Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Fine Motor Analysis of Infants Aged 7-12 Months Based on Breast Milk Indah Rahmadaniah; Marchatus Soleha; Rini Anggeriani
International Journal of Health Science and Technology Vol 3, No 1 (2021): July
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.294 KB) | DOI: 10.31101/ijhst.v3i1.2002

Abstract

This study aims to produce new scientific information about the fine motor skills of breastfed infants. Method: The type of research is an analytic survey. The population, all infants aged 7-12 months as many as 57 babies, the sample was taken by purposive sampling as many as 47 respondents, the data was taken through a survey using Google forms. Data analysis using chi-square statistical test. Result: obtained p-value = 0,058. In conclusion, there is no significant relationship between breastfeeding and fine motor skills in infants aged 7-12 months. 
Efektivitas Seduhan Teh Rosella Kering Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Sagita Darma Sari; Marcatus Soleha; Indah Rahmadaniah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.354 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.273

Abstract

Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, prevalensi angka kejadian anemia pada kehamilan di Indonesia sebanyak 48,9%. Faktor penyebab anemia pada ibu hamil adalah karena kekurangan zat besi dalam tubuh. Salah satu upaya untuk meningkatkan penyerapan zat besi didalam tubuh yaitu dengan cara meningkatkan asupan vitamin C. Rosella (hibiscus sabdariffa) merupakan tanaman herbal dengan kandungan vitamin C yang tinggi 9 kali lipat dari jeruk citrus dan 10 kali lipat dari buah belimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas seduhan teh rosella kering terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Metode penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment dengan pendekatan non-equivalent control-group, Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji t-test. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dengan jumlah 20 responden dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok eksperimen diberikan seduhan teh rosella kering dengan dosis 115,2 mg/kgBB/hari sedangkan pada kelompok kontrol diberikan tablet Fe 1x1/hari. Setelah 14 hari, maka akan dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin kembali baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol. Hasil uji t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05 didapatkan ( p value = 0,045) pada kelompok eksperimen dan (p value = 0,046) pada kelompok kontrol dengan nilai rata-rata terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok eksperimen sebanyak 1.070 gr/dl sedangkan rata-rata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 0.900 gr/dl sehingga dapat disimpulkan adanya efektivitas seduhan teh rosella kering terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN WANITA USIA SUBUR DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN PAPSMEAR DI RS UMUM PERTAMINA PALEMBANG Rini Ismayani; Indah Rahmadaniah; Adhika Wijayanti
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v3i1.816

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian utama pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini dengan Papsmear. Namun, kepatuhan wanita usia subur (WUS) dalam melakukan Papsmear masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS dengan kepatuhan melakukan Papsmear di RS Umum Pertamina Palembang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 410 responden yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (73,9%) dan pendidikan menengah (61%). Kepatuhan melakukan Papsmear masih rendah, hanya 94 responden (28,4%) yang telah melakukan pemeriksaan. Analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pengetahuan baik telah melakukan Papsmear, sementara hampir semua responden dengan pengetahuan kurang belum melakukannya. Selain itu, terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan kepatuhan Papsmear (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan pendidikan tinggi telah melakukan Papsmear, sedangkan seluruh responden berpendidikan dasar belum melakukannya. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan dan pendidikan WUS berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan melakukan Papsmear. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan guna meningkatkan kepatuhan WUS terhadap Papsmear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks.