Ari Widyaningsih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMP Islam At Tohari Tuntang Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid Indah Ainaya Alfatihah; Ari Widyaningsih; Andini Setyo Utami; Nabila Nurlaila Fatonah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on data from the profile of the Central Java Provincial Health Office in 2017, the number of young women experiencing dysmenorrhea in Central Java Province reached 1,465,876 people. Especially in Semarang, there are 2.11% - 3.15% of the number of women who experience dysmenorrhea who come to the obstetrics department. Acupressure is the science of healing by doing massage at certain points, the science of healing by doing massage at certain points, this science comes from China which has existed since more than 500 years ago (Aprilia, 2010). Acupressure techniques can reduce pain sensations by increasing endorphins, which are hormones that are able to naturally relax the body, blocking pain receptors to the brain (Aprilia, 2010).This activity was attended by 30 respondents consisting of 7th, 8th, and 9th grade students of SMP Islam At Tohari Tuntang. This activity aims to provide complementary midwifery care to students about acupressure techniques to reduce menstrual pain. The method used in this activity uses several stages including: Pre test, Leaflet Distribution, Health Education About Reducing Menstrual Pain With Acupressure Techniques, Acupressure Practices, Post Test.From the results of the univariate analysis before being given counseling from 30 respondents there were 15 respondents who had sufficient understanding results and 15 respondents had poor understanding results and after the counseling was carried out the results obtained from 30 respondents there were 16 respondents who had good understanding results, 12 respondents had sufficient understanding results and there were 2 respondents who have a lack of understanding and need re-education so that they understand better and can practice it themselves. From the results obtained after counseling there was an increase in respondents' understanding of the material provided. Of the 30 respondents there are 16 respondents who have a good level of understanding and can practice it themselves. AbstrakBerdasarkan data dari profil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2017 jumlah remaja putri yang mengalamai disminorea di Provinsi Jawa Tengah mencapai 1.465.876 jiwa. Khususnya di Semarang terdapat 2,11% - 3,15% dari jumlah wanita yang mengalami dismenorea datang ke bagian kebidanan. Akupresure merupakan ilmu penyembuhan dengan cara melakukan pijat pada titik – titik tertentu, ilmu penyembuhan dengan cara melakukan pijat pada titik – titik tertentu, ilmu ini berasal dari Tionghoa yang suda ada sejak lebih dari 500 tahun yang lalu (Aprilia, 2010). Teknik akupresure dapat mengurangi sensansi – sensasi nyeri melalui peningkatan hormon endorphin, yaitu hormon yang mampu menghadirkan rasa rileks pada tubuh secara alami, memblok reseptor nyeri ke otak (Aprilia, 2010). Kegiatan ini diikuti oleh 30 responden yang terdiri dari siswi kelas 7, 8, dan 9 SMP Islam At Tohari Tuntang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komplementer kepada siswi tentang teknik akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan beberapa tahapan diantaranya : Pre test, Pembagian Leaflet, Pendidikan Kesehatan Tentang Mengurangi Nyeri Haid Dengan Teknik Akupresure, Praktik Akupresure, Post Test. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan dari 30 responden terdapat 15 responden memiliki hasil kepahaman cukup dan 15 responden memiliki hasil kepahaman kurang dan sesudah dilakukannya penyuluhan didapatkan hasil dari 30 responden ada 16 responden yang memiliki hasil kepahaman baik, 12 responden memiliki hasil kepahaman cukup dan ada 2 responden yang memiliki hasil kepahaman kurang dan memerlukan edukasi kembali agar lebih paham dan dapat mempraktekkannya sendiri. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan kepahaman responden terhadap materi yang diberikan. Dari 30 responden ada 16 responden yang memiliki tingkat kepahaman baik dan dapat mempraktekkan sendiri.
