Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL PADA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DI PERUSAHAAN AGENSI PROPERTI Dinata, Hendra
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 4 No 1 (2020): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2020
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.806 KB)

Abstract

Penggunaan teknologi informasi yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses bisinis di sebuah perusahaan agensi properti, melibatkan juga para agen penjual di dalamnya yang sebelumnya bekerja tanpa dukungan dari kehadiran teknologi informasi. Penelitian ini sendiri dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada penerimaan atas teknologi informasi tersebut pada perusahaan agensi properti dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Faktor-faktor tersebut meliputi persepsi kemudahan dalam penggunaan, persepsi manfaat, sikap dalam penggunaan, minat penggunaan dan penggunaan sistem yang sebenarnya. Data diambil dari 126 orang agen penjual melalui kuisioner online. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa persepsi atas kemudahan dalam penggunaan teknologi yang ada berpengaruh terhadap persepsi manfaat dan sikap dalam penggunaannya, dan persepsi manfaat berpengaruh pada sikap dalam penggunaan suatu teknologi dan minat seseorang untuk menggunakannya. Sementara sikap dalam penggunaan juga memiliki pengaruh terhadap minat seseorang untuk menggunakan teknologi informasi dan minat ini juga mempengaruhi bagaimana penggunan teknologi informasi itu yang sebenarnya.
PERANAN PENGUSAHA KRISTEN DALAM PENGINJILAN Dinata, Hendra
Jurnal Penggerak Vol. 4 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62042/jtp.v4i1.33

Abstract

Rasul Paulus mengatakan dalam 2 Timotius 14:2 bahwa,”beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya,nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segalakesabaran dan pengajaran”. Rasul Paulus menyadari sepenuhnya bahwapenginjilan adalah suatu hal yang bersifat mendesak dan menjadi suatutugas dan tanggung-jawabnya secara pribadi. Penginjilan bagi rasulPaulus adalah sutu tanggungjawab dari Tuhan Yesus yang tidak bisaditawar. Prinsip hidup Paulus dalam hal penginjilan harus juga menjadibagian dalam setiap kehidupan orang percaya khususnya parapengusaha Kristen.Penginjilan adalah memberitakan tentang karya Kristus yangsudah mati karena dosa-dosa manusia, dikuburkan dan dibangkitkanpada hari yang ketiga (1 Korintus 15:3-4), serta menantang orang untukbertobat dari dosanya ( Kis. 26:18) lalu mengharapkan dia percaya padakarya Kristus itu untuk kemudian menerima-Nya sebagai Tuhan danJuruselamat pribadi, sehingga ia memperoleh hidup yang kekal (bnd.Yohanes 20:30-31).
Development of Interactive Learning Application for Basic Programming Based on Technological Pedagogical Content Knowledge Framework Soetjipto, Daniel Yulius; Dinata, Hendra; Angga, Melissa; Widjaja, Jovan Adriel
Teknika Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v14i1.1084

Abstract

Information technology students must take Algorithms and Programming. Research shows that 28% of US students fail their basic programming subject, which is essential to mastering programming. In line with the previous study, 39% of students in the Informatics Engineering department’s basic programming course at campus X in the odd semester of 2022/2023 failed the course. The learning process should be able to integrate technology into it. An interactive learning application was developed utilizing the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) framework, incorporating a pedagogical paradigm in its design through simulation elements and animated visuals. Through an extensive design, this learning application enhances student engagement by 78.3%, encouraging continued utilization in their educational process. The trial involving the group of students utilizing this application revealed that 5 out of 34 students failed the course, in contrast to 7 out of 33 students from the group that studied without the application.
Enuma Elish dan Narasi Penciptaan Kitab Kejadian: Analisis Komparatif dalam Konteks Timur Dekat Kuno Hendra Dinata; Ledi Arlinda Ompusunggu; Penulis Ketiga
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 2 (2025): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v6i2.179

Abstract

This study aims to examine the Enuma Elish as a cultural background for the creation narrative in the Book of Genesis within the context of the Ancient Near East. The research employs a library-based method with a descriptive-comparative approach and a rational, critical analysis of various scholarly perspectives on the relationship between Babylonian mythology and the biblical narrative. The findings indicate several thematic parallels between the Enuma Elish and the creation narrative in Genesis, particularly in their depictions of the primordial condition of the cosmos and the origin of the world. However, comparative analysis reveals fundamental theological differences between the two texts. The Enuma Elish portrays the creation of the world through conflicts among gods within a polytheistic belief system, whereas the Book of Genesis affirms that the world was created by the one sovereign God through His word in an orderly manner. This distinction is also evident in the understanding of humanity, which in Genesis is presented as created in the image of God (imago Dei). Therefore, the thematic similarities between the two texts are more appropriately understood as reflections of a shared cultural context in the Ancient Near East rather than as evidence of direct dependence of the Genesis narrative on Babylonian mythology.