Julianus A. R. Sondakh
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

YOUTH CENTER di TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE, ARSITEKTUR EKSPRESIONISME Afrilia G. Karundeng; Julianus A. R. Sondakh; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43385

Abstract

Kesenian di daerah sangihe yang meliputi seni vocal, seni musik dan seni tari, serta juga sekarang ini sedang berkembang di Sangihe yaitu terdapat seni lukis dan peran. Dilihat sudah terdapat komunitas-komunitas remaja baik dalm bidang seni maupun olahraga yang berpotensi serta juga berpresentasi dibidang tersebut. Akan tetapi kurangnya fasilitas yang mendukung pengembangan aktivitas serta kreativitas remaja-remaja ini membatasi mereka dalam mengembangkan minat serta bakat mereka dalam seni maupun olahraga. Adanya perancangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, terlebih di luar jam pembelajaran juga dapat memotivasi kaum remaja-remaja untuk dapat mengembangkan kembali nilai-nilai ksesenian Sangihe yang sudah hampir dilupakan. Dengan menggunakan tema arsitektur Ekspresionisme dengan banyak unsur-unsur yang dapat dipadukan salah satunya yaitu dengan menerapkan unsur-unsur kesenian yang ada di Sangihe ini akan menjadi konsep baru untuk objek perancangan sehingga nantinya perancangan ini bisa menjadi salah satu daya tarik baru khusus di kota Tahuna Kapubapten Kepulauan Sangihe.Kata Kunci : Tahuna, Youth Center, Arsitektur Ekspresionisme
MAHAWU PUBLIC LIBRARY AND LEARNING CENTER: Arsitektur Hibrid Kezia G. Wowiling; Windy Mononimbar; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat serta fenomena gaya hidup masyarakat yang semakin berkembang membuat fasilitas-fasilitas komersil tampak lebih menarik, jika dibandingkan dengan sarana atau fasilitas edukasi seperti perpustakaan dan tempat bimbingan belajar, sehingga membawa dampak pada berkurangnya minat baca masyarakat serta menurunnya kualitas pendidikan di suatu daerah. Seiring dengan berkembangnya zaman, pendidikan dalam suatu daerah harus terus berkembang agar dapat bersaing di era globalisasi ini. Kota Tomohon sebagai Kota Pendidikan, memiliki fasilitas pendidikan yang cukup baik, hanya ada beberapa fasilitas yang kurang memadai, seperti perpustakaan dan learning center. Oleh karena itu, melalui perancangan Mahawu Public Library and Learning Center dengan menerapkan konsep Arsitektur Hibrid dihasilkan rancangan arsitektural dengan menggabungkan unsur pendidikan dan rekreasi, sehingga dapat menghadirkan suatu bangunan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan rekreatif, serta berperan sebagai landmark literasi kota yang dapat menarik berbagai lapisan masyarakat, sehingga menjadikan objek ini sebagai wadah tempat mengembangkan minat baca dan menampung kebutuhan pendidikan non formal bagi masyarakat Kota Tomohon. Kata kunci: Arsitektur Hibrid, Learning Center, Mahawu, Public Library
PUSAT KREATIVITAS DI MANADO: Arsitektur Dekonstruksi Patrycia A. J. Sandil; Julianus A. R. Sondakh; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas monoton masyarakat kota yang berfokus pada aktivitas dan interaksi di rumah dan di tempat bekerja / sekolah dapat memberikan tekanan kepada masyarakat dan mengurangnya waktu mengembangkan kreativitas diri individu maupun kreativitas kelompok. Pusat Kreativitas di Manado ini menjadi tempat Ketiga yang penting bagi masyarakat kota Manado untuk menyalurkan bakat dan minat mereka melalui aktivitas-aktivitas pengembangan kreativitas yang telah disediakan. Selain memberikan wadah pengembangkan minat dan bakat masyarakat melalui aktivitas kreativitas yang ada, masyarakat kota juga dapat menyalurkan aktivitas bersosialisasi, membangun komunitas, dan bersantai di dalam Pusat Kreativitas di Manado ini. Dengan adanya Pusat Kreativitas di Manado ini kiranya dapat membantu masyarakat kota Manado dalam pengembangan kreativitas diri yang mampu bersaing di era ekonomi yang sedang berkembang pesat dan dapat membantu mengurangi tekanan aktivitas melalui aktivitas sosial yang ada. Kata Kunci : Pusat Kreativitas, Arsitektur Dekonstrksi, Manado, Tempat Ketiga.
PUSAT INDUSTRI KREATIF DI MINAHASA: Arsitektur Post Modern Preyshe F. A. Kawung; Julianus A. R. Sondakh; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya masyarakat Minahasa melahirkan seni dan kreatifitas seperti tarian, musik, kerajinan, makanan, lukisan, bermacam kain batik dan tenun, dan lain sebagainnya. Maka, perlunya suatu wadah untuk yang menjadi tempat mengembangkan setiap kegiatan yang ada dimana hal ini bertujuan agar tetap melestarikan budaya yang ada dan sebagai media untuk mengembangkan, memamerkan, mempromosikan kegiatan kreatifitas, baik lewat pentas seni maupun penjualan karya. Setiap orang yang mengambil bagian dalam kegiatan ini juga dapat meningkatkan perekonomiannya lewat mengkormesilkan hasil karya ataupun mementaskannya. Selain itu, setiap pelaku ekonomi yang berhubungan dengan produksi seni juga dapat menerima keuntungan, seperti mereka yang menjadi penyalur bahan baku karya seni dan lainya. Maka hasil dari objek ini adalah menghadirkan tempat yang memiliki studio atau sanggar produksi karya seni, studio atau sanggar untuk latihan musik dan tari, area pameran dan pentas. Hal ini bertujuan agar setiap pengembangan kreatifitas yang ada dapat terdukung dari proses produksi sampai siap dipasarkan. Pada proses perancangan objek Pusat Industru Kreatif di Minahasa ini menggunakan tema Arsitektur Post Modern untuk menghadirkan hasil rancangan yang berbaur antara modern dan unsur budaya Minahasa. Kata Kunci: Pusat Industri Kreatif, Arsitektur Post Modern
RUMAH SAKIT JIWA DI MANADO. Healing Environment Fabiola G. Wuner; Julianus A. R. Sondakh; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24624