Akupresure Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil Trimester III Herlina Sri Komala Dewi; Ari Widyaningsih; Cinta Nashita; Yance Kristiana Lodo
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety is a mental condition filled with worry and fear of what might happen. This condition is one of the psychological disorders of the mother that occurs, including in high-risk pregnant women. Mothers will feel more and more worried about their own health, mothers are afraid that the baby is born at any time not in normal conditions, have experienced a history of miscarriage will continue to experience fear where they have lost their baby, the anxiety of pregnant women triggers the stimulation of uterine contractions. Acupressure is doing massage or emphasis on certain points (acupoints) using fingers gradually so that it can stimulate the body to heal naturally (Setyowati, 2018). Acupressure is a type of massage therapy developed in ancient China, which stimulates the body to produce endorphins and opioids, thereby reducing pain and anxiety. Performing acupressure during pregnancy is one method to reduce anxiety in third trimester pregnant women This activity was followed by 8 pregnant women respondents, starting with a pretest, then providing acupressure material and practicing acupressure using leaflets, and ending with a posttest. there was an increase in knowledge and skills of pregnant women about acupressure to reduce anxiety, after community service was carried out. from all the activities that have been carried out in the village of kawengen it can be concluded that community service activities can increase the knowledge of pregnant women about reducing anxiety in pregnant women with acupressure AbstrakKecemasan adalah kondisi kejiwaan yang penuh dengan rasa kekhawatiran dan ketakutan dengan apa yang mungkin akan terjadi. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan psikologis ibu yang terjadi termasuk pada ibu hamil resiko tinggi. Ibu akan merasa semakin khawatir dengan kesehatan dirinya, ibu takut bayi lahir sewaktu-waktu tidak dalam kondisi normal, pernah mengalami riwayat keguguran akan terus menerus mengalami ketakutan dimana mereka pernah kehilangan bayinya kecemasan ibu hamil memicu terjadinya rangsangan kontraksi rahim. Akupresur yaitu melakukan pemijatan atau penekanan pada titik-titik tertentu (acupoint) menggunakan jari secara bertahap sehingga dapat menstimulasi tubuh untuk sembuh secara alami (Setyowati, 2018). Akupresur merupakan jenis terapi pijat yang dikembangkan di Tiongkok kuno, yang dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi hormon endorfin dan opioid sehingga dapat mengurangi rasa sakit dan cemas. Melakukan akupresure pada saat kehamilan merupakan salah satu metode untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III. Kegiatan ini diikuti 8 responden ibu hamil, diawali dengan pretest,kemudian memberikan materi akupresure dan melakukan praktik akupresure dengan menggunaan media leaflet, dan diakhiri dengan posttest. terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang akupresure untuk mengurangi kecemasan, setelah dilakukan pengabdian masyarakat. dari semua kegiatan yang telah dilakukan di desa kawengen dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang mengurangi kecemasan pada ibu hamil dengan akupresure.
Pengabdian Masyarakat pada Ibu dan Anak di Desa Ngebung Nur Fajri Idharuddin; Ari Widyaningsih; Agrace; Siti Aisyah; Lia Ida Farida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public health as an art/practice has a very wide expanse. All activities, both direct and indirect, to prevent disease (preventive), improve health (promotive), therapy (physical, mental, social therapy) are public health efforts. Based on the description above, students are obliged to analyze, formulate problems, prioritize, diagnose problems, plan activities, implement them so that an evaluation of all series of activities can be carried out and in the end it is hoped that students can improve health status through community activities, especially in Ngebung village. At the end of the practice period students are able to carry out community midwifery services which include assessment, problem analysis, formulating problems, determining problem priorities, planning, implementing, and evaluating problems that arise in Ngebung Village, especially to pregnant women, postpartum, toddlers, and future bride and groom. that arose in the village of Ngebung. Community service activities are carried out using a problem solving cycle approach, starting from assessment, problem analysis, prioritizing problems, planning activities, carrying out activities and evaluating them. The target of this activity is the stunting factor. Of the 7 pregnant women who participated in the