Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Comparative Analysis of Flood Hydrograph Way Kandis River Basin with Synthetic Units Hydrograph (HSS) Snyder, Nakayasu, and Limantara Methods I Yuliansyah; Aprizal Aprizal; A Nurhasanah
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2017: 4rd ICETD 2017
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.933 KB)

Abstract

Hydrological data is not available in most areas of Lampung Province. To decrease the unit hydrograph, then it’s made a Synthetic Unit Hydrograph is created based on the physical characteristics of the River Basin. Way Kandis River which is a creek of Way Sekampung River is one of the watershed that does not have unit hydrograph so it is necessary to make HSS calculation from some existing method. The design flood debits calculated in this study were Q2, Q5, Q10, Q20, Q25, Q50, and Q100 using the HSS Snyder Method, the Nakowsasu HSS Method and the Limantara HSS Method. The peak debit (Qp) results on the highest 100 year (Q100) recalculation on the Limantara Q100 method = 615.44 m3 / sec HSS by a margin of less than 5 m3 / s through the Snyder Q100 method = 610.79 m3 / s. Lowest Method Nakayasu Q100: 437,40 m3 / s. The time to reach the longest peak (Tp) discharge on the Snyder method = 8 hours by 1 hour difference in each method. Nakayasu Method = 7 hours and Limantara Method = 6 hours. Of the three methods HSS can not yet predicted which approach approaches the flood hydrograph in Way Kandis watershed because there is no data for calibration. Therefore, further research is needed to obtain measurable flow data on Way Kandis River
Aplikasi HEC-RAS dalam Pengendalian Banjir Sungai Way Kandis - Lampung Selatan Aprizal Aprizal; Arju Meris
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Way Kandis merupakan salah satu sungai yang mengalami kejadian banjir setiap tahunnya, melintasi wilayah Kecamatan Jati Agung di Kabupaten Lampung Selatan. Terjadinya banjir hampir setiap tahun di beberapa lokasi di sekitar Sungai Way Kandis, berdampak pada kerugian moril dan materil yang dialami penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi terdampak banjir Sungai Way Kandis. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas keberadaan bangunan infrastruktur dalam mengurangi dampak genangan banjir digunakan pemodelan HEC-RAS dengan simulasi kondisi sungai eksisting tanpa bangunan, kemudian dimodelkan juga kondisi sungai dengan keberadaan bangunan tanggul dan bendung. Berdasarkan hasil pemodelan, diketahui bahwa dengan pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan banjir Q10 sebesar 80.81% - 85.39%, apabila terdapat bangunan tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 83.84% - 94,34%. Pada banjir Q25 pengaruh pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan sebesar 75.73%-82,29%, lalu apabila terdapat dibangun tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 82.52 % - 88,54%.Kata kunci: tanggul, bendung, HECRAS
Analysis of the Tsunami Evacuation Route in Kunjir Village and Way Muli Village, South Lampung Regency Any Nurhasanah; Muhammad Imam Riady; Aprizal Aprizal
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.3.3

Abstract

This research was conducted to analyze the effectiveness of existing evacuation routes in Kunjir Village and Way Muli Village by calculating the level of safety of the population when evacuating in the event of a tsunami disaster. The data used are direct field observations, topographic maps derived from aerial photo mapping results, existing conditions of evacuation routes, gathering conditions, evacuation direction signs, and data on tsunami wave heights that may occur in the study area. We analyze the tsunami disaster evacuation route using Network Analyst in ArcGIS. Furthermore, the evacuation route is determined which has a road width of more than 2 m so that not all roads in both villages are used as evacuation routes. In determining the evacuation point modeling tsunami inundation is used with a wave height of 4 m. Later the route and direction of the nearest evacuation route will be known to the safe evacuation point. Based on the results of the study, the number of evacuation routes in Way Muli Village amounted to 5 with 4 site points while in Kunjir Village there were 7 with 4 site points that could be used as evacuation sites. The farthest distance from the evacuation route to the evacuation site in Way Muli Village is 441.5 m with a travel time of 4 minutes and for Kunjir Village is 704.3 m with a travel time of 6.38 minutes.
Aplikasi HEC-RAS dalam Pengendalian Banjir Sungai Way Kandis - Lampung Selatan Aprizal; Arju Meris
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.209 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V701.01-8

