Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERILAKU SOMBONG DALAM MASYARAKAT DESA LANGGOMALI KEC. WOLO, KAB. KOLAKA (PERSPEKTIF QS LUQMAN/31:18) Asmaul Husna; Fatirawahidah Fatirawahidah; Syamsu Syamsu; Muhammad Hasdin Has
EL-MAQRA' Vol 3, No 1 (2023): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v3i1.6277

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui Ayat-ayat al-Qur’an Tentang Perilaku Sombong dan tafsirannya (2) Persepsi Tentang Perilaku Sombong dalam Masyarakat Desa Langgomali (3) Untuk Mengetahui Perilaku Sombong Menurut Al-Qur’an Surah Luqman/31:18 di Desa Langgomali. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, teknik wawancara dengan 7 informan yang terdiri dari aparat desa 1 orang, perlemen desa 1 orang, tokoh agama 1 orang, 4 tokoh masyarakat dan menggunakan teknik dokumentasi. Sebagai informannya adalah masyarakat desa Langgomali Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu: (1) Reduksi Data (Data Reduction), (2) Penyajian Data (Data Display), (3) Verifikasi Data (Conclusion Data). Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah tringulasi, yaitu: (1) Tringulasi Waktu. (2) Tringulasi Sumber. (3) Tringulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama tentang ayat-ayat al-Qur’an tentang perilaku sombong yang menunjukkan kesesuaian antara perilaku sombong dengan keadaan masyarakat. Kedua persepsi tentang perilaku sombong dalam masyarakat Desa Langgomali mudah untuk merendahkan orang, tidak mau menerima kebenaran, selalu ingin dipuji, tidak saling bertegur sapa, tidak menghargai, merasa cantik dan merasa tinggi hati. Ketiga perilaku sombong menurut al-Qur’an surah Luqma>n/31:18 di Desa Langgomali ialah adanya perilaku-perilaku memalingkan muka, berjalan dengan perasaan angkuh, merendahkan orang lain serta berlaku pamer.
Economic Disability Discourse: A Critical Analysis of the Reception of Riba Hadith on Social Media Abdul Gaffar; Muhammad Hasdin Has
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 18, No. 1, Mei 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v0i0.6462

Abstract

Over the past decade, the anti-usury movement that has been heavily promoted on social media has developed, particularly among Muslims in Indonesia. This establishes a pattern for how bank employees interpret the Qur'an and Sunnah, which influences their decision to leave the company and, in turn, indirectly affects the banking and financial stability of the Muslim community. This study examines the discourse surrounding the dissemination of hadith on Instagram via xbank social media from the standpoint of hadith reception. The data collected from the official xbank Indonesia account was evaluated using exegetical reception, and it was determined that the anti-usury and anti-hijrah banking movements were founded on literal decontextualized readings. Contextual and maqasid issues pertaining to the benefits of texts are not adequately addressed in interpretation/syarah. Without a thorough analysis of the hadith’s interpretation, the hadith of usury is used to condemn the majority of banking activities. In fact, the maqāṣid hadith of the Prophet (peace be upon him) can be used to formulate modern financial system formulations so that the two do not exclude each other.
MANAJEMEN PENYELENGGARAAN JENAZAH KOMUNITAS MUSLIMAH HIJRAH KOTA KENDARI (KMHK) Puji Astuti; Muhammad Hasdin Has; Samsu Samsu; Hasan Basri
AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah Vol 2, No 2 (2022): AL-MUNAZZAM : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Manajemen Dakwah
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/munazzam.v2i2.5375

Abstract

The Tradition of The Wakatobi Bajo Tribe in Determining Inheritance: A Legal Perspective of Islamic Inheritance Rahim, Basteng; Restu, Restu; Has, Muhammad Hasdin; Pangki, Pangki
Al-'Adl Vol 16, No 1 (2023): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v16i1.3964

Abstract

The distribution of heirs to the Pesisir Bajo Wakatobi community is divided into five parts, namely; 1. Only child in a family, 2. Only child, male or female in a family, 3. Carer parents (family), 4. Youngest child in the family and 5. Will to caregiver parents (non-family). Meanwhile, the view of Islamic law regarding the distribution of heirs to the Bajo Wakatobi Coastal Community views that the distribution of heirs is selective., so that Islam views that the distribution of heirs to the Pesisir Bajo Wakatobi community is still based on existing customary law, so Islam views it as something that needs to be reviewed based on existing Islamic law, because in this distribution of heirs many parties are harmed.