Abstract

             Rumah  sakit jiwa merupakan  salah  satu  pelayanan  kesehatan jiwa yang  berfungsi  memberikan  perawatan dan   pengobatan   medis   kepada   masyarakat yang memiliki gangguan kejiwaan.   Sekarang   ini,   sudah   banyak   rumah   sakit   yang menerapkan healing   environment dalam   perencanaan   rumah   sakit. Healing   environment merupakan  suatu  desain  lingkungan  terapi  yang  memadukan  antara  unsur  alam,  indra  dan psikologis.  Unsur  alam  dapat  dirasakan  melalui  indra. Dengan  indra  dapat  membantu  melihat, mendengar  dan  merasakan  keindahan  alam  yang  didesain.  Hal  tersebut  secara  tidak  langsung mempengaruhi  psikologis  pasien.  Secara  psikologis,  pasien  akan  merasakan  kenyamanan  dan keamanan  dalam  diri  mereka.  Ketiga  aspek  tersebut  saling  berhubungandan  mempengaruhi lingkungan  terapi  yang  dirancang. Contoh  aplikasi  dari  konsep  ini  yaitu  penerapan  elemen  air seperti   air   mancur,   kolam,   akuarium   ataupun   gambar-gambar   latar   yang   menggambarkan pemandangan  alam,  serta  perpaduan  warna  pada  interior  rumah  sakit  dan  perpaduan  warna  pada tanaman  yang  digunakan  untuk  membuat  taman  pada  eksterior  rumah  sakit. Desain healing environment diterapkan dalam interior dan eksterior rumah sakit. Desainnya di maksimalkan pada bagian rehabilitasi juga pad ataman disekitar rumah sakit. Kata kunci : rumah sakit jiwa, healing environment, kesehatan jiwa, gangguan jiwa
PERPUSTAKAAN UMUM MULTIMEDIA DI MANADO. Folding Architecture Mario Y. Maturbongs; Windy Mononimbar; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25046