Abstract

Sungai Way Kandis merupakan salah satu sungai yang mengalami kejadian banjir setiap tahunnya, melintasi wilayah Kecamatan Jati Agung di Kabupaten Lampung Selatan. Terjadinya banjir hampir setiap tahun di beberapa lokasi di sekitar Sungai Way Kandis, berdampak pada kerugian moril dan materil yang dialami penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi terdampak banjir Sungai Way Kandis. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas keberadaan bangunan infrastruktur dalam mengurangi dampak genangan banjir digunakan pemodelan HEC-RAS dengan simulasi kondisi sungai eksisting tanpa bangunan, kemudian dimodelkan juga kondisi sungai dengan keberadaan bangunan tanggul dan bendung. Berdasarkan hasil pemodelan, diketahui bahwa dengan pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan banjir Q10 sebesar 80.81%-85.39%, apabila terdapat bangunan tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 83.84% - 94,34%. Pada banjir Q25 pengaruh pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan sebesar 75.73% - 82,29%, lalu apabila terdapat dibangun tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 82.52% - 88,54%.
Implementasi Building Information Modelling untuk Quantity Take Off Material Struktur Abutment Ilyas Sadad*; Aprizal Aprizal; Ican Wahyu Januar
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26798

Abstract

Perhitungan Quantity Take Off pekerjaan banyak diaplikasikan secara konvensional dengan mengukur shopdrawing secara manual, kesalahan memungkinkan terjadi akibat ketidakakuratan dan kerumitan pada perhitungan volume. Aplikasi Autodesk Revit berbasis Open BIM dapat melakukan proses kalkulasi volume secara cepat dan efisien. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui implementasi Building Information Modelling dalam perbandingan hasil perhitungan QTO (Quantity Take Off) menggunakan perhitungan manual. Studi kasus penelitian ini adalah Proyek Pembangunan Jalan Boru-Cikeusal di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Alur identifikasi dilakukan dengan memodelkan BIM Abutment Jembatan berdasarkan acuan Detailed Engineering Design, produk dari aplikasi perangkat lunak Revit 2022 secara detil mampu menampilkan informasi quantity take off, yang kemudian mengkalkulasi selisih volume rencana (perhitungan manual) dengan hasil perhitungan quantitiy take off dengan implementasi BIM serta metode kualitatif yang dilakukan pada wawancara semi terstruktur dengan praktisi BIM. Output permodelan menampilkan selisih dari hasil volume rencana dengan metode konvensional dengan volume hasil quantity take off dengan penerapan BIM, pada pekerjaan pondasi pile memiliki rata-rata selisih sebesar 1.310%, pekerjaan pile capmemiliki selisih sebsesar 3.335%, pekerjaan breast wall mendapatkan selisih sebesar 1.527%, pekerjaan wing wallmemiliki selisih sebesar 5.901%, dan pekerjaan conterford memiliki selisih sebesar 0.859%. Pengaruh penerapan implementasi BIM dari sudut pandang pengguna mengungkapkan pengaplikasian konsep BIM mampu meminimalkan terjadinya kesalahan dalam perencanaan dan re-work, mampu mendeteksi ketidaksesuaian dini, mampu mengefisiensi biaya proyek, dan memudahkan dalam perencanaan kebutuhan material pekerjaan.
Optimalisasi Fungsi Embung Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Di Pabrik Pengolahan Sawit Pt. Perkebunan Nusantara Vii (Persero) Unit Usaha Bekri Mujiyanto, Mujiyanto; Nurhasana, Any; Aprizal, Aprizal
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Momen Vol.06 No.01. 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/momen.v6i1.3167

