Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Melatih Kemahiran Menulis Bahasa Inggris bagi Siswa Sekolah dasar dengan Scramble Game di Desa Karang Jaya Indah Sulmayanti; Zulaikah Zulaikah; Sugiarti Sugiarti; Ahmad Ulin Niam; Lailatul Janah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kewajiban dari seorang dosen untuk melakukan Tri Dharma perguruan tinggi selain tugasnya sebagai pengajar. Pengabdian ini dilatarbelakangi tentang pembelajaran writing pada pelajaran Bahasa Inggris yang masih kurang dirasakan manfaatnya bagi siswa. Siswa cenderung masih menganggap pembelajaran writing sebagai pelajaran yang membosankan dan kurang menarik. Hal ini memberikan asumsi yang mendasar bagi penulis, bahwa pelajaran Bahasa Inggris pada pembelajaran writing belum mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu peneliti bermaksud untuk meneliti teknik scramble game dalam menciptakan suasana belajar writing yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi beberapa tahapan, yakni penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, praktik menulis oleh siswa melalui metode dikte dan simak-salin di papan tulis, praktik menulis atau menyusun kata melalui scramble game, dan terakhir siswa bersama-sama dengan tim pengabdian melalukan diskusi dan tanya-jawab berkaitan dengan hasil jawaban yang telah dikerjakan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa scramble game dapat menciptakan suasana belajar writing yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa Sekolah Dasar di desa Karang Jaya. Hal tersebut dapat dicermati melalui keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan scramble game.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KUMPULAN CERITA ANAK AKU CINTA RAMADHAN SUNTINGAN DELLY RAIN FELLO Sugiarti Sugiarti; Syaiful Anam; Lailatul Khanifah
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober edition
Publisher : STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/spbs.v4i2.1739

Abstract

Nilai karakter penting dalam pendidikan. Karya sastra memiliki banyak jenis dan ragamnya. Salah satu jenisnya adalah cerita anak. Beberapa ciri cerita anak adalah sebagai berikut. Ditinjau dari segi isi, dalam cerita anak tidak diperkenankan menuangkan hal-hal negatif. Selanjutnya dari sisi penyajian, cerita anak harus menggunakan bahasa yang lugas dan sederhana. Tujuanya adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam kumpulan cerita anak Aku Cinta Ramadhan suntingan Delly Rain Fello. Metode dalam artikel ini bersifat studi pustaka, yang datanya berupa dokumen (kumpulan cerita anak) dan bukan berupa angka-angka. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak sekali nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam kumpulan cerita anak Aku Cinta Ramadan suntingan Delly Rain Fello. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut banyak dimunculkan melalui tingkahlaku para tokoh cerita. Disimpulkan bahwa kumpulan cerita anak Aku Cinta Ramadan suntingan Delly Rain Fello mengandung banyak nilai pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut dituangkan melalui dua teknik, langsung dan tidak langsung. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter tersebut meliputi nilai religius, disiplin, peduli sosial, bekerja keras, tanggung jawab, toleransi, menghargai prestasi,  bersahabat/ komunikatif, gemar membaca, mandiri, dan semangat kebangsaan. 
TIPOLOGI KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN MATA YANG ENAK DIPANDANG KARYA AHMAD TOHARI Yusi Deta Elvia; Dedy Mardiansyah; Sugiarti Sugiarti
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): April Edition
Publisher : STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/spbs.v5i1.2141

Abstract

Tipologi kepribadian tokoh utama dalam Kumpulan Cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari merupakan masalah dalam artikel ini. Berdasarkan masalah tersebut maka, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipologi kepribadian tokoh utama dalam Kumpulan Cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Kajian ini menggunakan metode   deskripstif kualitatif. Sumber data dalam kajian ini adalah cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini menggunakan teknik teknik baca, simak, dan catat (BSC). Hasil analisis data menunjukkan adanya tujuh tipe kepribadian pada tokoh utamanya, yakni empat tipe ekstrovert dan tiga tipe introvert. Tokoh dan tipe kepribadiannya yaitu: (1) Tokoh utama (Mirta) memiliki kepribadian ekstrovert, yaitu ENTP. (2) Tokoh utama (Jebris) memiliki tipe kepribadian ENFJ. (3) Tokoh utama (Aku) memiliki tipe kepribadian ENFP. (4) Tokoh utama (Daruan) memiliki tipe kepribadian INFP. (5) Tokoh utama (Jum) memiliki tipe kepribadian ISFJ. (6) Tokoh utama (Paman Doblo) memiliki tipe kepribadian ISTP. (7) Tokoh utama (Kang Sarpin) memiliki tipe kepribadian ESTP.
ANALISIS STRUKTURAL CERITA RAKYAT KOMERING SEHARUK KARYA USMAN NURDIN Nur Fitria Ningsih; Sugiarti Sugiarti; Fisnia Pratami; Zulaikah Zulaikah
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): April Edition
Publisher : STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/spbs.v5i1.2142