Abstract

Perkembangan teknologi multimedia di era digital ini semakin pesat. Disadari bahwa perkembangan teknologi menjadi salah satu indikator penentu meningkatnya daya saing daerah, namun harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusianya sehingga dibutuhkan fasilitas yang dapat mewadahi pengembangan teknologi sekaligus sumber daya manusia yang ada. Perpustakaan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Gedung perpustakaan saat ini tersingkir akibat hadirnya teknologi semakin canggih yang berdampak pada menurunnya animo masyarakat keperpustakaan.oleh sebab itu penulis ingin menghadirkan perpustakaan umum multimedia di mana masyarakat kota manado bisa memperoleh informasi bukan lagi dengan buku saja ,tetapi melalui teknologi multimedia yang bukan hanya bersifat informatif dan edukatif,tetapi juga bersifat rekreatif. Dengan pendekatan Folding Architecture atau arsitektur folding ini. Perpustakaan Umum di Manado ini perancangan dan penerapannya pada bentuk bentuk dilandasi dengan menggunakan karakter kertas dan mengubahnya/mentransformasikannya melalui proses lipat, potong, ditekuk, sehingga menghasilkan bentukan arsitektur yang di inginkan.  .  Kata Kunci : perpustakaan umum,Multimedia,Folding architecture dan Manado.
PUSAT SENI & BUDAYA MINAHASA DI TOMOHON. Semiotika dalam Arsitektur Hizkia D. D. Tumiwa; Julianus A. R. Sondakh; Cynthia E. V. Wuisang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26202

Abstract

Kebangkitan kebudayaan di Sulawesi Utara dalam 20 tahun terakhir sangat pesat terlebih khusus dalam suku Minahasa. Hal ini terlihat diberbagai kegiatan seni dan budaya yang sangat masif yang dilakukan diseluruh wilayah suku Minahasa. Kebangkitan kebudayaan di suku Minahasa ini merangsang munculnya kelompok – kelompok serta sanggar – sanggar seni yang berlatar belakang budaya diberbagai daerah di suku Minahasa. Perancangan pusat seni dan budaya Minahasa merupakan sebuah respon dari fenomena kebangkitan kebudayaan yang terjadi di Sulawesi Utara terlebih khusus suku Minahasa. Arsitektur merupakan sebuah benda mati namun memiliki jiwa yang terpancar dari citra. Citra menunjukan pada sebuah gambaran sehingga meninggalkan suatu kesan penghayatan arti bagi seseorang. Sudah sewajarnya kita berarsitektur dengan hati nurani dan tanggung jawab penggunaan bahasa arsitektur yang baik[1].Pendekatan dengan semiotika dalam perancangan pusat seni dan budaya Minahasa merupakan metode yang sesuai dengan perancangan ini. Dimana semiotika merupakan pendekatan yang menafsirkan bangunan dalam sebuah tanda untuk menyampaikan informasi hingga bangunan tersebut memiliki makna. Metode pendekatan dengan semiotika sesuai dengan maksud dari perancangan pusat seni dan budaya Minahasa yaitu menyampaikan sebuah makna kebudayaan Minahasa yang dihadirkan lewat bentuk, ruang, serta tata atur yang ada dalam perancangan ini.  Kata kunci : Semiotika, seni, kebudayaan, Minahasa[1]  Wastu Citra, 2013 : hal.20
RUSUNAWA UNTUK NELAYAN DI KABUPATEN TALAUD. Arsitektur Lanskap Yogli Nangaro; Papia J. C. Franklin; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27805

