Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISA KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Susilowati, Susilowati; Sadad, Ilyas
Konstruksia Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Konstruksia Vol 7. No. 1 Tahun 2015
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil penelitian untuk menganalisis karakteristik curah hujan dari data hujan durasi jangka pendek pada stasiun BMG Maritim Lampung (tahun 2000-2014), dapat disimpulkan  sebagai berikut: (1) Data hujan yang digunakan adalah data curah hujan jangka pendek ( 5, 10, 15, 30, 45, 60, 120 menit, 3 jam, 6 jam dan 12 jam ) dan merupakan data maksimum tahunan (annual maximum series), (2) Jenis distribusi yang sesuai dengan  semua stasiun pengamatan adalah Distibusi Log pearson Type III, (3)  Intensitas hujan metode Van Breen menggunakan persamaan Talbot dipakai sebagai acuan untuk membentuk kurva IDF. Persamaan Intensitas ini berlaku hanya untuk data hujan sepanjang tahun pengamatan saja pada stasiun BMG Maritim Lampung, (4) Dari kurva IDF terlihat bahwa intensitas hujan yang tinggi berlangsung dalam durasi pendek, (5) Kurva IDF dapat digunakan untuk menentukan banjir rencana dengan mempergunakan metode rasional.Kata kunci: Intensitas Hujan, kurva IDF, curah hujan
ANALISA NILAI RISIKO K3 KONSTRUKSI STUKTUR BAWAH PADA PEMBANGUNAN THE BAY APARTEMENT BANDAR LAMPUNG Susilowati Susilowati; Agus Tri Yono
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v12i2.2245

Abstract

Konstruksi merupakan pekerjaan yang melibatkan bukan hanya manusia sebagai pekerja, melainkan juga unsur-unsur lain yang mendukung seperti penggunaan alat-alat berat hingga terlibatnya bahan material dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan dunia konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja lebih tinggi dibandingkan jenis pekerjaan lainnya. Penelitian ini menganalisa tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesahatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum pada proyek pembangunan The Bay Apartement Kota Bandar Lampung. Hasil analisa menunjukkan bahwa tingkat risiko K3 konstruksi pada pekerjaan struktur bawah proyek pembangunan The Bay Apartement yang berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2020 masuk kategori sedang.
KAJIAN KAPASITAS TAMPUNGAN DRAINASE DI PERUMAHAN PURI PERWATA TELUK BETUNG TIMUR BANDAR LAMPUNG Susilowati Susilowati; Ayu R. Hapsari
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.315 KB) | DOI: 10.36448/jts.v8i2.1129

Abstract

Banjir  dan  genangan  air  dapat  mengganggu  aktifitas  suatu  kawasan,  sehingga mengurangi  tingkat  kenyamanan  penghuninya.  Dalam  kondisi  yang  lebih  parah,  banjir dan  genangan  dapat  menimbulkan  suatu  bencana  yang  mengancam  keamanan.Pada umumnya,  banjir  selalu  diterkaitkan  dengan  kondisi  lingkungan  daerah  aliran  air  sungai (DAS)  dan  sistem  drainasenya.  Banjir  yang  semula  musibah  berubah  menjadi  hal  yang biasa,  karena  kerap  kali  terjadi  dan  bahkan  menjadi  rutinitas  yang  terjadi  setiap  musim hujan pada suatu kawasan perumahan.Lokasi penelitian dilakukan di perumahan Puri Perwata di jalan RE Martadinata, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung. Dimana panjang sungai Perumahan Puri perwata yaitu 652 m. Dikarenakan pada daerah studi terdapat 1 stasiun terdekat yang bekerja yaitu PH.001  TELUK  BETUNG  UTARA.  Pada  tahapan  ini  aliran  debit  dan  geometri disimulasikan menggunakan program HEC- RAS sehingga dapat dilihat volume kapasitas yang  berlebihan,  sehingga  dapat  ditingkatkan  kapasitasnya  sesuai  dengan  debit maksimum.Dalam pengaplikasian program HEC-RAS debit yang digunakan yaitu 4.02  m3/dt  dan  debit  aliran  drainase  sebesar  2,01  m3/s.  Dalam  upaya penanggulangannya  dengan  memperbaiki  dinding  penahan  tanggul  drainase    sesuai dengan  tatagunalahan  di  daerah  tersebut  dan  melakukan  normalisasi  untuk  mengalirkan debit rencana dengan aman.
Optimasi Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dengan Metode Jalur Kritis Menggunakan Software Microsoft Project Susilowati SUSILOWATI
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.002 KB) | DOI: 10.36448/jts.v8i1.928

