Hasil observasi awal di kelas IV A SDN Duri Kosambi 02 Pagi, Jakarta Barat, menunjukkan keberagaman karakteristik komunikasi siswa Generasi Alpha, mulai dari siswa yang aktif merespons hingga siswa yang cenderung pasif, termasuk keberadaan siswa berkebutuhan khusus, sehingga pola komunikasi interpersonal yang terbentuk selama pembelajaran menjadi konteks yang relevan untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal di antara siswa Generasi Alpha serta menganalisis pola komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di SDN Duri Kosambi 02 Pagi, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tujuh informan, terdiri atas lima siswa kelas IV A dan dua guru, diperkuat observasi partisipatif dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi di antara siswa bersifat selektif, suportif, dan kontekstual, dengan dominasi pola multi-arah pada kegiatan diskusi kelompok. Pola komunikasi antara guru dan siswa bersifat dua arah dan multi-arah, hangat, serta adaptif, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan iklim komunikasi terbuka melalui penerapan keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, termasuk melalui pendekatan personal bagi siswa berkebutuhan khusus.