acupressure counseling activities, a pretest was carried out, there were pregnant women who had less knowledge (47.2%) and enough (42.8%). And after being given counseling, the post test was carried out again and the results (100%) were mothers with fairly good knowledge. Toddlers who have complaints of coughs and colds experience a decrease in the intensity of coughing and colds after being given the common cold. Postpartum mothers after being given oxytocin massage experienced an increase in the amount of milk that came out of before being given oxytocin massage. The prospective bride and groom were found to be more relaxed and comfortable after a full-blooded face was performed. pregnant women have been able to handle back pain, postpartum mothers have been able to expedite their breast milk, toddlers have been able to handle their coughs and colds, and the prospective bride and groom have been able to relax the situation. Abstrak Kesehatan masyarakat sebagai seni/praktek mempunyai bentangan yang sangat luas. Semua kegiatan baik yang langsung maupun yang tidak langsung untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. Berdasarkan uraian di atas maka mahasiswa berkewajiban untuk menganalisa, merumuskan masalah, memprioritaskan, menegakkan diagnosa masalah, melakukan perencanaan kegiatan, mengimplementasikannya sehingga dapat dilakukan evaluasi atas semua rangkaian kegiatan dan pada akhirnya diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan derajat kesehatan melalui kegiatan Komunitas khususnya di desa Ngebung. Pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa mampu melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas yang meliputi pengkajian, analisa masalah, merumuskan masalah, menentukan prioritas masalah, melakukan perencanaan, melakukan pelaksanaan, dan mengevaluasi masalah yang timbul di Desa Ngebung khususnya kepada ibu hamil, nifas, balita, dan calon pengantin. yang timbul di Desa Ngebung. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan problem solving cycle mulai pengkajian, analisa masalah, membuat prioritas masalah, merencanakan kegiatan, melaksanakan kegiatan dan evaluasi. Sasaran kegitan ini adalah factor stunting. Dari 7 ibu hamil yang mengikuti kegiatan penyuluhan akupresure, dilakukan pretest terdapat ibu hamil yang memiliki pengetahuan kuarang sebanyak (47,2%) dan cukup sebanyak (42,8%). Dan setelah di berikan penyuluhan di lakukan kembali post test didapatkan hasil (100%) ibu dengan pengetahuan cukup baik. Balita yang memiliki keluhan batuk pilek mengalami penurunan intensitas batuk pilek setelah diberikan common cold. Pada ibu nifas setelah diberikan pijat oksitosin mengalami peningkatan jumlah ASI yang keluar dari sebelum diberikan pijat oksitosin. Pada calon pengantin didapati calon pengantin lebih rileks dan nyaman setelah dilakukan totok wajah. pada ibu hamil sudah dapat menangani nyeri punggung, pada ibu nifas telah dapat memperlancar ASInya, pada balita sudah dapat menangani batuk pileknya, dan pada calon pengantin sudah dapat merilekan keadaannya.
Penyuluhan tentang Pijat Bayi untuk Meningkatkan Durasi dan Frekuensi Menyusu pada Bayi Ulya Sesa Febriani; Ari Widyaningsih; Nur Laela
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baby massage can be a choice of physical the duration and frequency of breastfeeding in infants. Baby massage is the art of health care and medicine which has been known since the beginning human creation in the world and has been practiced for centuries by traditional birth attendants. By giving baby massage the activity of the vagus nerve affectsthe mecanism of absorption of food in babies who are massaged to experience an increase in vagus nerve tone which will cause an in increase in enzymes for absorbinggastrin and insulin resulting in better absorption of food and incrase in baby’s weight. The activity of the vagus nerve causes the baby to get hungry quickly and will brestfeed more often from his mother so that more milk will be produced, kelly(2008) in fithriahadi (2016). The method used in counseling about baby massage to increase the duration and frequency of breastfeeding in infants, give a pre test, then provide counseling about baby massage using power points and distribute bucklets after that do a demonstration baby massage and then give a post test to find out how far the participants understand how massage a baby. This community service activity aims to provide information to breastfeeding mothers in kemawi village about baby massage to increase the duration and frequency of breastfeeding for babies. The results of this service show that there is a difference between the pre test and post test given a questionnaire, namely breastfeedingmothers before being given counseling. The result of pre test conducted by breastfeeding mothers