Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemeliharaan Saluran Drainase Di Desa Sumber Agung Rajiman; Hery Riyanto; Susilowati; Any Nurhasanah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The canal is one of the complementary buildings on the road segment in meeting the technical requirements of road infrastructure. The highway channel serves to circulate air that can interfere with road users, so that the road body remains dry. This research was conducted in Sumber Agung Village, Kemiling District, Bandar Lampung City on September 17, 2021. This research method is descriptive qualitative. The purpose of this study is to explain to the public what is meant by a drainage system and explain how the procedures for a good road drainage system are to prevent this from happening in the road area. The conclusion of this study is that rural problems are problems that have a fairly high complexity so that a comprehensive and sustainable solution is needed. The participation of local communities in the implementation of community empowerment is still low due to the lack of public awareness in maintaining drainage channels.
Pembuatan Fogging Portable di Kampung Sidoarjo, Kecamatan Umpu Semenguk Rajiman; Susilowati; Any Nurhasanah; Ronny Hasundungan Purba
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 06 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Tirta Gangga merupakan sebuah danau buatan yang terletak di Kabupaten Lampung Tengah, Kecamatan Seputih Banyak, tepatnya berada di Kampung Swastika Buana. Danau ini memiliki luas sekitar 150 hektar dan digunakan oleh masyarakat untuk pengairan lahan pertanian sekitar 3000 ha di sekitar kawasan. Danau Tirta Gangga memiliki daya tarik tersendiri terhadap wisatawan lokal untuk menikmati keindahan alam dan pemandangannya. Namun beberapa kegiatan masyarakat menyebabkan aspek keindahan alam menjadi berkurang dan menimbulkan permasalahan pada suplai air baku untuk pertanian.Sehingga diperlukan suatu tindakan yang dapat mempertahankan fungsi awal dari danau ini bahkan menambahkan nilai keekonomisan bagi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memetakan potensi geowisata baru yang dapat dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat, mengedukasi masyarakat dalam peningkatan kualitas dan keunggulan/kearifan lokal yang berimbas pada peningkatan nilai ekonomi kawasan Danau Tirta Gangga dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk media promosi (dengan Drone) profil kawasan wisata Danau Tirta Gangga.Manfaat dari pengabdian ini adalah terpetakannya potensi geowisata baru yang dapat dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat serta terbentuknya media promosi video profil kawasan wisata Danau Tirta Gangga yang dapat disebarkan melalui media internet sehingga wisatawan dapat dengan mudah mengenal dan tertarik untuk berkunjung ke Danau Tirta Gangga.
Model Penentuan Jalur Evakuasi Multi-Kriteria Menggunakan Algoritma Dijkstra Any Nurhasanah; Desi Cempakalia; Ahmad Cucus
Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Vol 17, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jsit.v17i1.4621

Abstract

Bencana alam seperti tsunami, banjir, dan gempa bumi sering menimbulkan situasi darurat yang memerlukan proses evakuasi cepat dan tepat untuk meminimalkan risiko korban jiwa. Tantangan utama dalam pelaksanaan evakuasi adalah keterbatasan informasi mengenai jalur yang aman dan layak digunakan, terutama ketika kondisi jalan berubah secara dinamis. Penelitian ini mengusulkan model penentuan jalur evakuasi menggunakan algoritma Dijkstra berbasis multi-kriteria dengan mengintegrasikan delapan parameter penentu kelayakan rute, yaitu panjang segmen jalan, kecepatan tempuh, lebar jalan, kemiringan, jenis jalan, jarak ke titik rawan, jarak ke titik evakuasi, dan aksesibilitas. Data spasial jaringan jalan dan atribut pendukung dianalisis melalui proses normalisasi min–maks dan pembobotan, kemudian digunakan dalam fungsi biaya komprehensif untuk setiap ruas jalan. Pengujian dilakukan pada studi kasus wilayah Surung Batang, menghasilkan jalur optimal A–C–E dengan total biaya 0,785. Hasil ini berbeda dengan Dijkstra standar berbasis jarak yang memilih rute A–B–C–E, yang meskipun lebih pendek secara fisik namun memiliki risiko lebih tinggi berdasarkan parameter keselamatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan multi-kriteria lebih efektif dan realistis dalam menentukan jalur evakuasi yang aman dibandingkan metode jarak semata. Model ini berpotensi diterapkan dalam sistem evakuasi berbasis mobile dan mendukung pengambilan keputusan oleh instansi kebencanaan.
Assessing climate-driven meteorological drought for sustainable water resources management using the standardized precipitation index under ENSO variability: Evidence from Way Kanan regency, Indonesia Ferdy Erwanda; Aprizal; Susilowati; Any Nurhasanah
Journal of Digital Technology and Computer Science Vol. 3 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/dtcs.v3i3.1178

Abstract

Purpose: This study aimed to assess the spatial and temporal characteristics of meteorological drought using the Standardized Precipitation Index (SPI) and evaluate its implications for sustainable water resources management in Way Kanan Regency, Indonesia. The study also examined the association between major drought events and El Niño–Southern Oscillation (ENSO) phases and assessed changes in irrigation water requirements under drought conditions. Method: Monthly precipitation data derived from the PERSIANN-CCS satellite for the period 2003–2025 were used to calculate SPI at 1-, 3-, 6-, and 12-month time scales. Drought intensity, frequency, duration, and spatial distribution were analysed across four major rice-producing districts. Historical drought events were subsequently compared with ENSO phases using the Oceanic Niño Index (ONI), while irrigation water requirements were estimated using the CROPWAT 8.0 model under normal and drought conditions. Findings: The results identified 2003, 2015, and 2019 as the principal meteorological drought years, with SPI-3 providing the most representative assessment of seasonal agricultural drought. Pakuan Ratu exhibited the highest drought vulnerability among the study districts. Severe drought events consistently coincided with El Niño conditions, particularly during the strong 2015 event, and resulted in substantial increases in irrigation water requirements ranging from 57.8% to 65.2% relative to normal conditions. Scenario analysis further projected irrigation water demand increases of approximately 20–65% under future El Niño conditions, depending on event intensity. Research Implications: Integrating multi-temporal SPI assessment with seasonal ENSO monitoring provides a practical framework for strengthening drought early warning systems, optimizing irrigation scheduling, and supporting climate-resilient water resources management in tropical agricultural regions. Originality: This study presents an integrated district-scale framework that combines multi-temporal SPI analysis, climate variability assessment through ENSO comparison, and irrigation water demand modelling to support evidence-based and sustainable water resources management. Unlike previous studies that primarily focused on drought characterization, this research explicitly links drought severity with irrigation water requirements, providing actionable information for adaptive agricultural water management under increasing hydroclimatic variability.