Abstract

Suatu proyek terdiri dari berbagai jenis pekerjaan. Antara satu jenis pekerjaan dengan jenis pekerjaan yang lain mempunyai hubungan yang sangat erat. Jenis-jenis pekerjaan itu akan menunjukkan skala besar atau tidaknya suatu proyek. Makin banyak jenis pekerjaan yang akan dilakukan maka makin besar pula skala dari proyek tersebut, demikian pula sebaliknya. Hubungan antara jenis pekerjaan yang satu dengan jenis pekerjaan yang lain pada proyek yang berskala besar akan sangat kompleks, makin kecil skalanya maka hubungan antara jenis pekerjaan akan makin sederhana. Pada beberapa proyek, seringkah terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan terutama pada waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Metode jalur kritis adalah suatu metode untuk membuat jaringan kerja yang dibuat berdasarkan skala waktu untuk dapat membuat jalur kritis dari jaringan kerja untuk dapat memantau kemajuan atau kemunduran dari suatu pekerjaan sehingga keterlambatan pekerjaan dapat dihindari. Metode jalur kritis sudah merupakan jaringan kerja yang optimal sehingga keterlambatan pada jalur kritis akan mengakibatkan keterlambatan pekerjaan secara keseluruhan yang akan mengakibatkan terjadinya pembengkakan biaya pekerjaan. Dalam Microsoft Project dengan hanya memasukkan jenis kegiatan, durasi serta keterkaitan antar satu kegiatan dan kegiatan yang lainnya dapat dengan mudah didapatkan jalur kritisnya. Tidak perlu membuat jaringan kerja secara manual. Akumulasi waktu pekerjaan dari jalur kritis adalah waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Dalam proyek pembangunan Gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Tanggamus didapatkan waktu total pelaksanaan proyek yang tercepat adalah 108 hari, lebih cepat 12 hari (2 minggu) dari waktu yang disediakan oleh pemilik proyek yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Optimasi Waktu Pelaksanaan Proyek Menggunakan Microsoft Project Susilowati SUSILOWATI
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.61 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i2.924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku statis elemen struktur balok beton bertulang pracetak yang disambung dengan sambungan basah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang 30 MPa dengan 6 buah tulangan utama diameter 8 mm yang diletakkan di atas dua tumpuan sendi rol pada masing-masing ujungnya mempunyai penampang prismatis segi empat 10x18 cm2. Sambungan basah adalah sambungan yang menggunakan bahan beton polimer 40 MPa dengan metoda penyambungan menggunakan metoda prepacked. Kajian perilaku statis pada model benda uji untuk mengetahui kekuatan lentur struktur, kekakuan dan pola retak struktur balok akibat beban statis yang diletakkan di tengah bentang. Beban statis adalah beban mempunyai arah dan besar  tetap.Hasil kajian struktur beton yang disambung kemudian dibandingkan dengan struktur yang tanpa sambungan (monolit).Kekuatan balok dengan sambungan basah lebih kecil daripada kekuatan balok monolit.
Optimasi Waktu Pelaksanaan Proyek Menggunakan Microsoft Project Susilowati SUSILOWATI
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.256 KB) | DOI: 10.36448/jts.v4i2.892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku statis elemen struktur balok beton bertulang pracetak yang disambung dengan sambungan basah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang 30 MPa dengan 6 buah tulangan utama diameter 8 mm yang diletakkan di atas dua tumpuan sendi rol pada masing-masing ujungnya mempunyai penampang prismatis segi empat 10x18 cm2. Sambungan basah adalah sambungan yang menggunakan bahan beton polimer 40 MPa dengan metoda penyambungan menggunakan metoda prepacked. Kajian perilaku statis pada model benda uji untuk mengetahui kekuatan lentur struktur, kekakuan dan pola retak struktur balok akibat beban statis yang diletakkan di tengah bentang. Beban statis adalah beban mempunyai arah dan besar  tetap. Hasil kajian struktur beton yang disambung kemudian dibandingkan dengan struktur yang tanpa sambungan (monolit). Kekuatan balok dengan sambungan basah lebih kecil daripada kekuatan balok monolit. 
Pemanfaatan Serbuk Marmer Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen Pada Campuran Beton Normal . Susilowati
JURNAL ARSITEKTUR Vol 1, No 2 (2011): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.096 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v1i2.292