found that the lowest score was 70 and the highest was 90, while the average value was 79 while brestfeeding mothers after being given a questionaire from the result of the post test it was found that there was a change or increase in the lowest score to 80 and the highest to 100 while the average score achieved was 91, these results indicate that there was an increase in mother’s knowledge after being given information about health education about massage baby in an effort to increase the duration and frequency of feedings. Abstrak Pijat bayi dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang berfungsi untuk meningkatkan durasi dan frekuensi menyusu bayi.Pijat Bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang di kenal sejak awal manusia di ciptakan di dunia serta telah di praktekkan sejak berabad-abad silam secara turun temurun oleh dukun bayi. Dengan diberikan pijat bayi aktivitas Nervus Vagus mempengaruhi mekanisme penyerapan makanan pada bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus yang akan menyebabkan peningkatan enzim penyerapan gastrin dan insulin sehingga menyebabkan penyerapan makanan menjadi lebih baik dan meningkatkan berat badan bayi. Aktivitas Nervus Vagus meningkatkan volume ASI, penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktivitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar dan akan lebih sering menyusu pada ibunya sehingga ASI akan lebih banyak diproduksi. Metode yang di gunakan dalam penyuluhan tentang pijat bayi untuk meningkatkan durasi dan frekuensi menyusu bayi dengan memberikan pre test dan penyuluhan tentang pijat bayi menggunakan power point dan membagikan bucklet setelah itu di lakukan demonstrasi pijat bayi kemudian memberikanpost test untuk mengetahui sejauh mana ibu ibu memahami tehknik pijat bayi yang baik dan benar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberi informasi ibu menyusui di desa kemawi. Seluruh ibu menyusui dapat memperoleh informasi dan cara pijat bayi untuk meningkatkan durasi dan frekuensi menyusu bayi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan pos test diberikan kuesioner yaitu ibu menyusui sebelum diberikan penyuluhan ,Hasil pre tes yang dilakukan oleh ibu menyusui didapatkan bahwa nilai terendah yaitu 70 dan tertingginya yaitu 90, sementara nilai rata-ratanya yaitu 79 .sedangkan ibu menyusui sesudah diberikan kuesioner dari hasil post tes yang didapatkan bahwa ada perubahan atau peningkatan nilai terendah menjadi 80 dan tertingginya menjadi 100 sedangkan nilai rata-rata yang diraih menjadi 91. dari hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pada pengetahuan ibu setelah diberikanya informasi mengenai pendidikan kesehatan tentang pijat bayi dalam upaya meningkatkan durassi dan frekuensi menyusu.
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI HB 0 PADA BAYI BARU LAHIR 0-24 JAM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELAYU MUARA TEWEH Ari - Widyaningsih
JURNAL MEDIKA USADA Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v5i1.114

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan suatu tindakan ataupun upaya untuk menimbulkan suatu kekebalan atau meningkatkan kekebalan tubuh seseorang baik secara aktif terhadap suatu penyakit yang akan datang, sehingga seseorang yang akan melakukan imunisasi tidak akan terserang penyakit kalau pun sakit hanya mengalami sakit ringan saja. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu terhadap pemberian imunisasi HB 0 pada bayi baru lahir 0-24 jam di Wilayah Kerja Puskesmas Melayu Muara Teweh. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu yang memiliki bayi umur 0-3 bulan yang berjumlah 87 orang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan waktu retrospektif (backward looking). Populasi sebanyak 669 orang dari bulan september sampai november 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Accidental sampling, analisis data menggunakan anilisis univariat. Hasil: Gambaran karakteristik ibu terhadap pembrian imunisasi HB 0 pada bayi baru adalah pada usia, pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu. Simpulan: usia ibu rata-rata berusia 20-35 tahun yaitu berjumlah 30 orang (34,5%) dan sebagian besar responden yang berusia 36-45 orang yaitu berjumlah 57 orang (65,5%).Responden berpendidikan menengah berjumlah 38 orang (43,7%) dan responden berpendidikan dasar yaitu berjumlah 16 orang (18,4%). responden bekerja sebagai ibu rumah tangga yaitu berjumlah 23 orang (26,4 %), dan hanya 17 orang (19,5%) yang bekerja sebagai PNS. 22 orang (25,3%) mempunyai pengetahuan kurang dan 26 orang (29,9%) berpengetahuan baik. Saran: Diharapkan ibu dapat dijadikan bahan masukan untuk menambah pemahaman masyarakat terhadap pemberian imunisasi HB 0 pada bayi baru lahir. Kata Kunci : Karakteristik, Imunisasi, Pemberian imunisasi Hb 0.