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) diperuntukan dalam penyediaan hunian atau tempat tinggal layak huni dengan tariff sewa yang murah bagi para nelayan Dari sebagaian masyarakat nelayan yang ada di Kabupaten Talaud masih ada yang belum memiliki tempat tinggal atau hanya tinggal di tempat kumuh yang berada di pinggiran pantai dengan rumah seadannya dengan hadirnya Rusunawa Nelayan di Talaud bisa memberikan fasilitas hunian yang layak bagi masyarakat nelayan yang berpenghasilan rendah, dan bisa mewadahi, meningkatkan perekonomian social dan budaya masyarakat nelayan yan ada di Kabupaten Talaud. Dalam perancangan Rusunawa Nelayan dengan penerapan tema Arsitektur Lanskap merupakan suatu seni yang berfungsi untuk menciptakan suatu ruang dan melestarikan keindahan lingkungan di sekitar bangunan, manusia, guna mencapai kenyamanan dan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat nelayan yang tinggal di Rusunawa tersebut.Kata Kunci :    Rusunawa Untuk Nelayan,  Talaud,  Arsitektur  Lanskap
GELANGGANG ASTRONOMI DI TOMOHON, Arsitektur High Tech Nikita Dompas; Julianus A. R. Sondakh; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34602

Abstract

Di era modern saat ini, Ilmu pengetahuan dan Teknologi berkembang sangat pesat. Perancangan serta pengembangan dalam bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi ini terus dilakukan, sehingga diperlukan wadah dalam menunjang dan mewujudkan segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan proses perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi tersebut. Salah satu Ilmu pengetahuan yang berkembang dan banyak diteliti saat ini adalah Ilmu Astronomi. Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mengamati serta mempelajari ilmu Astronomi dapat didapatkan dalam sebuah Planetarium dan Observatorium. Gelanggang Astronomi dirancang sebagai sarana rekreasi dan edukasi serta pergelaran Olimpiade tingkat internasional yang diperuntukan untuk segala kalangan masyarakat. Penerapan arsitektur High-Tech selaras dengan perancangan bangunan yaitu kegiatan yang ditampung didalamnya menunjang teknologi tingkat tinggi selain peryaratan bangunan yang menuntut struktur modern sehingga citra bangunan yang ditampilkan akan menonjolkan ekspresi teknologi tingkat tinggi dan modern. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode proses desain John Zeisel dengan pendekatan perancangan terhadap 3 poin utama yaitu pendekatan tipologi, pendekatan tema dan pendekatan kajian tapak dan lingkungan, sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, rencana utilitas bangunan, spot interior, spot eksterior, dan perspektif bangunan. Kata Kunci: Gelanggang Astronomi, Arsitektur High-Tech, Planetarium, Observatorium, Sulawesi Utara
MANADO BUSSINES TOWER, Arsitektur Modular Abraham A. Sahetapy; . Suryono; Julianus A. R. Sondakh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34626

Abstract

Kota Manado memiliki banyak tolok ukur dari pertumbuhan perekonomian kota yang dapat dilihat dari pertumbuhan infrastrukutur kota yang meningkat dari tahun ke tahun. Sejalan dengan perkembangan kemajuan bidang teknologi maka pusat perbelanjaan dan perkantoran sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian dalam kota. Manado Bussines Tower melingkupi bangunan Shopping Centre, yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pusat perbelanjaan dari segi fisik bangunan maupun fasilitas, sedangkan Rental Office dibangun sebagai wadah bagi perusahaan yang ingin menggunakan kantor untuk memfasilitasi penyewa-penyewa dengan menerapkan Tema Arsitektur Modular penulis mampu menghadirkan studi koordinasi terkecil pada sebuah objek bangunan bertingkat tinggi yang dipuntir sehingga dapat mengurangi limbah bangunan dan mememberikan estetika sehingga masyarakat setempat, wisatawan maupun investor lebih tertatik untuk berkunjung. Perancangan bangunan ini tidak lepas dari pendekatan metode-metode guna mendapatkan detail-detail mendasar sebelum merancang, metode yang digunakan yaitu pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, utilitas bangunan , spot interior, spot eksterior dan gambar perspektif.Kata Kunci : Manado Bussines Tower , Arsitektur Modular, Kota Manado,Shopping Centre, Rental Office