Abstract

Masalah dalam kajian ini yaitu analisis struktural cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis struktural cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin. Teori struktural yang digunakan adalah teori Nurgiyantoro, bahwa struktur karya sastra fiksi terdiri dari tema, penokohan, alur, latar, dan amanat. Metode kajian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan objektif. Sumber data dan data yang digunakan berupa dokumen dan kata-kata atau kalimat dalam buku cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, simak, catat. Hasil penelitian ini berupa deskripsi analisis struktural cerita rakyat Komering Seharuk karya Usman Nurdin, meliputi tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, dan amanat. Berdasarkan hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa tema cerita ini yaitu pelajaran hidup dari anak sebatang kara yang tinggal bersama neneknya. Tokoh utamanya Seharuk digambarkan sebagai anak yang patuh, adapun tokoh tambahannya yaitu Nenek Seharuk, Pasirah Kai Pati, Perwatin Penjaga Gerbang, Lebai Penghulu Marga dan beberapa lainnya. Alur yang digunakan alur campuran. Latar tempatnya di dusun pinggir Sungai Komering, di Sosat Marga, dan di hutan. Latar waktunya yaitu pada suatu hari, di pagi hari, siang hari, dan malam hari. Latar sosial-budayanya yaitu tradisi ritual penguburan orang meninggal di daerah Uluan Sungai Komering dilakukan oleh khatib atau Penghulu Marga, keseharian Seharuk dan pemuda kampung sebagai petani dan memangsa ikan, penggunaan bahasa daerah Komering. Sudut pandang yang digunakan sudut pandang persona ketiga. Amanat cerita ini yaitu jangan mudah menyimpulkan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu.
Analisis Kata Serapan Bahasa Asing pada Cerpen Kompas "Elisa Mengaku Kawin dengan Telepon Selulernya" Karya Zaenal Radar T Sugiarti Sugiarti; Sundari Sundari; Yusnita Anggraeni
Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober Edition
Publisher : STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/spbs.v5i2.2816

Abstract

Bahasa merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia karena bahasa digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi  satu sama lain. Bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan akan terus mengikuti perkembangan kehidupan manusia. Perkembangan zaman yang semakin modern juga mengarah pada perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Salah satu ciri  bahasa Indonesia adalah munculnya kata serapan dari bahasa asing.  Bahasa Indonesia juga terus mengalami perubahan, terutama dalam hal kosakata. Bahasa asing yang mempengaruhi perkembangan kosakata bahasa Indonesia selain itu bahasa daerah adalah bahasa Sansekerta, Arab dan Inggris. Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah, yang kemudian digunakan dalam bahasa Indonesia. Fokus penelitian ini adalah menemukan dan menganalisis kata serapan dari cerpen karya Zaenal Radar T, Elisa Mengaku Kawin dengan Telepon Selulernya. Teknik pengumpulan data yang digunakan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. mengidentifikasi isi cerita pendek yang terdapat kata serapan dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Jawa 2. mengklasifikasikan kata serapan dari bahasa asing 3. Analisis makna serapan dari bahasa asing, 4. Menguraikan hasil analisis bacaan dan teknik penarikan kesimpulan, teknik menyimak dan teknik mencatat. Selain itu, teknik analisis data meliputi identifikasi, klasifikasi, interpretasi dan deskripsi. Hasilnya adalah 2 kata serapan bahasa Jawa dan  21 kata bahasa Inggris.
Safeguarding Cultural Identity: The Role of the Indonesian Language amid Globalization Sugiarti Sugiarti; Vella Julia
Smart Society Vol. 5 No. 1 (2025): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v5i1.734

Abstract

Globalization has significantly impacted various aspects of human life, particularly in the cultural sphere, where local traditions and values face the threat of erosion due to the widespread influence of foreign cultures. In this context, the Indonesian language plays a vital role not only as a national unifying tool but also as a strategic medium for preserving and transmitting local cultural identity. This study aims to analyze the functions of the Indonesian language in preserving local cultural identity amid the challenges posed by globalization. Employing a descriptive qualitative approach through an extensive literature review, the research highlights the multifaceted role of the Indonesian language. It is not merely a means of communication, but also a carrier of local wisdom expressed through literary works, educational content, media discourse, and oral traditions that reflect the nation's cultural richness. The findings emphasize the importance of strengthening the use of the Indonesian language in everyday life and formal settings, particularly in ways that are rooted in local values and knowledge systems. This study underscores the need for collective awareness and national commitment to protect the Indonesian language as a symbol of identity and a cultural safeguard. It contributes to scholarly discussions on language policy, cultural resilience, and identity preservation in an increasingly globalized world.
Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sebagai Pembentuk Karakter Siswa MTs NU Umbul Sari Kabupaten OKU Timur Herni Fitriani; Sugiarti Sugiarti
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyal.v2i1.408

Abstract

Character education is an effort that is intentionally carried out by the education authorities in order to shape the personality of students to be more moral, moral and ethical. Character education in schools all components must be included including the components of education itself, namely the contents of the curriculum, the learning and assessment process, the quality of relationships, handling or management of subjects, school management, implementation of activities, empowerment of infrastructure, financing, and work ethics of all residents and school environment. Character education can be integrated into learning in each subject. Learning material related to norms or values ​​in each subject needs to be developed in relation to the context of everyday life. Thus learning character values ​​is not only at the cognitive level, but also there are affective and psychimotor aspects. Because if you only instill cognitive aspects, students will not have a good attitude
Pemerolehan Bahasa Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Martapura OKU Timur Sugiarti Sugiarti; Herni Fitriani
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyal.v3i2.440

Abstract

Language acquisition or language acquisition is a process that takes place in the brain of a child when he gets his first language or mother tongue which means acquisition of language regarding his first language. Normal human brain functions and speech tools can certainly speak well. Similarly, mentally disabled children also need language to communicate or to voice their hearts to others. However, the intellectual capacity of mentally retarded children who are below the average makes them difficult to obtain language and they often experience interference in language. Language is very important for everyone to master. With language, humans can convey their thoughts and feelings to others and can capture and understand the symbols of others. Language acquisition is closely related to children's cognitive development, therefore language skills (linguistic abilities) will be in accordance with their cognitive abilities, because linguistic abilities are one of the main factors that can influence a child's success in mastering language. But as is well known that autistic children have cognitive barriers that also cause language development is also hampered. These obstacles can be seen from the imbalance of language development with the age of the calendar (cronolicalage). Nevertheless they also have the same rights as normal children to obtain language as a tool to communicate with their environment.