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas untuk mewujudkan ketahanan di bidang perkebunan. Kapasitas pengolahan pabrik rencana saat ini adalah 50 Ton/Tandan Buah Segar/Jam. Akan tetapi, periode 2014 – 2019 rata – rata kapasitas olah pabrik hanya sebesar 38,13 Ton/TBS. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya pasokan air untuk proses pengolahan, sementara potensi air yang dikelola berasal dari embung yang tersedia di dekat lokasi pabrik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji neraca air pada embung serta mengusulkan untuk melakukan optimalisasi fungsi embung dengan caramembandingkansimulasi perhitungan kapasitas tampung embung sebelum dan sesudah normalisasi kedalaman embung. Hasil analisis dan perhitungan data menunjukkan bahwa konsumsi uilitas pengolahan sawit menjadi CPO saat ini adalah sebesar 1,73 ton air/TBS dimana kondisi normal membutuhkan sebesar 1,8 ton air/TBS. Perhitungan kapasitas tampung embung eksisting adalah sebsar 50.428 m3 dengan ketinggian air rerata di kolam sebesar 1,5 m  hanya mampu mencukupi produksi rata – rata selama 23,67 hari setiap bulannya sehingga tidak dapat memenuhi target produksi yang diharapkan. Usaha optimalisasi dari 4 (empat) embung eksisting dengan mengembalikan kedalaman embung menjadi 3 m menghasilkan kapasitas tampung rata – rata sebesar 195.762 m3 atau terjadi peningkatan sebesar 389,85% dari kapasitas tampung embung rata – rata saat ini yaitu sebesar 49.953,13 m3. 
APPLICATION OF GENETIC ALGORITHM TO OPTIMIZE WATER DISCHARGE AT BATU TEGI DAM Aprizal, Aprizal; Rahmat, Rahmat
International Journal of Civil Engineering and Infrastructure Vol. 5 No. 1 (2025): IJCEI Volume 5 No. 1
Publisher : University Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water is the largest natural resource in Indonesia and it is easy to use in its utilization. Water that can be utilized directly from the river or by collecting rainwater in a tando pond orreservoir and then flowing it to turn a turbine. To utilize the available water resources, thegovernment always builds and maintains its facilities and infrastructure, including bybuilding dams. Unpredictable rain intensity, especially in the Lampung area, can cause a lackof optimal water release. If the release of water is not optimal, then the need for water willnot be obtained optimally, but the presence of water in the reservoir cannot always be fulfilledwhen it is needed. The Batu Tegi Dam is an important dam for the needs of the surroundingwatershed and Tanggamus. When building a system, optimization is an importantcomponent. System design can reduce processing time, among others through optimization.Mathematical functions are usually used to describe optimization problems. The process ofmaximizing or minimizing the objective function while taking into account the existingconstraints is known as optimization. This calculation uses the Microsoft Excel 2021application. By analyzing the optimal release discharge, as well as displaying the optimaldischarge value in 2022 using the Genetic Algorithm method. This method is the expertise offlexibility and accuracy when maximizing complex systems. The results of this study obtainoptimal discharge before and after using the Genetic Algorithm (GA) method with a timeseries of 2018 to 2022, making a discharge discharge curve in 2022. Keywords: Genetic Algorithm, Dam, Release Optimization
ANALISA LUAS GENANGAN MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS 6.1 SECARA 3D DENGAN LUAS GENANGAN BANJIR YANG PERNAH TERJADI PADA DAS WAY PISANG (STUDI KASUS: DAS WAY PISANG) Fatwa Milania Pramadani; Aprizal Aprizal
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i2.3477

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Pisang merupakan salah satu DAS yang terdapat pada Kabupaten Lampung Selatan dan memiliki sungai yang bermuara di Sungai Way Sekampung. Das Way Pisang mengalami fenomena alih fungsi lahan (land use) yang terjadi hampir disepanjang aliran dari hulu hingga hilir, sehingga setiap tahun selalu terjadi bencana banjir di beberapa lokasi sepanjang aliran Sungai Way Pisang. Penelitian ini menggunakan beberapa aplikasi bantuan yaitu ArcGIS 10.7.1, Global Mapper v23.0 dan HECRAS 6.1. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan simulasi luas banjir menggunakan HEC-RAS 6.1 secara 3D. Dengan tipe aliran unsteady flow, dan menampilkan luas genangan banjir menggunakan RAS Mapper. Penelitian yang dilakukan ini mendapatkan hasil perubahan land use secara 3D sehingga dapat terlihat secara nyata ketinggian yang akan terjadi pada daerah yang mengalami banjir tersebut.
Water Balance Analysis Using the NRECA Method and the FJ Mock Method with the WEAP (Water Evaluation and Planning) Application in the Way Pisang Watershed Devi Peggy Utami; Any Nurhasanah; Sugito Sugito; Aprizal Aprizal
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 6 No. 1 (2026): Februari: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v6i1.6725

Abstract

In a watershed, discharge data is essential to determine the flow rate of a river and is used to meet the daily water requirements of humans, plants, and animals. The Way Pisang watershed is a part of the Way Sekampung watershed, administratively located in the South Lampung Regency. In this study, the water demands analyzed include domestic, livestock, irrigation, and industrial needs. These water demands are compared with the water availability in the Way Pisang watershed. The analysis of water availability was conducted using the NRECA and FJ Mock methods, yielding results of 68.75 m³/s and 59.88 m³/s, respectively. Meanwhile, the water balance calculation was performed using the NRECA and FJ Mock methods through WEAP software. The results indicate that from January to November, the Way Pisang watershed experiences a surplus level of 63% (NRECA method), 57.7% (FJ Mock method), and 63.4% (WEAP method). Conversely, in December, it faces a deficit level of 0.62% (NRECA method), 1.37% (FJ Mock method), and 0.72% (WEAP software).