini tidak lepas dari pendekatan metode-metode guna mendapatkan detail-detail mendasar sebelum merancang, metode yang digunakan yaitu pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, utilitas bangunan , spot interior, spot eksterior dan gambar perspektif.Kata Kunci : Manado Bussines Tower , Arsitektur Modular, Kota Manado,Shopping Centre, Rental Office
PUSAT SENI PERTUNJUKAN KONTEMPORER DI MANADO, Arsitektur Kontemporer Raima Aprillia; . Suryono; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34729

Abstract

Seni merupakan bagian integral dari sejarah peradaban manusia yang tidak terlepas dari perkembangan peradaban manusia. Di dalamnya termasuk seni pertunjukan yang dapat berupa seni drama/ teater, seni tari dan juga seni musik. Seni pertunjukan semakin berkembang dengan sangat baik di era globalisasi ini. Di Indonesia, fungsi seni pertunjukan sebagai presentasi estetis adalah seni pertunjukan yang disajikan kepada para wisatawan. Kota Manado sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara memiliki seni budaya yang sangat beragam dan mempunyai aktifitas seni yang cukup tinggi. Hal tersebut bisa dilihat dengan banyaknya aktifitas pertunjukan seni yang telah digelar. Timbulnya hasrat dan keinginan manusia untuk menyaksikan pertunjukan yang dipergelarkan oleh orang lain, serta keinginan para seniman untuk disaksikan dan dipergelarkan hasil karya mereka telah dirasakan sebagai kebutuhan naluri msyarakat. Oleh adanya tuntutan tersebut, diperlukan suatu wadah untuk menampung kegiatan seni pertunjukan, sehingga muncul tujuan untuk mendessain sebuah bangunan Pusat Seni Pertunjukan di Manado dengan menerapkan tema Arsitektur Kontemporer yang diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi para seniman dan penikmat seni pertunjukan.Kata kunci: Pusat Seni Pertunjukan, Arsitektur Kontemporer, Manado