Abstract

This research was conducted to observe the effect of marble waste to reduce the amount of cement on compression strength and tensile strength of normal concrete, know the size difference of compression strength and tensile strength of concrete with marble waste compared with normal concrete without waste marble, concrete knowing failure mode and to know the changes workability concrete mixture with the use of marble waste using the slump test . From the research results can be summarized as follows: (1) the greater use of marble powder in the concrete mix concrete slump value increases, (2) Use of waste marble in this study, it can not be fully used as an alternative material replacement of cement, but was able to raise the strength of concrete on the use of marble waste 5% by weight of cement, (3) the pattern of failure that occurs due to compression strength testing on all cone-shaped specimens, while the result of tensile testing, specimens were experiencing splitting, (4) compression strength and tensile strength result in fractional-shaped concrete blocks, there is no segregation in plain concrete, and the load when test result in parts of the coarse aggregatePenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah marmer untuk mengurangi sejumlah semen pada kuat tekan dan kuat tarik beton normal, mengetahui besarnya perbedaan kuat tekan dan kuat tarik beton dengan limbah marmer dibandingkan dengan beton normal tanpa limbah marmer, mengetahui pola keruntuhan beton serta mengetahui perubahan kelecakan adukan beton dengan pemakaian limbah marmer menggunakan slump test Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) semakin besar penggunaan serbuk marmer pada campuran beton maka nilai slump beton meningkat (2) Pemakaian limbah marmer pada penelitian ini, ternyata tidak dapat sepenuhnya digunakan sebagai bahan alternative pengganti semen, tetapi mampu menaikkan kekuatan beton pada penggunaan limbah marmer 5% dari berat semen, (3) pola keruntuhan yang terjadi akibat pengujian kuat tekan pada semua benda uji berbentuk cone, sedangkan akibat pengujian kuat tarik, benda uji mengalami splitting, (4) pengujian kuat tekan dan kuat tarik menghasilkan pecahan beton berbentuk bongkahan-bongkahan, tidak terjadi segregasi pada campuran beton normal, dan beban saat pengujian mengakibatkan belahan pada agregat kasar.
Study of Gold Mine Tailings Utilization as Fine Aggregate Material for Producing Shotcrete Based on Concept of Green Technology Lilies Widojoko; Harianto Hardjasaputra; Susilowati SUSILOWATI
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2014: 3rd ICETD 2014
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.489 KB)

