Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PRofesi Humas

Pemahaman komunitas terhadap program community relations di Palimanan dan Citeureup Feliza Zubair
PRofesi Humas Vol 5, No 1 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.97 KB) | DOI: 10.24198/prh.v5i1.25901

Abstract

Community relations dalam konteks Public Relations merupakan implementasi dari tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar atau pihak-pihak yang terdampak kegiatan perusahaan yang disebut komunitas. Kegiatan yang mutlak perlu dilaksanakan oleh perusahaan khususnya perusahaan pertambangan seperti PT. Indocement Tunggal Prakasa, Tbk., salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, yang kerap memberikan dampak kekeringan serta lahan tandus akibat kegiatan penambangan. Sebagai tanggung jawabnya maka perusahaan melakukan revitalisasi lahan bekas galian tambang yaitu pelaksanaan program budidaya tanaman jarak pada lahan pasca tambang. Perusahaan berusaha melihat dari dua sisi kepentingan: yaitu kepentingan perusahaan dan kepentingan komunitas dimana keduanya harus saling mengisi. Namun berkaitan dengan penanganan perusahaan terhadap lahan-lahan bekas galianĀ  tambang tersebut, timbul berbagai pemahaman berbeda dari masyarakat baik di Palimanan maupun Citeureup. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman komunitas terhadap pelaksanaan program budidaya tanaman Jarak pada lahan bekas galian tambang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan paradigma konstruktivisme, dan jenis studi adalah studi kasus. Subjek penelitian adalah dipilih secara purposif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen. Hasil dan pembahasan dimana komunitas mempersepsi tanggung jawab perusahaan dalam bentuk materi atau uang (jangka pendek), sedangkan perusahaan mempersepsi tanggung jawab moral dalam upaya memperkecil dampak buruk dan memperbaiki kondisi yang merugikan akibat operasional perusahaan (jangka panjang). Simpulan menunjukkan bahwa pemahaman terjadi berdasarkan pengalaman dan pengetahuan komunitas mengenai situasi serta kondisi yang terjadi pada lingkungan sekitar akibat kegiatan produksi dari perusahaan.
Fungsi peran dan teknik komunikasi humas dalam program Sabilulungan Bersih Kabupaten Bandung Iriana Bakti; Feliza Zubair; Yustikasari Yustikasari
PRofesi Humas Vol 6, No 1 (2021): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.676 KB) | DOI: 10.24198/prh.v6i1.33159

Abstract

Praktik humas pemerintah memegang peranan penting dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah dibidang lingkungan hidup sebagai salah satu koridor pembangunan di Kabupaten Bandung. Praktik ini memperjelas fungsi, peran, dan teknik komunikasinya pada saat menjalankan tugasnya ketika berinteraksi dengan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan Sabilulungan Bersih (saber). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi, peran humas pemerintahan, serta teknik komunikasi yang dilaksanakan dalam melaksanakan kegiatan Sabilulungan Bersih di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan sifat datanya kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data melalui reduksi data, display data, mencari simpulan, dan verifikasi. Teknik penentuan sumber data didasarkan pada kriteria kemandirian masyarakatnya dalam memahami, mencari solusi atas permasalahan, dan kemampuannya dalam mengelola lingkungan hidup, di mana dari 10 desa yang dilibatkan dalam program Sabilulungan Bersih, ditentukan secara purposif 1 kelurahan, dan 2 desa. Informan dalam penelitian ini adalah aparat pemerintahan kecamatan, kelurahan, dan desa, serta para kader sebanyak 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi humas pemerintah dalam pelaksanaan program Saber adalah menjadi kepada kepentingan umum, dan memelihara komunikasi yang baik. Peran Humas pemerintahan sebagai fasilitator komunikasi, dan teknisi komunikasi. Komunikasi partisipatif yang terbangun berlangsung secara dialogis yang dilandasi oleh keterbukaan para pesertanya.