Abstract

Shotcrete is concrete that is applied by spraying. The use of shotcrete from year-to-year increase. Because sand is a material for the manufacture of shotcrete, the volume of sand will increase as well. Sand excavation on a large scale can lead to disruption of the environment. Reuse of tailings for shotcrete can reduce the volume of sand used. In addition, utilize waste materials will reduce the contamination surrounding environment. This study is a continuation of previous studies, that the use of tailings as conventional concrete manufacture. The results showed that the optimum tailings substitution of  25% both for conventional concrete or shotcrete. Laboratory studies conducted at the Civil Engineering Laboratory of University of Bandar Lampung and PT Semen Baturaja.  Research using a shotcrete equipment done in PT Natarang Mining, Way Linggo, Lampung. Type of admixture used is monomer composite material under the trade name Polcon. The compressive strength achieved in the laboratory was 32.7 MPa when not using Polcon as admixture. When using Polcon, the compressive strength reached 33.5 MPa. Crushing compressive strength of shotcrete in the field trial is 20.3 MPa. For studying the micro structure of tailings, cement, mortar with tailings 100%, 50% and without tailings, the Scanning Electron Microscopy micro photo are done.
Analyze The Characteristic of Rainfall and Intensity Duration Frequency (IDF) Curve at Lampung Province Susilowati SUSILOWATI
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2012: 1st ICETD 2012
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.693 KB)

Abstract

This research was done to analyze the characteristic of rainfall based the short term duration of rainfall data at BMG Maritim Lampung station, BMG Raden Inten II Bandar Lampung station, Masgar Tegineneng Climatology station and Kotabumi Geophysical station. From the results of the research intensity duration frequency (IDF) curve will be made based on: (1) Analysis of rain distribution frequency of short term rainfall data from each statios. (2) Analysis of rainfall intensity for every rain duration in particular measurement uses Van breen intensity method and Hasper der weduwen intensity method then least square (kuadrat kecil) is used to calculate rainfall intensity approach by Talbot, Sherman and Ishiguro formula’s, the purpose is to determine the equality of rainfall intensity to targeted region. From the result of the research, it could be summarized as follows ;(1) The data of rainfall used is short term rainfall data (5, 10, 15, 30, 45, 60, 120 minutes, 3 hours, 6 hours and 12 hours) and as annual maximum series, (2) Type of distribution that appropriate with all observation station is Log Pearson Type III Distribution, (3) The rainfall intensity of Van Breen method used Talbot equality, it is used as reference to form IDF curve. The intensity equality was valid only to data of rain in all observation year at every station. (4) The IDF Curve showed that high rainfall intensity happen in short duration (5) the IDF curve can be used to determine planning flood by using rational method. 
ANALISA KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DAN KURVA INTENSITAS DURASI FREKUENSI (IDF) DI PROPINSI LAMPUNG Susilowati A; Dyah Indriana Kusumastuti
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 14, No 1 (2010): Edisi April Tahun 2010
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was done to analyze the characteristic of rainfall that agreed with the short termduration of rainfall data at BMG Maritim Lampung station, BMG Raden Inten II Bandar Lampungstation, Masgar Tegineneng Climatology station and Kotabumi Geophysical station. From theresults of research will be made intensity duration frequency (IDF) curve based on: (1) Analysis offrequency rain distribution of short term rainfall data from each stations. (2) Analysis of rainfallintensity for every rain duration in particular when reuses Van breen intensity method and Hasperder weduwen intensity method then doing calculate approach of rainfall intensity using leastsquare are Talbot, Sherman and Ishiguro formula’s, it means to determine the equality of rainfallintensity to program region. From the result of research could be summarized as follows ;(1) Thedata of rainfall used is short term rainfall data (5, 10, 15, 30, 45, 60, 120 minutes, 3 hours, 6hours and 12 hours) and as annual maximum series, (2) Type of distribution that appropriate withall observation station is Log Pearson Type III Distribution, (3) The rainfall intensity of VanBreen method used Talbot equality, it is used as reference to form IDF curve. The intensityequality was valid only to data of rain in all observation year at every station. (4) The IDF Curveshowed that high rainfall intensity ran in short duration (5) the IDF curve can be used fordetermine planning flood by using rational method.